
Alex berulang kali menatap Aisyah yang duduk di sampingnya, tangannya sedang fokus
memegang kemudi, sesekali ia melambatkan laju mobilnya saat kendaraan di
depannya melambat.
Aisyah yang merasa di perhatikan pun jadi tidak fokus, berkali-kali ia mengalihkan
tatapannya ke luar agar tidak merasa canggung, sebelumnya ia tidak pernah
berada berdua dalam satu mobil dalam keadaan yang se-canggung ini.
“Kamu suka sama Ajun?”pertanyaan tiba-tiba Alex yang di rasa tidak masuk akal itu
berhasil membuat Aisyah menatapnya. Aisyah mengerutkan keningnya tidak percaya
jika suaminya itu akan menanyakan hal itu.
“Mas ….!!!” Aisyah bingung harus menjawab apa, mana mungkin ia secepat itu suka sama
seseorang sedangkan hatinya masih milik seseorang.
“Lupakan!”
Alex kembali fokus dengan kemudinya, ia sepertinya salah memberi pertanyaan.
Aisyah juga tidak mau memperpanjang masalah, ia pun memilih untuk diam.
“Nanti malam aku tidak pulang, jangan menungguku apalagi mencari ku lagi!”
“Mas …?” kali ini perasaan Aisyah menjadi tidak senyaman tadi, ia merasa ada bahaya
atau sesuatu yang sengaja suaminya itu sembunyikan.
“Sudah ku bilang, jangan ikut campur urusanku! Urus aku jika di rumah saja, tidak di
luar!”
“Nggak mau!” Aisyah dengan tegas menolak keinginan Alex, mengisyaratkan jika ia tidak
setuju dengan keputusan Alex yang ini.
Alex menatap kesal, “Kamu nggak berhak mengurus urusanku di luar! Kamu nggak lupa kan status kita sebenarnya?”
“Sangat ingat! Bahkan begitu ingat hingga aku tidak bisa mengingkarinya, aku adalah
istrimu mas, status kita yang paling sakral mengalahkan perjanjian itu!”
“Jangan keras kepala, diam di rumah dengan Leon!”
“Nggak! Aku bukan istri mas Leon!” kali ini Aisyah begitu keras menolak permintaan
Alex.
Alex mendengus kesal, ia tidak menyangka jika istri kecilnya itu akan sekeras kepala
itu. Alex menatap mobil di depannya sambil menunggu lampu rambu lalu lintas
menyala hijau.
“Mas …! Ais hanya ingin mas Alex berubah menjadi lebih baik mas, tinggalkan dunia
gelap itu. Kita mulai dengan yang baru mas dengan yang lebih baik.
__ADS_1
Tidakkah mas Alex ingin hidup dengan normal dan tidak di bayang-bayangi rasa bersalah karena terus berbuat dosa? Aku ingin keluarga menjadi tempat ternyaman buat mas Alex pulang, jangan terus menghindar mas!
Aku ada di sisi mas Alex bukan cuma karena kebetulan, pasti Allah sudah merencanakan yang terbaik untuk kita dan orang-orang yang menyayangi kita!”
Alex menatap Aisyah, ia tidak menyangka jika istrinya itu akan seberani itu
berbicara padanya. Ingin sekali marah pada Aisyah tapi mulutnya seakan
terkunci. Mungkin hatinya yang paling dalam membenarkan ucapan Aisyah.
Trrrt trrrrt trrrt
Getaran terasa dari dasbor mobil, Alex segera melihat siapa yang memanggil.
“leon!” gumam Alex lirih tapi masih bisa di dengar oleh Aisyah.
Alex pun segera meletakkan aerophonenya ke lubang telinganya.
“Hallo …!”
“Maaf tuan, tapi nyonya besar …!” terdengar suara Leon panik di sana.
“Ada apa dengan nenek?” Alex tidak kalah paniknya.
“Nyonya masuk rumah sakit!”
“Segera siapkan jet pribadi, aku akan datang setengah jam lagi!” ucap Alex lalu memutuskan sambungan telponnya.
