
Bianka sudah menjadi bagian keluarga Kyai Hamid sekarang, gus Fahmi juga tetap mengijinkan Bianka untuk tetap kuliah. Tapi satu hal yang selama ini tidak gus Fahmi ketahui jika istrinya out ternyata bekerja di tokonya. Yang ia tahu dulu ia menerima seorang karyawan perempuan salah satu mahasiswanya.
Hingga hari ini saat Bianka pulang kampus, ia seperti biasa akan langsung ke toko jika memang jadwalnya bekerja. Tanpa ia ketahui ternyata gus Fahmi sekarang sedang
di sana.
“Assalamualaikum, mas Hendra! Maaf ya Bia terlambat, tadi ada mata kuliah tambahan!” ucap Bianka
tanpa memperhatikan siapa yang sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya sekarang,
pria yang sedang duduk bersama pria yang bernama Hendra itu adalah suaminya.
“Waalaikum salam!”
Mendengar suara itu, Bianka begitu mengenalinya. Ia dengan cepat menatap ke arah pria itu dan ternyata benar itu suaminya.
“Mas Fahmi…!” ucap Bianka begitu terkejut.
“Bia …! Jadi kamu kerja di sini?” tanya gus Fahmi memastikan. Bianka pun segera menghampiri suaminya yang sudah menikah dengannya selama satu bulan ini, ia segera mencium punggung tangan suaminya.
“Maafkan Bia mas, Bia nggak cerita sama mas Fahmi soal pekerjaan Bia!"
"Sudah berapa lama?" tanya gus Fahmi lagi.
"Bia sudah lama kerja di sini mas!
Sebelumnya aku tidak tahu mas kalau ini toko milik mas Fahmi!"
"Jadi kamu tahu jika ini toko ku?"
"Saat itu aku tidak sengaja lihat mas Fahmi keluar dari sini kemudian aku tanya sama mas Hendra dan ternyata mas Fahmi pemiliknya!” Bianka mencoba menjelaskan agar suaminya tidak salah faham.
“Bia benar loh mas, saat itu yang bantu ngedit juga Bia, bukan aku!” ucap Hendra yang ikut membela Bianka.
"Aku tidak marah, hanya saja ada beberapa hal yang memang harus di ceritakan jika kita sudah menikah!" ucap gus Fahmi.
"Terimakasih mas, dan maaf kan Bianka karena belum bisa terbuka sama mas Fahmi!"
Setelah menyelesaikan urusannya di toko, gus Fahmi segera mengajak Bianka.
“Ya sudah kalau gitu aku pinjam Bia ya, hari ini dia nggak kerja!” ucap gus Fahmi pada Hendra.
"Kenapa? Maksudku ada apa?” tanya mas Hendra.
“Ada urusan rumah tangga!”
Gus Fahmi pun mengajak Bianka naik motornya milik gus Fahmi, ini untuk pertama kalinya mereka berboncengan naik motor, biasanya kalau berangkat kuliah Bianka juga naik motornya sendiri, ia tidak mau di antar oleh suaminya karena pulangnya masih harus kerja.
“Nitip motornya ya mas!” ucap Bianka pada mas Hendra.
“Iya!”
"Bismillahirrahmanirrahim!" ucap gus Fahmi sebelum menarik gas motornya.
__ADS_1
"Pegangan dek!" ucap gus Fahmi lagi dan segera menarik tangan Bianka.
Rasanya seperti mimpi bisa seperti ini ....., batin Bianka sambil mengeratkan pegangannya di pinggang suaminya.
Motor pun melaju dengan kecepatan sedang, sesekali motor berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah.
Hingga akhirnya motor itu berhenti tepat di depan sebuah rumah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pesantren.
"Kita sudah sampai!"
"Sudah?"
"Hemmm ....!" ucap gus Fahmi sambil menganggukkan kepalanya, "Kenapa? Masih betah yang peluk-peluk suami?"
"Mas .....!" Bianka segera mencubit pinggang suaminya itu.
"Kalau iya, bisa kita lanjutkan di dalam, mas nggak keberatan!"
"Tau ah ....!"
Bianka segera turun dari motor dan melepaskan helm nya. Ia mengamati rumah yang ada di depannya itu.
“Mas ini rumah siapa?”
Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, gus Fahmi malah menarik tangan istrinya itu mengajaknya memasuki rumah itu.
“ayo masuk!”
