Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Kedatangan Dini


__ADS_3

Hari ini Dini sudah menghubungi Aisyah bahwa mereka akan datang, mereka datang lebih cepat supaya pas acara sepasaran mereka bisa ikut hadir dalam acara itu, karena rencananya pas separasan sekalian sama acara aqiqah.


"Mas ...., bisa jemput kak Dini, om sama tante kan?" tanya Aisya pada suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandinya dengan rambut basahnya.


Alex menghentikan kegiatannya mengeringkan rambut, handuk itu menggantung begitu saja di lehernya.


"Astagfirullah sayang ...., aku lupa, hari ini mas ada meeting penting!"


"Trus gimana dong?"


"Gini aja deh, nanti biar Leon saja yang jemput nggak pa pa ya, nanti mas usahain pulang cepet!"


"Iya deh nggak pa pa mas, nanti biar Aisyah bilang sama kak Dini!"


"Makasih ya sayang!"


"Ya udah kalau gitu Aisyah ambilkan bajunya ya!"


"Nggak usah sayang, kamu duduk saja, biar aku ambil sendiri, kasihan baby Kia kalau kamu tinggal-tinggal!"


"Aku tinggal cuma sebentar mas, cuma ke lemari saja!"


"Nggak pa pa, biar mas sendiri yang ambil!"


Akhirnya Aisyah menyerah, suaminya semakin protektif saja, Aisyah tidak boleh melakukan hal lain selain menjaga baby Kia. Bahkan makan pun Aisyah tidak boleh mengambil sendiri ke dapur, Alex sudah meminta pelayan untuk menyiapkan semua keperluan Aisyah dan baby Kia.


Bu Santi pun juga masih tinggal di sana, ia membantu Aisyah mengurus baby Kia karena Aisyah masih belum terlalu bisa, untuk urusan memandikan baby Kia di serahkan kepada bu Santi, Aisyah masih merasa takut untuk memandikannya sendiri.


Setelah siap-siap, Alex pun segera berangkat. Ia jadi punya kebiasaan baru sebelum meninggalkan baby Kia, ia akan meninggalkan kecupan di seluruh wajah baby Kia.


"Mas berangkat dulu ya, assalamualaikum!" ucap Alex sambil mengecup kening Aisyah.


"Iya mas ...., waalaikum salam, hati-hati!"


Alex pun segera meninggalkan kamar dan mencari keberadaan Leon. Ternyata Leon sudah siap di samping mobil.


"Kamu hari ini tidak usah ikut, saya punya tugas buat kamu!"


"Apa tuan?"


"Jemput sepupu istri saya dan keluarganya di bandara!"


"Baik tuan!"


Alex pun segera masuk ke dalam mobilnya, ia duduk di balik kemudi. Tidka berapa lama mobil pun melaju meninggalkan rumah besar itu.


Seperti apa yang di perintahkan oleh tuannya, Leon pun segera menuju ke bandara. Aisyah sudah memberikan informasi tentang orang-orang yang harus Leon jemput di bandara.


Belum sampai dhuhur, Leon sudah sampai di bandara. Pesawat yang dari jakarta setengah jam lagi akan take off.


Leon tidak mau membuat tamu atasannya sampai menunggunya. Akhirnya setelah pesawat take off, orang-orang yang seperti di tunjukkan oleh Aisyah akhirnya muncul juga dari tempat pengambilan barang.

__ADS_1


"Selamat siang, tuan nyonya, apa ini keluarga nona Dini?" tanya Leon saat melihat empat orang yang saling berpasangan dengan generasi yang berbeda.


"Iya saya Dini, kamu siapa?"


"Maaf saya di minta nona Aisyah dan tuan Alex untuk menjemput kalian!"


Leon melihat pria yang berada di samping Dini, ia merasa tidak asing dengan wajah itu.


Ajun yang sudah mengenal pria yang berada di depannya itu hanya terlihat cuek, semua pasti akan seperti ini.


"Silahkan, mobilnya sudah berada di sana!" ucap Leon sambil menunjuk ke mobil berwarna hitam yang long itu, mobil mewah itu terlihat menonjol terparkir di sana.


"Terimakasih!"


