Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ijab Qabul


__ADS_3

Pesantren tiba-tiba di sibukkan dengan pernikahan dadakan itu.  Setelah sholat dhuhur, dengan berbekal snake seadanya pak Kyai dan bu Nyai mengundang beberapa warga sekitar termasuk ibunya Aisyah.


Aisyah dan Alex datang tepat waktu, Aisyah langsung mencari Bianka sedangkan Alex bergabung dengan para pria.


"Assalamualaikum, bi!"


"Aisyah ...., waalaikum salam!" Bianka segera berdiri dan memeluk sahabatnya itu, kini Bianka sudah berbalut kebaya pengantin seadanya.


"Kamu cantik Bi!" ucap Aisyah memuji sahabatnya yang kini memakai kebaya putih lengkap dengan jilbabnya.


"Terimakasih, Ay! Maafkan aku jika aku mengecewakan mu!"


"Tidak Bi, semua sudah berlalu, Aki dengan keluarga ku dan gus Fahmi bersama masa depannya, yaitu kamu!"


"Terimakasih bi!" Lagi-lagi Bianka memeluk sahabatnya itu.


Akhirnya akad nikah pun akan segera di laksanakan, Aisyah menemani Bianka sebagai pihak dari mempelai perempuan.


Kedatangan Aisyah bersama Bianka berhasil mencuri perhatian gus Fahmi, tanpa sadar mata gus Fahmi pun mulai berair, untuk saja pak penghulu segera memanggilnya memintanya agar segera duduk di tempatnya.


Bianka duduk berdampingan dengan Aisyah tepat berada di belakang ayah Bianka yang di dampingi wali nikah, sehingga gus Fahmi dapat dengan jelas menatap dua wanita yang keduanya pernah memiliki tempat yang istimewa di hatinya.


"Bisa di mulai?" tanya pak penghulu.


"Silahkan pak!" ucap Kyai Hamid yang menjadi saksi.


Setelah ayah Bianka mewakilkan wali nikah kepada penghulu, gus Fahmi pun menjabat tangannya.


"Siap nak Fahmi?"


"Siap pak!"


"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan saya kawinkan engka ananda Fahmi bin Hamid dengan ananda Bianka binti Rohman dengan mas kawin cincin emas di bayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Bianka binti Rohman dengan mas kawin cincin emas di bayar tunai!"


"Bagaimana saksi, sah?"


"Sah!"


"Sah!"


"Sah!"


"Alhamdulillahhirabil alamin ...!"


Pak penghulu pun mulai membaca kan doa untuk kedua mempelai.


Pernikahan itu begitu sederhana, Bianka terus saja menangis dalam pelukan Aisyah dengan penuh syukur.


Semoga ini menjadi bahagiamu, gus Fahmi ...., Bianka ...., aku bahagia untukmu ....


Bianka pun di bawa mendekat pada gus Fahmi oleh bu Nyai Sarah, gus Fahmi melingkarkan cincin itu di jari manis Bianka dan mencium kening Bianka dan membacakan doa untuk istrinya itu.


Acara akad nikah pun selesai, Aisyah kembali menghampiri suaminya. Ia tahu jika suaminya itu sedari tadi telah memperhatikannya.


"Ay ..., kami tidak pa pa?" tanya Alex.


"Maafkan aku ya mas, aku belum bisa jadi istri yang baik!" ucap Aisyah yang merasa menyesal. Apapun yang ia rasakan saat ini, walaupun ia tidak mengatakannya pada suaminya, ia yakin jika suaminya itu mengetahuinya.

__ADS_1


"Kamu melebihi baiknya dari yang aku harapkan Ay ...! Ayo kita beri selamat kepada pengantinnya lalu pulang!"


"Iya mas!"


Alex pun mengajak Aisyah ke rumah Ndalem. Kyai Hamid pun langsung menyambut kedatangan mereka.


"Terimakasih nak Alex dan nak Aisyah menyempatkan diri untuk datang!"


"Sama-sama Kyai, dapat salam dari nenek saya, nenek minta maaf karena tidak bisa hadir!"


"Waalaikum salam, semoga bu Widya cepat sembuh dan dapat beraktifitas kembali!"


"Amin!"


Alex pun menatap gus Fahmi dan mengulurkan tangannya. Gus Fahmi segera menyambutnya, untuk pertama kalinya Alex mau bersalaman dengan gus Fahmi.


