Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (78)


__ADS_3

"Ya udah ya mas, Asna ke belakang dulu!" Asna segera berpamitan karena tidak mau membuat Zaki terlalu lama menunggu.


Setelah Asna ke belakang, Raka pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Zaki di depan.


"Mas Raka!?"


"Sudah lama?" Raka sengaja berbasa-basi, ia segera duduk di tempat Asna duduk tadi.


"Lumayan mas, pasti menggangu istirahatnya mas Raka ya?"


"Itu tahu!" gumamnya lirih membuat Zaki yang merasa tidak enak, ia bisa melihat tatapan cemburu pada suami Asna itu.


"Gimana mas, sudah lebih baik? Maaf kemarin nggak bisa jenguk mas Raka?"


"Seperti yang kamu lihat, seberapa dekat hubungan kamu dengan Asna?"


Zaki yang belum tahu kalau Raka hilang ingatkan sebagian cukup terkejut,


"Semenjak Asna menikah dengan mas Raka, saya tidak seperti dulu lagi kok mas!"


"Baguslah kalau tahu, akan lebih baik jika malam tidak bertamu! Bagaimana kalau pekerjaan ini saya saja yang melanjutkan dan kamu boleh pulang untuk persiapan besok ke luar kota!"


"Iya mas, baik mas! kalau begitu saya permisi ya mas!"


"Iya, lebih cepat sepertinya lebih baik!"


"Saya pamit sama Asna dulu ya mas!"


"Nggak perlu, nanti biar saya sampaikan sama Asna!"


"Ya sudah kalau begitu saya permisi, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


Zaki pun segera meninggalkan rumah Asna dan Raka, tepat saat mobil Zaki. meninggalkan halaman rumah mereka, Asna keluar dengan membawa dua piring nasi goreng dan satu toples camilan keripik singkong.


"Lohhh mas, Zaki nya ke mana?"


"Pulang!"


"Kok pulang? Kan belum selesai!"


"Ngantuk kali!"


"Trus gimana dong ini nasi gorengnya, aku kan udah masak dua porsi masak aku yang habisin sendiri!"


Tanpa bicara, Raka pun mengambil satu piring yang ada di atas nampan, "Aku lapar!"


Setelah membaca basmallah, Raka pun segera menyantap masakan Asna.


Enak juga ...., Raka dengan lahap menyantap nasi goreng buatan sang istri.


Asna ikut duduk di tempat yang tadi di duduki Zaki, ia memperhatikan suaminya yang begitu lahap menyantap nasi goreng buatannya.


"Gimana mas rasanya? Enak nggak?"

__ADS_1


"Lumayan!"


"Lumayan kok lahap banget?"


"Ya karena aku lagi lapar saja, ikhlas nggak sih ngasih makannya?"


"Ya ikhlas!"


"Ya udah kalau ikhlas, cepetan di makan!"


"Trus pekerjaannya gimana?"


"Biar aku bantu, lagi pula kan itu toko aku!"


Asna hanya menceburkan bibirnya, ia segera mengambil sepiring nasi goreng buatannya dan memakannya sendiri.


Akhirnya malam ini mereka lembur bersama.


...***...


Pagi ini Asna sudah siap untuk berangkat bekerja saat mbak Rumi datang,


"Mas Raka kok rapi sekali, mau ke mana?" Asna yang sudah siap menenteng tasnya yang berisi laptop dan alat bekerja lainnya pun keheranan karena Raka sudah memakai kemeja dan jaket.


"Mau kerja!"


"Tapi mas, kamu belum sembuh loh!"


"Memang aku di sana mau ngangkat pasir, aku cuma mau cek toko! Takut aja kamu buat berantakan!"


"Enak aja!"


"Mbak, Asna berangkat dulu ya!"


"Mas Raka juga ikut ke toko ya mbak?" mbak Rumi tampak melirik pada Raka yang berdiri tidak jauh di belakang Asna.


"Iya tuh katanya! Nggak pa pa kan mbak Rumi sendiri di rumah sama Shahia!"


"Nggak pa pa mbak, anggap aja ini kesempatan untuk berduaan!" bisik mbak Rumi di dekat telinga Asna.


Asna tersenyum mendengar ucapan mbak Rumi, hal itu sungguh tidak terpikirkan darinya tadi.


Benar juga kata mbak Rumi ....


Kini Asna dan Raka sudah berada di depan rumah, mereka menatap sepeda motor yang seharusnya menjadi armada mereka berangkat ke toko,


"Mas, nggak mungkin Asna biarin mas Raka yang bonceng!"


"Aku juga nggak mungkin di goncengin kamu, apa kata orang nanti!"


"Kaki mas masih sakit, biar Asna saja yang di depan!"


"Yang sakit itu kakiku bukan tanganku, lagi pula ini motor matic, nggak ngaruh juga sama kaki aku yang sakit!"


"Trus nanti pas lagi lampu merah, yang nuruni kaki buat jaga keseimbangan motor siapa?"

__ADS_1


Raka dan Asna hanya terus saling berebut kontak motor karena semua ingin mengemudikan motornya.


Mbak Rumi yang mendengar keributan di depan terpancing untuk melihat dan melihat kelakuan mereka, mbak Rumi hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Mereka benar-benar pasangan yang unik!"


Akhirnya Asna punya ide yang tepat untuk menyelesaikan masalah mereka.


"Gini aja deh mas, kalau kita debat terus nggak akan ada habisnya, mending kita suit aja deh, yang menang yang di depan!"


"Pakek biasa apa gunting batu kertas?"


"Gunting batu kertas aja deh!"


"Baiklah mulai!" mereka pun akhirnya mengibas-kibaskan tangannya seperti anak kecil.


"Gunting batu kertas!" mereka berucap bersama-sama.


"Ye aku gunting, mas Raka kertas jadi aku yang menang!" akhirnya perdebatan di menangkan oleh Asna.


"Dasar curang!" gerutu Raka karena ia tahu Asna menurunkan tangannya belakangan.


Kini motor melaju dengan dengan Asna yang duduk di depan. Asna sengaja melambatkan laju motornya agar mereka memiliki waktu lebih lama berdua.


"Lambat sekali, bisa nggak sih sebenarnya mengendarai motor?" keluh Raka karena ia merasa pinggangnya sudah cukup panas untuk duduk terlalu lama.


"Mas ini masih pagi, sayang kalau buru-buru sampai toko, kita harus menikmati dulu suasana pagi yang cerah ini!"


Asna terlebih dulu menepikan motornya di samping menjual bubur ayam.


"Mau ngapain?"


"Beli bubur ayam mas, masak beli besi!?"


"Tadi kan sudah sarapan!"


"Masih lapar mas!" Asna sengaja ingin menghabiskan waktunya berdua saja dengan sang suami, ia tahu nanti kalau di toko pasti mereka akan sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


"Ayo mas turun, temani Asna makan!" Asna menarik tangan Raka tapi Raka dengan cepat menepis tangannya.


"Iya, tapi nggak usah pegang-pegang!"


Raka ikut duduk dan menemani Asna makan bubur ayam,


"Mas Raka yakin nggak mau sekalian makan?"


"Nggak! Cepetan habiskan makananmu!"


"Ya udah!" Asna memang tadi belum sempat menghabiskan sarapannya karena harus menyuapi Shahia, Shahia suka susah makan kalau bukan dia yang menyuapi.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2