Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Nisa 20)


__ADS_3

...Kamu adalah halaman terindah dalam kisah hidupku, aku tahu aku tidak bisa menjanjikan tetap bisa tersenyum, tapi aku yang akan menghapus air matamu jika ada sedikit kesedihan...


...🌺Selamat membaca🌺...


Nafasnya terdengar memburu dan langkahnya berhenti di depan pintu masuk. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sebenarnya ingin ia katakan rindu setiap hari tapi belum bisa.


"Mas Leon!"


Suara lembut itu membuat Leon menarik sudut bibirnya, dari kejauhan terlihat Nisa sedang melambaikan tangannya ke arah dirinya.


Leon dengan cepat kembali berjalan menghampiri gadis yang dalam hitungan Minggu akan segera ia menjadi istrinya.


"Assalamualaikum Nisa, maaf ya aku terlambat!" ucap Leon tanpa terputus-putus.


"Waalaikum salam, Alhamdulillah Nisa tidak keberatan menunggu mas Leon! Ayo mas!"


"Bapak sama ibu sudah pulang ya?"


Nisa kembali menoleh dan sedikit mendongakkan kepalanya menatap Leon yang sedikit lebih tinggi dari Nisa.


"Mereka punya kesibukan mas, tapi tidak masalah, papa sama Mama tahu juga kesibukan mas Leon!"


Mendengar ucapan Nisa, Leon jadi sedikit ragu, "Kamu yakin nggak marah sama saya?"


"Pengen, tapi Nisa belum punya hak buat marah sama mas Leon! Insyaallah nanti kalau sudah punya hak bisa jadi mas Leon yang kuwalahan gara-gara aku sering ngambek!" ucapnya sambil tersenyum, ada semacam gurauan di dalamnya.


Leon pun ikut tersenyum di buatnya, "Mungkin aku yang malah akan menggodamu agar sering-sering ngambek biar sering juga dapet hukumannya!"


"Kok gitu sih mas?"


"Ya siapa tahu ternyata hukumannya menguntungkan bagiku!"


"Memang ada hukuman yang menguntungkan?"


Belum sampai Leon menjawabnya lagi, seseorang menghampiri mereka.


"Bagaimana mbak Nisa, ini calon suaminya?"


"Insyaallah iya!"


"Iya mbak, pasti!" ucap Leon yang sedikit menyanggah ucapan Nisa. Ia tidak mau ada kata insyaallah.


"Insyaallah mas!" ucap Nisa lagi.


"Iya dong!"


"Insyaallah, hanya Allah yang punya kuasa mas, kita manusia hanya mampu merencanakan!"


Mendengar penuturan Nisa itu, akhirnya Leon bisa sedikit luluh.


"Iya baiklah, insyaallah!"


Mbak-mbak yang menghampiri mereka hanya tersenyum melihat perdebatan kecil dari mereka berdua,


"Baiklah, mari ...!" ucapnya kemudian dan meminta Leon dan Nisa untuk berjalan lebih dulu.


Mereka pun menuju ke ruangan yang ada gaun pengantinnya. Dan seseorang sudah duduk di salah satu sofa menunggu kedatangan mereka.


"Ini mas Leon ya?" tanya wanita itu tiba-tiba saat melihat kedatangan Leon.


Leon pun tersenyum, "Iya!"


"Jadi mbak Nisa ini calon istrinya mas Leon?"


"Insyaallah!" kali ini jawaban insyaallah di pilih oleh Leon.


"Seperti pak Alex juga ternyata ya, pencinta muslimah! Mari silahkan duduk!"


Nisa hanya menatap bingung pada Leon, ia tidak menyangka jika Leon bisa kenal dengan pemilik butik padahal pemiliknya itu adalah teman mamanya.


Mereka pun kembali duduk di sofa, Leon dan Nisa memang duduk di sofa yang sama tapi Leon memberi jarak setengah meter di antara mereka.


"Tante Rose kok bisa kenal sama mas Leon?" tanya Nisa yang masih penasaran dengan obrolan mereka tadi.