Mama Dini pun menarik bahu putrinya itu dan mendekatkan bibirnya di daun telinga Dini.


"Din ...., emang suami Aisyah sekaya apa sih?" bisik mama nya Dini.


"Ma ...., kayanya sebelas dua belas sama pak Rendi, tau kan atasannya Ajun?" bisik Dini balik pada mamanya.


"Yang benar aja ...., nggak nyangka mama!"


"Udah ma nggak usah di bayangin ...!" ucap Dini sambil menarik tangan mamanya menyusul papa dan suaminya serta Leon yang sudah berjalan di depan mereka.


Leon pun meminta seseorang untuk memasukkan semua barang bawaan mereka ke dalam mobil.


"Silahkan!" ucap Leon sambil membukakan pintu mobil untuk semua tamunya.


"Saya di depan saja!" ucap Ajun yang melihat Leon tidak membawa sopir bersamanya, Ajun tahu jika Leon bukan sopir.


Leon pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan bandara, awalnya mereka berdua hanya saling diam, berbeda dengan yang ada di kursi belakang, suara Dini memenuhi mobil itu.


"Apa saya mengenal anda?" tanya Leon kemudian setelah sekian lama terdiam.


"Menurutmu?" Ajun malah bertanya balik.


"Sepertinya wajah anda tidak asing!"


"Saya tangan kanan pak Rendi!" ucap Ajun berhasil membuat Leon menoleh padanya sebentar dan kembali fokus dengan jalanan.


"Pantas rasanya tidak asing!" ucap Leon kemudian dan suasana kembali hening.


Setelah setengah jam akhirnya mereka sampai juga di rumah besar milik nenek Widya.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh nenek Widya dan juga bu Santi.


"Mbak ...., mas ...., bagaimana kabarnya?" sapa bu Santi. papa Dini adalah kakak kandung bu Santi.


"Kami baik, bagaimana denganmu? Katanya Nino sudah sembuh mana dia?" tanya mamanya Dini.


"Iya mbak, Nino sudah sembuh, dia sekarang suka belajar di pesantren!Dia hanya pulang satu minggu sekali!"

__ADS_1


"Syukurlah ...!"


Percakapan mereka berlanjut di kamar Aisyah untuk melihat Aisyah dan bayinya. Dini begitu senang melihat baby Kia.


"Pengen deh cepet-cepet punya yang kayak gini!" ucap Dini sambil menyenggol bahu Ajun, tapi si Ajun tetaplah Ajun, menanggapi saja tidak berbeda sekali saat mereka hanya berdua.


Aisyah hanya tersenyum saat melihat wajah kesal Dini, ia jadi teringat awal-awal dirinya dan suaminya menikah, bukan hanya cuek tapi Alex membencinya.


Brrrttttt brrrttttt brrrrtttttt


Tiba-tiba ponsel Ajun berdering, ia segera merogoh ponselnya.


"Aku terima telpon dulu ya!" ucap Ajun dam Dini pun mengangguk.


Ajun pun segera keluar dari rumah, ia memilih menerima telpon di depan rumah agar tidak menggangu penghuni rumah. Cukup lama Ajun bicara dalam telpon hingga hampir sepuluh menit.


"Hallo ....!"


"......!"


"Iya benar! Ada apa?"


"......!"


"Saya akan menunggu konfirmasi dari pak Rendi!"


".......!"


"Benarkah? Apa yang bisa saya lakukan?"


".......!"


"Baiklah saya akan menemui anda besok, kebetulan saya sedang di Surabaya!"


".....!"


"Sampai jumpa besok!"


Ajun pun mengakhiri panggilan telponnya, saat hendak menyakukan kembali ponsel ke dalam jaketnya tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depannya.


Ajun melihat siapa yang turun dari mobil yang berhenti itu, dan ternyata Alex, Alex terlihat begitu terkejut saat melihat Ajun di depan rumah nya.


"Kamu ....!?"


Bersambung


...Ehhh lupa belum aku ingatkan ya, besok sudah launching ya bang Divtanya, tapi saran aku di favorit in dulu aja, bacanya kalau udah banyak babnya ya, biar nggak nanggung bacanya, saran aja sih😁😁😁...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2