
Alex masih terdiam, ia bingung bagaimana memutuskannya. Lawannya itu sangatlah licik.
Tapi jika ia tidak menuruti mustahil bisa keluar dari tempat itu hidup-hidup.
“mas jangan mas …, itu tidak benar mas …., ayo mas pulang!”
Alex mengetikkan sesuatu dalam hp nya, sepertinya ia mencoba mengirim pesan pada
Leon. Alex tidak bisa berkutik di tempatnya walaupun ia cukup jago berkelahi
tapi untuk melawan lima belas orang sekaligus yang memiliki kemampuan bela diri
sendiri sama saja dengan bunuh diri.
Ting
Pesan langsung terkirim pada Leon, leon yang tangga dengan perintah Alex segera
mengrimkan ulang ke anak buahnya untuk datang memberi bantuan.
// panggil bantuan dan bawa Aisyah pergi dalam hitungan ke tiga//
Tapi ternyata gerak-gerik leon dapat di mengerti oleh pria itu, ia segera menyuruh sebagian
anak buahnya untuk mengelilingi leon dan Aisyah.
“kau tidak boleh ke mana-mana sayang …, kalau di dekatku sini boleh …!” ucap pria itu sambil menepuk pahanya seakan meminta Aisyah untuk duduk di pangkuannya.
‘jangan harap …!” ucap Aisyah ketus.
Aisyah kembali menatap suaminya itu, ia bisa melihat wajah tegang dari suaminya.
Ternyata kedatangan ke sana bukan keputusannya yang bagus.
“baiklah …, aku setuju, tapi jika aku menang lepaskan kami!”
“ha ha ha …, baiklah …! Ayo kita mulai …!”
Mereka melanjutkan permainan judinya dengan menggunakan kartu dan beberapa koin. Para
wanita seksi itu bersiap di belakang mereka memberi semangat, aisyah hanya bisa
terus menangis. Ia begitu menyesal karena tidak bisa menghentikan dosa besar di
depan mata apalagi di lakukan oleh suaminya sendiri.
Permainan berlangsung begitu panas, permainan selalu seri hingga beberapa putaran dan putaran terakhir di menangkan oleh Alex dengan lebih satu dijit dari pria itu.
Hal itu membuat pria itu begitu marah,
Brakkkkkk ….
Pria itu membuang papan permainan itu begitu kesal. Alex dengan sigap berdiri sebelum papan itu mengenai tubuhnya.
“sekarang lepaskan kami!”
“Tidak semudah itu, aku hanya akan melepaskan salah satu dari kalian! Putuskan sendiri dia atau kau?”
“bangsattt …, jangan jadi pengecut dengan mengingkari ucapan mu sendiri!”
“Ini bukan mengingkari tapi bermain cantik …!”
Chihhhhh …..
Alex meludah di wajah pria itu membuat pria itu begitu kesal.
“Habisi dia ….!” Ucap pria itu sambil menghapus ludah Alex yang tepat mengenai
wajahnya.
Anak buah pria itu segera menyerang alex, tapi untung saja Alex dengan sigap berhasil menangkis pukulan mereka dan balik melawan. Leon pun melakukan hal yang sama.
Tepat saat itu pintu kembali terbuka, ternyata anak buah alex datang tepat waktu dan
jumlahnya juga sebanding dengan anak buah pria itu.
“Tuan …., bawa nona Ais pergi, biar kami yang mengurus mereka!” ucap leon yang sudah
mendekat ke Alex.
__ADS_1
“Aaaaaa ……!” teriak Aisyah saat tiba-tiba pria itu menarik tangannya.
“Aku dapat …!”
“Lepaskan …, mas …, tolong aku …!” teriak Aisyah. Alex yang baru selesai bicara dengan
Leon segera mendekati Aisyah tapi beberapa kali di hadang oleh anak buah pria
itu.
Tangan pria itu sudah mengalung di leher Aisyah dengan tangan Aisyah yang sebelah di
lipat kebelakang.
“lepaskan dia!” ucap Alex setelah berhasil melewati anak buah pria itu.
“Bawa mundur semua anak buah mu, dan besok aku akan melepaskannya! Karena kami akan bersenang-senang dulu dengannya!”
“brengsek kamu, Tito!”
Ha ha ha ….
Tepat saat pria itu tertawa, Aisyah segera menginjak kakinya,
“auhg…!” karena tidak siap dengan serangan yang di berikan Aisyah, ia pun reflek
melepaskan tangan aisyah. aisyah pun segera berbalik dan melakukan serangan
ulang dengan menendang pusaka nya.
"Auhg …, augh …., augh ….!”
“Rasain kamu ….!”
