
Setelah semuanya selesai, mereka pun segera kembali pulang ke rumah. Rumah bu Nia jelas tidak layak untuk di tinggali.
Alex masih saja terus terdiam sampai di rumah, bahkan ia melihat suaminya itu sama sekali tidak makan seharian ini, setelah sibuk mengurusi pemakaman dan pelayat Alex memilih diam.
Aisyah segera membersihkan diri, sudah cukup malam, Alex pun juga melakukan hal yang sama.
Selama Alex masih di kamar mandi Aisyah berinisiatif untuk mengambilkan makanan untuk suaminya itu.
Saat ia kembali ke kamar, ia sudah mendapati suaminya itu duduk di atas tempat tidur.
“Mas …, makanlah dulu!” ucap Aisyah sambil duduk di samping suaminya.
“aku belum lapar, sayang! Letakkan aja di situ, nanti aku akan memakannya!”
“Mas …, jangan seperti ini, mas Alex kuat! Ingat mas masih ada aku dan bayi kita! Jangan menghukum diri mas sendiri!”
“Maafkan aku ya sayang karena telah mengabaikan kalian!” ucap Alex sambil mengusap pipi Aisyah.
“Makan ya, Aisyah suapi!” ucap Aisyah dengan tersenyum, Aisyah pun mengambil satu sendok makanan dan menyuapkannya pada suaminya.
“Baiklah …, aku suapi kamu juga ya!” ucap Alex sambil mengambil sendok lainnya dan melakukan hal yangs am dengan Aisyah.
Hingga akhirnya makanan itu habis oleh mereka berdua.
"Biar Aisyah bawa ke dapur dulu ya mas piring kotornya!" ucap Aisyah sambil mengangkat kembali nampannya.
"Tidak ...!" Alex segera mengambil alih nampan itu.
"Sekarang biar aku yang mengembalikan, kamu istirahatlah ...!" ucap Alex dan ia pun segera beranjak dari duduknya dan membawa nampan itu keluar dari kamar.
Aisyah sudah duduk bersandar pada sandaran tempat tidur sambil menunggu suaminya kembali.
Dan tidak berapa lama suaminya itu kembali dan menghampirinya. Seperti biasa, Alex seperti punya kebiasaan baru, memijat kaki Aisyah sebelum Aisyah tertidur.
"Malam ini nggak usah mijit Aisyah mas!"
"Kenapa? Kamu khawatir ya suami mu ini tidak akan punya kekuatan untuk itu?"
"Bukan seperti itu, mas Alex hari ini juga sangat capek kan!"
"Tidak pa pa, tapi aku akan sangat segar setelah memijat kakimu seperti ini, dan mengelus putri kecil kita seperti ini!" ucap Alex sambil mengusap perut besar istrinya, ia akan begitu senang saat merasakan tendangan dari dalam perut istrinya itu.
“Mas …!” ucap Aisyah saat Alex kembali fokus dengan pijatannya.
“Hemmm?” tanya Alex dengan hanya menatap Aisyah sebentar dan kembali memijat.
“Ibu meninggalkan ini untuk mas Alex!” ucap Aisyah sambil merogoh sesuatu di balik bantal yang ia gunakan untuk mengganjal punggungnya.
Alex pun menghentikan pijitannya dan melihat apa yang di lakukan oleh istrinya.
__ADS_1
Aisyah menyerahkan sebuah surat yang terlipat begitu rapi untuk Alex,
"Ini apa?" tanya Alex.
"Bacalah mas ...., itu dari bu Nia! Ia memintaku untuk memberikannya setelah beliau meninggal!"
"Jadi dia juga mengatakan jika dia akan pergi kepadamu? Ini tidak adil!" gumam Alex.
"Ayo mas ..., jangan terus menggerutu!"
Alex kembali menatap istrinya, dan Aisyah pun mengangguk, ia pun segera membukanya.
Untuk anakku
Maafkan ibu nak, ibu
mungkin sudah tidak pantas lagi untuk di panggil ibu …, tapi ibu Cuma mau mengatakan satu hal sama kamu.
