Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Pertemuan Alex dengan Rendi


__ADS_3

Ucapan nenek Widya tidak begitu mempan bagi Alex, Alex masih saj berhubungan dengan


Nadin tanpa sepengetahuan neneknya.


Alex beberapa hari terakhir jarang berkunjung ke rumah Nadin, ia punya pekerjaan di Jakarta


yang mengharuskannya untuk pulang pergi ke Jakarta. Setelah urusannya di


Jakarta sudah selesai, ia menyempatkan diri untuk mengunjungi Nadin dan Elan di


rumahnya.


Seperti biasa, langkahnya langsung terhenti tepat di depan rumah Aisyah, gadis yang selalu


saja ia temui saat berkunjung ke rumah Nadin.


“Kenapa gadis itu lagi?” gumam Alex sambil membuka kaca matanya.


Aisyah yang baru saja pulang dari kampus terpaksa harus melintas di depan Alex, ada


keraguan di dalam hatinya, mau nyapa takut tidak ada jawaban kalau mau jalan


aja takut dosa, nggak sopan.


Aisyah pun menghela nafas kasar, ia meyakinkan dirinya semua akan baik-baik saja.


Aisyah memasang senyum seperti biasanya.


“Assalamualaikum!”


sapa Aisyah. seperti biasa ia sebenarnya tidak pernah mengharapkan jawaban


salam dari pria itu.


“Kenapa kamu selalu ada di mana saja ya?” tanya Alex, bukan menjawab salam Aisyah.


Sudah ku duga ….


Aisyah hanya bisa menghela nafas, mendapat jawaban salam dari pria arrogant itu seperti mimpi di siang bolong.


“tapi ini rumah saya, tuan Alex! Kalau begitu saya permisi!” Aisyah tidak mau


berlama-lama dengan pria itu, membuat moodnya buruk saja. Alex sama sekali


tidak menjawabnya, tapi saat langkah Aisyah sudah hampir mencapai pagar rumahnya, Alex segera menghentikannya.


“Tunggu!”


Hehhhh ....., ada apa lagi ....?


Aisyah terpaksa menghentikan langkahnya, ia menghela nafas nya kesal enggan untuk


membalik tubuhnya menghadap pria itu, tapi jika begitu berarti ia tidak sopan.


“Iya?”


“Kenapa kamu berada di sana?” iya, Alex begitu penasaran karena mendapati aisyah di


pesantren itu juga sedangkan selama ini yang ia tahu gadis itu hanya mahasiswa


biasa yang suka bekerja keras.


"Di sana?" Aisyah tidak mengerti dengan maksud di sana.


"Di pesantren itu!"

__ADS_1


Alex sebelumnya tidak pernah melihat aisyah di pesantren, atau memang dia yang tidak pernah ke pesantren.


Selain kuliah Aisyah juga bekerja paruh


waktu di sebuah minimarket tiga kali dalam seminggu saja. Ia di ijinkan bekerja


seperti itu karena tiga hari lainnya akan di kerjakan oleh pemilik mini market


sendiri.


“Menurut tuan Alex?!”


“Aku bertanya, kenapa sekarang malah balik bertanya!” keluh Alex, “Heh …, membuang-buang waktuku saja!” Alex berlalu begitu saja dari hadapan Aisyah sambil membetulkan jasnya yang sebenarnya tidak berantakan.


“Dasar pria arrogant …!” umpat Aisyah sambil menatap punggung pria yang telah berlalu


dari hadapannya itu. Ia melihat rumah yang sedang di tuju oleh pria arrogant


itu.


“Mbak Nadin sudah pulang …, kangen sama El …, tapi ada dia. Nanti aja deh aku ke


sana, males ribut sama pria arrogant itu!” aisyah memilih melanjutkan langkahnya


masuk ke dalam rumah.


*


Alex tak mau membuang waktunya lagi, ia ingin segera bertemu dengan Elan, ia sudah


sangat merindukannya, langkahnya begitu cepat, pintu itu terbuka. Alex berdiri


tepat di depan itu sambil menyilang kan tangannya, menatap wanita cantik itu


sedang mengganti popok baby El.


