
Sepertinya memang akhir-akhir ini Alex mempunyai hobi baru, semenjak tidak terlalu banyak pekerjaan ia sering sekali mengantar jemput Aisyah. Dan memasukkannya ke dalam salah satu jadwal terpentingnya.
Seperti saat ini, pria itu sedang berdiri di depan kampus Aisyah dengan gaya cool nya dan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya.
"Hai om ...., om ganteng ngapain di sini, jemput bu dosen cantik ya?!" goda beberapa mahasiswi yang kebetulan lewat di depan Alex dan seperti biasa Alex hanya tersenyum tipis tanpa mengubah posisinya.
Enak saja panggil om, memang saya setua itu apa ...., batin Alex yang sebenarnya begitu kesal, tapi dia tidak mau membuat keributan di sana.
Hingga Akhirnya yang di tunggu-tunggu benar-benar datang, gadis berhijab itu berjalan begitu lembut sedikit berlari menghampirinya.
“Kenapa mas Alex menungguku di kampus?” tanya Aisyah saat melihat suaminya itu terus menunggunya
di depan kampus tanpa meninggalkannya.
"Kenapa datang-datang protes?!" keluh Alex kesal, karena bukan itu yang ia suka dari wanita di depannya itu saat bertemu. Kata itu lah yang membuatnya begitu penasaran ingin dekat dengan nya.
"Assalamualaikum mas Alex!" ucap Aisyah yang sudah mulai faham dengan apa yang di maksud.
"Waalaikum salam, gimana sudah
selesai kan kuliahnya?"
"Sudah ...., tapi kenapa mas Alex sampek nungguin Aisyah?"
"Kalau sudah selesai, ayo cepetan masuk! Nggak enak di lihat orang-orang! Di kira om om lagi!" bukannya menjawab Alex malah terus menggerutu.
"Memang kayak om-om sih ...!" ucap Aisyah kesal karena pertanyaannya tidak juga di jawab.
Aisyah pun terpaksa masuk ke dalam mobil dan di susul oleh Alex yang duduk di sampingnya.
"Leon ...., jalan!" ucap Alex.
"Baik tuan!"
Aisyah masih penasaran dengan alasan suaminya itu, setelah mobil berjalan, Aisyah terus saja menatap suaminya yang sedang fokus dengan I-pad nya. Bukankah seharusnya ia bisa bekerja dengan nyaman di kantor, tapi pria arrogant itu malah sibuk menunggunya di depan kampus hingga beberapa jam.
Walaupun bisa mengemudi mobil dan belum bekerja tapi tetap saja pria arrogant itu mengantar
dan menjemputnya kuliah.
“Mas …?” ucap Aisyah. Alex tahu jika istri kecilnya itu sudah menunggu jawaban darinya, tapi ia sengaja menutupinya.
“Aku bosa di rumah!” ucap Alex tanpa menoleh pada Aisyah.
__ADS_1
“Mau jalan-jalan?” tanya Aisyah, Alex menoleh sambil mengangkat kedua alis tebalnya. Ia tidak pernah memikirkan jalan-jalan sebelumnya.
“Kita jalan-jalannya di taman aja mas! Suasana sore gini paling enak jalan-jalan sambil menikmati jajanan pinggir jalan!” ucap Aisyah memberi alasan atas usulnya.
Setelah berpikir keras, "Baiklah ...!" ucap Alex kemudian ia menatap Leon yang sedang fokus menyetir mobilnya.
“Leon ...., kita putar balik! Kita
ke taman kota!” perintah Alex pada Leon, dan Aisyah hanya tersenyum saat pria arrogant itu menyetujui idenya.
"Baik tuan!” Leon pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Alex. Mereka pun menuju ke salah satu taman kota yang ada di Surabaya.
Mereka berkeliling taman dengan jalan kaki, terlihat sekali Alex begitu kaku sedangkan Aisyah sibuk membidik beberapa objek yang menurutnya bagus dengan kamera ponselnya.
“Mas aku mau foto di dekat air mancur itu!” ucap Aisyah sambil menunjuk air mancur yang ada di tengah-tengah taman.
“kamu nggak lihat apa, tangan dan kakiku masih sakit!”
Hehhhh ….
