Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Perlakukan dengan baik


__ADS_3

Aisyah dan Alex tiba di rumah tepat jam empat sore, sudah waktunya sholat ashar. Alex


langsung menuju ke ruangan nenek Widya, sedangkan Aisyah langsung membersihkan


diri di kamar mandi dan segera melaksanakan sholat ashar.


Saat Aisyah sudah selesai sholat Ashar, ia belum mendapati Alex kembali ke kamarnya.


Aisyah pun segera keluar dari kamar dan menuju ke kamar nenek Widya. Ia melihat


Alex sudah tidak bersama sang nenek.


“Assalamualaikum nek!”


“Waalaikum salam, bagaimana kuliahnya? Lancar?”


“Lancar nek, mas Alex kemana?”


“Katanya mau ke kamar, tadi nggak ketemu?”


“Nggak ada tuh nek!”


“Coba kamu cari di ruang baca! Kata Leon, Alex sekarang lebih sering menghabiskan


waktunya di sana!”


‘Baiklah nek, Ay ke sana dulu ya …!”


Aisyah yang hendak ke ruang baca ia urungkan karena sudah waktunya untuk masak untuk


makan malam. Ia melanjutkan langkahnya ke dapur dan para asisten rumah tangga


sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.


“Biar Ay aja yang masak ya!”


Aisyah segera mengambil alih dapur, para asisten rumah tangga sudah hafal jika Aisyah


ke dapur berarti yang akan masak adalah Aisyah. mereka hanya akan membantu


menyiapkannya saja.


Hingga Azan magrib berkumandang masakan sudah selesai, aisyah kembali ke kamarnya


untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat magrib, tapi dia juga masih tidak


mendapati suaminya di kamar.


Setelah selesai sholat, Aisyah segera menuju ke kamar nenek Widya untuk membantunya ke


ruang makan dengan menaikannya ke kursi roda.


“Makasih ya sayang, ya udah sekarang kamu panggil suamimu ya!”


“Baik nek …!”


Aisyah kembali ke ruang baca, ia melihat pintu masih tertutup. Sebenarnya ia ingin


mengetuk tapi ia begitu penasaran dengan apa yang di lakukan suaminya. Akhirnya


Aisyah memilih membuka perlahan pintu itu.


Matanya terbelalak saat melihat pria itu mengenakan sarung dan peci, pria itu sedang


duduk sambil membaca sebuah buku.


‘Mas …!”


Sapaan Aisyah membuat Alex begitu terkejut, ia sedikit terlonjak dari duduknya dan dengan cepat menyembunyikan buku yang ia baca.


“Kenapa nggak ketuk pintu dulu?”


“Maaf …, tapi makan malam sudah siap, mas!”

__ADS_1


“Aku nyusul, tutup pintunya lagi!”


Aisyah pun tidak mau membuat pria itu kembali marah., ia segera menutup pintu itu. Ia


masih berdiri di tempatnya, di balik pintu itu. Entah kenapa rasanya bibirnya


tidak bisa menahan senyum, pria itu begitu pantas dengan sarung dan peci.


“Sittthhhh ….!” Umpat Alex, ia segera melepaskan pecinya. Ia belum siap siapapun tahu tentang dirinya termasuk Aisyah.


“Bisa-bisanya dia masuk tanpa ijin! Bikin kesel aja!” alex mengusap wajahnya kasar, ia merasa


malu dengan dirinya sendiri.


Alex segera melepas sarungnya dan keluar dari ruang baca, nenek widya dan aisyah


sedang menunggunya di sana. Ada rasa gimana gitu ketika melihat Aisyah.


Aisyah masih terus tersenyum, tapi senyum itu yang membuatnya begitu benci. Ia merasa


Aisyah menertawakannya karena berhasil memergokinya.


“Mas aku ambilin ya?”


“Nggak perlu!” jawab Alex ketus segera meraih centong nya dan mengambil nasinya sendiri


dan juga lauknya.


Aisyah bisa maklum, ia hanya mengambilkan untuk nenek Widya dan dirinya sendiri.


“Segini cukup, nek?’


“Cukup sayang!”


Setelah mengambilkan makan untuk nenek Widya ia segera mengambil untuk dirinya sendiri. Alex sudah lahap menyantap makanannya.


Melihat cucunya begitu lahap menyantap makanannya, menumbuhkan keinginan untuk dirinya bertanya pada cucunya itu,


“Bagaimana Lex, makanannya?” tanya nenek Widya.


