
PoV Aisyah
Hari-hari ku yang panjang ini ku lewati dengan sendiri, tanpa suami. Hanya ibu dan adikku, tidak ada yang tahu siapa suamiku.
Semua tetanggaku tahunya suamiku sedang dinas di luar negri.
Di hari aku melahirkan aku mendapat kabar dari televisi jika Tito, pria yang pernah berhubungan dengan mas Alex menjalani hukuman mati dan jenazahnya di bawa ke keluarganya yang ada di luar jawa.
Aku jadi kembali teringat dengan mas Alex, saat aku sedang berjuang untuk melahirkan anak kami yang ke dua, mas Alex di s ana pasti juga sedang berjuang dengan perasaan, rasa bersalahnya, rasa kehilangannya.
Aku tahu mas Alex akhir-akhir ini begitu dekat dengan Tito.
"Selamat ya nduk, anakmu laki-laki ganteng lagi!" ucap ibuku.
Aku melihat wajah anakku, dia persis seperti mas Alex. Tampan dan berambut sedikit ikal.
"Mau kamu kasih nama siapa anak kamu nduk?"
"Arsyi, Arsyi Alexander!"
"Nama yang bagus nduk, Arsyi ....!"
Maafkan mama sayang, karena mama nggak bisa buat kamu di azan i oleh papa kamu, mama terlanjur berjanji sama papa kamu
Aku sudah di pindahkan ke ruang perawatan, aku sehat bayiku juga sehat, hanya tinggal menunggu pemulihan saja kami sudah di perbolehkan untuk pulang.
Brrrrtttttt brrrrtttttt brrrrtttttt
Sebuah panggilan dari ponsel ku, hanya ada beberapa orang saja yang mengetahui nomor baruku. Bahkan aku tidak menyimpan nomor kak Dini ataupun memberitahu nomor baruku padanya.
Tapi kecuali Bianka, aku hanya membagi nomor baruku dengannya, itu pun dengan segala macam janji yang aku buat padanya.
"Assalamualaikum Bi!"
"Waalaikum, Ay! Bagaimana lahirannya lancar?"
"Lancar Bi, Alhamdulillah!"
"Cowok?"
"Iya!"
"Siapa namanya?"
"Arsyi Alexander!"
"Nama yang bagus, selamat ya! Ay ..., apa kamu sudah mendengar berita Tito?"
"Udah Bi, bagaimana mas Alex?"
__ADS_1
"Kata mas Fahmi, dia baik!"
"Syukurlah!"
"Kamu yakin tidak ingin memberitahukan hal bahagia ini pada suamimu?"
"Bi ..., aku sudah berjanji, jangan pernah mengatakan apapun pada siapapun termasuk suami kamu ya Bi tentang keberadaan ku!"
"Iya Ay ...., aku janji!"
Bianka adalah satu-satunya sahabat yang aku beritahu tentang keadaanku, tapi aku juga tidak pernah mengabarkan tentang keberadaanku padanya, saat dia ingin mengunjungiku aku selalu melarangnya, sudah cukup bagiku bisa memberi kabar padanya.
Hari-hari kami berlalu, Arsya mulai belajar merangkak, berjalan.
Kini aku meminta ibu untuk di rumah saja, kami sudah mempekerjakan seorang asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan ibu di rumah dan mengurus Arsyi yang sudah mulai aktif bergerak ke sana kemari.
Aku mulai sibuk mengurus warung makan yang sudah mulai berkembang, bukan hanya menyediakan makanan khas jawa timur, warung kami juga sudah menyediakan berbagai jajanan anak muda.
Warung ini sekarang berkembang menjadi semacam rumah makan pinggiran dengan harga terjangkau untuk anak muda karena letaknya dekat dengan kampus.
Selain mengurus warung, aku juga harus mengantar jemput Kiandra. Kiandra saat ini sudah masuk paud. Dia juga sangat aktif, kata gurunya Kiandra paling aktif di kelasnya.