Ibu sangat menyesal
karena sudah melukaimu begitu dalam, ibu egois karena mementingkan perasaan
ibu, ibu lupa jika ibu punya mutiara yang harus ibu jaga …
Dan aku ini ibu seperti
apa yang tega mengotori kata ibu …,
sudah tidak pantas untuk di maafkan, kesalahan ibu terlalu besar, saat ibu-ibu lain sibuk mengatarkan anak-anaknya pergi mengaji, pergi sekolah, menemainya
bertmain, tapi ibu malah menelantarkan kalian …
Ibu menyesal ….
Ibu cuma ingin kamu
tahu, ibu menyayangimu …, ibu senang di akhir hidup ibu, ibu di pertemukan lagi denganmu, dengan calon anakmu, selamat ya sayang kamu akan menjadi seorang
ayah …
Istrimu begitu baik, jangan sia-siakan dia sayang …, buat dia bahagia …, semoga anakmu kelak menjadi
anak yang sholeh dan sholihah, keluarga kalian menjadi keluarga yang lengkap dan di penuhi dengan kebahagiaan.
Selamat tinggal sayang
Ibu menyayangimu …
Tanpa terasa air mata Alex kembali luluh, ia tidak menyangka wanita yang ia begitu benci ternyata juga begitu ia cintai.
__ADS_1
Aisyah pun mengusap punggung suaminya itu, terlihat suaminya itu menitikkan air matanya saat membaca setiap kata yang tertulis di kertas itu.
"Ibu menyayangimu mas!" ucap Aisyah.
Alex pun segera memeluk istrinya itu “Terimakasih ya sayang!”
“Untuk?” tanya Aisyah bingung, tiba-tiba suaminya mengatakan permintaan maaf.
“karena kamu telah merawatnya di sisa hidupnya! Seandainya saja kamu tidak merawatnya pasti aku akan lebih menyesal dari ini!”
"Baiklah ...., aku mengerti ...!" ucap Aisyah dengan tersenyum.
Semua berlalu begitu indah, memang banyak sekali air mata, tapi di setiap air mata itu pasti akan selalu terselip kebahagiaan.
Kini hari-hari Alex hanya di penuhi dengan mengurus Aisyah dan neneknya.
Aisyah pun kini tinggal menunggu satu dua Minggu lagi menjelang persalinan.
Alex begitu antusias, ia sudah menyiapkan kamar bayi untuk putri kecilnya. Kamar dengan di dominasi warna pink yang berada di sebelah kamar mereka, bahkan kamar itu hanya bersekat pintu kaca agar mereka bisa mengawasi putri kecil mereka walaupun di kamar yang berbeda.
"Ini bajunya ...., ini topinya, kaos kaki, kantong tangan, selimut, dan apa lagi ya yang kurang sayang?" tanya Alex sambil memeriksa semua keperluan bayinya.
"Ada mas, gerita, trus kain bedong trus kain kecil untuk pelapis kain geritanya!"
"Ohhh baiklah nanti biar mas yang beli di toko, lalu apa lagi yang kurang!" ucap Alex sambil menyiapkan sebuah buku catatan dan bolpoin di tangannya.
"Ini mas, minya telon, bedak, minyak rambut bayi, sabun, sampo pokoknya semua keperluan bayi!"
"Apa perlu aku beli susu dan Pampers nya juga?"
"Jangan dulu deh mas, aku maunya putri kecil kita full ASI dari aku mas!"
"Baiklah, kalau popoknya?"
"Boleh juga mas, nanti kalai sudah siap semua biar Aisyah masukkan beberapa ke dalam tas ini, untuk di bawa ke rumah sakit!"
"Buat apa?"
"Nanti kalau bayinya lahir pasti akan di butuhkan mas, memang kalau di rumah sakit mau beli dulu, keburu putri kecil kita kedinginan mas!"
"Ahhh iya ya ...., aku kok tidak kepikiran!"
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