
Pagi ini setelah menjalani berbagai pemeriksaan akhirnya Aisyah dan baby Kia di nyatakan sehat dan di perbolehkan untuk pulang.
Alex sudah merapikan semua barang bawaan Aisyah dan Kia.
"Sudah ya mas?" tanya Aisyah yang memangku Kia di atas tempat tidurnya saat melihat suaminya itu meregangkan ototnya.
"Sudah sayang ...., kita tinggal menunggu Leon menjemput saja!" ucap Alex sambil meletakkan sebuah tas besar di atas meja.
"Hp Ay ...?" tanya Aisyah saat mengingat ponselnya terakhir kali ia cas.
"Oh iya ...., bentar aku ambil!" ucap Alex sambil mendekat ke stok kontak yang ada di samping sofa kecil itu.
Saat ia hendak melepaskan ponselnya dari charger, Alex melihat ada banyak sekali panggilan tak terjawab di layar ponsel Aisyah. Ada nama Dini di sana.
"Ada banyak panggilan tak terjawab dari Dini!" ucap Alex sambil menunjukkan ponselnya pada Aisyah.
"Benarkah ....? Ahhh kak Dini pasti sangat mencemaskan aku karena aku lupa kasih tahu kalau Kia udah lahir!"
Terakhir kali ia menghubungi Dini saat akan melahirkan, itu pun yang menghubungi ibunya dan ia lupa mengabari kalau ia sudah melahirkan dengan selamat.
Alex pun mendekati Aisyah dan meletakkan ponselnya di samping Aisyah.
"Siniin Kia nya biar aku pangku, kamu hubungi Dini!" ucap Alex sambil menggambil alih Kia dari Aisyah.
Setelah baby Kia berada di pangkuan Alex, Aisyah pun segera mengambil ponselnya dan melakukan panggilan pada Dini sepupunya.
Baru saja sekali panggilan langsung terhubung.
"Assalamualaikum kak Dini!"
"Waalaikum salam Ay, kemana saja sih lama banget angkatnya? Gimana lahirannya? Lancar kan? Cesar atau normal? Bayinya cewek apa cowok.? Namanya siapa?"
"Kak Dini ...., jangan gitu ah nanyanya ...., satu-satu biar Aisyah nggak bingung jawabnya!"
"Baiklah, yang pertama aja dulu di jawab!"
"Alhamdulillah lahiran Aisyah lancar!"
"Trus?"
"Lahiran normal kak!"
"Trus?"
"Baby nya cewek!"
"Trus?"
"Namanya Kia, Kiandra Alexandra!"
"Trus ...?"
"Udah kak ...., jangan terus melulu ntar mentok! Kapan kak Dini mau main ke sini jenguk baby Kia?"
__ADS_1
"Nih kami sedang packing baju, mama, papa sama suamiku juga ikut!"
"Benarkah .....?! Aisyah seneng, jadi nggak sabat pengen tahu suaminya kak Dini seperti apa?!"
"Kamu sudah pernah ketemu, jadi jangan kaget!"
"Benarkah ....? Siapa? Tapi wajahnya familiar sih ...., lupa-lupa ingat gitu!"
"Di jadiin surprise aja deh, ya udah besok kami sampai pagi-pagi, nanti kalau aku sampai di Surabaya, serlok aja nggak usah jemput!"
"Kenapa kak, kan enak kalau di jemput, soalnya ibu juga pasti masih nungguin Aisyah di rumah mas Alex, trus Nino lagi belajar di pesantren!"
"Nggak usah jemput nanti malah merepotkan!"
"Nggak kak, ada mas Leon dana mas Alex juga!"
"Baiklah, besok kalau udah sampai aku kabari lagi! Sampai jumpa besok!"
"Assalamualaikum kak!"
"Waalaikum salam!"
Aisyah pun mematikan sambungan telponnya, Alex sudah sangat penasaran apa yang di bicarakan istrinya.
"Besok, om, tante, kak Dini dan suaminya bakal ke Surabaya mas, aku bilang kalau mas akan jemput, bisa kan mas?"
"Bisa lah sayang ...!"
"Sayang tunggu di sini sebentar ya, aku urus atministrasi nya dulu!"
"Iya mas!"
Setelah mengurus semua atministrasi nya, Alex pun kembali ke mobil dan mobil yang di kendarai Leon pun melaju meninggalkan rumah sakit.
