Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part ( Nisa & Leon 12)


__ADS_3

...Kamu tahu apa yang paling luar biasa dalam hidup? Jatuh cinta, karena dengan jatuh cinta kamu akan mengenali dirimu dari sisi lain. Dari jatuh cinta, kita dapat belajar untuk lebih pengertian dan menekan segala keegoisan demi orang lain yang tampan sadar telah kita cintai....


...🌺Selamat membaca🌺...


Leon membuka kamarnya dengan begitu cepat dan lagi ia tidak mendapati sang istri di dalam kamar, sejurus kemudian ia melihat pintu kamar mandi terbuka. Nisa keluar dari dalam kamar mandi dengan baju yang sudah berganti dengan baju rumahan.


"Habis dari mana?" Leon mendekati Nisa dengan tatapan menyelidik.


"Dari kamar mandi!" Nisa menunjuk ke arah belakangnya meskipun tidak kembali menoleh ke belakang.


"Ngapain?"


"Cuci muka sama ganti baju!"


"Cuma itu?" Leon terus mencerca Nisa dengan begitu banyak pertanyaan.


"Iya!" Leon pun berjalan melewati Nisa begitu saja dan mendongakkan kepalanya menuju ke arah kamar mandi.


Tidak ada siapapun, Leon kembali menutup kamar mandi saat tidak menemukan apapun di sana.


"Ada apa sih mas?" Nisa jadi ikut penasaran.


"Nggak pa pa!" Leon pun berjalan dan duduk di tepi tempat tidur. Ia sepeti sedang memikirkan sesuatu. Menyadari ada yang aneh dari sang suami, Nisa pun menghampirinya dan ikut duduk di samping Leon.


"Serius nggak pa pa mas?"


Leon pun memiringkan duduknya hingga menghadap Nisa.


"Kamu beneran tidak menyembunyikan sesuatu dariku?"


"Iya, memang Nisa nyembunyiin apa?"


"Tentang tamu bulanan kamu?"


Nisa tersenyum, ia merasa lega sekarang, "Oh itu_, Nisa sudah mengatasinya mas, jangan khawatir!"


"Dia nggak sama kita kan? Di sini?"


Nisa mengerutkan keningnya, dia bingung dengan pertanyaan suaminya tapi ia mencoba untuk menjawab sebisanya, "Ya Iya mas, sama kita! Kan akan lama mas, bisa sampek satu Minggu! Aku suka sakit perut mas kalau dia datang!"


"Dia nyakitin kamu?" kali ini wajah Leon tampak begitu khawatir.


"Iya! Tapi nggak pa pa, itu sudah biasa, pokoknya buat minum yang anget-anget juga udah ilang sakitnya!"


"Bagaimana dia menyakitimu setiap bulan dan kamu masih mau nerima dia! Aku nggak suka ya ada yang nyakitin kamu!"


Nisa bingung dengan tanggapan suaminya, ia sendiri juga bingun cara menghilangkan rasa sakitnya. Tapi menurutnya nyeri perut saat haid sudah biasa bagi perempuan.


"Jangan khawatir, ini sudah biasa ! Semua wanita juga mengalaminya!"


Wanita bodoh mana yang mau di di sakit setiap bulan , Leon begitu kesal mendengarkan ucapan Nisa yang seolah-olah tidak mempermasalahkan masalahnya.


"Aku nggak suka ya ada yang sakiti kamu, apa kata papa sama Mama kamu kalau tau putrinya di sakiti dan aku hanya diam saja!"


Nisa sepertinya mulai merasakan ada yang aneh dengan ucapan suaminya, ia mengerutkan keningnya dan mengedipkan matanya berkali-kali.


"Mas Leon ngomongin apa sih?"

__ADS_1


"Ya tamu bulanan kamu, mana orangnya?"


"Orang?" Nisa mulai mencerna ucapan suaminya, "Kok orang sih mas?"


"Lalu apa dong kalau orang, kucing, burung, kuda?"


"Ya Allah mas, jadi ceritanya sedari tadi mas Leon nggak faham sama tamu bulanan?"


"Apa sih maksudnya?" Leon masih bingung dengan ucapan Nisa. Ia merasa tidak ada yang salah dengan ucapannya.


"Mas, jadi tamu bulanan itu sebenarnya, menstruasi mas, mas tahu kan keluar darah pada wanita yang di sebut menstruasi atau haid atau juga bisa di sebut M?"


Seketika Leon terdiam, ia hanya bisa memainkan lidahnya di dalam mulut seperti menyesali semua yang terlanjur keluar dari mulutnya, dia sampai memundurkan tubuhnya dua langkah dan mendaratkan bokongnya di sandaran tangan pada sofa kecil yang ada di kamar itu.


"Mas Leon tidak pa pa kan?"


Leon memegangi kepalanya, tiba-tiba kepalanya jadi terasa pusing di buatnya.


