Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Aku papamu


__ADS_3

Matanya tidak pernah beralih dari menatap putrinya dan juga Arsyi, wajah Arsyi mengingatkannya dengan masa kecilnya.


Siapa Arsyi sebenarnya, kenapa dia mirip sekali dengan aku kecil?


Alex pun melaksanakan sholat ashar di masjid itu juga, sudah terlambat jadi ia tidak bisa ikut sholat berjamaah. Seharusnya jika dia ingin berjamaah, ia datang lebih awal dari anak-anak yang mengaji.


Alex mengambil wudhu dan memulai sholatnya.


Di luar, Aisyah sudah datang. Ia menunggu Kia dan Arsyi di depan masjid.


Tidak berapa lama Arsy dan Kia keluar, mereka sudah bersiap untuk pulang.


"Mama!" sapa Arsyi dan Kia, mereka segera memeluk mamanya.


"Kalian sudah selesai?"


"Iya ma!"


"Ya sudah kita pulang ya!"


"Tapi ma!"


Kia menoleh ke belakang, menatap orang yang terlihat dari belakang sedang melaksanakan sholat.


"Paman itu ma!" tunjuk Kia.


"Ada apa dengan paman itu?"


"Dia katanya kenal Kia, dia temannya mama ya?"


Karena terhalang dinding kaca dan berdiri memunggungi mereka, Aisyah jadi tidak bisa melihat dengan jelas siapa pria yang di maksud oleh Kia.


"Mama kan sudah bilang, jangan bicara sama orang asing sayang! Ya sudah ayo pulang!"


Aisyah menggandeng Kia dan Arsyi di sisi kiri dan kanannya meninggalkan masjid.


Alex yang sudah menyelesaikan sholatnya, ia segera mencari keberadaan Kia dan Arsyi tapi ternyata terlambat, ia bisa melihat mereka sedang berjalan beriringan.


Aisyah ...., aku di sini ...., kita aku menunggumu di rumah sayang ....


...***""***...


Pagi ini Alex terlihat begitu bersemangat. Ia sudah begitu rapi dengan jasnya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu lagi dengan Kia di sekolah, walaupun ia juga sudah sangat merindukan Aisyah, tapi hadir di sekolah Kia jauh lebih penting.


Ia ingin Kia bisa membanggakannya sebagai papa yang menyayanginya.


Alex segera naik ke dalam mobil dan meninggalkan rumahnya, ia ingin datang lebih dulu sebelum Kia, membelikan peralatan mewarna untuk Kia.


Di rumah lain, semua orang sedang sarapan. Aisyah terlihat sibuk menyuapi Arsyi, sedangkan Kia sudah bisa makan sendiri.


"Kia beneran nggak pa pa kalau mama nggak ikut di lomba mewarna?"


"Iya ma!"


"Bagaimana kalau uncle Nino yang menemani?" Nino menawarkan diri.

__ADS_1


"Nggak mau!" tolak Kia sambil berkacak pinggang.


"Kenapa sing Kia, uncle kan juga suka kalau ke sekolah Kia!?" keluh Nino.


"Ayah Nino cuma godain Bu guru Kinan aja, nggak mau ya nggak mau!"


"Issstttttt, jahat banget Kia sama uncle!"


"Ayah, no uncle!"


Aisyah dan bu Santi hanya tertawa menyaksikan perdebatan Kia dan Nino.


"Makanya to No ...., kerja yang bener, nanti cewek bakal nggoleki dewe (mencari sendiri) ....!"


"Iya ibu ....!"


Setelah menyelesaikan sarapannya, Kia pun berangkat di antar oleh Nino sedangkan Aisyah menggantikan bu Santi membersihkan rumah tempat bu Santi bekerja.


"Aisyah juga berangkat ya bu! Nanti Aisyah langsung ke warung ibu nggak pa pa kan?"


"Iya, maafkan ibu ya, malah menambah pekerjaan kamu!"


"Nggak pa pa bu, lagi pula pekerjaan nya juga tidak begitu berat!"