Aisyah sedikit kecewa, tapi ia juga tidak bisa memaksa. Melihat wajah kecewa Aisyah, sepertinya Alex tidak tega. Ia pun memanggil Leon yang berada tidak terlalu jauh dari mereka.
“Leon!” panggilnya.
“Iya tuan!” Leon pun segera berjalan mendekat pada mereka.
Ia benar-benar terfokus dengan kata 'kami', Itu berarti jika pria arrogant itu mau bersua foto dengannya.
Aisyah menoleh pada Alex sambil mengerutkan keningnya, "Kami?"
“Kenapa? Nggak mau?” tanya Alex dengan tatapan tajamnya.
“Bukan begitu!” ucap Aisyah sambil menundukkan kepalanya takut salah bicara. Alex menatap istrinya itu dan ...
Augh ....
Alex segera menarik tubuh Aisyah dan memeluknya, sedangkan Leon siap membidikkan kameranya.
Bukan cuma itu tiba-tiba saja Alex lebih ekspresif dengan berpose mencium pipi Aisyah, atau memeluk Aisyah dari belakang, memegang kepala Aisyah saat Aisyah tertunduk dan yang lebih mengejutkan bahkan Alex berpose menggendong Aisyah.
Entah suasana yang sebelumnya begitu canggung kini berubah menjadi begitu hangat dan beberapa kali Alex juga melontarkan beberapa candaan pada Aisyah.
Mereka berjalan berdua an sambil bergandeng tangan menyusuri taman kota hingga tanpa terasa azan magrib berkumandang.
__ADS_1
“Mas, sudah magrib, kita ke masjid dulu ya!” ucap Aisyah dan Alex pun
mengangguk.
Mereka menuju ke sebuah masjid besar yang ada di sebelah taman kota. Sesampai di masjid, sudah di lantunkan puji-pujian sebelum iqomah.
Aisyah lebih dulu masuk ke dalam masjid dan meninggalkan Alex di halaman masjid karena ia tidak mau ketinggalan sholat berjamaah.
“Aku tinggal dulu ya mas!” Alex hanya tersenyum. Aisyah segera menuju ke tempat wudhu khusus wanita dan mengambil mukena yang berada di lemari masjid. Dan tepat saat ia sudah sempurna mengenakan mukenanya, iqamah berkumandang. seorang imam sudah berdiri di tempatnya.
Setelah menyelesaikan sholatnya, Aisyah segera melipat kembali mukenanya dan menyimpannya ke dalam lemari, merapikan jilbabnya dan buru-buru keluar karena tidak mau membuat suaminya menunggu lama.
Saat berada di luar masjid, ia tidak mendapati suaminya itu berada di halaman masjid, hanya ada Leon
di sana. Aisyah mengedarkan pandangannya tapi tidak juga melihatnya. Kemudian Aisyah
memutuskan untuk menghampiri Leon.
“Mas, mas Alex dimana?” tanya Aisyah.
Sebelum Leon sempat menjawab, orang yang di tanyakan itu keluar dari masjid. Aisyah menatap arah pandangan Leon, ia begitu terkejut dengan penampilan baru suaminya itu.
“Mas Alex!” Alex keluar masih lengkap dengan pecinya. Sejak kapan mas Alex bawa peci?
Alex duduk di tangga masjid dan mengenakan kembali sepatunya setelah itu barulah menghampiri Aisyah dan Leon, sambil berjalan ia
melepaskan pecinya dan menyakukannya kembali ke saku celananya.
“Sudah?” tanya Alex.
Tapi bukannya menjawab pertanyaan Alex, Aisyah malah masih terlihat bingung, “Mas? Apa ini benar?"
“Katamu kebaikan tidak harus di deklarasikan pada siapapun!” ucap Alex sambil menggandeng tangan Aisyah, Aisyah hanya bisa diam terpaku sambil mengikuti
langkah pria itu.
Ia menatap punggung pria itu, persis seperti waktu itu saat suaminya itu menyusulnya ke mushola.
Apa mas Alex beneran sholat …?
Orang baik itu tidak selalu terlihat baik dan yang terlihat baik belum tentu benar-benar baik! Jadi bencilah seseorang sekedarnya saja dan cintai juga sekedarnya saja~MAvsMS
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Happy Reading 🥰🥰🥰