
"kenapa
begitu percaya padaku?”
“karena aku menikah atas ijin Allah, Allah yang memilihkan mas Alex untuk Aisyah dan Allah maha benar dengan segala kuasanya!”
“terimakasih karena telah mempercayaiku!”
"Ibu cuma bisa berdoa yang terbaik buat kalian, semoga keluarga kalian menjadi keluar yang sakinah mawadah warahmah ya!"
"Makasih ibu!"
Mereka pun segera berpamitan pada bu Santi setelah urusannya selesai.
"Sering-sering kemari ya!" ucap bu Santi sambil mengantar kepergian putri dan menantunya.
"Iya ..., ibu baik-baik ya di rumah, hubungi Ay, kalau ada apa-apa!"
"Pasti!"
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Alex pun sudah membukakan pintu untuk Aisyah. Setelah memastikan Aisyah masuk, ia pun segera menyusul masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah bu Santi diiringi lambaian tangan bu Santi.
Sepanjang perjalanan, Alex tidak
melepas tangan Aisyah, ia terus saja menggenggamnya dengan tangan sebelahnya yang tidak di gunakan untuk memegang stang stir.
Ia merasakan lega yang begitu mendalam, seperti menghilangkan beban yang selama ini ia tahan dan pergi begitu saja tanpa penyesalan.
"Terimakasih ya ...!" ucap Alex sambil mengecup tangan Aisyah.
"Seharusnya aku mas yang bilang terimakasih, mas Alex superhero nya aku!"
"Kamu berlebihan!"
"Nggak ada yang berlebihan mas ...., semua sudah sesuai porsinya!"
Karena sudah waktunya sholat magrib, Aisyah mengajak Alex untuk mampir di sebuah masjid.
"Mas kita mampir dulu di masjid ya, sudah waktunya sholat magrib!"
"Iya!"
Alex pun segera menghentikan mobilnya di depan sebuah masjid. Alex melepaskan sabuk pengaman milik Aisyah.
Aisyah mengerutkan keningnya, “mas Alex nggak ikut turun?” tanya Aisyah.
"Nggak!” ucap Alex dengan begitu entengnya.
Aisyah mengerutkan keningnya kembali, ia sedikit kecewa dengan jawaban suaminya.
__ADS_1
Tapi sejurus kemudian, Alex tersenyum dan mengusap puncak kepala Aisyah.
“becanda…!"
"Mas .....!"
Alex pun turun dari dalam mobil dan segera menghampiri Aisyah. Ia membukakan pintu untuk Aisyah.
" ayo …!” ajak Alex sambil mengulurkan tangannya, Aisyah pun meraih tangan Alex dan turun.
Mereka pun berjalan menuju masjid. Mereka berhenti tepat di depan teras masjid dan melepaskan sepatunya.
"Aku ke sana dulu ya!" ucap Alex dan Aisyah pun mengangguk.
Mereka harus menuju ke tempat yang berbeda, tapi sebelum mereka berpisah, Aisyah kembali menoleh pada suaminya.
"Mas ....!"
"Iya?" Alex kembali menoleh.
“Nanti sekalian sholat isya’ ya mas!” ucap Aisyah.
Alex pun menganggukkan kepalanya, “Iya!”
Mereka segera mengambil Wudhu saat azan berkumandang, satu persatu dari jama'ah sudah mulai berkumpul.
Aisyah pun segera mengambil mukena yang di sediakan oleh masjid, mukena itu tertata rapi di tempatnya,
Alex sudah duduk bersama jama'ah yang lainnya sambil menunggu iqomah.
Setelah di akhiri dengan doa, salah satu ustad melakukan ceramah singkat sambil menunggu waktu sholat isya'.
Ceramah itu baru berakhir saat masuk waktu sholat isya'.
Setelah sholat isya' selesai, Aisyah yang lebih dulu keluar, ia menunggu suaminya di teras masjid. Hingga hampir semua jama'ah meninggal kan masjid, Alex baru keluar.
Alex tersenyum saat melihat istrinya sudah menunggunya di sama, ia menyempatkan diri mengambil ponselnya dan membidikkan nya pada sang istri.
Setelah itu ia kembali menyakukan ponselnya dan menghampiri istrinya.
Ia berdiri di belakang Aisyah dan memegang kepala aisyah dengan lembut.
Aisyah tersenyum dan menoleh padanya dengan sedikit mendongakkan kepalanya.
“maaf …, lama ya nunggunya?” tanya Alex kemudian ikut duduk di samping Aisyah, Aisyah sudah mendekatkan sepatu milik Alex.
“Nggak kok mas!"
"Makasih ya!" ucap Alex dan Aisyah pun mengangguk.
Alex memakai kembali sepatunya, setelah selesai ia segera menarik tangan Aisyah.
Mas ...., kali ini aku begitu senang saat kamu menarik tanganku seperti ini ...., ini benar-benar nyata dan aku melihatmu menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan ku, Allah ....
__ADS_1
Ini untuk ke sekian kalinya Alex melakukan hal yang sama tapi baru kali ini ia yakin jika Alex baru saja sholat.
Alex membukakan pintu mobil untuk Aisyah.
"Makasih ya mas!"
"Harus berapa kali ini kamu harus mengatakan terimakasih?!"
"Setiap kali ....!"
Alex kembali mengusap lembut kepala Aisyah. Ia pun ikut masuk dan mobil kembali melaju meninggalkan masjid.
“mas …”
“Hemmm?” tanya Alex tanpa menoleh pada Aisyah, ia sedang fokus dengan jalanan.
“sejak kapan mas Alex sholat?”
“Apa perlu untuk di katakan?”
Aisyah terdiam, memang benar. Biakan itu menjadi urusan suaminya dengan sang pencipta. Aisyah pun memilih melihat ke luar, kemudian ia kembali teringat sesuatu, mungkin itu tidak pa pa untuk di tanyakan.
"Mas Alex doanya lama, minta apa?” tanya Aisyah lagi, kali ini Alex menoleh pada istrinya dan tersenyum.
"Kalau dulu aku selalu minta Allah pertemukan aku dengan teman hidup yang akan membawaku ke surga Nya walaupun aku tahu, seorang pendosa sepertiku tidak pantas meminta itu, tapi sekarang aku bersyukur karena Allah yang menciptakan scenario yang sempurna ini untukku!”
Aisyah sekarang jadi tersenyum sendiri mendengar ucapan sang suami. Ia baru sadar walaupun seburuk apapun seseorang, tetap saja ia mengharapkan kebaikan untuk hidupnya suatu saat nanti.
Seorang ayah pencuri, ia tidak mungkin bercita-cita anaknya jadi pencuri, begitu juga seorang ibu pelacur, tidak mungkin bercita-cita anaknya akan jadi pelacur.
"Mau jalan-jalan?" tanya Alex.
"Hahhhh?"
"Kita kencan!"
"Kencan?"
"Iya ...., anggap saja kita baru jadian, atau anggap saja kita baru menikah tadi siang, bagaimana?"
"Maksud mas Alex?"
"Jalan-jalan seperti anak muda atau pengantin baru!"
"Mauuuu ....!" ucap Aisyah dengan begitu manja hingga membuat Alex mencubit hidungnya.
...walaupun seburuk apapun seseorang, tetap saja ia mengharapkan kebaikan untuk hidupnya suatu saat nanti~MAvsMS...
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