Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Terkuak


__ADS_3

Setelah mendapatkan penjelasan dari Aisyah, akhirnya Merry tidak ragu lagi untuk bercerita, ia menceritakan semua tentang Alex bahkan aksi penyekapan Alex terhadap Nadin waktu itu.


"Bibi kalau di sini tinggal di mana?" tanya Aisyah kemudian setelah mendengar cerita dari bi Merry.


"Saya tinggal di paviliun nona!"


"Boleh saya melihat ke sana?" tanya Aisyah yang begitu penasaran.


"Tapi nona, tuan Alex melarang anda pergi ke mana pun!" ucap bi Merry.


"Tidak pa pa bi kalau cuma di paviliun bibi aja pasti juga nggak akan marah mas Alex nya!"   


Karena Aisyah terus  memaksa akhirnya Merry pun hanya bisa pasrah, Merry pun mengajak Aisyah ke paviliun nya.


Setelah sampai di paviliun, bi Merry pun meninggalkan Aisyah ke dapur untuk membuatkan minuman untuk


Aisyah.


“Minumlah nyonya!” ucap bi Merry sambil meletakkan secangkir teh hangat di atas meja.


“Terimakasih, bi! Bibi tinggal sendiri di sini?” tanya Aisyah sambil memperhatikan paviliun yang terlihat begitu rapi itu. Ia juga tidak menemukan foto keluarga di sana.


"Iya nyonya …!” ucap Merry sambil mengikuti Felic.


“Apa bibi salah satu dari anak buah mas Alex?” tanya Aisyah lagi, saat ia pertama kali melihat Merry dengan penampilannya itu, ia sudah yakin kalau Merry pasti sangat handal bela diri. Apalagi ia sama sekali tidak menemukan foto keluarga sekarang.


“Iya nona …!”


"Apa bibi tidak punya keluarga? Maksud ku bibi tidak menikah?" tanya Aisyah, ia menggunakan bahasa yang paling halus.


Merry hanya menggelengkan kepalanya.


"Tapi bibi sudah tidak muda lagi kan?” tanya Aisyah yang masih tidak percaya.


"Saya tidak punya waktu untuk memikirkan menikah, nona!" ucap Merry.


"Sudah berapa lama bibi bekerja dengan mas Alex?" tanya Aisyah. Ia tidak tahu bagaimana orang-orang ini bekerja hingga melupakan urusan pribadinya sendiri.


“Saya dulu anak buah ayahnya tuan muda, nona!”


Tapi melihat perlakuan Alex terhadap Merry membuat Aisyah curiga, apa yang membuat bi Merry begitu istimewa.


"Bibi pasti sangat istimewa ya bagi mas Alex? Tapi kenapa nenek tidak pernah cerita tentang bibi ya!"


“Tidak nona, ini biasa saja! Tuan muda memang orang yang baik! Walaupun kadang dia kasar, tapi hatinya begitu lembut! Keadaan yang memaksanya seperti itu, tapi jika


saya lihat sekarang, taun Alex sudah banyak berubah! Itu pasti berkat nona muda!”


“Bukan seperti itu bi, semua karena Allah! Allah yang maha membolak-balikkan perasaan manusia!”

__ADS_1


"Aku tahu pasti tuan muda mendapatkan wanita yang baik karena dia sudah terlalu banyak menderita!" ucap Merry.


"Bibi terlalu berlebihan!"


Mereka pun kembali ke ruang tamu, Aisyah duduk di sofa dan meminum teh buatan Merry.


“Bi duduklah ...., aku ingin bertanya hal yang sedikit serius!”


Merry pun ikut duduk di sofa yang lainnya yang ada di depan Aisyah.


“Bertanya apa nona?” tanya bi Merry.


“Jika bibi sudah bekerja lama dengan ayahnya mas Alex, berarti bibi tahu siapa ibu kandung mas Alex kan? Dia masih hidup kan?” tanya Aisyah, ia ingin tahu tentang orang tuan suaminya. Mau seburuk apapun wanita itu, wanita itu tetaplah orang yang telah mengandung dan melahirkan suaminya.


“Maaf tapi …!” Merry terlihat begitu ragu untuk menceritakannya pada Aisyah.


