Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ektra part (Kesampingkan masalalu)


__ADS_3

Kini Leon sudah mengenakan kemeja dan jas seperti biasanya, walaupun bukan makan malam resmi tetap saja Leon memakai pakaian kedinasannya.


Setelah sholat magrib mereka sudah bersiap untuk berangkat, Nisa begitu cantik dengan gaun yang di belikan khusus oleh sang suami. Di tangan Leon kini sudah menggantung empat paper bag, sepertinya Nisa sengaja memisah-misahkan oleh-oleh untuk mereka.


"Ma, mungkin malam ini Nisa sama mas Leon bakal nginep di rumah mas Leon nggak pa pa ya ma?" Nisa ijin sekaligus bertanya pada mamanya, merasa tidak enak saja takut papanya berpikiran macam-macam lagi seperti kemarin.


"Nggak pa pa, kebetulan kan papa lagi ada di rumah nggak pergi dinas jadi mama ada temennya, kalian nikmati saja masa pengantin baru kalian!"


"Terimakasih ma, Nisa sama mas Leon berangkat dulu ya ma!"


Seperti biasa Nisa dan Leon pun menyalami tangan wanita yang telah melahirkan Nisa ke dunia, mereka tidak berpamitan pada papa Nisa karena memang papanya belum pulang tapi Nisa sudah berpamitan dengan mengirim pesan.


"Oh iya, kak Reza juga mau ke rumah katanya, kangen sama mama!"


"Dia memang suka gitu, nggak ingat umur!"


Setelah berpamitan mereka pun menuju ke mobilnya, terlihat mama Nisa masih mengikutinya sampai di depan pintu dan melambaikan tangan saat mobil mereka mulai berjalan.


Hanya butuh waktu sepuluh menit dan mereka sudah sampai di depan rumah Alex dan Aisyah.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh dua malaikat kecil yang ada di rumah itu.


"Assalamualaikum, Kia, Arsy!" sapa Leon dan Nisa.


"Waalaikum salam, om Leon, Tante Nisa!"


"Manis sekali ya kalian!" Nisa tidak mampu menahan tangannya untuk tidak mencubit kedua pipi mereka, mereka benar-benar anak-anak yang lucu.


"Tante Nisa juga cantik!" puji kiandra sedangkan Arsy memang cool, bicara baginya adalah emas, senyumnya yang selalu keluar duluan sebelum ucapannya.


"Kia juga cantik!" Nisa mengusap kepala Kiandra dengan penuh cinta.


"Oh iya Tante punya sesuatu buat kalian!"


Ucapan Nisa berhasil membuat dua malaikat kecil itu berbinar-binar menunggu apa yang menjadi oleh-oleh untuk mereka.


Leon pun mengangkat dua paperbag dengan tulisan nama kiandra dan Arsy.


"Ini untuk kalian!"

__ADS_1


"Terimakasih om!" Arsy dan Kiandra pun segera mengambil bagian dari mereka.


Dari arah pintu, seseorang keluar. Wanita cantik yang memakai dress syar'i yang begitu pas di badannya.


"Ehh kalian sudah datang, om sama Tante di ajak masuk dong sayang!" wanita itu memperingatkan putra dan putri mereka.


Kiandra dan Arsy pun kembali menoleh pada mereka,


"Ayo om, Tante kita masuk, mama sudah menunggu!"


Kiandra dan Arsy pun menarik tangan Nisa, tidak peduli dengan Leon.


"Dasar mereka!" gumam Leon lirih sambil menggelengkan kepalanya tapi bibirnya tetap saja tersenyum dengan sikap menggemaskan kedua malaikat kecil itu.


Leon pun mengikuti Nisa yang sudah di tarik lebih dulu oleh kiandra dan Arsy, hingga mereka sampailah di ruang keluarga, Aisyah dan Alex sudah menunggu mereka di sana.


"Akhirnya datang juga." gumam Alex dengan suara keras yang ia sengaja agar Leon bisa mendengarnya. Dan hal itu hanya mendapatkan senyuman dari Leon dan Nisa.


Leon pun menyerahkan oleh-oleh itu pada Nisa untuk kemudian di serahkan pada Aisyah dan Alex.


"Kalian nggak perlu repot-repot seperti ini, kalian datang aja kami sudah senang!" Aisyah merasa sungkan dengan oleh-oleh yang di bawa Nisa.


"Ahhh kamu baik sekali!" Aisyah berhambur memeluk Nisa, usia mereka tidak jauh berbeda membuat mereka mudah akrab. Usia Nisa satu tahun lebih tua di banding Aisyah. Aisyah menikah di usianya yang masih sembilan belas tahun.


Arsy dan Kiandra begitu senang dengan oleh-oleh yang di bawakan untuk mereka, Arsy mendapatkan mainan sedangkan kiandra mendapatkan sebuah baju yang cantik bertuliskan Bali.


