Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Berusaha menahannya


__ADS_3

Semenjak pertemuannya dengan Rendi, Hidup Alex menjadi sangat tidak tentram, ia marasa


ada sesuatu yang akan lepas lagi darinya. Alex menghabiskan malamnya di klub malam, ia memilih di temani oleh minuman keras itu untuk menghilangkan segala yang ada dalam pikirannya. Walaupun begitu ia selalu pulang di pagi hari, begitu pun dnegan hari ini. Pagi ini Alex walaupun dengan mata merahnya, ia


memaksakan diri untuk bangun. Dengan sempoyongan ia menuju ke kamar mandi,


mengguyur tubuhnya dengan air dingin berharap pengaruh inuman itu akan segera


menghilang.


“Siapkan air perasan jeruk nipis!” perintah Alex pada asistennya, Alex masih melilit tubuh bawahnya dengan handuk, air masih menetes di pundaknya dari rambutnya yang basah.


“Baik tuan!”


Tak berapa lama, pelayan datang dengan segelas air perasan jeruk nipis, Alex sudah


berganti dengan kemeja dan jasnya. Begitu rapi dengan wajah arogannya, bulu-bulu halus yang melekat di dagunya membuat wajahnya semakin arrogant saja.


“Siapkan mobil!”


“baik tuan!”


Alex  sudah siap untuk berangkat kerja, tapi ia


hampir lupa jika di rumahnya sekarang ada orang-orang yang begitu berarti dalam


hidupnya.


“El…!” gumam Alex saat melewati sebuah kamar, bibir tipisnya melengkungkan senyum,


ia menyempatkan diri untuk melihat Nadin dan baby El di kamarnya. Alex membuka


kamar yang tertutup sempurna itu, ia melihat baby El sedang sendiri di atas


tempat tidur. Baby El menggumamkan kata-kata yang hanya dia sendiri yang


mengerti, baby berusia dua bulan itu sudah mulai aktif.


Alex melangkahkan kakinya ke dalam kamar tanpa permisi, ia tidak biasa melakukan itu


di rumahnya sendiri.


“Selamat pagi baby El ….!” Sapa Alex sambil mendaratkan ciumannya di wajah baby El,


sepertinya baby El juga sangat senang mendapatkan ciuman itu.


“Setelah melihatmu, daddy jadi malas sekali hari ini untuk berangkat kerja!” ucap Alex


sambil ikut berguling di samping baby El dan memegangi pipi tembem baby El.


“Dimana bunda mu? Apa dia sedang keluar dan meninggalkanmu sendiri di sini? Jahat


sekali!”


Ceklek


Tiba-tiba pintu kamar mandi di buka, membuat Alex reflek melihat kearah pintu itu,


menampakkan Nadin yang keluar dari dalam sana dengan rambut yang tergerai basah,


Alex terpaku olehnya.


Cantik ….


“Alex!” pekik Nadin, ia tampak begitu terkejut, untung saja ia sudah mengenakan


bajunya dari kamar mandi, Alex masih terpaku di buatnya tanpa merubah posisi

__ADS_1


tubuhnya, melihat Nadin dengan rambut basahnya, pikirannya jadi berkelana.


Dia begitu cantik ….


“Alex …., kenapa kau di sini?” Nadin mengulangi pertanyaannya.


Astaga …, berhenti berpikir macam-macam Alex …., alex segera memejamkan matanya, menormalkan detak jantungnya. Ia merasakan bagian bawah tubuhnya sedang mengeras


saat ini, celananya jadi begitu sesak.


“Lihat baby El …, kau beruntung sekali. Bundamu begitu cantik!” ucap Alex, ia tidak


pernah menutupi jika ia mengagumi wanita yang ada di depannya itu.


“Lex …, jangan mulai …!”


“Tidak …, aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja!”


“Terserah kau saja!” Nadin melanjutkan aktifitasnya, mengeringkan rambutnya yang basah dan menyisirnya, aktifitas Nadin yang itu semakin membuat Alex kepanasan di


buatnya, ia sengaja mengalihkan perhatiannya dengan  sedangkan Alex bermain bersama  baby El, tapi tetap saja matanya tidak bisa


beralih dari menatap Nadin.


Tapi sepertinya Nadin tidak menyadari dengan apa yang di alami Alex.