“bi …, aku cuma ingin tahu, seburuk apa pun wanita itu dia tetap ibu kandung mas Alex!”


Melihat kesungguhan dan ketulusan di mata Aisyah, bi Merry pun akhirnya memutuskan untuk menceritakan semuanya.


Bi merry pun berdiri dari duduknya, ia menuju ke sebuah meja kecil dan terdapat laci bid bawahnya, Merry mengambilkan sebuah foto dari dalam buku catatan yang sudah usam dan membawanya kembali kepada Aisyah.


"Ini foto siapa bi?" tanya Aisyah saat melihat foto itu.


“Mereka orang tau tuan muda!" ucap Merry, kemudian ia menunjukkan sebuah foto lagi pada Aisyah.


"Dan ini foto mereka berempat!”


Tapi tanpa sengaja sebuah foto ikut terselip di antara foto-foto itu, Aisyah segera mengambilnya.


"Bi …, ini?” tanya Aisyah saat melihat foto bi merry sedang berfoto dengan ayah Alex.


Bi Merry pun segera mengambilnya dan menyembunyikannya.


“Ini bukan apa-apa nyonya!” kali ini wajah bi Merry tampak begitu panik.


"Bi …, ada hubungan apa bi Merry sama ayahnya mas Alex?” tanya Aisyah menyelidik, ia yakin ada hal yang janggal.


"Bukan apa-apa nona, sungguh!"


"Tapi foto itu menunjukkan apa-apa, bi! Saya mohon, katakan dengan jujur!"


“Itu foto kami saat kuliah, kami berpacaran sejak SMA. Aku hanya gadis miskin, mamanya mas David mengetahui hubungan kami hingga mas David, maksudnya ayahnya


tuan Alex di jodohkan dengan Nia, ibunya tuan Alex.


Mereka menjalani pernikahan tanpa cinta, karena Nia pun juga terpaksa menikah dengan


David, ia mencintai pria lain.

__ADS_1


Hingga Nia memutuskan untuk berselingkuh dengan pria itu di depan tuan Alex! Awalnya kami sudah lama sekali tidak bertemu hingga akhirnya kami di pertemukan kembali


dalam keadaan yang berbeda, aku memilih menjadi bagian dari hidup anak-naka mas David dengan menjadi pengawalnya! Kami tidak punya kesempatan untuk menjalin


cinta kembali karena hati mas david terlanjur mengeras karena penghianatan itu!”


Merry menceritakan panjang lebar tentang masa lalu mereka. Aisyah sekarang tahu cerita yang sebenarnya. Jika saja Alex tahu cerita sebenarnya, mungkin ia tidak akan terlalu membenci ibunya.


“Jadi bi Merry ikut mereka ke luar negri?” tanya Aisyah lagi, ia ingin tahu sedekat apa hubungan mereka.


"Iya …, kami bertemu di sana tanpa sepengetahuan bu Widya!” ucap Merry. Ia tahu ia terlalu lancang.


Suara mobil Alex menghentikan percakapan mereka, "Mas Alex pulang bi!”


Aisyah segera menyembunyikan sebuah Foto keluarga lengkap itu di dalam tasnya.


Aisyah segera keluar dari paviliun dan menghampiri Alex ke depan.


“Assalamualaikum!” sapa Alex sambil menghampiri istrinya itu.


“Waalaikum salam mas …!” jawab Aisyah sambil mencium punggung tangan suaminya itu.


Alex segera mencium kening istrinya dan mengusap perut Aisyah.


"Bukankah aku sudah menyuruhmu di kamar, kamu dari mana?" tanya Alex.


"Maaf mas, tadi aku bosan di kamar, jadi aku minta bi Merry menemaniku buat jalan-jalan!"


Alex pun menatap Merry yang menundukkan kepalanya tidak jauh dari mereka.


“Kita pulang ya!” ucap Alex.


“Kenapa mas, aku masih betah di sini!”


"Nenek sudah meneror ku, memintaku membawamu pulang!"


"Tapi mas!"


“Lain kali kita ke sini lagi ya!”


"Baiklah ...., aku pamit sama bi Merry dulu ya!"


"Iya!"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2