Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Kontraksi


__ADS_3

“Kita jalan lagi aja mas, sambil pulang!” ucap Aisyah saat mereka sudah melepaskan pelukannya, sinar mentari sudah mulai menyengat mengenai permukaan kulit, sudah terasa panas.


"Baiklah ...., sebentar biar aku bantu!" ucap Alex, ia pun berdiri lebih dulu dan membantu Aisyah untuk berdiri. Dengan perut besarnya Aisyah memang selalu kesusahan untuk beralih posisi.


"Sudah ...?" tanya Alex lagi saat Aisyah sudah berdiri.


"Sudah mas ...!"


Mereka pun kembali berjalan menyusuri jalan yang tadi sudah mereka lewati.


Tapi ternyata semakin lama kontraksi yang di rasakan oleh Aisyah semakin sering saja.


"Bentar mas!" ucap Aisyah sambil memegangi perutnya.


"Ada apa sayang, apa sakit?" tanya Alex yang sudah terlihat panik.


"Kita berhenti dulu mas, Aisyah nggak kuat!" ucap Aisyah. Alex semakin panik saja.


"Bagaimana ini, kita ke rumah sakit saja ya ...?" tanya Alex tapi Aisyah kembali mengencangkan tubuh nya yang tadi menunduk menahan sakit.


"Sudah hilang mas sakitnya!"


"Beneran sudah hilang?"


"Iya mas, ayo jalan lagi!"


Mereka pun kembali berjalan tapi barus saja belum sampai sepuluh langkah dan Aisyah kembali mencengkeram lengan suaminya.


“Aduuuh mas …!” pekik Aisyah mencengkeram lengan Alex. Kali ini sakitnya lebih terasa dan cukup lama, Aisyah pun sampai mengeluarkan keringat dinginnya.


“Sayang …!” Alex semakin panik saja, ia bingung harus melakukan apa saat ini.


Aisyah terus mengerang sambil memejamkan matanya, bibir bawahnya ia gigit agar rasa sakitnya sedikit tertahan.


Tapi beberapa detik kemudian rasa sakitnya Kembali hilang. Melihat istrinya melepaskan cengkeramannya Alex kembali tenang.


"Sayang kamu nggak bawa ponsel?" tanya Alex dan Aisyah pun menggeleng.


Alex pun juga demikian, ia juga melupakan ponselnya.


“Gimana sekarang?” Alex mengusap punggung Aisyah.


“Sudah lebih baik mas! Ayok jalan lagi! Biar cepat sampai rumah dan Aisyah bisa istirahat, mungkin tadi kita berjalannya kejauhan!”


"Ya udah gini aja, biar mas gendong ya!"


"Jangan mas, tubuh Aisyah berat sekarang!"


"Nggak pa pa!"


Tanpa menunggu persetujuan Aisyah, Alex pun segera mengangkat tubuh Aisyah.


"Gini kan lebih enak, pegangan ya biar aku jalannya bisa lebih cepat!"


"Iya mas!"

__ADS_1


Alex pun akhirnya menggendong Aisyah, dan baru beberapa langkah saja Aisyah kembali mencengkeram pundak Alex, Alex pun menghentikan langkahnya.


"Sakit lagi ya sayang?" tanya Alex dan Aisyah hanya bisa mengangguk dengan bibir yang terus di gigitnya.


Tapi rasa sakitnya semakin lama semakin terasa Aisyah semakin mencengkeram kuat pundak Alex membuat Alex memejamkan matanya karena pundaknya yang terasa perih, mungkin ada yang terluka.


“mas …, aku nggak sanggup mas …!” ucap Aisyah kemudian, membuat Alex mempercepat langkahnya agar segera sampai di rumah.


Alex pun sedikit berlari dengan tenaga nya yang tersisa, ia membawa Aisyah berlari menuju ke


rumahnya.


Belum juga sampai di pintu gerbang, Alex sudah lebih dulu berteriak memanggil sopirnya.


"pak Dirman …., pak …, siapkan mobil!”


Penjaga yang melihat Alex datang dengan menggendong Aisyah pun segera membukakan gerbang dengan sangat lebar, Alex masuk ke dalam.


"Pak kita ke rumah sakit!" ucap Alex lagi.


"Baik tuan!"


Pak Dirman pun segera mengeluarkan mobilnya yang baru saja ia bersihkan,


"Bertahanlah sayang ...., semua akan baik-baik saja!" ucap Alex sambil membawa masuk ke dalam mobil.


