
Mereka pun menuju ke mobil, meninggalkan rumah pak Kyai. Aisyah hanya bisa pasrah mengikuti perintah suaminya walaupun ia sudah sangat penasaran.
"Masuklah ....!" perintah Alex saat ia sudah membukakan pintu mobil, tapi Aisyah melihat sekeliling. Ia tidak mungkin meninggalkan orang yang telah mengantarnya ke tempat itu.
Seperti Alex mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh istrinya itu.
"Leon sudah aku suruh pulang! Jadi masuklah ...!"
Aisyah pun pasrah, ia pun masuk dan duduk di bangku depan di samping kemudi. Jelas jika Alex tidak membawa sopir bersamanya.
Alex pun segera berlari mengelilingi mobil dan membuka pintu lainnya, ia duduk di bangku samping Aisyah tepat di balik kemudi, Alex segera memakai sabuk pengamannya dan kembali menoleh pada istrinya.
Aisyah pun mengerti apa maksud tatapan itu, Aisyah melakukan hal yang sama. Mobil mulai menyala tapi Aisyah segera menahan tangan suaminya itu.
“Mas …, ada apa?” tanya Aisyah, "Maksudku, jelaskan semuanya padaku, apa yang aku pikirkan itu sama?"
"Memang apa yang kau pikirkan?" tanya Alex balik.
"Mas Alex belajar ilmu agama?" Aisyah memastikan, walaupun sedikit takut jika suaminya itu akan tersinggung.
“Kau ingin tahu sesuatu?” tanya Alex dan Aisyah pun mengangguk.
“Jadi ikutlah denganku!” ucap Alex kemudian ia melajukan mobilnya, tidak cepat tapi juga tidak terlalu pelan.
Baru saja beberapa meter dan mobil pun kembali berhenti.
"Mas kenapa kita berhenti?" tanya Aisyah heran.
Alex menghentikan mobilnya di sebuah rumah, itu adalah rumah yang sudah lama aisyah tinggalkan.
Tapi Alex masih terdiam, ia menatap Aisyah dan tersenyum. Ia melepas sabuk pengamannya begitu pun dengan sabuk pengaman milik Aisyah.
“Kenapa kita ke rumah ibu, mas?” tanya Aisyah lagi, ia masih berusaha mencari tahu kejutan apa yang di berikan oleh suaminya itu.
“Karena dari sini aku mengenalmu, dan akan aku mulai dari sini sesuatu yang baru dengan lebih baik!”
"Hehhhh?"
"Ayo turun!" ucap Alex saat ia sudah turun dan membukakan pintu mobil sambil mengulurkan tangannya. Aisyah pun meraih tangan kekar itu dan tersenyum, hatinya bergetar mendapat perlakuan yang istimewa dari sang suami.
__ADS_1
Mereka berjalan bergandengan tangan menuju ke rumah bu Santi. Alex segera mengetuk pintu, dan langsung dapat sahutan dari dalam.
"Iya sebentar!" mungkin karena hari sudah hampir sore jadi bu Santi masih di rumah.
Semenjak Bianka pindah ke pesantren, bu Santi terpaksa melakukan semuanya sendiri. Nino juga belum benar-benar sehat untuk ikut membantu pekerjaannya.
Ceklek
Pintu rumah terbuka, seorang ibu dengan baju dasternya keluar.
“Kalian?” ucap bu Santi begitu terkejut sekaligus senang, apalagi melihat mereka sudah saling berpegangan tangan seperti itu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu. Bu Santi sudah membuatkan minuman untuk mereka.
“Ada apa hingga kalian datang ke sini? Apa ada sesuatu yang begitu penting?” tanya bu Santi, Aisyah hanya menatap Alex. Hanya suaminya itu yang bisa menjawab pertanyaan ibunya.
“Maaf bu, sebenarnya saya mau melakukan yang seharusnya saya lakukan dari dulu, dari semenjak anda menyerahkan putri anda!”
“Maksudnya?”
“jika saya dulu meminta putri anda dengan ancaman, maka hari ini saya akan memintanya dengan baik-baik!”