Alex pun segera berjalan mendekati mereka, “Libur …, besok dan seterus aku akan ada


pekerjaan di sini, jadi akan banyak waktu untuk Elan, iya kan El …!” Alex seakan mengajak bicara Elan yang sebenarnya tidak begitu mengerti dengan ucapan Alex, tapi baby itu tersenyum senang saat Alex mengajaknya bicara.


Nadin mengeryitkan keningnya, “Memang ada apa?”


“Ada proyek besar yang akan di adakan di sini, teknologi alternatif untuk beberapa


cabang teknologi yang akan mendukung pergerakan global!” walaupun banyak dari


bisnis nya yang berkembang di dunia illegal, tapi Alex juga mengerjakan beberapa pekerjaan yang sewajarnya.


“Ahh …, entahlah …, aku tidak tahu kamu ngomong apa!” Nadin menyerah, yang ia tahu


selama ini hanya ilmu akuntansi, bukan bidangnya jika bicara tentang teknologi.


Memang akhir-akhir ini Elex sedang mengembangkan usahanya di bidang teknologi, ia memanfaatkan bakatnya yang telah lama terpendam.


“Apa hari ini tidak ada acara?’ Tanya Alex lagi.


“Ada?”


Alex penasaran, sebab semenjak melahirkan baby El, Nadin tidak pernah lagi bekerja. “apa?”


“Bermain bersama Elan …!” ucap Nadin sambil tergelak, senyum Nadin mengembang


menertawakan kekepoan Alex.


“Mau jalan-jalan? Tapi ini bukan pertanyaan sih, keharusan …., kalau tidak mau,

__ADS_1


biar aku ajak Elan saja …., iya kan El …, mau jalan-jalan sama daddy?” dan Elan


terkekeh melihat ekspresi Alex. Sedangkan Nadin hanya menghela nafas kesal


karena Alex yang suka sekali memaksa.


“Baiklah …, biarkan aku bersiap dulu!”


Akhirnya Alex mengajak Nadin dan Elan jalan-jalan menikmati suasana sore kota Surabaya. Mereka memutuskan untuk berhenti di salah satu restauran yang cukup dekat


dengan taman sehingga sambil makan sambil menikmati pemandangan taman Surabaya


yang menyegarkan mata.


Mereka tidak bepergian terlalu jauh, hanya di dekat-dekat rumah Nadin saja, kasihan


Elan, dia masih terlalu kecil untuk perjalanan jauh.


Alex mendorong kereta bayi Elan, mereka memasuki sebuah restaurant. Dan duduk di


salah satu bangku yang dekat dengan jendela, jadi dapat dengan mudah menatap keluar, melihat ramainya taman di sore hari.


“Mau makan apa?” Tanya Alex.


“Apa aja!”


“baiklah, aku pesankan seperti biasa saja!”


Alex pun berdiri dan berjalan menuju meja kasir, Alex ikut antri bersama pelanggan


lainnya, tapi langkahnya terhenti ketika seseorang yang ia kenal sedang


berjalan mendekatinya.


“Rend …!” Alex terpaku. Ia sampai melupakan jika pria dingin itu satu tim dengannya


dan hari ini ia datang ke Surabaya.


“Hai Lex, kamu di sini?” Rendi mendekat , sepertinya ia juga sedang antri untuk


memesan makanan. Alex menampakkan wajah paniknya, tapi segera ia tutupi dengan


wajah Arrogantnya. Untuk menutupinya, Alex menyakukan tangannya ke saku celana.


Alex bingung harus menjawab apa, “Iya aku sedang makan!” alex berusaha untuk biasa


saja.


“Sama siapa?” Tanya Rendi lagi. Pria dingin itu tampak mengedarkan pandangannya. Alex


bernafas lega saat melihat ke arah Nadin ternyata wanita itu duduk membelakangi


mereka, ia sedang asik menikmati pemandangan di luar jendela bersama baby El.


“Sama istri dan anakku!” alex terpaksa berbohong agar Rendi tidak curiga.


Bersambung


Hari ini bakal aku up dua part karena ada sebagian part yang memang mengulang dari kisah Rendi dan Nadin. Semoga mengurangi kekecewaan kalian ya


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰😘😘❤️


__ADS_2