“Aisyah yang masak, ia masak pakek cinta makannya jadi tambah enak!”


Mendengar jika Aisyah yang masak, Alex segera kehilangan selera makannya. Ia segera


meletakkan sendoknya dan mengambil air putih dan meminumnya.


“Alex sudah kenyang, Alex pergi dulu!”


Alex segera meninggalkan meja makan begitu saja membuat nenek Widya menoleh pada


Aisyah.


“Apa kalian sedang bertengkar?”


“Nggak nek ..!”


Ternyata Alex tidak hanya meninggalkan meja makan, tapi dia juga keluar. Ia kali ini


keluar sendiri tanpa Leon atau anak buah yang lainnya.


***


Sudah hampir tengah malam, tapi Alex belum juga kembali. Berulang kali nenek widya


menghubungi cucunya itu tapi tetap tidak ada jawaban, nenek Widya bahkan masih


tetap menunggunya di ruang tamu. Melihat nenek Widya begitu khawatir, Aisyah


pun menghubungi Leon. Walau ia tahu sudah bukan lagi jam kerjanya.


//mas Leon, apa mas Alex bersama denganmu?//


//Tidak, nona, biar saya cari nona, nona Aisyah tinggu di rumah saja//

__ADS_1


//Aku mau ikut//


//Tuan akan marah, jika nona ikut lagi//


//Atau aku akan pergi sendiri//


Lagi-lagi Aisyah memaksa, membuat Leon menyerah. Dan lagi-lagi Aisyah harus masuk ke


tempat yang sama seperti waktu itu di Jakarta. Tapi ia sedikit merasa aman di


sini, karena banyak anak buah Alex yang di sini.


***


Mobil Leon sudah berhenti di lahan parkir sebuah klub terkenal di Surabaya. Leon


mengatakan hal yang sama persis seperti waktu itu, jangan jauh-jauh atau jangan


memisahkan diri, tetap di belakang saya. Seperti kata yang memang harus di


patuhi oleh Aisyah.


Gelap, dan hanya ada lampu berjoget warna warni yang memenuhi ruangan, aisyah sudah


terbiasa dengan tatapan aneh para pengunjung, ia sudah pernah mengalaminya.


Tangannya terus menarik jas Leon agar tidak terlepas. Sesekali tangannya yang sebelah ia gunakan untuk menutup telinganya yang seakan bergetar karena suara


musik yang terlalu kerasa.


“Mas Alex! Pekik Aisyah saat melihat Alex sedang berada di depan meja bartender


dengan gelas yang sudah kosong di depannya.


“Sebaiknya nona kembali ke mobil saja ya, biar saya yang membawa tuan!”


“Tidak!”


Aisyah pun duduk di samping Alex, ia mengambil gelas yang ada di tangan Alex membuat Alex menoleh padanya.


“Apa-apaan kamu, jangan berani-berani menggangu kesenangan saya!”


“Jangan menutupi kesalahan dengan ke salahan lain mas!”


“Berhenti bersikap sok bijak, dasar bocah …!”


Aisyah tidak peduli dengan makian pria arrogant itu, ia segera menarik tangan pria itu


dan membawanya keluar dari tempat itu. Walaupun begitu kesusahan Aisyah tetap


berusaha, Leon membantu Aisyah dengan mencarikan jalan untuk mereka.


Hingga akhirnya mereka pun sampai di tempat parkir, barulah Aisyah melepaskan tangan


pria yang sedang dalam pengaruh alcohol itu. Leon hanya diam menyaksikan, ia


tidak bisa masuk dalam permasalahan rumah tangga itu.


“Apa yang mas Alex cari, kepuasan? Ketenangan? Atau apa?"


"Bukan begini mas caranya ....! Semua itu malah akan membuat mas Alex sakit, mas alex semakin terjerumus ke lubang yang semakin


gelap dan dalam bahkan untuk menemukan cahaya kecil pun mas Alex akan kesulitan!”


Aisyah berbalik hendak meninggalkan pria itu, ia sudah muak dengan kelakuan pria yang


sudah menjadi suaminya itu, rasanya ingin marah dan memukulinya tapi tidak


bisa, ingin menangis juga percuma.


Bersambung


Author tepati janji ya, untuk tiga hari ke depan berarti up dobel ya

__ADS_1


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2