
Matahari bersinar lebih cerah daripada biasanya tapi wanita berhijab itu malah sibuk di bawah selimutnya tanpa ingin bergerak ke manapun.
Setelah melaksanakan salat subuh dia kembali naik ke atas tempat tidur dan menarik selimutnya kembali, tidak seperti biasanya, ia tidak beranjak dari tempat tidurnya.
Alex yang baru saja selesai berolahraga melihat istrinya masih berada di atas tempat tidur menjadi sangat khawatir ia segera menghampiri istrinya itu.
“Kamu kenapa? Kamu sakit ya?” tanya Alex sambil meletakkan tangannya di atas kepala Aisyah ia benar-benar khawatir berharap tidak terjadi apa-apa pada istrinya.
Tanpa membuka matanya Aisyah menjawab pertanyaan suaminya itu.
“Nggak tahu mas, tapi tubuh Ay lemes banget!” jawab Aisyah dengan suara lemasnya ia benar-benar tidak tahu dengan tubuhnya saat ini tiba-tiba saja tubuhnya terasa lemah dan tidak ingin bergerak sama sekali.
Alex merasakan tubuh Aisyah tidak panas ataupun juga tidak menggigil tapi kenapa Aisyah merasa kedinginan.
"Apa ini gara-gara kita terlalu banyak olah raganya tadi malam ya?" tanya Alex dengan absturnya. Ia berharap itu salah satu penyebabnya saja, kalau iya kan terbukti jika ia benar-benar jantan.
“Sudah ah .... mas, aku mau tidur!” ucap Aisyah karena terus di ganggu suaminya itu sambil menyembunyikan tubuhnya ke dalam
selimut.
Alex kembali menarik dan membuka selimut itu dan menempelkan tangannya di atas kening Aisyah, "Nggak panas!” ucap Alex
“Sudah mas jangan ganggu, aku mau tidur!” ucap Aisyah kesal dia sedang tidak ingin diganggu karena rasanya ingin memejamkan matanya saja dan kembali tidur.
Alex pun menyerah, ia meninggalkan Aisyah untuk mandi tidak lupa Ia juga mengambil sebuah handuk yang akan ia kenakan karena biasanya yang menyiapkan Aisyah tapi kali ini Aisyah tidak mau menyiapkannya mungkin karena keadaan tubuhnya.
Selesai mandi dan memakai kembali pakaian yang lebih rapi untuk berangkat ke kantor Alex kembali menghampiri istrinya.
Istrinya itu masih memejamkan mata di atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya
“Ay …, ayo sarapan, nenek sudah menunggu loh …!” ucap Alex sambil menggoyang-goyang tubuh istrinya itu ia berharap istrinya sarapan dulu sebelum dirinya berangkat ke kantor.
"Mas nggak mau, kamu sarapan sendiri aja!" ucap Aisyah.
"Kenapa, aku nggak mau sarapan ya tanpa kamu!" ancam Alex.
"Tapi aku pusing banget mas …!” Aisyah ia merasakan kepalanya sangat berat dan tidak ingin bangun dari tempat tidur rasanya sangat pusing dan lemas.
"Apa aku panggil dokter ya buat kamu!" ucap Alex membuat Aisyah terbelalak, ia bisa mati gara-gara malu kalau sampek suaminya itu memanggil dokter.
Ingat terakhir kali bertemu dokter, suaminya itu tidak bisa mengerem bicaranya,
Jangan sampek nanti mas Alex bilang kalau aku sakitnya gara-gara kebanyakan olah raga malam sama dia .....
"Nggak usah mas!" tolak Aisyah.
"Kenapa? Aku jadi nggak tenang nih mau ninggalin kamu!" ucap Alex.
"Tinggalin aja mas!"
"Kamu ini ngomong apa sih?!" keluh Alex. Ia tidak suka kata-kata itu, rasanya kurang pas.
"Ahhhh mas Alex ini ya, ngajak aku bicara terus, maksudku bukan gitu mas, mas Alex berangkat saja, aku mau tidur ya, pliiiissssss .....!"
"Baiklah terserah kamu, tapi kalau semakin parah atau apa gitu, cepetan hubungi aku, nanti aku akan suruh pelayan sama nenek buat pantau keadaan kamu, mengerti!"
"Iya ....!"
Alex lagi-lagi mengusap puncak kepala Aisyah dan memastikan jika suhunya normal agar ia tenang untuk meninggalkan istrinya. Memang suhunya normal tapi wajah istrinya itu terlihat pucat.