Di rumah itu tinggal Arsyi dan Bu Santi. Sebenarnya Aisyah berencana memasukkan Arsyi ke paud Kia tapi bu Santi melarangnya karena Arsyi masih terlalu kecil.


Kia sudah sampai di depan sekolahnya.


"Serius nih aku nggak boleh ikut masuk?"


"Dasar cerewet!" ucap Nino sambil mengusap kepala Kia, "Sudah sana masuk!"


Setelah mencium tangan Nino, Kia segera berlari masuk ke dalam sekolah.


Semua peserta lomba sudah siap dengan ayahnya masing-masing. Bu Guru Kinan juga sudah menunggu kedatangan Kia.


"Bu Guru!"


"Kia, kamu kenapa terlambat?"


"Tidak pa pa bu!"


Kia mengedarkan pandangannya, lomba melukis di lakukan di lapangan sekolah, untung cuaca sedang mendukung, tidak terlalu panas. Ada banyak pohon juga di sana, walaupun siang tapi lapangan itu tetap sejuk dan tidak panas.


"Bu ..., kenapa semuanya penuh, Kia nggak ada tempat ya?"


"Tidak sayang, lihat ...!"


Bu Guru Kinan menunjuk pada pria yang duduk sendiri tanpa anak di sampingnya, Kia ingat siapa pria itu.


"Paman itu?"


"Iya! Kia nggak pa pa ya hari ini mewarna nya sama paman itu?"


Kia pun mengangguk ragu.

__ADS_1


"Jangan takut sayang, paman itu bukan orang jahat! Biar ibu antar ya!"


Bu Kinan mengantar Kian menghampiri Alex yang sudah siap di depan media gambar, Alex yang melihat kedatangan Kia pun segera menghampiri.


"Hai Kia!"


Kia masih terdiam, ia hanya tidak mau melupakan pesan mamanya, ia tidak boleh berbicara dengan orang asing.


"Baiklah, bu guru tinggal dulu ya!"


Setelah Bu guru Kinan meninggalkan mereka, Kia pun segera duduk di samping Alex.


"Kenapa diam saja?"


Kia menatap Alex lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya, ternyata sebuah bolpoin dan buku kotak besarnya.


Kia terlihat menuliskan sesuatu di bukunya, walaupun tidak begitu jelas tapi Alex mengerti maksud Kia.


..."Mama bilang Kia tidak boleh bicara dengan orang asing"...


Begitulah kira-kira maksud dari tulisan Kia yang bercampur dengan gambar dan simbol saat ia bingung harus menulis bagaimana kata-kata yang ada huruf matinya.


"Baiklah, bagaimana kalau aku beritahu satu rahasia?!"


Kia mengerutkan keningnya menatap Alex.


"Aku bukan orang asing, aku papa kamu!" bisik Alex membuat Kia menjauhkan telinganya dari Alex dan kembali menatap Alex.


Kia tentu tidak begitu saja percaya karena untuk sekian lama ada seseorang yang tiba-tiba mengaku sebagai papa nya.


Alex pun merogoh sesuatu di saku jasnya, dua lembar foto.


"Lihat ini!"


Alex menunjukkan foto yang pernah Aisyah tinggalkan saat Alex di penjara. Foto Kia dan Aisyah saja dan juga foto pernikahan Aisyah dan Alex.


Kia terlihat berbinar, ia terus menatap foto itu. Menatap Alex dan foto pernikahan itu bergantian. Begitu seterusnya hingga Kia mempercepat kepalanya.


"Stop!"


Alex menakup kedua pipi Kia dan mendekatkan wajahnya, mata Alex mulai berkaca, sudut matanya sudah basah karena air mata yang tertahan, ia tidak mau terlihat cengeng di depan putri kecilnya itu.


Alex meraih tangan Kia dan ia letakkan di wajahnya, "Kamu boleh memegang sepuasnya wajah papa sekarang!"


Bersambung


...Kamu tahu putriku, saat dewasa nanti kamu akan tahu betapa ayah sangat menyayangimu, saat kamu sadar jika ayah adalah cinta pertamamu...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2