“nenek kenapa mas?” tanya Aisyah yang juga mendengarkan percakapan mereka.
“Nenek masuk rumah sakit!”
Alex membunyikan klakson mobilnya ketika lampu hijau sudah menyala, berharap
“Sabar mas …!”
“Diam!”
bentak alex.
Alex segera mempercepat laju kendaraannya ketika sudah terlepas dari kepadatan lalu
lintas.
Aisyah hanya bisa memejamkan mata sambil tersu berdoa, tangannya berpegang erat pada kemeja pria arrogant itu, ia jadi teringat dengan ulah ugal-ugalan sahabatnya Bianka. Semenjak itu ia jadi ingat jika sahabatnya itu tidak menghubunginya lagi.
Lama perjalanan memacu adrenalin, akhirnya mereka sampai juga di lapangan lepas
landas dengan pesawat jet yang sudah siap.
“Silahkan tuan!” ternyata Leon sudah menunggu di tempat itu, meminta Alex dan Aisyah untuk masuk.
Hanya butuh waktu setengah jam mereka sudah sampai di lapangan landas di Surabaya. Di sana mobil sudah siap membawa mereka ke rumah sakit tempat nenek Widya di
rawat.
Mereka sedikit berlari menuju ke ruang inap nenek Widya. Mereka tidak di ijinkan masuk
karena nenek Widya masih dalam penanganan intensif, mereka hanya di ijinkan melihat dari balik kaca.
“Tunggu di sini!” ucap Alex pada Aisyah, aisyah pun hanya mengangguk. Alex meninggalkan
tempat itu, ia harus mencari tahu sesuatu.
__ADS_1
***
Alex sudah berdiri di depan sepuluh pria berbadan tegap dengan pakaian yang sama,
berjas hitam dengan kemeja putih di dalamnya, mereka adalah orang-orang yang
sudah di pilih Alex untuk menjaga nenek Widya.
Braaaakkkk
Alex menggebrak mejanya begitu keras, membuat sepuluh pria berbadan tegap itu kehilangan nyalinya. Leon yang berdiri di belakangnya berusaha meminta Alex untuk tetap tenang.
“Kenapa menjaga nenek ku saja kalian tidak pecus …?”
“Maafkan kami tuan!”
“saya pastikan akan mengubur kalian hidup-hidup jika kalian melakukan kesalahan ini
lagi!”
Leon memberi isyarat pada orang-orang itu untuk meninggalkan ruangan itu sebelum
Alex semakin emosi.
Setelah sepuluh pria tegap itu meninggalkan ruangan itu, Alex menjatuhkan tubuhnya di
kursi kerjanya melipat lengannya di depan meja, dan menyandarkan kepalanya di sana.
Ia begitu kesal karena tidak bisa menjaga neneknya, punggungnya bergetar.
Sepertinya pria arrogant itu sedang menangis, hanya pada Leon lah ia bisa menunjukkan lukanya.
Leon masih tetap diam di tempatnya, ia tahu jika tuannya itu pasti akan mengalami hal seperti ini lagi. Leon sudah menyiapkan obat penenang nya dan juga air putih untuk tuannya.
‘Minumlah tuan!”
Alex pun segera menyambar obat itu dan meminumnya, setelah merasa tenang alex segera menatap Leon.
“Siapa dalang semua ini?”
“Saya rasa tuan Tito, karena sepertinya dia begitu dendam dengan kekalahannya
kemarin!”
“Aku akan menghancurkannya karena telah berani menyentuh nenek ku!”
Leon tidak bisa berkomentar banyak jika tuannya masih dalam keadaan yang kurang baik seperti ini.
“Besok jadwal anda konsultasi, tuan!”
“Bilang padanya, aku sibuk!”
“tapi tuan!”
“Aku akan ke rumah sakit kembali!” ucap Alex tanpa mau menghiraukan ucapan Leon, ia
sudah berjalan lebih dulu meninggalkan Leon.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Happy Reading 🥰🥰🥰
__ADS_1