Srekkkkk ….
Aisyah begitu terkejut saat seseorang kembali menarik tangannya, aisyah segera
menoleh.
“jangan membuang waktu, ayo pergi dari sini …!” ucap Alex.
melewati banyak lorong dan tangga. Mengelabuhi anak buah pria bernama Tito agar
bisa lolos.
Hingga mereka bersembunyi di ruang sempit yang berada balik tangga, ‘Diam dan jangan
bergerak!” bisik Alex sambil mengunci tubuh Aisyah antara tubuhnya dan dinding
sempit di belakangnya. Mereka begitu dekat hingga tidak ada ruang pemisah
antara mereka karena begitu sempitnya.
Aisyah bisa mencium bau parfum yang keluar dari kemeja Alex, ia juga bisa mendengar
detak jantung alex yang begitu kuat karena baru saja berlari, wajahnya tepat di
depan dadanya.
“Dimana mereka?”
“Cepat sekali ngilang nya!”
“Kita menyebar saja, kamu ke sana dan saya ke sana!”
Alex semakin mengeratkan tubuhnya ke tubuh Aisyah agar tidak sampai terlihat oleh
mereka, terdengar suara pantulan sepatu lebih dari lima orang, mereka mulai meninggalkan tempat itu.
“Mas …!” ucap aisyah lirih.
“Tetap diam, biar saya memastikan dulu keadaan di luar!”
“Iya …!”
Alex pun keluar lebih dulu dan memastikan anak buah Tito sudah pergi, “Ayo keluar!”
Aisyah pun segera keluar, seperti sebelumnya Alex kembali menarik tangan Aisyah, tapi
__ADS_1
Aisyah malah terdiam membuat Alex menoleh karena Aisyah tidak juga berjalan.
“kenapa?” tanya Alex, bukannya menjawab Aisyah hanya menatap tangannya yang berada dalam genggaman Alex.
“Aku akan melepaskan mu nanti kalau sudah benar-benar aman!”
Tanpa meminta persetujuan aisyah lagi, Alex segera menarik Aisyah. mereka keluar dari
gedung itu dari pintu belakang agar tidak di ketahui oleh mereka.
Karena ia tidak mungkin mengambil mobilnya karena mungkin mereka sudah mengepung
mobilnya, Alex memilih berjalan menyusuri jalan dengan masih memegang tangan
Aisyah.
“Mas …!”
“Hemmmm?”
“Kenapa mas Alex berjudi?”
“Untuk mempertahankan hidup!”
“Alasan mas Alex nggak tepat! Karena suatu hal kita tidak bisa membenarkan yang salah
mas!”
“Aku memang bukan orang baik, tapi aku juga tidak seburuk yang terlintas dalam
hatimu!”
Mereka kembali terdiam, memang benar jika setiap orang sedang berjuang dengan
masalahnya masing-masing, tapi tidak benar karena sebuah masalah membuatnya
melakukan kesalahan dan dosa lainnya untuk menutupi kesalahan yang satu.
“Mas
Alex bisa cerita pada Ais jika mau!”
Alex menghentikan langkahnya dan berbalik pada Aisyah, ia menatap gadis yang telah
menjadi istrinya itu. Ia tidak menyangka jika gadis itu akan dengan sabarnya
menghadapi sikapnya. Bukannya takut atau menghindar, gadis itu malah
mengikutinya.
“kenapa kau tidak pergi saja? Ini belum benar-benar terlambat!”
“Seseorang yang berpaling karena keburukannya, tidak akan pantas kembali ketika melihatnya menjadi lebih baik. Dan aku ingin menjadi bagian dari perubahan itu, aku ingin
menjadi orang yang pertama yang akan tersenyum saat ia menjadi lebih baik!”
“kenapa?”
“karena aku istrimu, karena aku adalah orang yang saat ini paling dekat denganmu,
karena aku yang punya kewajiban terbesar untuk mengingatkanmu menjadi lebih
baik!”
“Harapanmu terlalu tinggi!” ucap Alex sambil kembali melanjutkan langkahnya. Ia berjalan
lebih dulu tanpa menunggu Aisyah membuat aisyah sedikit berlari mengejarnya.
“Ini bukan hanya harapan mas, tapi ini adalah doa pertamaku untukmu!” teriak Aisyah
dan alex hanya melambaikan tangannya tidak peduli.
Perjalanan Aisyah dan Alex malam itu lebih mirip seperti kencan mereka pertama kali, karena kali pertama mereka bisa bicara dari hati ke hati tanpa di ikuti dengan emosi
atau pun kemarahan.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
__ADS_1
Happy Reading 🥰😘❤️❤️