Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Jangan marah


__ADS_3

Ucapan Aisyah berhasil membuat Alex menatapnya kembali, ia kemudian melepaskan tangan Aisyah dan kembali mengenakan kaos tipisnya.


"Mas ...., jangan marah ....!" rayu Aisyah. Ia tidak tahu jika ucapannya menyinggung perasaan suaminya.


"Aku nggak marah ...., sudah ayo tidur!" ucap Alex sambil berjalan meninggalkan Aisyah.


Aisyah segera merapikan baju tidurnya yang sempat berantakan karena ulah suaminya itu.


Ia mengikuti suaminya yang sudah duduk di atas tempat tidur.


"Mas ....!"


"Kamu tahu dari mana tentang dokter Adrian?" tanya Alex kemudian.


“Maafkan aku mas, saat itu aku begitu penasaran!” ucap Aisyah yang sudah merasa bersalah tidak seharusnya ia menanyakan hal itu jika itu akan menyinggung perasaan suaminya.


“Lalu?” tanya Alex yang ikut penasaran dengan apa saja yang sudah di ketahui oleh Aisyah.


“Aku tahu semuanya mas! Tentang depresi yang mas Alex alami, taruma terhadap wanita. Jadi jika mas Alex menyentuhku apa itu artinya mas Alex sudah sembuh?”


Aku sendiri juga tidak tahu ...., tapi setiap kali melihatmu aku merasakan ada sesuatu yang aneh dalam tubuhku, dia juga ikut bangun ...., apa jika dia bangun itu berarti dia berfungsi dengan baik ....


Alex tidak menjawab pertanyaan Aisyah, merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Ia tidak mau jika ternyata yang di tanyakan oleh istrinya itu benar. Ia tidak


bisa melakukan hal itu.


Aisyah yang melihat wajah murung suaminya, menjadi tidak tega.


“mas …!” Aisyah mendekat padanya dan ikut merebahkan tubuhnya di samping suaminya.


“Tidurlah …!” ucap Alex dan mengusap kepala Aisyah dengan lembut.


Aisyah memegang tangan Alex dan menatapnya dengan penuh harap, “Mas …, aku mau mencobanya!” ucap Aisyah sambil menatap suaminya itu.


Alex menatap aisyah. Ia melihat ketegasan dalam ucapan istrinya itu, bahakan Aisyah berani menatapnya, tidak seperti biasanya yang selalu menundukkan pandangannya.


“Iya mas …, jika mas Alex merasa belum siap, mas Alex boleh menghentikannya! Tapi aku mau sekarang kita memulainya!”

__ADS_1


“kenapa jadi kamu yang ngomong kayak gitu? Itu seharusnya kata-kata seorang suami di malam pertama mereka!” ucap Alex yang berhasil membuat Aisyah tersenyum.


"Mas ...., kamu ini ada-ada aja sih ...!"


Aisyah hanya bisa tersenyum malu, ia sampek tidak sadar bisa bicara sevulgar itu pada suaminya.


Ihhhh aku ngomong apa tadi ......, jangan sampek mas Alex mikir macam-macam tentang aku .....


Jelas-jelas ia juga belum berpengalaman tapi kata-katanya persis seperti orang yang sudah mahir saja.


Rasa takut pasti, apa lagi ini sepertinya pengalaman pertama mereka berdua, eh tapi ….


“Mas …!” tanya Aisyah lagi.


“apa?”


“kamu sama wanita yang bernama Hanna!”


Alex menatap Aisyah dengan kening yang berkerut. Ia tidak menyangka jika istrinya itu akan tahu sebanyak itu dan akan menanyakan hal itu padanya.


Tapi hari ini ia sudah berjanji, ia tidak akan menutupi apapun lagi, termasuk hubungannya dengan Hanna.


“Pernah!”


Kenapa sakit banget mengetahui kebenarannya, batin Aisyah menjerit, bohong kalau ia tidak merasa sakit. Ia telah menjaga dirinya hanya untuk suaminya tapi suaminya sudah mengumbarnya pada banyak wanita.


“jadi aku bukan yang pertama?” air mata Aisyah sudah mulai luluh, air itu sudah mengembeng di pelupuk matanya hingga menghalangi pandangannya.


“Maaf …, tapi itu bagian dari masa laluku, kamu tahu kan bagaimana pergaulan di luar negri apalagi aku terbiasa tinggal di dunia gelap!” ucap Alex yang merasa sangat bersalah, ia mengecup kedua air mata Aisyah dan mengusap air mata itu agar tidak jatuh.


"Maafkan aku ...., jangan menangis!"


“Sebelum dengan hanna?” tanya Aisyah lagi sambil menguatkan hatinya. Ia tidak tahu sudah berapa banyak wanita yang sudah di tiduri oleh suaminya itu.


“Jika kamu tahu semuanya, seharusnya kamu tidak mempertanyakan hal itu!"


"Maksud mas Alex?"

__ADS_1


"Seharusnya kamu juga tahu bagaimana pandanganku tentang seorang wanita, bagaimana aku melawan wanita, bagaimana hingga aku mengenal seorang wanita bernama Hanna!”


“jadi hanya sama Hanna?”


Alex mengangguk, “Saat itu kami sudah hampir menikah, hubungan seperti itu biasa di luar negri kalau sedang berpacaran apa lagi kami hampir menikah!”


Mereka saling terdiam, mencoba mengerti satu sama lain terutama aisyah. ia masih tidak bisa terima jika ia jadi yang kedua walaupun itu masa lalu suaminya.


“Maafkan aku ya …, sudah malam! Kita tidur saja ya, kita coba besok saja!”


Aisyah pun hanya mengangguk, Alex segera membantu Aisyah untuk merebahkan tubuhnya, menutup tubuh Aisyah dnegan selimut. Melingkarkan tangan di pinggang Aisyah dan menjadikan sebelah tangannya untuk menjadi bantalan kepala Aisyah.


“Mas tangan mu kan sakit, biar aku pakek bantal saja!” ucap Aisyah yang kembali bangun saat ingat dengan tangan Alex yang cidera.


“Tidak akan sakit jika seperti ini!” ucap Alex sambil kembali meletakkan kepala Aisyah di atas tangannya yang berbalut perban.


"Ini adalah wujud cinta, tanganku akan sembuh hanya dengan menopang kepalamu, semoga setelah ini aku tidak akan menopang kepalamu tapi juga hidupmu, cintamu dan semua tentangmu!"


"Aminnnnn!"


"Tidurlah ....!"


"Aku pengen tidurnya di peluk!"


"Kenapa istriku jadi manja sekali ....?"


Alex semakin mengeratkan pelukannya hingga mereka terlelap dalam tidur.


...Ini adalah wujud cinta, tanganku akan sembuh hanya dengan menopang kepalamu, semoga setelah ini aku tidak akan menopang kepalamu tapi juga hidupmu, cintamu dan semua tentangmu~Alex...


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2