Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (94)


__ADS_3

Pagi ini, sebelum berangkat ke toko Raka terlebih dulu memanggil Bilal dan dua orang lainnya yang biasa membantu di pesantren untuk membantunya menggeser lemari yang menutupi pintu. Tidak lupa ia juga meminta mereka untuk memindahkan meja kerjanya, ia mau ruangan itu benar-benar di rubah menjadi ruangan bayi yang menyenangkan untuk Shahia.


Ia sudah meminta Ridwan untuk menjemputnya setelah dhuhur sekalian, karena ia juga sedang menunggu beberapa perabot yang ia pesan untuk Shahia, berupa pernak-pernik kamar anak lengkap dengan taman bermain kecil seperti perosotan dan lain-lain, di bantu pendekar kamar anak, Bilal dapat menyelesaikannya dengan cepat.


Beruntung mbak Rumi juga datang, ia membantu Asna untuk menyiapkan minum dan makanan untuk para tukang.


"Mas Raka sudah ingat semuanya ya mbak?" mbak Rumi yang heran dengan perubahan Raka jadi penasaran.


"Belum mbak, hanya saja ia sedang memerankan fungsinya sebagai kepala rumah tanggal, papanya Shahia!"


"Jadi sudah tahu kalau Shahia itu putrinya?"


"Ya begitulah, kayaknya sudah tahu sih mbak, tapi mungkin masih sedikit bingung aja!" Asna mengupas semangka sambil menatap ke arah suaminya yang sedang sibuk memberi arahan para tukang sambil menggendong Shahia yang semakin lengket saja sama papanya.


"Syukurlah mbak, akhirnya mas Raka ada kemajuan! Mbak Asna udah nggak ke toko sekarang?"


"Nggak tahu mbak, lagi pengen di rumah aja sih untuk saat ini!" Asna sudah menyelesaikan pekerjannya, tinggal memotong-motong saja, "Sudah mbak, mana nampannya?"


"Ini mbak!"


Mbak Rumi pun segera mengambil nampan untuk wadah semangka yang sudah di potong,


"Biar aku bawa ke depan dulu ya mbak!" Asna meminta ijin setelah selesai memotong semangkanya.


"Iya mbak!"


Asna berjalan mendekati suaminya, ikut melihat apa yang di kerjakan oleh orang-orang itu,


"Mas semangkanya!"


Setelah mendapat kode dari sang istri, Raka pun segera menawarkan semangka itu untuk para pekerja,


"Shahia biar sama aku aja mas!" Asna meminta Shahia saat melihat suaminya sedikit kerepotan, apalagi kakinya belum benar-benar sembuh.


"Shahia sama mama dulu ya!" Raka merayu putrinya agar mau sama mamanya. Dan dengan bujukan akhirnya Shahia mau juga.


Ting tong ting tong


Tepat saat Shahia sudah berpindah ke gendongan Asna, bel rumah berbunyi.


"Biar Asna aja mas yang buka!"


Asna pun langsung menuju ke pintu depan untuk melihat siapa yang datang.


"Assalamualaikum, Asna!" pria dengan kaca mata itu sudah berdiri di depan rumahnya.


"Waalaikum salam, Zaki!"

__ADS_1


"Maaf ya menggangu, tadi aku ke toko soalnya kamu nggak ada!"


"Iya, hari ini aku dan mas Raka kayaknya nggak ke toko soalnya di rumah lagi repot!"


"Mas Raka juga di rumah?" Zaki terlihat memelongokkan kepalanya untuk menjangkau yang ada di dalam rumah.


"Iya, mari masuk!"


"Nggak usah di sini aja, lagian juga nggak lama!"


"Apa mau aku panggilin mas Raka?"


"Jangan, nanti malah ganggu! Sebenarnya ada perlu sedikit sama kamu sih!"


"Baiklah silahkan duduk!" Asna pun meminta Zaki untuk duduk di kursi yang ada di depan rumah.


"Shahia sudah besar ya sekarang, tambah cantik!"


"Oya om!" Asna menirukan suara anak kecil untuk mewakili Shahia, "Salim sama om nya!"


Shahia yang sudah mulai bisa menirukan apa yang di lakukan orang tuanya pun mengulurkan tangannya pada Zaki.


"Ya Allah pinter banget anak kamu!"


"Terimakasih om!"


"Oh iya ada apa zak?"


"Ini sebenarnya aku mau ngantar undangan, ada acara reoni di kampus Minggu depan, kamu datang ya?"


Asna menerima undangan yang di berikan oleh Zaki, "Gimana ya zak?!"


Asna sebenarnya masih ragu jika teman-teman nya sudah melupakan tragedi yang menimpa dirinya, rasanya untuk bertemu dengan teman-temannya masih begitu berat.


"Ayolah Na, teman-temannya sangat mengharapkan kamu datang!" walaupun Zaki kakak tingkat Asna, tapi pria itu yang selalu mengkoordinir acara reoni untuk lima tingkat dan salah satunya tingkatan Asna dan Nisa.


"Nisa juga datang?"


"Nah kebetulan banget, aku nggak enak mau ke rumah Nisa soalnya banyak banget penjagaan, aku titip sama kamu ya sekalian?!"


Belum sempat Asna menjawab dari belakang muncul Raka,


"Ada siapa dek?"


Melihat kedatangan Raka, Asna pun langsung berdiri,


"Ini mas, ada Zaki!"

__ADS_1


"Ohhh!"


Raka pun langsung ikut bergabung dan duduk di tempat yang di duduki Asna tadi,


"Ada urusan apa? Kalau soal pekerjaan bisa kita bicarakan di toko kan?"


"Bukan mas_, tapi ini_!" Zaki cukup gugup menghadapi Raka.


"Ini mas, Zaki cuma mau nganter undangan reoni!" Asna pun segera menunjukkan dua undangan yang ada di tangannya.


"Oh, tapi sudah selesai kan urusannya?"


"Sudah mas, ya sudah kalau begitu saya permisi! Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Zaki pun segera berlalu dari rumah mereka, setelah mobil Zaki tidak terlihat lagi Asna pun segera melayangkan tatapan protes pada sang suami,


"Kenapa menatapku seperti itu?"


"Mas Raka yang kenapa? Kenapa kalau sama Zaki bawaannya jutek banget?"


"Ya tidak pa pa, aku tuh tidak begitu suka sama dia!"


"Tidak sukanya kenapa?"


"Dia itu kayak curi-curi kesempatan sama kamu!"


"Jadi mas Raka ceritanya cemburu?"


Mendengar pertanyaan Asna, Raka hanya bisa terdiam. Ia tidak tahu ini namanya apa tapi ia tidak begitu suka saat ada laki-laki yang mendekati Asna apalagi ia tahu bagaimana Zaki dulu pada Asna.


"Mas, sudah selesai!" beruntung teriakan tukang dari dalam menyelamatkannya dari pertanyaan Asna.


"Aku di panggil!" Raka pun segera berdiri dan meninggalkan Asna yang masih kesal.


Walaupun masih sangat kesal tapi Asna tidak mau pertengkaran kecil mereka di lihat oleh para tamu yang ada di rumahnya, sebelum masuk kembali ke dalam rumah Asna pun kembali memasang senyum.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @ tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2