Kedatangan mereka langsung di sambut oleh keluarga dekat, selain nenek Widya dan bu Santi ternyata sudah ada Kyai Hamid dan juga bu Nyai Sarah.
Aisyah pun segera membawa baby Kia ke dalam kamar di temani bu Nyai Sarah dan juga bu Santi sedangkan Alex menemani Kyai Hamid bersama nenek Widya.
"Dia lucu sekali ....!" ucap bu Nyai Sarah sambil menggendong baby Kia. Sedangkan Aisyah sudah di minta duduk bersender di tempat tidur dengan kaki yang di selonjorkan, biasa kalau adat jawa, wanita yang baru melahirkan tidak boleh sembarangan duduk, mereka harus dalam posisi tegak duduknya, kakinya juga tidak boleh menggantung, biasanya di bagian bawah kakinya akan di tambah dengan bangku kecil untuk menyanggah kaki saat turun.
Bu Santi juga sudah memakaikan stagen pada perut Aisyah.
"Iya umi, Bianka di mana?" tanya Aisyah saat menyadari jika bu Nyai dan pak Kyai hanya datang berdua.
"Oh iya ...., umi hampir lupa, Bianka dan Fahmi lagi ada acara di luar kota, mereka akan ke sini kalau sudah pulang dari luar kota!" ucap bu Nyai Sarah sambil menidurkan baby Kia.
"Ohhhh ...., semakin sibuk saja Bianka ya Umi!"
"Alhamdulillah, percetakan yang di kelola Bianka dan Fahmi sekarang berkembang pesat!"
"Amiiin, saya ikut senang umi!"
"Siapa nama baby nya?" tanya Bu Nyai Sarah.
__ADS_1
"Kia umi, Kiandra Alexandra!"
"Nama yang bagus, semoga kelak menjadi anak yang Sholehah dan sesuai dengan namanya!"
Setelah cukup lama berbincang, menanyakan kabar masing-masing, bu Nyai Sarah juga tidak lupa memberikan kado untuk baby Kia, Pak Kyai dan bu Nyai pun berpamitan untuk pulang.
Alex yang mengantar tamunya hingga ke depan pun segera menghampiri Aisyah ke dalam kamarnya. Masih ada bu Santi di sana.
"Bu ...., istirahat biar Alex yang gantian jagain baby Kia!" ucap Alex pada ibu mertuanya.
"Ya sudah, ibu keluar dulu ya, nanti kalau butuh sesuatu panggil ibu saja!"
"Iya bu, terimakasih!"
Setelah bu Santi pergi dari kamar mereka, Alex pun segera menghampiri baby Kia.
"Sayang ...., kamu imut banget sih ...!" ucap Alex sambil menyadarkan tangan dan dagunya di pinggiran ranjang bayi itu.
"Mas ...., jangan ganggu Kia, dia baru saja tidur mas ...!" ucap Aisyah sambil duduk di tempat tidurnya.
"Nggak pa pa sayang ...., biar saja bangun Ay, aku pengen ngobrol sama dia!" ucap Alex dengan jari telunjuknya yang masih sibuk bermain di pipi baby Kia.
"Kasihan mas ....!"
Alex pun akhirnya menuruti Aisyah, ia pun berjalan mendekati Aisyah dan duduk di depannya kemudian memegang tangan Aisyah.
"Ada apa mas?" tanya Aisyah.
"Tidak ..., hanya saja aku ingin menghabiskan waktuku sebanyak-banyaknya hingga kamu bilang bosan!" ucap Alex sambil mengecup tangan Aisyah.
"Nggak akan mas, rasanya aku nggak akan pernah bosan berada di samping kamu!"
"Maafkan aku ya!"
"Kenapa mas Alex minta maaf?"
"Takut saja jika aku akan menyimpan luka yang besar untukmu dan baby Kia! Kelak jika aku berbuat salah marahi aku semarah-marahnya tapi jangan pernah membenciku!"
"Kenapa mas Alex bicaranya gini sih? Aisyah jadi takut mas ...!"
"Jangan takut, cintaku selalu bersamamu sayang ...!"
Alex pun segera memeluk Aisyah dengan begitu Aisyah dengan begitu eratnya, hatinya begitu cemas.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1