"Selamat atas pernikahannya, semoga sakinah mawadah wa rohmah!"


"Terimakasih atas doanya!"


Aisyah pun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan suaminya tapi kepada Bianka. Setelah selesai, Aisyah pun kembali turun dan menghampiri suaminya.


"Sudah?" tanya Alex saat melihat Aisyah turun.


"Sudah mas!"


Aisyah benar-benar tidak berani menatap pria yang berdiri di samping suaminya itu, ia terus saja menundukkan pandangannya.


"Kalau begitu kamu permisi Kyai! Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Alex segera menggandeng Aisyah meninggalkan rumah itu di antar Kyai Hamid dan bu Nyai Sarah.


Setelah akad nikah selesai, Bianka langsung di ajak ke rumah ndalem.


Ia di bawa bu Nyai Sarah ke dalam kamar yang biasa gus Fahmi tempat selama ini.


Setelah Aisyah meninggalkannya, ia bingung sendiri harus melakukan apa, apalagi di hari pertama ia menikah dan di kamar seorang pria.


Bianka duduk di sana mengamati kamar pria yang selama ini ia kagumi dalam diam. Ia benar-benar tidak menyangka jika mereka akan benar-benar menikah.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu kamar itu, jantung bianka langsung berdegup kencang di buatnya, seperti mau meloncat saja.


Ah gimana nih .....


“assalamualaikum!” suara salam itu semakin membuat Bianka panik saja.


Bianka bingung harus melakukan apa.


“Waalaikum salam!” jawab Bianka dengan suara bergetarnya, ia sampai memilin jilbabnya.


“Aku masuk ya!” suara dari luar lagi.


Jangan jantungan ...., jangan jantungan ...., Bianka terus memegangi dadanya yang semakin tidak terkendali.


“Iya mas!” lagi-lagi suaranya bergetar. Ia sampai memegangi bibirnya.

__ADS_1


Ceklek


Pria berkemeja putih dengan Songko warna hitam yang melekat di atas kepalanya itu akhirnya masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Jika biasanya ia tidak mengetuk


pintu, kali ini ia mengetuk pintu karena ada penghuni lain di dalam kamar itu.


 Gus Fahmi berdiri menatap istrinya yang juga sedang menatapnya dengan senyum yang tidak bisa pudar dari bibirnya. Bianka segera menunduk, rasanya sangat berbeda setelah pria di depannya itu mengucapkan ijab qabul tadi.


"Bia ....!" Gus Fahmi kembali menutup pintu kamar itu, Bianka semakin di buat dag dig dug saja.


“Mas …!” Bianka juga bingung harus bicara apa sekarang.


“Eeh …, aku sebenarnya…, aku!” gus Fahmi malah di buat salah tingkah sendiri.


“Iya ....?" tanya Bianka.


Gus Fahmi pun segera berjalan dan duduk di tempat tidur.


" duduklah ..!” perintahnya.


Bianka pun menyusul duduk di sudut tempat tidur, di sebelah gus Fahmi sedikit memberi jarak di sana.


"Mas Fahmi mau bicara apa?" tanya Bianka.


“Terimakasih ya…!"


"Untuk?"


"Untuk semuanya, karena kamu bersedia menjadi istri aku!"


"Aku mas yang harusnya berterima kasih, karena mas Fahmi aku bisa hidup lebih baik, bisa lebih dekat dengan Allah juga!"


"Aku yang sangat bersyukur karena Allah sudah menitipkan bidadari


secantik kamu dalam hidupku!”


"Mas Fahmi kok gombal sih …!”


“Ini sebenarnya keahlian ku yang terpendam!”


“akhir-akhir ini pasti mas Fahmi kurang istirahat, istirahatlah aku akan membantu umi di bawah!”


Tapi gus Fahmi segera menahan tangan Bianka.


‘tetap di sini, temani aku!” gus Fahmi segera tidur di pangkuan Bianka.


“Ini untuk pertama kalinya aku menyentuh seorang wanita selain umi!” ucap gus Fahmi sambil memejamkan matanya di atas pangkuan Bianka.


Tidak berapa lama, terdengar suara nafas yang teratur, terlihat sekali dari kantong matanya jika pria yang telah menikahinya itu sudah kehilangan waktu tidurnya.


Cinta itu butuh perjuangan, bahkan untuk menghalalkannya juga berjuang, karena dari berjuang itu kita akan tahu bagaimana cara mempertahankannya nanti~MAvsMS


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2