Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Malam pertama


__ADS_3

Ucapan Aisyah menggantung saat tiba-tiba ....


Cup


Tiba-tiba bibir Alex mendarat di bibir Aisyah membuat Wanita itu terdiam.


Alex juga tidak melakukan apapun setelah itu, ia hanya ingin merasakan manisnya bibir wanita yang begitu lama ia rindukan, bibir yang mampu menggetarkan hatinya.


Cukup lama Alex hanya diam, ia kemudian menarik kembali bibirnya, menatap istrinya yang masih terdiam. Mengusap bibir merah Aisyah.


"Aku sangat merindukanmu!" ucapnya lagi sedikit berbisik.


"Mas boleh lakukan apa yang mas inginkan saat ini!" ucap Aisyah, walaupun tangan dan kakinya sekarang bergetar tapi dia sudah siap untuk menerima suaminya kembali seutuhnya.


Mendengar hal itu Alex tersenyum, ia menakuk wajah Aisyah lalu menghujani wajah itu dengan begitu banyak ciuman.


Tanpa pikir panjang Alex pun mengangkat tubuh Aisyah dan membawanya ke dalam kamar, menurunkan Aisyah di sana.


Alex melepas kaosnya dan merangkak di atas tubuh Aisyah, menatap wajah istrinya yang begitu cantik, ingin rasanya segera mencumbu istrinya tapi ia belum puas untuk menatap wajah itu.


Tangan Alex mulai melepas jilbab yang di kenakan oleh Aisyah hingga rambut hitam panjang Aisyah tergerai, beberapa anak rambutnya juga mengenai wajahnya.


Alex menyisihkan sulur-sulur rambut itu dengan jarinya, mengusap wajah Aisyah mengukir garis di atasnya, mulai dari pipi, dagu hidung dan turun ke bibir.


"Kau sama sekali tidak marah padaku?" tanya Alex lagi dan Aisyah pun menggelengkan kepalanya.


Alex pun kembali mendekatkan bibirnya, mencium seluruh wajah Aisyah dan berhenti di bibirnya.


Bibirnya mulai mel*mat dan menghisap bibir merah Aisyah, menggigitnya perlahan hingga Aisyah membuka mulutnya lidah itu mulai mengabsen setiap jengkal mulut istrinya.


Tangan Alex juga sudah mulai bekerja, ia menurunkan resleting bagian depan gamis panjang Aisyah hingga dada Aisyah terbuka. Tangannya mulai menyusup ke balik gaun panjang itu hingga tangan itu menemukan dua gundukan di dada istrinya, mengusap perlahan lalu mer*masnya.


Seperti pertama kali di sentuh oleh seorang laki-laki, Aisyah hanya bisa menggigit bibir bawahnya, tangannya mer*mas sprei yang ada di sampingnya, ia pasrah dengan apa saja yang di lakukan oleh suaminya itu.


Baju Aisyah hampir saja terbuka sempurna, tapi tiba-tiba ponselnya berdering membuat Alex menghentikan kegiatannya. Ia menoleh pada tas kecil yang berada tidak jauh dari mereka.


"Itu pasti dari ibu mas!" ucap Aisyah sambil menoleh pada tasnya, Alex pun kembali merapikan baju Aisyah dan ia pun turun dari atas tubuh istrinya itu.


Mengambilkan tas itu untuk Aisyah,


"Ini sayang!"

__ADS_1


Aisyah pun bergegas mengambil ponselnya dengan tangannya yang sebelah memegangi bajunya agar dada nya tertutup.


"Assalamualaikum ibu!"


Alex memilih duduk di belakang Aisyah, ia memeluk Aisyah dari belakang sambil mendengarkan pembicaraan mereka.


"Waalaikum salam, Ay! Kamu di mana? Kata Wiwin kamu sudah pulang dari satu jam yang lalu?"


Saat Aisyah hendak menjawab, suaminya itu malah membuat ulah dengan meremas kedua squisy nya membuat Aisyah mengeluarkan suara desa*hannya.