"Mas Leon dulu pernah mempercayakan gaun pernikahan pak Alex di butik ini, semuanya di serahkan di sini, termasuk baju pengiring pengantinnya juga!"


"Ohhh!"


Dulu hampir sembilan puluh persen pernikahan Alex dengan Aisyah, Leon lah yang mengurusinya dengan begitu epik.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang konsepnya bagaimana? Mau gaun pengantin yang bagaimana?" tanya wanita yang bernama Rose itu.


Mereka pun akhirnya melakukan meeting cukup lama, mulai dari pemilihan warna, model dan pengukuran baju.


...🌺🌺🌺...


"Bagaimana kalau kita pergi minum kopi dulu?" tanya Leon saat mereka sudah berada di luar butik.


"Nanti saja mas kalau sudah boleh pergi berdua! Nggak pa pa kan mas?"


"Nggak pa pa, mau aku antar!"


"Tidak usah mas, Nisa bawa mobil sendiri tadi! Sampai jumpa lagi mas, sampai mas Leon bisa menjadi iman sholat subuh kata papa!"


Ahhhh


Leon jadi teringat kembali ucapan papa Nisa waktu itu, dia senang sekaligus pusing.


Beberapa waktu lalu ia sudah mempelajari dengan seksama, dia memang tidak pernah sholat subuh sendiri selamat ini di rumah. Ia lebih suka sholat subuh di masjid dekat rumahnya. Setelah di pelajari ternyata ia belum hafal do'a qunut.


"Aku belum hafal!" ucap Leon dengan begitu jujur. Lebih susah menghafal ayat Alqur'an dari pada menghafal materi presentasi.


"Semangat ya mas, insyaallah bisa!"


Leon tersenyum mendapat semangat dari Nisa, "Terimakasih ya!"


"Sama-sama, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Gadis itu segera pergi dari hadapannya dan masuk ke dalam mobilnya. Leon masih tetap berdiri di tempatnya, ia jadi teringat dengan doa qunut yang sudah beberapa hari ini terus berusaha ia hafal, rasanya menghafal satu ayat saja butuh waktu berjam-jam.


"Apa kira-kira aku salah ya cara menghafalnya?" gumamnya kemudian saat melihat mobil Nisa sudah berlalu pergi. "Susah banget kalau mau dapet yang baik!"


Leon pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, ia harus mencari guru untuk mengajarinya cara menghafal. Tujuan utamanya saat ini adalah ke tempat Gus Fahmi, ia tahu jika Gus Fahmi adalah penghafal Al-Qur'an jadi Leon berfikir mungkin Gus Fahmi punya solusinya.


...🌺🌺🌺...


Rasanya semakin dekat menuju ke hari pernikahan. Pagi-pagi tadi Leon mendapatkan kabar gembira, Alex memberi kabar pada Leon jika dia dan istrinya akan kembali hari ini.


Mendengarkan hal itu, Leon pun menyiapkan surprise terbaik untuk Alex. Impian Alex semalam ini adalah melihat Leon juga menikah.


Lalu Leon pun kembali mencari nomor seseorang, setelah hitungan detik telpon terhubung.


"Assalamualaikum, mas!"


"Waalaikum salam, Nisa! maaf ya aku mengganggu waktu kamu ya?"


"Nggak pa pa mas, Nisa juga sedang istirahat! Ada apa mas?"


"Sebenarnya hari ini mas Alex pulang dengan istrinya! Aku ingin kamu datang memberi surprise untuk mereka, kalau kamu tidak sibuk dan tidak keberatan!"


"Insyaallah enggak mas, jam berapa datangnya?"


"Jam dua nanti!"


"Insyaallah Nisa datang, mas Leon kirim aja alamatnya nanti biar Nisa langsung ke sana!"


"Baiklah, terimakasih ya! Oh iya tadi aku sudah ijin sama bapak sama ibu buat nganterin pulang kamu, jadi nanti kesininya nggak usah bawa mobil biar sopir yang jemput kamu!"


"Sopir?"


"Iya, ahhh iya jangan khawatir, sopir perempuan!"


