
Pagi ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi sepasang suami istri itu, untuk pertama kalinya mereka melaksanakan sholat subuh berjama’ah.
Walaupun Alex hanya hafal beberapa surat pendek saja, itu sudah lebih dari cukup bagi aisyah. suaminya begitu terlihat jika ia sangat berusaha.
Setelah menyelesaikan sholatnya, Aisyah segera mencium tangan suaminya.
“Maaf ya, aku Cuma hafal surat al-Ikhlas sama An-nas!”
“Nggak pa pa mas, mas Alex sudah cukup berusaha! Semangat ya mas, Aisyah akan bantu semampu Aisyah!”
“terimakasih ya!”
Setelah melipat kembali mukenanya, Alex masih sibuk di kamar. Ia berolah raga semampunya karena tangannya yang kembali sakit cukup menyulitkannya.
Sedangkan Aisyah memilih ke dapur untuk memasak sarapan untuk mereka.
Nenek Widya juga sudah keluar dari kamarnya, ia paling suka melihat Aisyah memasak. Selama ini ia memimpikan punya seorang putri tapi tidak kesampekan, punya menantu jika tidak kesampekan dan sekarang mempunyai cucu menantu yang begitu baik.
Ia tersenyum saat melihat Aisyah sedang sibuk di dapur. Nenek Widya pun menghampiri Aisyah di dapur.
“masak apa sayang?” tanya nenek Widya.
“eh nenek …, Aisyah hanya memasak sebisa Aisyah nek. Aisyah buat nasi goreng!”
"Biarkan asisten rumah tangga membantumu, kamu jangan capek-capek!"
"Iya nek ...., ini cuma ringan aja nek!" ucap Aisyah dengan masih sibuk meracik bumbu nasi goreng buatannya.
“Alex di mana?” tanya nenek Widya saat tidak menemukan cucu kesayangannya itu.
“Mas Alex masih olah raga di kamar, nek!”
“baiklah …, lanjutkan memasaknya, nenek akan memarahi dia karena terlalu banyak olah raga!”
“biarkan saja nek!" ucap Aisyah sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh iya nek, apa nenek tahu sesuatu?"
nenek Widya mengerutkan keningnya, “Apa?”
“Tentang mas Alex yang sudah belajar sholat!”
Nenek Widya terlihat begitu senang hingga ia tidak bisa menyembunyikan senyum di bibirnya.
“benarkah?” tanya nenek Widya memastikan.
“Iya nek, tadi kami sholat subuh berjamaah, mas Alex yang menjadi imam!”
“Alhamdulillah …, nenek begitu senang!" ucap nenek Widya dengan masih terus tersenyum.
"ya udah kamu lanjutkan masaknya, nenek mau temui dia!” ucap nenek Widya.
Nenek Widya yang begitu bahagia itu, segera menemui cucunya itu.
"Kevin ....!"
"Nenek ...., kenapa memanggilku seperti itu nek?"
"Soalnya nenek senang, Kevin nenek sudah kembali!"
"Apaan sih nenek ini?!"
Nenek Widya segera memeluk cucunya itu.
"Nek ...., ada apa?"
"Nenek sudah mendengarnya dari Aisyah!"
"Nggak usah berlebihan nek, nanti nenek kecewa!"
"Kali ini nenek nggak akan kecewa ...., nenek percaya sama kamu dan Aisyah!"
***
Setelah menyelesaikan masaknya, Aisyah kembali lagi ke kamarnya. Ia melihat suaminya itu sudah sangat rapi dengan kemeja dan jasnya.
“Mas …, mau ke mana?” tanya Aisyah, ia melihat tangan suaminya itu masih sakit tidak mungkin pergi ke kantor.
“Antar kamu kuliah!” ucapnya singkat sambil sibuk merapikan jasnya.
“habis itu?” tanya Aisyah karena tidak mungkin jika hanya mengantar ke kampus tapi begitu rapi.
“Aku ada urusan sebentar, nanti aku akan menjemputmu lagi!”
__ADS_1
“Baiklah …, Aisyah mandi dulu ya mas. Abis ini kita sarapan!”
Setelah selesai mandi, Aisyah keluar dari kamar mandi tapi tidak menemukan suaminya. Ia segera mengenakan hijabnya sedikit mengoles wajahnya dengan dengan bedak tipis dan lipstick.
Tiba-tiba Alex datang di belakangnya dan memeluknya.
“Mas …!” pekik Aisyah begitu terkejut. Ia hendak melepaskan pelukannya tapi Alex menahannya.
“Ini nyaman sekali, Ay!” ucap Alex lirih dan menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Aisyah.
“Apa mas Alex mau memastikan yang tertunda semalam?” tanya Aisyah
"Apa tidak pa pa?"
"Tidak pa pa mas ....!"
Tapi kemudian Alex melihat jam, sudah jam delapan dan dia punya janji jam Sembilan.
“Kita bisa coba nanti malam ya, bukankah kamu juga harus kuliah!” ucap Alex, ia harus datang tepat waktu kali ini.