"Nak, kamu kenapa? Kamu nggak pa pa kan?" tanya bi Santi, wajah Aisyah yang panik membuat Alex tersenyum jahil.


"Nggak pa pa bu, tadi itu anu ..., itu bu kepencet!"


"Apanya yang ke pencet?"


"Tangan Aisyah bu, Aisyah tidak pa pa bu, ini hanya mengatakan pesanan saja jadi akan pulang telat bu, Arsyi nggak rewel kan bu?"


"Enggak, dia baru saja berangkat sama Kia ke masjid buat mengaji!"


"Syukurlah kalau gitu bu, Aisyah tutup dulu ya bu telponnya, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Setelah Aisyah menutup telponnya, Alex segera mengambil kembali ponselnya dan membuangnya begitu saja, ia kembali menarik tubuh Aisyah dan mengungkungnya, kali ini ia benar-benar melepaskan semua pakaian yang di kenakan oleh istrinya itu.


Mereka benar-benar seperti pengantin baru yang masih sangat menggebu, suara desah*an demi desa*an membuat pergulatan mereka semakin panas hingga mereka sama-sama mencapai puncaknya.


Alex memeluk tubuh lemah Aisyah dengan begitu erat, lalu mengecup wajah Aisyah.


"Terimakasih sayang atas semua cinta ini!"


"Terimakasih juga mas, karena mas sudah membuat hidup Aisyah lengkap!"


"Kita mandi ya, trus sholat ashar!" ucap Alex sambil mengenakan kembali celana boksernya.


"Iya mas! Mas dulu aja yang mandi, nanti Aisyah belakangan!"


"Kenapa tidak barengan saja, ayo!"


Alex segera menyusup kan kedua tangannya di bawah paha dan punggung Aisyah lalu membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


"Mas ...., turunin!"


"Nanti kalau di kamar mandi aku turunin!"


Alex menyiapkan air hangat untuk Aisyah di dalam bathtub dan membantu Aisyah untuk mandi.


"Aku bisa sendiri mas!"


"Jarang-jarang Ay, bisa kayak gini!" Alex menggosok punggung Aisyah dengan sabun, kaki dan tangannya juga.


Setelah acara mandi yang panjang juga, mereka pun segera mengambil Wudhu masing-masing. Untuk pertama kalinya setelah empat tahun mereka bisa sholat berjamaah lagi.


Setelah menyelesaikan sholatnya, Aisyah segera melepas mukenanya. Aisyah memang selalu membawa mukena kemanapun ia pergi agar jika tiba waktu sholat ia tidak perlu bingung lagi.


"Mas!" panggil Aisyah setelah merapikan peralatan sholatnya, ia melihat suaminya itu sudah sangat rapi.


"Hemm?" Alex sedang sibuk menyisir rambutnya, jadi ia hanya bicara melalui pantulan Aisyah di cermin yang berada di depannya.


"Mas Aku ingin bicara!" wajah Aisyah terlihat begitu serius. Alex tahu apa yang sebenarnya masih mengganjal di pikiran istrinya itu.


"Soal Arsyi?" tanyanya langsung membuat Aisyah terkejut.


"Mas tahu?" tanyanya lagi kali ini Alex berbalik menatap Aisyah, ia pun berjalan dan duduk di samping Aisyah.


"Aku baru tahu beberapa jam yang lalu, aku tahu kapan dan di mana Arsyi lahir!"


"Mas!!!"


"Aku serius Ay! Kenapa kau tidak mengabarkan tentang berita gembira ini, bahkan sebelum kita memutuskan untuk tidak saling menghubungi kenapa kamu nggak bilang?";


"Mas ...., maafkan Aisyah, tapi Aisyah juga baru tahu setelah kita ke sini, aku baru tahu kalau sudah hamil dua bulan!"


"Terimakasih ya sudah menjaga mereka dengan baik!"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2