Leon bahkan sudah menyiapkan semuanya untuk menghadirkan Nisa di hari kepulangan Alex dan keluarganya.


"Iya mas, terimakasih!"


"Assalamualaikum, Nisa!"


"Waalaikum salam!"


Leon pun benar-benar mematikan telponnya kali ini, ia masih harus menyiapkan lain-lain nya termasuk kamar anak-anak.


Kamar memang sudah ada untuk anak-anak, tapi kamar itu masih dalam bentuk kamar bayi dan Kiandra sekarang sudah bukan bayi lagi, Daan juga ada Arsy juga.


Leon mengerahkan semua orang untuk merubah kamar bayi itu menajid kamar anak-anak yang bisa untuk dua anak dengan warna pink dan biru muda di sisi yang berbeda.


Setelah semuanya siap, tepat jam dua siang Alex dan Aisyah datang dengan mobilnya. Baiknya juga sudah ada di sana sedari tadi dan membantu menyiapkan makana bersama para pelayan.

__ADS_1


Kedatangan Alex dan Aisyah langsung di sambut oleh Leon dan juga Bianka.


"Selamat datang tuan! Nyonya!" ucap Leon yang masih begitu canggung untuk memanggil kakak.


"Terimakasih Leon!" ucap Alex dan memeluk Leon seperti pelukan seorang kakak.


"Bagaimana kabar kakak ipar?" tanya Leon pada Aisyah.


"Insyaallah, saya baik! Mas Leon baik kan?"


Leon tersenyum, ia seperti menemukan kesamaan antara Aisyah dan Nisa di sini. Dari cara Aisyah dan Nisa menjawab pertanyaan, begitu sama.


"Leon baik!"


"Bagaimana, apa sudah ada?" tanya Alex lagi, selalu itu yang di tanyakan setiap kali bertemu dengan Leon.


"Sedang proses!"


Leon dari kejauhan bisa melihat dua anak kecil yang sangat mengasikan, mereka cantik dan tampan.


"Dia Kia, baby Kia?" tanya Leon sambil menunjuk ke arah Kiandra dan Arsy.


Alex pun menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangannya pada Kiandra dan Arsy.


Aisyah pun mengangkat tubuh putranya sedangkan Alex mengangkat tubuh putrinya.


"Yang ini om Leon, dia saudara papa!" ucap Alex memperkenalkan Leon sebagai saudaranya.


"Papa juga punya saudara seperti mama ya?" tanya Kiandra yang pada orang tuanya.


"Iya sayang, salam sama om Leon!" ucap Aisyah meminta pada kedua anaknya.


"Salam kenal om Leon, aku Kia dan dia adik Kia namanya Arsyi!"


"Hai om, aku aci!"


Leon tersenyum dan ikut melambaikan tangannya. Sepetinya keceriaan anak-anak itu telah menular padanya,


"Hay ...., om senang bisa bertemu lagi dengan kalian!"


"Kia juga senang!"


Sekarang gantian Aisyah yang memperkenalkan Bianka.


"Dan ini tante Bia, putra kecilnya itu Takki, dan yang itu suaminya tante Bia, namanya ustad Fahmi!"


"Salam kenal tante, ustad!"


"Salam kenal Kia, Arsyi!"


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah, Bianka sudah menyiapkan banyak sekali jamuan makan untuk si pemilik rumah.


Mereka sudah duduk di sofa ruang keluarga, kali ini Gus Fahmi tidak bisa ikut karena ada acara pengajian di luar kota.


Mereka membagikan pengalaman selama berjauhan. Saling bercerita satu sama lain, sedangkan Leon hanya sibuk melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Hingga seorang pengawal datang menghampiri mereka dan membisikkan sesuatu ke telinga Leon.


"Baiklah, saya akan keluar!"


Pengawal itu pun kembalj meninggalkan mereka.


"Maaf saya keluar sebentar, kalian lanjutkan saja obrolannya!" ucap Leon kemudian yang sudah berdiri.


Alex mengerutkan keningnya, "Ada apa?"


"Bukan sesuatu yang serius, tenang saja!"



Begini nih malunya Nisa saat di minta foto sama Leon


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2