Dokter Reza sengaja ya, aku benar-benar, kenapa bodoh sekali ....


"Mas Leon tidak pa pa kan? Aku ambilkan minum ya mas!" Nisa pun meninggalkan Leon dan mengambil segelas air.


"Minumlah mas!" Leon pun dengan cepat mengambil gelas itu dan meneguknya.


"Sekarang sudah tidak pa pa kan?"


"Tidak pa pa, memang aku kenapa!" Leon pun segera berdiri dan meletakan gelas itu ke meja yang ada di depan sofa, "Aku mau tidur capek!"


Leon pun segera meninggalkan Nisa dan naik ke atas tempat tidur, menutup semua tubuhnya dengan selimut.


Nisa hanya bisa tertawa tanpa mengeluarkan suaranya.


Srekkkkk


Tiba-tiba selimut Leon kembali di buka membuat Nisa segera menghentikan tawanya.


"Jangan ketawa!"


Nisa pun dengan cepat menggelengkan kepalanya, "Enggak, Nisa nggak ketawa!"


"Awas ya kalau ketawa!" Leon kembali menutup tubuhnya dengan selimut.


"Baiklah, Nisa ke kamar mandi dulu ya mas!" Nisa pun segera masuk ke kamar mandi dan melanjutkan tertawanya, menahan tawa aterlalu.lama membuat perutnya semakin kram saja.


Setelah memastikan Nisa masuk ke kamar mandi, Leon pun kembali membuka selimutnya, ia segera duduk dan nungging memukul-mukul tempat tidur.


"Bodoh, bodoh, bodoh! Kenapa bisa sebodoh ini sih leon_ , leon_, bisa-bisanya cemburu sama menstruasi!"


Ceklek


"Mas Leon kenapa?" Nisa terbengong di depan kamar mandi melihat tingkah Leon.


Leon yang baru sadar jika Nisa sudah kembali, Leon pun kembali duduk.


"Tidak, tadi hanya olah raga sebentar! Sudah jangan bicara terus, tidurlah!"


Leon segera mematikan lampu kamarnya dan menggantinya dengan lampu tidur dan kembali dalam posisi tidur.

__ADS_1


"Kok di matiin sih mas?" protes Nisa.


"Sudah malam, cepat tidur atau aku akan menguasai tempat tidurmu!"


"Apaan!" protes Nisa, tapi tetap dengan tersenyum. Ia baru tahu jika pria yang baru saja menikahinya punya sisi yang seperti ini, sisi yang sangat manja.


Nisa terus tersenyum dan perlahan naik ke atas tempat tidur, ia menggeser tubuhnya perlahan agar lebih dekat dengan sang suami.


"Mas, sudah tidur ya?" Nisa menepuk perlahan punggung suaminya.


"Iya!"


Nisa lagi-lagi tersenyum, "Tidur kok jawab sih?"


"Nggak sengaja!"


"Boleh Nisa peluk nggak?"


Mendengarkan ucapan Nisa, Leon yang memang belum tidur membual. lebar matanya. jantungnya langsung berdetak kencang mendengarnya. Belum sampai Leon menjawabnya lengan Nisa sudah mendarat di pinggangnya.


Leon tersenyum dengan perlakuan Nisa, ia pun perlahan membalik tubuhnya hingga menghadap Nisa dan menarik tubuh Nisa ke dalam pelukannya, membiarkan lengannya sebagai bantal untuk Nisa.


Nisa sampai terpaku di buatnya, ia bisa mendengar detak jantung suaminya sekarang.


"Mas, jantungnya kenceng banget?"


Leon kembali membuka matanya, "Bisa diam nggak?"


"Maaf!"


"Tidurlah!" Leon kembali mengusap kepala Nisa, ia begitu terkejut saat mendapati sesuatu yang berbeda dengan kepala Nisa. Leon sampai memundurkan tubuhnya membuat Nisa ikut terkejut. Nisa pun segera bangun dan kembali menyalakan lampu.


"Ada apa sih mas?"


"Itu!?" Leon menunjuk kepala Nisa.


Nisa memegangi kepalanya dan tersenyum, "Oh ini, Nisa nggak nyaman kalau tidur pakek hijab mas!"


"Maaf, aku tadi hanya terkejut!"


"Nggak pa pa mas!"


"Tidur lagi!" Leon gantian yang mematikan lampu dan mereka pun kembali tidur dengan posisi yang sama.


Sepanjang malam Leon sibuk menciumi aroma sampo Nisa yang keluar dari rambutnya, wangi.


...Pasangan paling bahagia di dunia ini adalah pasangan yang tidak pernah memiliki sifat yang sama. Mereka hanya saling memahami dengan baik tentang perbedaan yang mereka miliki. Saling melengkapi kekurangan dan kelebihan mereka, saling menguatkan jika ada yang sedang lemah, melemahkan hatinya saat salah satu sedang berkeras hati....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy reading 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2