“oh iya Lex, aku akan segera pulang hari ini, tidak baik jika aku terlalu lama


tinggal di sini!” ucap nadin dengan santainya. Alex hanya bisa menahan


hasratnya ia sampai tidak fokus dengan apa yang di katakana oleh Nadin.


Karena semakin tidak bisa di tahan, Alex pun segera bangun dan berlalu dari kamar


Nadin, sebelum mencapai pintu, Alex kembali menghentikan langkahnya.


Alex segera berlalu, ia kembali masuk ke dalam kamarnya, melepaskan kembali jas dan


kemejanya, melepas ikat pinggangnya dan menuju ke kamar mandi, ia berdiri bi


bawah guyuran air dingin, menghilangkan rasa panas di dalam tubuhnya yang tidak


tertahan lagi.


Alex membutuhkan waktu satu jam di kamar mandi, ia harus menuntaskan hasratnya di


sana, bermain sendiri. Ia harus memundurkan semua jadwalnya di kantor.


“Pesona Nadin benar-benar membuatku gila, kenapa dia yang menjadi fantasi liar ku!”


gumam Alex, ia pun kembali mengeringkan rambutnya yang basah, mengganti kemeja


dan jasnya.


Setelah selesai dengan kegiatannya di dalam kamar, Alex segera menghampiri Nadin di


meja makan.


“kamu mandi lagi ya Lex? Kenapa?” tanya Nadin dengan polosnya, membuat Alex berdecak.


Hehhh ....., dia polos sekali ....


“Nggak pa pa, hanya ngrasa gerah aja! Oh iya kamu tadi bilang apa?” Alex segera


mengambil segelas air putih, tenggorokannya terasa sangat kering.


“Aku harus pulang lex!” mendengar permintaan Nadin, ia merasa tidak rela. Ia belum

__ADS_1


rela melepaskan wanita di depannya itu, hari-hari yang mereka lewati satu tahun


terakhir telah memberikan warna yang indah untuk hidupnya yang kelam dan gelap.


Setidaknya selama Nadin bersamanya, ia sudah tidak lagi melakukan


pekerjaan-pekerjaan illegal.


“kenapa cepat sekali? tinggallah di sini beberapa hari lagi!” alex tetap berusaha untuk


menahannya. Ia tidak bisa membayangkan hidup jauh dari baby El dan Nadin.


“Tidak aku sudah satu minggu di sini, dan kau terus menahan ku!” nadin pun talk kalah


kerasnya, ia sudah meninggalkan rumahnya satu minggu semenjak saat itu.


Alex segera berdiri dari tempat duduknya, ia mendekati Nadin dan menggenggam


tangannya. Alex menatap Nadin begitu dalam dengan harapan besar wanita itu akan


mendengarkan ucapannya.


“Rumahmu sudah tidak aman sekarang, tinggallah di sini saja!”


Mendengar ucapan Alex, nadin mengerutkan keningnya, mempertanyakan kesungguhan ucapan Alex.


 Nadin segera melepaskan tangannya dari


genggaman Alex. Ia kesal karena sepertinya semua alasan Alex tidaklah masuk


akal.


“Pertama kau mengatakan kalau kau punya surprise untukku, lalu kau mengatakan jika tidak ada yang bisa mengantarku, tidak aman untukku pulang sendiri, lalu rumahku


tidak aman, sebenarnya kau menyembunyikan apa dari ku, Lex?” kali ini Nadin


begitu marah.


“Tapi kali ini aku mengatakan yang sebenarnya!” Alex tetap berusaha meyakinkan Nadin untuk tidak kembali ke rumahnya.


“Benarkah, apa yang tidak aman?”


“percayalah padaku, aku mohon…, sekali saja. Percayalah padaku!”


Nadin diam, ia tidak tahu apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh pria di depannya


itu. Tapi ia harus berusaha untuk mencari tahu. Tapi jika mengajak baby El


bersamanya, ia kan sedikit kesulitan, mungkin dia akan meninggalkan baby El di


tempat Alex selama ia pergi.


“baiklah …, tapi aku harus pergi sebentar. Aku akan meninggalkan baby El di sini


sebentar, tidak pa pa kan?”


“Baiklah…, tapi jangan lama-lama. kasihan baby El jika di tinggal terlalu lama!”


“tidak, tidak sampai dua jam. Aku akan kembali!”


“Aku akan mengantarmu sampai rumah!”


“Baik!”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Happy Reading 🥰😘😘❤️


__ADS_2