“Kamu sakit ya?” Tanya Alex lagi ya benar-benar khawatir dengan istrinya itu Alex pun mendekat istrinya berharap bisa memberi kehangatan pada tubuh istrinya
“Nggak pa pa nanti juga sembuh mas! Sudah sana pergi!” ucap Aisyah sambil mendorong tubuh suaminya itu. Aisyah berbicara dalam suara yang parau suaranya seperti tertahan Di dalam tenggorokan rasanya malas untuk bergerak apalagi melakukan sesuatu.
Alex sebenarnya tidak ingin meninggalkan istrinya tapi ada sesuatu hal yang harus dia kerjakan di kantor dan hal itu tidak bisa ditunda lagi.
“beneran nggak pa pa, aku akan berangkat kerja, nanti biar bibi yang bawakan sarapan buat kamu ya, telpon aku jika terjadi sesuatu!” ucapan Alex sambil mengusap kembali kepada istrinya itu dan meninggalkan kecupan di kening nya. Ini sudah untuk yang ke sekian kalinya.
“Iya mas!” jawab Aisyah dengan pasti membuat Alex sedikit tenang untuk bisa meninggalkannya.
Alex meninggalkan kecupan untuk kesekian kalinya kepada aisyah. hari ini ia harus meeting penting, ia
sebenarya sangat khawatir dengan keadaan Aisyah.
Alex pun segera turun dan menghampiri neneknya ia ingin memberitahu neneknya bahwa Aisyah sedang sakit.
"Apa hari ini Nenek sedang sibuk?" tanya Alex
"Ada apa nak?" Nana Widya malah balik bertanya, tidak biasanya cucunya itu bertanya seperti itu pada sang nenek.
"Aisyah sedang sakit Nek!" ucap Alex.
"Sakit apa? Semalam masih baik-baik saja!"
__ADS_1
"Aku tidak tahu nek, tiba-tiba saja tubuhnya demam! Tapi nggak panas!"
"Baiklah! Kamu pergi saja nanti biar nenek yang menjaganya!"
"Makasih ya nek Alex pergi dulu!"
"Iya jangan khawatir!"
Akhirnya Alex pergi bersama dengan Leon. Ia sengaja membawa Leon agar urusannya selesai lebih cepat dan beberapa urusan bisa ia wakilkan pada Leon.
Setelah matahari benar-benar tinggi Aisyah berusaha keras untuk membuka matanya, rasanya sangat berat tapi ia ingin segera bangun.
Ia membuka selimutnya dan hendak beranjak dari tempat tidur tapi saat akan berjalan meninggalkan kan tempat tidur rasanya semuanya berputar.
Aisyah kembali duduk di tempat tidurnya dan memegangi kepalanya.
"Sakit apa sih aku, astagfirullah hal azim ..., apaan sih Aisyah, nggak boleh ngeluh!" gumamnya sambil memijat-mijat kepalanya.
Tok tok tok tok
Suara pintu diketuk membuat Aisyah dengan reflek menoleh ke pintu.
"Boleh nenek masuk?" tanya nenek Widya dari luar.
"Masuklah nek, tidak dikunci!" ucap Aisyah.
Nenek Widya pun masuk ke dalam kamar Aisyah dengan membawa nampan yang dibantu oleh beberapa pelayan. Seorang pelayan mendorong kursi roda nenek Widya.
"Gimana keadaanmu sayang? kata Alex kamu sakit! sakit apa nak?" tanya nenek Widya saat sudah berada di dekat Aisyah.
"Tidak pa pa nek, cuma kepalaku terasa berat saja! mungkin sedikit masuk angin!" ucap Aisyah agar nenek Widya tidak khawatir.
"Ini nenek bawakan wedang jahe buat kamu, biar perutnya lebih hangat!"
"terima kasih nek!" Aisyah segera mengambilnya dan meminumnya, memang perutnya terasa lebih nyaman,
Memang sedari tadi ia merasakan perutnya seperti ingin muntah tapi tidak bisa.
"kamu juga harus makan yang banyak!" ucap nenek Widya sambil mengambilkan satu piring makanan.
Sebenarnya ia ingin sekali makan karena perutnya sangat lapar tapi saat melihat makanan itu rasanya anak nafsu makannya menghilang.
"kenapa? Apa ada masalah dengan makanannya?" tanya nenek Widya saat melihat Aisyah kembali menjauhkan makanan itu.
