
Hari ini hari libur bagi sebagian orang menjadi hari yang istimewa karena mereka bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarga terutama keluar baru seperti Alex dan Aisyah.
Sungguh langka bagi Aisyah dan Alex bisa menghabiskan hari libur seperti ini. Biasanya walaupun hari libur Alex akan tetap pergi bekerja.
Tapi ada yang aneh karena Alex kembali tidur setelah sholat subuh, tidak biasanya membuat Aisyah begitu penasaran.
"Mas Alex kenapa?" gumam Aisyah saat kembali dari dapur, ia melihat suaminya itu tidur di atas tempat tidur sedang selimut tebal yang menutup tubuhnya.
Padahal biasanya setelah sholat subuh Alex akan olah raga.
Aisyah pun segera mendekati suaminya itu.
"Mas ...., kamu kenapa?" tanya Aisyah. Tapi tadi dapat sahutan.
Aisyah segera memeriksa suaminya dengan menempelkan telapak tangannya di atas kening suaminya. Ternyata sangat panas.
“Mas …, kamu sakit ya?” tanya Aisyah lagi, ia begitu khawatir. " Mas ...., aku ambilkan air dan lap dulu, aku akan mengompresnya!" ucap Aisyah lagi. Tapi saat ia akan berdiri tiba-tiba tangan Alex menahan tangannya.
“tetaplah di sini, temani aku!” ucap Alex tampan membuka matanya.
"Tapi mas suhu badan mas Alex tinggi banget!" ucap Aisyah sambil memegangi kening suaminya itu, sedangkan tangan kirinya di genggam oleh Alex.
"Aku panggil dokter ya mas ....?” tanya Aisyah lagi, ia sudah ikut naik ke atas tempat tidur, karena saat ini Alex sudah menjadikan pangkuan Aisyah sebagai bantalnya, ia menyusupkan wajahnya ke perut Aisyah.
Sebenarnya Aisyah merasa sangat tidak nyaman tapi ia tidak mungkin melarang suaminya melakukan itu. Apa lagi saat ini suaminya sedang sakit.
“Aku nggak perlu dokter, temani aku saja di sini dan sebentar lagi pasti juga akan sembuh!”
Aisyah pun akhirnya menemani Alex di tempat tidur tanpa memanggil dokter, ia juga meminta asisten rumah tangga untuk membuatkan bubur untuk suaminya. Sebenarnya ingin membuatkan sendiri tapi suaminya tidak mau di tinggal walau hanya sebentar.
Tok tok tok
"Masuk saja, tidak di kunci!" ucap Aisyah tanpa beranjak dari duduknya.
Asisten rumah tangga pun masuk dengan membawa semangkuk bubur untuk Alex.
"Ini nyonya, buburnya!" ucap bibi itu sambil menyodorkan mangkuk yang berisi bubur itu kepada Aisyah.
"Terimakasih ya bi, bibi boleh keluar nanti mangkuknya biar aku sendiri yang bawa ke dapur!"
"Baik nyonya!"
bibi itu pun meninggalkan Aisyah kembali.
Aisyah meletakkan dulu mangkuk itu ke atas nakas dan mulai membangunkan suaminya.
“Mas …, bangun dulu ya!" ucap Aisyah sambil meminta Alex bangun dari tidurnya.
"Kenapa membangunkan ku?" tanya Alex begitu malas mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Sarapan dulu mas, lalu minum parasetamol nya!” ucap Aisyah. Alex yang sudah bangun segera menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.
"Sekarang makanlah mas!" ucap Aisyah yang sudah duduk di samping Alex dengan mangkuk di tangannya bersiap menyuapkan bubur itu ke mulut suaminya.
"Aku nggak mau kalau nyuapinya gitu!"
"Lalu gimana dong mas?"
"Dari sini!" ucap Alex sambil menunjuk bibir Aisyah.
"Mas ...., jangan mulai deh ....!" ucap Aisyah dengan wajah yang tiba-tiba merona.
"Senengnya goda istri kalau kayak gini, jika wajahmu merona seperti itu semakin cantik saja!"
"Mas ...., kalau sakit nggak usah macam-macam deh ...!"
Aisyah dengan telaten menyuapi suaminya hingga bubur dalam mangkuk itu habis. Setelah itu Aisyah mengambilkan air putih dan obat penurun panas, meminta Alex untuk meminumnya.
"Makanya mas ...., besok-besok kalau mandi nggak usah malam-malam!" ucap Aisyah sambil meletakkan kembali gelasnya.
