Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (93)


__ADS_3

Tak berapa lama Asna kembali menghampiri sang suami yang masih duduk di sofa yang ada di depan tv,


"Aku bantu ke kamar ya mas!"


Raka mengangguk, ia segera berdiri sebelum sang istri memeluknya seperti tadi. Asna segera membantu Raka untuk berjalan,


"Seharusnya kita tidur dalam satu kamar!"


Ucapan singkat, padat dan jelas dari Raka seperti angin dingin yang berhembus. Asna segera mendongakkan kepalanya dan ingin mendengarnya lagi,


"Tapi kalau kamu keberatan tidak pa pa, aku juga tidak memaksa!"


Isssttttt, sedikit memaksa kenapa sih mas, gengsi amat jadi orang ...., Asna hanya bisa menatap kesal pada sang suami.


Mereka pun akhirnya sampai di kamar,


"Asna mau kok mas tidur satu kamar!"


"Tapi jangan sekarang!"


Seketika hati Asna mencelus gara-gara ucapan sang suami yang terakhir,


"Bisa di perjelas nggak mas?"


"Kamu kan tadi menidurkan Shahia di kamar sebelah, kan kasihan kalau tidur sendiri!"


"Tapi aku bisa memindahkan kon mas!" Asna begitu bersemangat sekaligus berharap suaminya tidak berubah pikiran lagi.


"Nggak takut Shahia terbangun. karena di pindah-pindah?"


"Nggak, nggak akan kebangun! Tunggu bentar ya mas!" Asna dengan cepat pergi ke kamar sebelah untuk membawa Shahia ke kamar suaminya, kamar itu ranjangnya jauh lebih besar dari pada kamar di sebelah jadi tidak kan takut kesempitan.


Tidak berapa lama Asna sudah kembali dengan Shahia yang berada di gendongannya, Raka segera menata tempat untuk putrinya itu,


"Kok di tengah sih mas?" Asna sedikit kecewa dengan cara suaminya menata tempat tidur.

__ADS_1


"Kalau Shahia di pinggir nanti jatuh, kalau kamu yang di pinggir kan nggak takut kalau jatuh!"


Ihhh...., nggak ngerti banget jadi orang ....


Walaupun kesal akhirnya Asna menidurkan Shahia di tengah, kemudian ia pun ikut merebahkan diri di sisi kanan Shahia sedangkan Raka di sisi kirinya.


Padahal aku udah berharap banyak tadi, gagal kan jadinya ....


Walaupun berusaha keras untuk memejamkan matanya, tetap saja ia tidak bisa tidur.


"Kamu sudah tidur?"


Pertanyaan itu berhasil membuat Asna membuka kembali matanya, ternyata pria yang tengah tidur telentang itu juga masih belum bisa memejamkan matanya.


"Belum, ada apa mas?" Asna tidur miring dengan tangan kanannya sebagai bantal.


"Besok aku akan meminta Ridwan buat membeli rajang bayi untuk Shahia, kalau kayak gini kayaknya nggak akan nyaman buat dia!"


Yessss ....., dalam hati Asna bersorak senang. Akhirnya setidaknya suaminya peka juga.


"Kenapa?"


"Di balik lemari itu sudah ada pintu transparan, pintu itu langsung terhubung dengan kamar sebelah. Mas Raka sendiri dulu yang rubah kata mas Raka biar mudah kalau ngeliat anak! Jadi tinggal di pindahkan aja lemarinya atau di geser sedikit!"


"Ohhh, jadi sudah di atur ya?" Raka yang baru mengetahuinya hanya memasang wajah datar, setiap ada kata-kata yang masuk di kepalanya, ia sedang berusaha keras untuk tidak memikirkannya. Karena semakin keras ia berfikir tentang masa lalunya yang akan muncul malah bayangan menyeramkan itu dan bukannya membaik, hal itu malah akan memperburuk keadaannya.


Untuk saat ini, ia cukup sabar menerima keadaan. Hilang ingatan sebagian ini akan bisa berulang kembali suatu saat nanti dan saat itu kembali ia ingin belajar untuk menyembuhkannya sendiri dengan caranya sendiri.


Setelah diam cukup lama, akhirnya Raka kembali berucap,


"Besok aku akan meminta Bilal membantu menggeser lemarinya!"


"Iya!" sekarang suara Asna sudah sedikit serak, sepertinya rasa ngantuk sudah mulai mendera.


"Tapi kamu benar tidak pa pa kan kalau kita tidur dalam satu kamar?"

__ADS_1


Tidak ada sahutan dari Asna membuat Raka penasaran, ia pun segera memiringkan tubuhnya dan ternyata wanita itu sekarang sudah terlelap,


"Cepat sekali dia tidurnya!"


Raka memperhatikan sekali lagi sang istri, ternyata Asna tidak memakai selimut sedangkan di luar sekarang sedang hujan. Perlahan Raka pun bangun dan mengambil selimut yang ternyata berada di bawah kakinya dan menyelimutkannya pada sang istri.


Bibirnya tiba-tiba tersenyum, "Ternyata seindah ini ya mempunyai keluarga kecil!" gumamnya pelan sambil menatap dua wajah cantik yang sama sekali tidak mirip itu.


"Mereka sama-sama cantik, tapi tidak mirip, kamu mirip siapa Shahia?" tangannya dengan lembut mengusap pipi bayi yang tengah tertidur itu hingga ia mempunyai keinginan untuk mengambil foto mereka bertiga. Raka pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, ia segera tidur di samping Shahia dan berfoto Selfi bertiga.


"Bagus!" gumamnya sambil mengskrol beberapa foto yang tadi ia ambil,


"Ehhh tunggu, hidung, bibir, mata, kenapa mirip denganku?"


"Iya, ini mirip sekali denganku!" gumamnya lagi.


"Ya iya lah mas, dia anak kamu, kalau mirip pak RT ntar malah di marahin Bu RT!"


Raka terkejut saat mendengar suara Asna, Asna bicara tanpa membuka matanya.


"Kamu belum tidur?" Raka yang terkejut segera melihat ke arah Asna.


"Tadi sudah, tapi kebangun lagi karena mas Raka berisik!"


"Ya udah tidurlah, aku akan mematikan lampunya!" Raka segera mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur, tapi ia masih penasaran dengan apa yang ia lihat, sepanjang malam ia sibuk mengamati foto itu hingga akhirnya terlelap.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @ tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2