
Kehidupan akan terasa manis jika di lalui dengan penuh syukur, banyak hal bahagia yang sebenarnya tidak kita sadari, kita hanya fokus dengan saru kesedihan tapi melupakan seribu kebahagiaan, begitu lah manusia, mencari hal-hal yang belum pasti walaupun di depannya yang sudah pasti sangat banyak.
Kini kehidupan Alex dan Aisyah begitu sempurna, mereka menjalani kehidupan layaknya suami istri kebanyakan. Banyak hal yang mereka lakukan. Banyak hal yang mereka syukuri, hingga mereka lupa jika masih banyak kesedihan yang tersisa.
Alex dengan sikap arrogant yang bertambah dengan posesifnya dan Aisyah yang kembali ceria dengan segala apa yang ia miliki, keluar kecilnya serta ibu dan adiknya yang juga tidak harus merasakan sakit lagi setelah proses pengobatannya selesai.
...*** ...
Malam ini Aisyah seperti biasa Aisyah mengerjakan tugas kuliahnya terlebih dulu sebelum tidur, biasanya saat ia mengerjakan tugas suaminya akan milih pergi ke ruang kerja atau tuang baca agar tidak menggangu konsentrasi Aisyah.
Saat melihat jam ternyata sudah jam sembilan, Aisyah pun segera merapikan kembali bukunya, menutup laptopnya.
"Mas Alex kok belum kembali sih ....!" gumam Aisyah, tidak biasanya seperti ini, biasanya sebelum ia menyelesaikan tugasnya suaminya sudah kembali dan membawakan susu hangat untuknya.
Aisyah pun memutuskan untuk menggosok gigi dan mencuci muka, saat ia keluar dari kamar mandi pun suaminya belum juga kembali. sudah setelah sepuluh tapi suaminya itu tidak juga kembali ke kamarnya.
Memang beberapa hari ini suaminya sering tiba-tiba tubuhnya menggigil tanpa sebab, atau tiba-tiba demam membuatnya sedikit khawatir.
"Tadi wajah mas Alex tanpa pucat ....!" gumam Aisyah, ia pun memakai kembali jilbab instannya dan keluar dari kamar.
Aisyah pun berinisiatif untuk menyusulnya ke ruang kerja, saat di sana ia juga tidak menemukannya.
"Mas ...., mas Alex ...., mas Alex di dalam nggak?" panggil Aisyah, ia masuk ke ruang kerja itu dan menuju ke ruang baca yang letaknya berada di balik tembok tuang kerja itu, tapi ia juga tidak menemukannya di sana.
Akhirnya Aisyah pun memutuskan untuk mencari suaminya dan mengelilingi rumah besar itu.
Hingga ia sampai di sebuah paviliun, rumah kecil di samping rumah besar, Aisyah melihat ada Leon di sana. Aisyah pun dengan cepat menghampiri Leon.
“Leon!” sapa Aisyah, tapi sepertinya Leon begitu terkejut melihat kedatangan Aisyah.
“Nona …!”
Aisyah pun berhenti tepat di depan Leon, wajah Leon tampak semakin panik.
“Ada apa di sini? Kamu lihat mas Alex nggak, soalnya aku cari-cari di dalam rumah nggak ada, padahal dia kan nggak pergi kemana-mana!”
“Tidak ada apa-apa nona, sudah malam sebaiknya nona kembali ke kamar nona! Biar saya yang mencari tuan!”
"Apa jangan-jangan Alex di dalam ya?" tanya Aisyah mulai curiga.
“Sebaiknya nona kembali ke kamar, tuan Alex pasti akan segera kembali!”
"Iya kan ...., mas Alex pasti di dalam ....? Kenapa wajah kamu jadi cemas begitu?”
__ADS_1
“Nona …, saya mohon jangan keras kepala nona, sebaiknya nona kembali ke kamar!” ucap Leon, ingin rasanya menarik nona nya itu kembali ke kamar tapi jelas Aisya tidak akan suka jika Leon menyentuhnya.
“Benarkan mas Alex di dalam?” tanya Aisyah yang sudah merasa sangat cemas, Ia berusaha menerobos masuk tapi Leon sengaja menghalanginya di depan pintu.
"Nona saya mohon, jangan memaksa …!”
“Minggir!” ucap Aisyah, kali ini ia benar-benar cemas.
Karena Leon tidak juga menyingkir, Aisyah pun mendorong tubuh Leon hingga membuat tubuh Leon sedikit bergeser dari pintu.
