Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Berdamai dengan diri sendiri


__ADS_3

Alex baru saja selesai mandi, ia menatap dirinya di dalam cermin besar yang menempel


di dinding sambil mengusap rambutnya yang basah. Ia dapat melihat ada yang


berbeda dari dirinya, wajahnya, ia jadi lebih sering tersenyum sekarang hanya


dengan menatap wanita polos yang sedang tidur terlelap di atas tempat tidur


itu.


Entah sejak kapan, ia sering mencuri-curi kesempatan untuk bisa melihat wanita itu


tersenyum, senyum wanita itu bisa menular ke semua orang termasuk dirinya.


Ia pun melangkah pelan menghampiri wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu,


ada sebuah kelegaan saat ide konyolnya menikah berlabuh pada wanita itu. Entah


kenapa ia sama sekali tidak merasa menyesalinya.


Ia duduk berjongkok menatap lekat wajah wanita itu, begitu teduh tanpa hijabnya


dengan anak rambut yang berlomba-lomba ingin menyentuh pipi lembut wanita itu.


"Damai banget tidurnya ....!" ucapnya lirih.


Alex pun mendongak ke arah nakas, ia meraih ponsel miliknya yang di letakkan


berjejer dengan milik Aisyah. di bukanya kamera, mengatur ulang pengaturan


kameranya agar tidak menimbulkan suara dan segera mengambil gambar Aisyah yang


sedang tertidur pulas.


"Bagus ....!" ucapnya sambil tersenyum melihat jepretannya sendiri.


Alex bergegas meninggalkan Aisyah sebelum gadis itu tahu apa yang di lakukannya, ia meletakkan handuknya di sembarang tempat, Alex bukan tipe pria yang rapi tapi dia suka dengan kerapian.


Alex tidak langsung tidur, ia mematikan lampu kamarnya dan menggantinya dengan lampu


tidur. Ia penasaran dengan kotak kecil yang selalu Aisyah bawa kemana-mana.


Karena begitu penasaran ia memilih membukanya tanpa ijin pumpung pemiliknya sedang tidur, ia sudah pernah melihat


cincin itu, tapi ia belum membaca surat yang ada di dalamnya.


Ia duduk si sofa yang biasa Aisyah gunakan untuk duduk dan mengerjakan tugas


kuliahnya. Ia membaca surat dari gus Fahmi. Entah kenapa ia begitu merasa iri


dengan pria itu karena di cintai begitu dalam oleh istrinya. Ia bahkan masih sering melihat


Aisyah menangis setiap kali membaca surat itu.


“Bisakah dia seperti itu padaku dan melupakannya…!” entah kenapa ia sekarang menjadi serakah, ia tidak mau wanita yang berstatus sebagai istrinya itu terus mengagumi

__ADS_1


pria lain, walaupun ia tahu dirinya sendiri tidak bisa menjanjikan apapun untuk wanita itu. Dia bukan pria yang sempurna dan pantas untuk di cintai oleh wanita manapun.


Ia tidak bisa menjanjikan cinta dan kebahagiaan jika bersamanya apa lagi pengetahuan agama yang luas seperti pria


itu, ia jiga tidak bisa menjadi imam yang baik untuknya bahkan ia masih seperti


bayi yang baru merangkak untuk bisa mengenal Tuhannya


Ia juga masih begitu labil hingga masih sering melakukan maksiat di saat yang bersamaan tapi ia sudah berani berharap lebih bisa mendapatkan wanita itu seutuhnya.


Ia menyimpan kembali barang-barang itu, tapi ia menyimpan di tempat berbeda cincin


itu. Entah kenapa ia merasa tidak rela jika Aisyah yang menyimpannya.


Alex kembali menghampiri Aisyah, meletakkan ponselnya tapi ia juga penasaran dengan


ponsel wanita itu. Ia meletakkan ponselnya dan mengambil ponsel yang satunya.


Ponsel milik Aisyah.


