Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Nisa & Leon 14)


__ADS_3

...Aku bahkan lupa caranya menangis karena kau yang tidak hentinya membuatku tersenyum, sepertinya kamu sengaja dan aku menyukainya...


...🌺Selamat membaca🌺...


Nisa yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya segera menghampiri sang suami yang sudah kembali ke kamar untuk memanggilnya sarapan.


Tok tok tok


Jari lentik Nisa mengetuk daun pintu kamarnya, ia sepertinya juga sudah terbiasa jika kamarnya sudah bukan lagi miliknya pribadi.


"Mas, Nisa masuk ya!"


"Masuklah!" setelah mendapat sahutan dari dalam, barulah Nisa masuk ke dalam kamar. Ia cukup terkejut karena suaminya sudah berpakaian rapi saat ini.


Nisa pun berjalan mendekati sang suami,


"Mas Leon mau ke mana? kok sudah rapi banget!" suaminya itu sudah memakai kemeja rapi lengkap dengan dasi dan jas.


Leon yang berdiri di depan cermin pun segera menoleh pada istrinya, tangannya terlihat sibuk untuk membetulkan dasinya.


"Aku kerja dulu ya, sebenarnya kemarin ada beberapa meeting yang harus tertunda!"


Entah kenapa Nisa tiba-tiba merasa kecewa, wajahnya berubah suram tapi dengan cepat ia mengendalikannya.


"Aku pikir masih ada cuti!" ucapnya dengan nada yang tidak terlalu bersemangat.


Leon pun menghentikan kegiatannya dan menatap sang istri,


"Cuti?" ia bahkan tidak pernah memikirkan hal itu, selama bekerja ia tidak pernah cuti seandainya saja di hari pernikahannya kemarin bukan akhir pekan mungkin dia masih menyempatkan diri untuk bekerja.


"Iya!" Nisa terlihat lebih bersemangat sekarang, "Aku ambil cuti satu Minggu, jadi masih ada waktu tiga hari lagi sih untuk di rumah, aku pikir akan menyenangkan jika mas Leon juga di rumah. Tapi itu hanya saran saja sih!"


"Harus ya?" Leon malah balik bertanya, sebelumnya ia tidak pernah memikirkan tentang hidupnya. Ia tidak tahu bagaimana cara menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri.


"Nggak juga! Ya sudah lah mas, semua sudah menunggu di bawah untuk sarapan!"


"Baiklah tunggu sebentar ya, aku siapkan berkas dulu!"


Mas Leon bawa berkas juga ke sini? Serius banget hidupnya.


Nisa hanya tersenyum dan menunggui sebentar hingga suaminya memasukkan beberapa berkas ke dal.tas tangan berwarna hitam.

__ADS_1


"Ayo!"


Mereka pun keluar dari kamar dan menyusuri tangga, Nisa berjalan di belakang Leon membuat Leon kembali menghentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti mas?"


"Aku menikah denganmu bukan untuk membiarkanmu berjalan di belakangku!"


"Hah?"


Srekkkk


Leon menarik tangan Nisa dan mensejajarkan langkahnya, kini mereka berjalan beriringan.


Nisa tersenyum di buatnya, walaupun sempat kesal karena suaminya tetap bekerja setelah menikah, tapi di beberapa kesempatan, suaminya itu selalu berhasil membuat hatinya melambung tinggi.


"Selamat pagi!" sapa Leon membuat semua anggota keluarga menoleh padanya.


"Selamat pagi, duduklah!" mama Nisa segera mempersilahkan Leon untuk duduk, Nisa pun ikut duduk di sampingnya.


"Rapi sekali pagi-pagi, mau ke mana?" dokter Reza ternyata sedari tadi sedang memperhatikan Leon.


"Kerja dok!"


Leon pun menoleh pada Nisa, pertanyaan yang mama mertuanya ajukan sama persis seperti pertanyaan Nisa beberapa waktu lalu.


Nisa pun mengerti dengan tatapan bingung sang suami, "Iya mas, mas Leon sebenarnya ada janji sama Klein makanya nggak enak kalau di tunda lagi, kemarin kan sudah ketunda selama dua hari!"


Leon menatap Nisa dengan mengerutkan keningnya, ia tidak pernah mengatakan hal itu pada Nisa. tapi wanita itu malah mengeringkan matanya dan tersenyum.


...🌺🌺🌺...


Kini Nisa sudah mengantar Leon sampai depan rumah.


"Terimakasih ya tadi jawabannya!"


"Sama-sama mas!"


" tapi bukankah itu sama artinya dengan berbohong?" walaupun ia senang Nisa mau membelanya tapi ia tidak suka jika istrinya berbohong demi dirinya.


"Siapa bilang, Nisa nggak bohong mas! Yang namanya meeting itu ketemu Klein mas, masak mas Leon mau meeting sendiri di ruang meeting, kan nggak lucu!"

__ADS_1


Leon tersenyum mendengar jawaban Nisa, ia tidak menyangka jika istrinya akan menjadi teman debat yang baik, Leon pun mengusap kepala Nisa yang kini sudah tertutup hijab panjangnya.


"Terimakasih ya, aku berangkat dulu! Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam, tapi mas ada yang kelupaan!"


Leon yang hampir beranjak kembali menatap istrinya, "Apa?"


"Siniin tangannya!" Nisa mengantungkan tangannya dan meminta tangan Leon. Tanpa pikir panjang Leon pun mengulurkan tangannya dan Nisa langsung meraihnya dan mencium punggung tangannya.


Leon bahkan tercengang, ini untuk kedua kalinya Nisa mencium punggung tangannya, perta setelah ijab Qabul dan sekarang.


Nisa tersenyum melihat wajah bengong sang suami,


"Ada lagi yang kurang mas!"


Perkataan Nisa menyadarkannya dan Leon pun kembali mengerutkan keningnya, "Apa?"


Nisa pun menunjuk ke arah keningnya sendiri. Kali ini Leon tersenyum dan mendekatkan tubuhnya, mencondongkan tubuhnya.


Cup


Sebuah kecupan mendarat di kening Nisa.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam mas Leon!" Nisa melambaikan tangannya dan kali ini Leon benar-benar berangkat kerja.


Leon segera masuk ke dalam mobil dengan bibir yang tidak hentinya tersenyum, rasanya seperti ingin terbang.


Leon bahkan sampai memukul-mukul stirnya beberapa kali untuk menunjukkan betapa senang hatinya saat ini.


Maaf ya hari ini dikit dulu, insyaallah besok dobel deh🙏🙏🙏


...Bila nanti kamu lelah untuk mencintaiku, aku akan membuat cinta ini seperti obat agar kamu tidak akan pernah lagi mengeluh soal cintaku...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2