Aisyah pun melewati Leon begitu saja dan membuka pintunya. Ia begitu terkejut saat di dalam ada nenek Widya dan juga dokter Adrian.
“Nenek …, dokter …?” ucap Aisyah. Ia melihat nenek Widya sedang menangis di sana.
“Aisyah?” nenek Widya segera menghapus air matanya.
Dan yang lebih mengejutkan saat ia melihat sosok yang tengah menggigil di sudah ruangan itu, tidak jauh dari nenek Widya dan dokter Adrian.
Ia begitu terkejut saat melihat ada Alex yang meringkuk di lantai
dengan keringat yang bercucuran di sana, ia begitu menggigil di pojok sana.
“Mas Alex …!” pekik Aisyah dan dengan cepat hendak menghampiri suami nya itu tapi nenek widya segera memegangi tubuh Aisyah.
“Nek …, itu mas Alex!” ucap Aisyah dengan air mata yang meleleh di pipinya saat melihat suaminya dalam keadaan yang begitu kacau.
"Mas Alex kenapa nek?"
"Kita bisa tanya langsung sama dokter Adrian!" ucap nenek Widya, setelah Aisyah sudah sedikit tenang
dokter Adrian pun menjelaskan tentang keadaan Alex , suaminya itu sedang menjalani penyembuhan terhadap ketergantungan obat akibat depresinya. Memang butuh waktu
yang cukup lama tapi ini sudah lebih baik.
"Jadi jangan khawatir, ini terjadi ketika seseorang menghentikan penggunaan obat-obat terlarang!"
"Jadi mas Alex ....?"
"Iya ...., Alex mengkonsumsi obat-obat terlarang itu, karena sudah beberapa bulan ini dia tidak menggunakannya lagi, jadi ini semacam proses rehabilitasi!"
“Mas Alex …!”
Aisyah pun melepaskan tangan nenek Widya. Ia berdiri dan berjalan menghampiri suaminya itu.
__ADS_1
Ia duduk berjongkok di depan suaminya.
"Mas ....!"
"Maafkan aku, maafkan aku ...!" ucap Alex lirih dengan bibir bergetar nya.
"Mas Alex pasti bisa melawan semua ini ...., Aisyah ada bersama mas Alex ...!"
Aisyah pun segera memeluk suaminya itu dengan begitu erat, ia berusaha meyakinkan suaminya bahwa dia tidak sendiri ada dirinya yang siap menemaninya.
Akhirnya sepanjang malam Aisyah menemani Alex melawan sakaunya. Hingga menjelang pagi barulah Alex kembali tenang.
Mereka tidur di paviliun itu, hanya berdua. Dokter Adrian berpesan pada Aisyah jika Alex berusaha menyakiti dirinya sendiri, makan harus segera menghubungi dokter Adrian. Tapi untunglah sepanjang malam, Alex tidak melakukan hal itu, seperti kehadiran Aisyah begitu banyak membantu.
Sudah jam setengah tiga, Alex terbangun saat melihat istrinya ikut tertidur bersamanya.
"Maafkan aku sayang ...., maaf jika kehadiranku hanya membuat luka pada dirimu!" ucap Alex lirih sambil mengusap rambut Aisyah.
Alex pun segera menutup tubuh istrinya itu dengan selimut, ia tahu istrinya terjaga sepanjang malam karena dirinya, ia tidak mau membangunkan istrinya itu.
Alex pun segera pergi ke kamar mandi, ia segera mandi dan mengganti bajunya. Ia meninggalkan Aisyah ke luar untuk mengambilkan mukena dan sajadah untuk istrinya agar ia tidak perlu ke rumah besar saat akan sholat subuh.
Aisyah yang merasakan tubuhnya begitu hangat ia segera terbangun, ia terkejut saat tidak mendapati suaminya di sampingnya.
"Mas Alex ....!"
Aisyah segera turun dari tempat tidur dan mencarinya di semua ruangan tapi tidak bisa menemukan suaminya.
Aisyah pun segera membuka pintu hendak keluar, tapi dari kejauhan ia bisa melihat suaminya itu sedang berjalan ke arahnya, Aisyah sampai lupa jika ia belum mengenakan jilbabnya. Ia segera berlari begitu saja menghampiri suaminya.
"Mas ....!"
"Kenapa keluar? Masuklah ...!"
Alex dengan cepat menutup rambut istrinya dengan sajadah yang ada di tangannya.
Maaf ya karena akhir-akhir ini sering bolong-bolong up nya. Kehidupan di dunia nyata beberapa hari lalu tidak bisa di tinggal jadi harap maklum ya
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