“Dia tidak mem-password ya …, ceroboh sekali! tapi baguslah …!” gumamnya lirih, sebenarnya dia pun melakukan hal yang sama, ia juga tidak pernah memberi password pada ponselnya karena ia terlalu percaya jika anak buahnya tidak akan membukanya.


Alex memutuskan untuk melihat Aisyah, ia melihat semua chat WhatsApp, tapi hanya ada


chat dari Bianka , Leon dan dirinya saja.


“Ah aku lupa kalau hp lamanya rusak!”


Padahal ia begitu penasaran dengan chatnya dengan gus Fahmi, apa saja yang mereka


kali saja ia memposting sesuatu, itupun hanya kata-kata bijak wanita itu.


“Dia kayaknya memang sudah terlahir bijak!” gumam Alex saat melihat tahun kapan ia


mulai mengeluarkan kata-kata bijaknya, enam tahun yang lalu, itu berarti semenjak dia SMP.


Alex kembali meletakkan ponsel itu saat tiba-tiba Aisyah menggerakkan tubuhnya. Ia


pun segera berputar dan pura-pura tidur di samping Aisyah.


Aisyah yang terbangun, menoleh ke sampingnya dan sudah melihat Alex tertidur di sana. Aisyah menatap wajah suaminya itu, ia ingin terus terjaga hingga mimpi buruk


suaminya itu datang dan menjadi orang pertama yang akan membangunkannya.


Aisyah menjadikan telapak tangannya sebagai bantalan dan menatap wajah pria itu.


Dia ini tampan kalau nggak marah-marah …


Aisyah tersenyum gemas, om  tampanku …


“kenapa melihat ku seperti itu?” pertanyaan seseorang membuat nya terkejut, Aisyah


kembali melihat pria itu masih memejamkan matanya.


“Mas Alex belum tidur ya?”

__ADS_1


Alex pun kembali membuka matanya, kini mereka tidur saling berhadapan , Alex segera


membuka matanya dan tepat di depan matanya kini wajah Aisyah hanya ada guling


sebagai pembatas itu pun hanya sebatas dada.


“Kenapa?”


“Kenapa mas Alex belum tidur?”


“Sudah…, tapi terbangun!”


“Tapi tadi mas Alex baru mandi, kenapa sudah tertidur saja?”


Jika belum mengenal Aisyah, mungkin mereka akan mengira jika Aisyah adalah orang yang begitu pendiam tapi saat sudah sering berhadapan dengannya mereka pasti


akan berpendapat sama jika Aisyah adalah orang yang begitu cerewet, mungkin hal


itu yang di rasakan Alex saat ini, dia gadis yang cerewet.


“Kenapa suka sekali bertanya?”


“Tidak pa pa, hanya ingin saja!”


“Lupakan keinginanmu dan tidurlah …!”


Aisyah pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Alex, ia memejamkan matanya tapi tak


bisa lagi tidur.


“Mas …, jangan menatapku terus, berbalik lah …!” ucap Aisyah dengan mata tertutupnya.


Tanpa menjawab, Alex pun membalik tubuhnya hingga kini yang bisa di lihat Aisyah


hanyalah punggung Alex. Tapi tetap saja ia tidak bisa tidur lagi.


Malam di mana Alex akan terbangun selalu berulang setiap malam, tapi reaksi Alex


tidak sekeras awal-awal, sekarang Alex sudah lebih bisa terbuka dengan Aisyah.


tidak lagi marah ataupun berkata kasar atau juga meninggalkan kamar, hanya saja


setelah terbangun Alex tidak akan pernah tidur lagi atau ia akan tidur satu jam


sebelum berangkat kerja.


Banyak perubahan yang di alami pria berusia tiga puluh dua tahun itu setelah menikah.


Bukan karena pernikahannya tapi bagaimana Aisyah bisa membawa aura positif pada


pria dengan masa lalu yang begitu kelam itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2