"Baiklah biar nenek hubungi Alex, nanti kalau pulang yang membawakan martabak manis tapi sekarang makanlah ini dulu!"
"Tidak nek, saya tidak mau!" ucap Aisyah, ia tidak mau memaksakan diri, melihat ya saja rasanya ingin muntah.
"Baiklah kalau begitu minum susu saja ya!"
"Iya nek!"
Nenek Widya segera menghubungi Alex dan memberitahukan jika Aisyah tidak mau sarapan dan memintanya untuk membawakan martabak manis.
Untung selesai meeting nya lebih cepat segera pulang ia mencarikan martabak manis untuk istrinya.
"Lee...., carikan kedai martabak!" perintah Alex pada Leon.
"Baik tuan!"
Akhirnya mereka sampai juga di kedai martabak yang terletak di pinggir jalan.
"Yakin yang ini?" tanya Alex. Ia pikir Leon akan mengajaknya ke sebuah restauran.
"Iya tuan, kedai ini terkenal dengan martabak manisnya yang sangat enak!" ucap Leon.
"Baiklah ...!"
"Biar saya saja tuan yang turun!" ucap Leon.
"Tidak! Kamu tidak tahu saja kalau Aisyah punya mata empat, ia bisa tahu kalau kamu yang membelikannya!"
"Baik tuan!"
Alex pun segera turun sendiri, ia tidak mau sampai Aisyah kecewa karena bukan dirinya yang membelikannya untuk istrinya.
"Mas martabak manisnya dua ya!"
"Iya mas! Mas ditunggu dulu ya!" ucap mas penjual martabak manis.
" ya!"
Sambil menunggu Alex beberapa kali menghubungi istrinya ia berharap istrinya akan meminta hal lain lagi yang bisa dia makan.
__ADS_1
" hallo Assalamualaikum, Ay!"
" waalaikumsalam Mas, gimana Mas martabaknya ada?" tanya Aisyah terdengar begitu bersemangat. Hanya mendengar suaranya saja sudah berhasil membuat Alex tersenyum.
" ini aku lagi di depan penjual martabak nya!"
"Beneran bukan Leon?" tanya Aisyah.
"Bener sayang ....!"
"Baiklah Aisyah percaya, aku minta yang coklat nya banyak sama kacang ya Mas!"
" siap! kamu ingin apa lagi?"
"nggak usah Mas, itu aja!"
" beneran nggak mau yang lainnya?"
" beneran mas ...!"
"Nggak mau aku?"
"Maaaaas ....!"
"Becanda sayang, ya sudah sampai jumpa di rumah ya, assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Tepat saat sambungan telpon itu terputus, penjual martabak itu pun selesai membuatkan martabak untuk Alex
"Berapa mas?"
"50.000 saja!" ucap penjual martabak.
" ini Mas!" Alex pun menyerahkan selembar uang 50.000-an dan mengambil dua kotak martabak itu.
Ia segera kembali masuk ke dalam mobil bersama Leon.
mobil pun melaju meninggalkan Mas penjual martabak. Karena jalanan masih belum terlalu ramai jadi mereka sampai di rumah lebih cepat.
Alex pun segera menghampiri istrinya ternyata istrinya masih di atas tempat tidur.
" Bagaimana Sayang masih panas?" tanya Alex
"Enggak Mas, aku kan memang nggak panas!"
Alex pun segera membukakan karton bungkus martabak itu dan menyerahkannya pada Aisyah.
"Ahhh ini enek banget mas baunya!" ucap Aisyah. Nenek Widya yang kebetulan juga di situ segera berkomentar.
"Padahal dari tadi semua makanan katanya nggak ada yang enak baunya!" ucap nenek Widya.
"Benarkan?" tanya Alex tidak percaya. Ia segera menyuapkan sepotong martabak kepada istrinya itu.
"gimana? enak?" tanya Alex saat Aisyah sudah mengunyahnya.
"Enak banget mas!"
"Kalau gitu besok aku akan memborong semua martabak itu!"
"Nggak gitu mas!"
Aisyah pun mengambil sepotong dan ia suapkan ke mulutnya sendiri tapi ia segera menghentikan kunyahannya.
"Kenapa sayang?" tanya Alex yang heran.
"Kenapa rasanya beda ya?"
"Beda gimana?"
Alex pun mencobanya dan rasanya sama.
"Coba yang ini!" Alex menyuapkan sisa gigitannya pada Aisyah.
"Yang ini enak mas ...!"
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