“Iya!”
Gus Fahmi merogoh kunci yang ada di saku jaketnya dan memasukkannya ke lubang kunci pada daun pintu rumah itu, dan akhirnya pintu pun terbuka.
“Assalamualaikum!” ucap gus Fahmi saat memasuki rumah itu. Bianka pun hanya bisa mengikuti suaminya.
“Ini rumah kita, dek!” ucap gus Fahmi sambil mengusap pipi istrinya itu
“Kita mas?”
“Iya …, Alhamdulillah setelah mas nerima tawaran percetakan yang kemari,kontrak kita berlanjut, mas dapat kontrak lagi, tabungan mas juga sudah kembali dan bisa
buat beli rumah ini!”
“MasyaAllah mas …, rumah ini bagus banget!” Bianka begitu menyukai desain rumah itu, walaupun tidak besar tapi sangat nyaman untuk di tinggali, semua peralatan rumah tangga juga sudah lengkap tinggal masuk saja.
“kamu suka?”
“Suka mas, suka banget!”
"Mau lihat kamarnya?” tanya gus Fahmi dengan tatapan menggodanya, Bianka mengangguk. Tanpa aba-aba gus Fahmi segera mengendong Bianka dan membawanya ke kamar, mereka mencoba kamar barunya itu.
***
Semakin hari Alex semakin posesif saja sama istrinya, sekarang bahkan Aisyah tidak boleh berkeliaran sendiri di luar rumah, walaupun cuma buat menghirup udara sore.
__ADS_1
Perut Aisyah sudah terlihat sedikit lebih berisi sekarang, walaupun tertutup jilbab tapi tetep saja tubuh Aisyah terlihat lebih berisi.
Karena menurut Alex tubuh Aisyah menjadi seksi, ia tidak mau orang lain melihat tubuh istrinya itu. Kaena sudah melewati trimester pertama, Alex semakin rajin saja mengunjungi Aisyah. Hampir setiap malam Alex melakukannya,
Kini Aisyah sedang duduk di teras rumah sambil menelpon suaminya. Ia sebenarnya ingin di beri ijin untuk keluar rumah.
"Mas aku bosan di rumah aja!” rengek Aisyah.
“Kalau mau jalan-jalan nunggu aku pulang, aku akan pulang cepat! Jadi jangan kemana-mana dulu!”
“mas …, jangan di tutup dulu telponnya!”
“apa lagi?”
“Kok gitu sih nanyanya, nggak ikhlas banget, ya udah tutup aja!”
“Jangan ngambek dong sayang …, mau apa?”
“Nggak mau …, mas nyebelin!” Aisyah segera menutup sambungan telponnya, ia benar-benar marah pada suaminya itu. Aisyah segera kembali ke kamar dan mengurung diri di sana, entah karena pengaruh hormon atau apa, Aisyah menjadi sangat sensitif.
Alex di buat bingung sendiri karena telah membuat istrinya marah.
"Gimana nih ....., ah ...., aku harus pulang sekarang sebelum terlambat!" gumam Alex.
Karena Aisyah sudah marah duluan, Alex pun memutuskan untuk segera pulang saja dari pada keadaan nya lebih buruk, pasti istrinya itu sekarang sedang menangis karena ulahnya.
Alex segera pulang, ia meninggalkan Leon di kantor untuk menyelesaikan urusannya yang belum selesai, sesampai di rumah ia segera menuju ke kamar dan benar ia melihat Aisyah sedang tidur dengan sesenggukan di bawah selimut.
“sayang …, sudah ya ngambeknya!” ucap Alex sambil mengusap punggung Aisyah.
"Mas tadi nggak sengaja sayang ...., maaf ya ...., mas janji nggak akan ke ulang lagi, janji!"
"Mas Alex jahat banget, Aisyah nggak suka mas di jutekin!”
“Iya maaf deh …, gimana kalau kita jalan-jalannya sekarang? Sebagai permintaan maaf mas ...!”
Aisyah pun segera bangun dan mengusap air matanya, ia mengangguk.
“Mau …!”
Melihat tingkah lucu Aisyah, Alex benar-benar gemas, rasanya ingin segera memakan istrinya saat itu juga, tapi mood istrinya sedang tidak bagus, ia pun hanya bisa mengecup kening istrinya itu dan mengusap puncak kepalanya.
“Bersiap-siaplah, kita jalan-jalan!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1