“ah iya mas …, aku ada ujian! Ayo mas kita sarapan!” ucap Aisyah yang sudah bergegas hendak keluar kamar tapi Alex kembali menahannya.
“sebentar!”
“Apa lagi mas?” tanya Aisyah, tangan Alex sudah menahan pinggang Aisyah.
Cup
Alex mengecup bibir Aisyah, membuat Aisyah terdiam, ia melanjutkan ciumannya dnegan ******* bibir Aisyah.
“Nak …!” tiba-tiba nenek Widya muncul dari balik pintu membuat Alex dan Aisyah terkejut.
“Ups …, nenek akan keluar! Lanjutkan saja!” ucap nenek Widya dan segera keluar dan menutup kembali pintunya.
Setelah nenek widya meninggalkan mereka, alex dan Aisyah tertawa.
"Mas Alex nih gara-gara ...!"
"Tapi kamu suka kan?" pertanyaan Alex berhasil membuat pipi Aisyah memerah.
"Siapa tahu kalau pintunya tidak di kunci!"
Mereka pun segera menyusul ke ruang makan, Aisyah sangat malu mengingat kejadian tadi. Ia jadi tidak banyak bicara, ia terus menunduk menghabiskan makannya.
“Ya nek?”
“Kata dokter Adrian kamu sudah lama tidak ke sana, sempatkan untuk mengunjunginya, dan pastikan sesuatu!”
‘Iya nek, nanti kalau sudah ada waktu!”
“Kalau tentang pekerjaan, bagaimana kamu punya waktu!”
“Iya nek…, iya …!”
Mereka pun menyelesaikan sarapannya dengan sedikit lebih lama karena nenek harus membicarakan banyak hal apalagi setelah apa yang ia lihat tadi.
“Ya sudah nek, kami berangkat dulu ya!”
“Iya ingat pesan nenek, sempatkan mengunjungi dokter Adrian!”
"Iya nek!"
"Assalamualaikum nek!"
Alex dan Aisyah berpamitan pada nenek Widya.
"Waalaikum salam!"
Leon sudah menyiapkan mobil untuk mereka.
"Silahkan tuan!" ucap Leon sambil membukakan pintu untuk Alex dan Aisyah.
Mereka berangkat di antar oleh Leon. setelah setengah jam mereka pun akhirnya sampai juga di kampus.
"Aku turun ya mas ....!" ucap Aisyah.
"Tunggu!"
"Apa mas ...!"
"Siniin wajahnya!"
"Kenapa mas ....?"
__ADS_1
"Ada yang kurang!"
"Apa?"
"Sini ....!"
Aisyah pun mendekatkan wajahnya ke Alex.
Cup
Sebuah kecupan mendarat di bibir Aisyah membuat Aisyah terpaku. tapi segera memukul suaminya itu.
"Mas ....!"
"Kenapa memukulku?"
"Ada mas Alex mas ...., malu ....!"
"Leon nggak lihat!" ucap Alex , "Iya kan Leon ...., kamu nggak lihat kan tadi?"
"Nggak tuan!"
"Tuh kan Leon nggak lihat!"
"Mas Leon mah memang selalu ngikut omongannya mas Alex! Ya udah Aisyah turun ya mas ...!"
“Ingat ...., tunggu sampai aku datang, jangan berkeliaran, okey!”
“Iya …!”
“Assalamualaikum, Ay!”
“waalaikum salam, Mas!”
...***...
Mobil Alex sudah meninggalkan kampus, kali ini tujuannya bukan ke kantor. Ia harus menyelesaikan satu masalah lagi. Ia tidak mau masalah ini berlarut-larut.
Ia datang ke sebuah perusahaan yang begitu ketat penjagaannya. Kedatangan Alex langsung di sambut dengan pengamanan yang ketat.
“Hallo Alex …, apa yang membuatmu berani masuk ke kandang macan?”
“Ada penawaran bagus untukmu!" ucap Alex yang sudah duduk di kursi di depan meja kerja pria itu dengan kaki yang di silangkan di atas kaki kirinya.
“Apa?”
“Jangan usik keluargaku lagi dan aku kan melakukan apapun yang kamu inginkan!”
“Benarkah …! Apa jaminannya?”
“jaminannya, saya!”
‘Sepertinya wanita berhijab itu sudah benar-benar menundukkan singa ini!”
“Jangan pernah menggangunya apalagi menyakitinya!”
“aku suka ini!”
“katakan apa mau mu!”
“Masuk lagi ke dunia hitam, kita kembali kerja sama, dan aku akan melepaskan mereka!”
“Itu tidak akan terjadi!”
“terserah kamu! Jangan di kira kematian adikku tidak akan aku mintai pertanggung jawabanmu!”
“Sudah saya bilang, kematian Hanna bukan kesalahanku!”
“Kau yang membuatnya mengakhiri hidupnya!”
“Maaf tapi saya tidak bisa mengikuti kemauan mu!”
Alex memilih meninggalkan tempat itu tanpa mendapatkan penyelesaian masalah.
...Untuk lepas dari keburukan seseorang butuh banyak waktu tapi untuk kembali lagi hanya butuh satu langkah~MAvsMS...
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