“Maaf ya …, seharusnya hari ini kita bisa jalan-jalan!” ucap Alex. Ia sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk mengajak istrinya itu jalan-jalan.
"Nggak pa pa mas, nggak usah di paksakan. Kita bisa jalan-jalan lain waktu! Lagian Aisyah juga sudah selesai ujiannya, liburnya masih panjang!”
Seharian itu Alex di temani Aisyah di kamarnya, Alex juga begitu manja saat sakit seperti itu. Ia terus saja memeluk Aisyah.
Drrrkkkkkk drrrrkkk ddrrrkkkkk
“Siapa sih mas? Kok nggak di angkat sih?” tanya Aisyah penasaran.
"Biarkan saja!” ucap Alex sambil terus saja menyusupkan kepalanya ke dalam perut rata Aisyah.
"Mas ...., geli. ....! Jangan gitu!" keluh Aisyah akhirnya. Tapi bukannya berpindah dari situ, Alex malah semakin menenggelamkan wajahnya.
Hingga beberapa pesan masuk, membuat Alex terpaksa membacanya.
Setelah membaca pesan itu, Alex segera bangun dan turun dari tempat tidur.
"Mas .....!"
"Aku pergi dulu ya!" ucap Alex sambil menyambar jaket yang ada di dalam lemari dan memakainya , mengambil celana panjang dan memakainya begitu saja. walaupun badannya belum sehat ia tetap nekat pergi membuat Aisyah semakin penasaran, padahal baru saja suaminya itu tidak berpindah dari tempat tidur.
“Mas mau ke mana?” tanya Aisyah lagi.
“Aku.pergi sebentar! Jangan khawatir!” ucap Alex, lalu ia kembali lagi menghampiri Aisyah.
Cup
Meninggalkan kecupan di kening Aisyah dan pergi begitu saja, Aisyah yang penasaran segera memakai kardigan dan jilbab instannya. Ia mengikuti mobil Alex dengan
__ADS_1
memesan sebuah taksi.
Alex berhenti di sebuah area kosong, saat Alex keluar dari mobilnya seseorang menghampirinya.
Aisyah segera melakukan pembayaran dan keluar dari taksi. Ia bersembunyi di balik tumpukan kayu yang sudah lapuk. Ia ingin mendengar apa yang mereka bicarakan.
Ia juga begitu penasaran dengan siapa suaminya itu akan bertemu.
“Ada apa memanggil?” tanya Alex yang begitu kesal karena hidupnya terus saja di ganggu oleh pria di depannya.
“tawaranku belum berakhir, kembali masuk ke dunia hitam dan kita kerja sama atau aku akan melakukan apa yang tidak pernah kamu bayangkan!”
“Kenapa? Kamu takut bekerja tanpa saya, kamu merasa tidak mampu?”
“cihhhh ….!”
“Aku tidak tertarik untuk kembali ke dunia itu!” ucap Alex dan berbalik hendak meninggalkan pria itu.
“Jangan salahkan saya jika terjadi sesuatu pada keluargamu terutama kamu …!”
Tanpa di sadari Aisyah, ternyata Leon mengikutinya. Ia sudah berada di belakang Aisyah sekarang, saat Aisyah akan mendekat dan menghampiri Alex, Leon segera menahan tangannya.
“Nona …, apa yang nona lakukan?” tanya Leon membuat Aisyah begitu terkejut.
“Mas Leon …!” ucap Aisyah.
“tetaplah di sini nona!”
“Lepas mas Leon, aku nggak mau mas Alex kembali ke dunia hitam!”
Aisyah mengibaskan tangan Leon dan berlari menghampiri Alex, Alex yang melihatnya begitu terkejut karena Aisyah melihat mereka.
“Aisyah …!”
Aisyah memeluk tubuh suaminya itu, “Mas …, berjanjilah …, jangan pernah kembali lagi ke dunia hitam itu, demi aku dan nenek!”
Alex masih sangat terkejut melihat istrinya di tempat itu. Ia tidak menyangka jika istrinya akan mengikutinya.
“Kenapa kamu di sini?” tanya Alex sambil mengusap pipi Aisyah dan kembali memeluknya. Ia tidak mungkin membahayakan Aisyah saat ini dengan bertindak gegabah.
“Aku mohon mas ....!"
...Butuh pengorbanan yang banyak untuk mencintaimu, tapi apa kau tahu ..., justru pengorbanan itu yang membuat cintaku semakin kuat. Aku pernah sangat menyukai senyuman itu dan aku akan tetap mempertahankan senyuman itu tetap menjadi milikmu~MAvsMS...
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