Aku juga sudah melanjutkan kuliah ku, tahun kemarin aku lulus di kampus yang ada di dekat warung, jadi aku bisa kuliah sambil mengurus warung.
Nino, adik laki-laki ku itu sekarang sudah membuka bengkel kecil-kecilan. tahun lalu dia lulus dan mendapatkan tawaran untuk membuka bengkel dengan modal dari orang lain dan mereka berbagi hasil.
Sebenarnya aku meminta Nino untuk melanjutkan kuliahnya tapi ternyata dia tidak bersedia. Nino lebih memilih mendalami kemampuannya dalam memodifikasi motor.
"Iya ma...!"
Langkah kecil Kiandra berhasil memenuhi semua ruangan.
"Kia berangkat dulu ya nek!"
"Kia ..., jangan lari-larian ...!"
Ibuku mendongak padaku, ia mengerutkan keningnya saat aku membawa Arsyi serta, "Nggak di antar sama Nino saja sekalian ke bengkel?"
"Nggak bu, Nino sudah berangkat dari pagi katanya banyak proyek!"
"Iya ta, kok nggak panik sama ibuk!"
"Lupa kali bu, ya sudah Aisyah sama Kia berangkat dulu ya!"
"Arsyi nggak kamu tinggal saja?"
"Nggak pa pa, biar Aisyah bawa aja, soalnya pekerjaan Aisyah hari ini cuma antar jemput Kia sama ke warung bentaran aja bu, ibu istirahat saja!"
Setelah berpamitan, kami pun berangkat. Aku menggunakan motor matic ku, sambil menggendong Arsyi di depan dan membonceng Kiandra di bekalang.
__ADS_1
Jarak rumah dan sekolah Kia memang sedikit jauh, aku sengaja menyekolahkannya di sana biar bisa TK dan SD nya di sana juga karena satu tempat, jadi nggak perlu pindah-pindah lagi.
Usia Kia sekarang sudah empat tahun, sedang kan Arsyi tiga tahun, dia juga sangat aktif berceloteh.
"Kia sayang, jangan nakal ya di dalam, nanti mama kembali jam sepuluh!"
"Iya ma, assalamualaikum!"
Tangan mungilnya segera meraih tanganku dan sebelum masuk ia selalu meninggalkan kecupan di kening Arsyi dan aku.
"Waalaikum salam, sayang!"
Tangan kecil nya terus melambai hingga ia masuk ke pintu gerbang itu,
Aku masih belum meninggalkannya hingga tubuh mungil putriku menghilang di balik gerbang.
Sekolahnya hanya dua jam, jadi dari pada pulang aku lebih suka menghabiskan waktuku ke warung karena jarak ke warung lebih dekat.
Saat hendak menjalankan kembali motorku, seorang guru canting menghampiriku. Aku tahu itu guru paud Kia.
"Assalamualaikum bu Aisyah!"
Aku pun memutuskan untuk kembali turun, "Waalaikum salam bu Kinan!"
"Maaf menggangu ibu, sebenarnya kemarin saya sudah bicarakan ini pada Kia, tapi sepertinya Kia belum bicara sama ibu ya?"
"Apa ya bu?"
"Jadi minggu depan di kelas Kia di adakan lomba mewarna bersama ayah, tapi Kia bilang jika papa nya nggak bisa datang! Saya takutnya nanti kalau Kia cuma datangnya sama mama nya, dia akan minder!"
"Nanti biar saya yang memberi pengertian sama Kia, bu! Terimakasih atas pemberitahuannya!"
"Iya sama bu, kalau begitu saya masuk dulu, assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Bu guru Kinan masuk, aku menghela nafas dalam. Kia tidak pernah bercerita atau berkeluh apapun padaku.
Aku tahu jika untuk anak sekecil itu rasanya berat berada jauh dari ayahnya.
Bersambung
...Membutuhkan waktu lama untuk menjadikan aku sekuat karang, tapi apa kau tahu jika aku akan tiba-tiba lemah saat menemukan tulang punggung ku...
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