Setelah sholat isya' berjama'ah di rumah itu, mereka pun melanjutkan dengan makan malam. Sebenarnya ini rumah Alex pribadi, sedangkan rumah Oma Widya, Alex tidak berniat untuk menjualnya, mereka hanya akan sesekali datang berkunjung dan menginap di sana. Walaupun begitu beberapa penjaga dan pelayan ia tinggal di sana untuk menjaga rumah itu selama ia tidak di sana dan membersihkan rumah itu, ia memberi wewenang pada Merry untuk menjaganya.


Wanita malang itu memilih untuk tetap melajang di sisa umurnya yang sudah tidak muda lagi.


"Kalian tinggal di rumah sendiri atau di rumah orang tua?" Aisyah terlihat mulai membuka percakapan.


Nisa menoleh pada sang suami dan Leon hanya tersenyum itu tandanya pria itu memberi wewenang sepenuhnya sang istri untuk menjawab pertanyaan dari Aisyah.


"Sementara ini masih bolak balik sih mbak, kadang di rumah mas Leon kadang di rumah papa!"


"Kenapa tidak di rumah Leon, itu kan rumah kalian pribadi sudahan?" Alex ikut nimbrung, lebih tepatnya ingin tahu alasannya. jika di lihat jarak rumah Leon dengan jarang rumah mertuanya jika ke kantor jelas lebih dekat dari rumah Leon karena memang dulu ia sengaja mencari rumah itu agar Leon bisa lebih dekat ke kantor. Alex yang saat itu membantu mencarikan rumah Leon saat Leon tiba-tiba berniat untuk mencari rumah sendiri.


Lagi-lagi Nisa menoleh pada suaminya, ia tidak punya alasan pasti kenapa memilih bolak balik dari rumah pribadi ke rumah orang tuanya yang jelas itu permintaan sang suami.

__ADS_1


"Saya tidak mau membuat orang tua Nisa merasa saya sudah mengambil putrinya, walaupun kami sudah menikah tapi tetap saja Nisa putri mereka, dan mengajaknya selalu bersamaku itu berarti aku egois." Leon menjelaskan apa alasannya pada kakak angkatnya itu.


Aisyah terpaku mendengarkan penuturan Leon yang dewasa dan langsung mendapat protes dari sang suami posesif nya itu,


"Jangan melihatnya seperti itu, kau membuatku cemburu saja!"


Aisyah hanya memutar bola matanya dan langsung mendapat tawa dari kedua buah hatinya begitupun dengan Nisa.


"Kamu akan tahu mas gimana rasanya jadi orang tua Nisa nanti pas kiandra kita udah nikah, dia akan di bawa pergi sama suaminya!"


"Siapa pria yang berani membawa pergi putri aku!" ucap Alex possesif, "Jangan harap ya!"


"Ya suaminya lah mas, memang kamu mau putri kita nggak nikah?"


Pertanyaan sang istri membuat Alex terdiam, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ada rasa tidak rela menghinggapi hatinya. Menyerahkan putrinya pada pria asing suatu saat nanti, membuatnya tidak rela.


"Biarlah nanti Elan aja yang nikah sama Kia!" pernyataan spontan dari Alex berhasil membuat Aisyah kembali menatap pria yang menyandang gelar sebagai suaminya itu, sedikit cemburu masih suka hinggap di hatinya saat mengingat siapa anak yang di sebutkan namanya oleh sang suami.


Ia tidak bisa menutupi kenyataan jika dalam lubuk hati suaminya itu masih menyimpan nama-nama itu, bagaimana Alex memperjuangkan wanita bernama Nadin, Aisyah lah saksi kuncinya.


"Siapa Elan pa?" pertanyaan polos Kiandra berhasil mengalihkan perhatian Alex dan Aisyah yang saling menatap itu.


"Ahhh, itu_!" Alex terlihat kesusahan untuk menjawab pertanyaan putrinya, sesekali ia menatap pada sang istri. Rasa takut istrinya akan marah sekarang sedang menguasai hatinya.


"Elan itu putra temennya mama, sayang!" Aisyah pun membantu menjelaskan pada putrinya.


Dan setelah itu suasana makan malam menjadi hening tidak ada percapakan lagi hingga mereka selesai makan karena Leon pun juga tahu bagaimana mereka dulu, Leon memilih diam dan tidak berkomentar sedangkan Nisa yang memang tidak tahu apa-apa, hanya merasa jika suasananya tidak sehangat tadi, ia pun juga memilih untuk diam.


...Dia masa laluku dan kamu adalah masa kini ku, masa depanku jadi bantu aku untuk menjadikan masa laluku adalah sebuah kenangan yang harus aku jadikan pelajaran, jika memang harus bertemu lagi suatu saat, bantu aku merubah cerita tetap denganmu saja...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2