Nenek widya yang mendengarkan teriakan Alex segera keluar. Ia melihat Alex sudah masuk ke dalam mobil bersama Aisyah. Pak Dirman sudah duduk di balik kursi kemudi.


“Kenapa? Ada apa ini?” tanya nenek Widya begitu panik, ia berjalan tertatih dengan tongkat kayunya.


"Mungkin Aisyah akan melahirkan, bawa dia dulu ke rumah sakit, nenek akan menyiapkan segala sesuatunya!”


"Baik nek, menyusulah bersama Leon!”


"Iya hati-hati ya!"


"Jalan pak!" ucap Alex, mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah itu, nenek Widya pun segera kembali masuk dan mengambil tas yang sudah di siapkan oleh Aisyah beberapa waktu lalu.


Nenek Widya juga segera meminta Leon untuk menjemputnya.


Sepanjang perjalannan Aisyah terus mengusap perutnya, sesekali mencengkeram lengan Alex


saat ia mengaraskan kontraksinya kembali.


“Sayang …, tahan ya! Tarik nafasnya dulu sayang yang panjang biar sakitnya sedikit berkurang …!” ucap Alex sambil terus mengusap punggung Aisyah, ia juga memberikan lengannya untuk pakai pegangan oleh Aisyah.


“Mas…, perutku sakit banget …!” ucap Aisyah sambil beberapa kali menghembuskan nafas dalamnya.


Cup cup cup


Alex beberapa kali mengecup seluruh wajah Aisyah, ia juga mengecup air mata Aisyah yang menggenang di sudut matanya. Ingin rasanya menggantikan rasa sakit yang di rasakan oleh istrinya, tapi bagaimana?


“Sabar ya  sayang …!” hanya itu yang bisa ia katakan beberapa kali oleh Alex, ia tidak punya kata yang tepat untuk menggambarkan rasa sayangnya pada sang istri.


Setelah dua puluh menit akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, sopir dengan cepat membukakan pintu untuk Alex dan Aisyah, Alex pun segera turun membopong tubuh Aisyah.

__ADS_1


Ia tidak peduli lagi dengan orang-orang yang melihatnya, saat ini dirinya sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung rumah sakit karena penampilannya yang hanya mengenakan kaos tanpa


lengan dan juga celana pendeknya.


Walaupun begitu ia tetap terlihat sangat tampan apalagi dengan otot-otot nya itu.


“dokter …, dokter …,istri saya mau melahirkan!” Alex terus berteriak sepanjang memasuki rumah sakit, untung saja para perawat begitu sigap.


Mereka segera membawakan ranjang dorong untuk Aisyah. Setelah menidurkan Aisyah di sana, Alex terus mengikuti Aisyah hingga sampai di ruang observasi. Ruang observasi adalah ruang yang di digunakan oleh dokter untuk memeriksa serviks ibu yang melahirkan sudah sejauh mana pembukaannya, mulai dari pembukaan satu sampai sepuluh.


"Saya boleh menemaninya kan dok?" tanya Alex saat dokter yang akan membantu Aisyah melahirkan datang.


"Anda suaminya?" tanya dokter wanita itu.


"Iya dok!"


"Baiklah ...., tapi tunggu sebentar biar kami persiapkan dulu semuanya ya pak!"


"Tapi tidak lama kan dok?"


"Nanti setelah kami pindahkan ke ruang persalinan, anda akan kami panggil pak" ucap dokter itu.


"Jadi istri saya masih akan di pindahkan lagi?"


"Iya pak!"


"Apa kalian tidak lihat, istri saya sudah sangat kesakitan!"


"Tapi itu sudah menjadi prosedur rumah sakit pak, jadi kami minta kerja sama nya ya!" ucap dokter itu dan Aisyah pun di bawa masuk ke dalam ruang observasi.


Saat Aisyah sudah masuk ke dalam, Nenek Widya dan Leon pun datang dan menghampiri Alex.


"Bagaimana nak?" tanya nenek Widya.


"Dokter masih memeriksanya nek!" ucap Alex yang terlihat begitu panik.


Para suster pun mempersiapkan semuanya. Tubuh bawah Aisyah sudah di tutup dengan selimut, Aisyah juga sudah di minta untuk melepaskan c*l*na d*lam nya agar memudahkan dokter untuk memeriksanya sudah berapa banyak pembukaannya.


Suster yang bertugas segera memakai sarung tangannya dan memasukkan jarinya ke serviks Aisyah.


"Sudah delapan dok!" ucap perawat yang mengecek pembukaan pada serviks Aisyah.


"Baiklah segera pindahkan ke ruang persalinan!" ucap dokter itu.


"Biak dok!"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2