“Nak Alex!”
“Mas …!”
“Biarkan saya bicara dulu ya!” ucap Alex dengan masih begitu tenang, ia merapikan kembali jasnya.
“Saya meminta putri ibu sebagai istri saya, apa ibu mengijinkannya? Apakah ibu ikhlas dengan semua ini?” Alex menatap bu Santi dengan penuh harap.
“Mas …!” ucap Aisyah sambil memegang tangan suaminya itu, memintanya agar tidak melanjutkan ucapannya.
“saya serius Aisyah! selama ini saya di rundung rasa bersalah karena telah memaksamu untuk menikah denganku, tanpa bertanya dulu padamu tentang apakah kamu benar-benar bersedia menikah denganku atau tidak, setelah ini apapun keputusanmu dan ibu, insyaallah saya ikhlas!” ucap Alex kali ini menatap Aisyah dengan penuh ketulusan. Ia siap dengan apapun keputusan Aisyah saat ini.
“Ibu ikhlas, ibu percaya jika nak Alex sebenarnya orang yang baik! Saya sudah mengenal nak Alex jauh sebelum putri ibu mengenal nak alex!" ucap bu Santi dengan penuh keyakinan.
"Maksud ibu?" tanya Alex tidak mengerti, kebaikan apa yang sedang di bicarakan oleh ibu mertuanya itu.
"Jika nak Alex ingat saat itu, saat ayah Aisyah meninggal nak Alex baru saja pulang dari luar negri. Nak Alex lah yang memberi tumpangan pada ibu untuk ke rumah sakit saat semua
__ADS_1
orang menolak kami!”
Mendengarkan pernyataan Alex, Aisyah begitu terkejut. Ia kembali mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Ia mengingat dengan betul pria yang menolong mereka waktu itu walaupun waktu itu ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Ibu …!”
“Iya Ay …, ibu selalu berharap ibu bisa bertemu dengannya suatu saat nanti dan ternyata Allah mengabulkan doa ibu. Ibu di pertemukan dengannya kembali walaupun caranya salah, tapi nak Alex sudah menolong ibu lagi dengan membantu pengobatan adik kamu! Saat itu kamu masih SD dan belum berhijab, mungkin kamu
belum ingat!”
“Ibu …, jadi mas Alex ini?” Aisyah kembali meyakinkan sesuatu yang sebelumnya ia tidak pernah lagi memikirkan hal itu.
"Iya Ay …, dia pemuda yang kamu selalu mengatakan seperti super hero. Pria yang katamu suatu saat pengen punya suami seperti dia, Allah ternyata sudah mengabulkan doamu tanpa kamu sadari!”
“Mas Alex kah itu, kenapa tidak pernah cerita? Apa mas alex lupa?” tanya aisyah.
“Seorang guru mengatakan, jika melakukan kebaikan akan lebih baik jika tangan kiri tidak boleh tahu! Aku hanya ingin kalian mengenalku sebagai Alex yang sekarang bukan
Alex yang akan membuat kalian merasa terbebani dengan balas budi!”
“Jadi aku mau tanya sekali lagi, maukah kau Aisyah menjadi istri saya, menemani saya di dalam perjuangan saya mengenal allah?”
“Iya mas …, Aisyah mau…! Karena dari mas Alex, Aisyah bisa mengerti bagaimana seseorang suami yang selalu menghubungiku kembali saat kita bertengkar!
Menggenggam tanganku kembali saat aku rapuh dan mengingatkanku betapapun sulit keadaan , tidak ada kata meninggalkanmu, karena meninggalkan seseorang itu bisa
menyimpan luka yang bahkan orang itu sendiri tidak akan bisa menyembuhkannya!
Aku yakin mas alex tidak akan meninggalkanku …, kecuali allah yang minta!”
"kenapa
begitu percaya padaku?”
“karena aku menikah atas ijin Allah, Allah yang memilihkan mas Alex untuk Aisyah dan Allah maha benar dengan segala kuasanya!”
“terimakasih karena telah mempercayaiku!”
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Happy Reading 🥰🥰🥰