
...Aku mungkin tidak istimewa, aku juga tidak romantis. Tapi kamu berhasil membuatku merasa istimewa dengan segala perhatianmu...
...🌺Selamat membaca🌺...
Di tempat lain, Alex dan Aisyah sudah sampai di sebuah hotel besar yang ada di Surabaya. Alex berdiri di depan meja resepsionis, ia berbicara sebentar pada salah satu pegawai resepsionis hotel dan kembali menghampiri Aisyah yang duduk di ruang tunggu.
"Ayo sayang!" ajak Alex sambil menunjukkan sebuah kartu kunci untuk kamar mereka.
"Ini tidak terlalu berlebihan ya mas!" Aisyah sudah berdiri dan menatap suaminya dengan tatapan yang kurang nyaman.
"Sesekali memanjakan istri tidak masalah kan?"
Yang benar saja ....
Aisyah benar-benar di buat gemas dengan sang suami.
"Ayo!" Alex kembali menarik pinggang Aisyah.
Mereka berjalan dan di antar oleh salah satu bell boy hotel. Pria itu menekan tombol enam untuk sampai di lantai tempat mereka akan menginap. Kamar itu adalah kamar president Suite, kamar paling mewah di hotel itu.
"Silahkan tuan, ini kamarnya!"
"Terimakasih ya!"
"Sama-sama, semoga tuan dan nyonya nyaman!"
Bell boy itu pun akhirnya meninggalkan alex dan Aisyah. Pintu kamar itu sudah terbuka lebar sekarang.
"Silahkan!"
Aisyah masih begitu ragu, ia kembali menatap suaminya.
"Kita yakin mas menginap di sini?"
"Iya, lagian mau ngapain di rumah? Anak-anak nggak ada, Leon juga nggak ada, aku juga sengaja cuti biar samaan sama Leon!"
"Ada-ada aja sih mas, yang pengantin baru siapa yang bulan madu siapa!?"
"Kita juga pengantin baru sayang! Ahhh kelamaan!"
Srekkkkk
Tiba-tiba Alex membopong tubuh. istrinya agar cepat masuk ke dalam kamar dan menutup kembali pintunya dengan kaki kirinya.
"Mas, turunin!" Aisyah hanya bisa mengaitkan tangannya ke leher sang suami.
"Pasti di turuni!"
Alex terlihat menarik sudut bibirnya saat melihat istrinya begitu ketakutan.
"Ternyata lama ya tidak aku gendong seperti ini! Aku sungguh bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan buat bisa bersama lagi dengan kamu dan anak-anak! Entah kebaikan apa yang sudah aku perbuat hingga Allah begitu sayang sama aku!"
Aisyah yang tadinya memejamkan mata, mendengar perkataan serius dari sang suami, ia pun perlahan membuka matanya dan menatap suaminya yang juga sedang menatapnya.
"Mas Alex orang baik mas!"
Alex kembali tersenyum, "Aku tahu kamu pasti mengatakan hal itu."
__ADS_1
"Kenapa?"
"Karena kamu sangat mencintaiku!"
Kali ini Aisyah mengerucutkan bibirnya mendengar gaya kepedean suaminya.
"Jangan di gitukan bibirnya, kamu sengaja ya menggodaku?"
"Hahhh?" Aisyah benar-benar tidak ada maksud seperti itu, tapi belum selesai keterkejutannya tiba-tiba saja bibir sang suami sudah mendarat tepat di atas bibir Aisyah.
Cup
Aisyah terdiam di buatnya, dengan bibirnya yang masih saling bertaut, Alex mulai berjalan kembali ke arah tempat tidur, ia perlahan menurunkan tubuh sang istri di sana.
Alex menjauhkan bibirnya dan tersenyum, melihat wajah istrinya yang sudah bersemu merah karena ulahnya.
"Aku mencintaimu, Aisyah Ratna!"
Aisyah tersenyum, ia begitu suka saat suaminya memanggilnya dengan nama penuh, "Aku juga mencintaimu Kevin Alexander!"
Mendengar hal itu, Alex kali ini benar-benar menyerang Aisyah. Ia menindih tubuh sang istri, bibirnya juga begitu lihai mengabsen setiap jengkal wajah Aisyah. Tangannya sudah menarik jilbab yang di kenakan Aisyah dan melepasnya.
(Stop, di lanjut sendiri-sendiri ya, takut ada bocil lewat soalnya)
Di tempat lain, setelah Leon menyelesaikan pesanannya. Ia pun berpamitan untuk ke masjid yang ada di samping restauran sambil menunggu makanannya datang.
Nisa duduk sendiri di tempatnya, ia sengaja tidak ikut sang suami karena memang dia tidak bisa masuk masjid.
Untuk mengusir kejenuhan, sesekali Nisa terlihat menjepetkan kamera ponselnya ke berbagai sudut.
Bahkan beberapa karakter tokoh yang ada di novelnya berdasarkan pengalaman orang-orang di sekitarnya.
Hingga saat ia menggeser ke salah satu hasil fotonya, ia seperti menemukan sosok yang ia kenal.
"Mas Raka, dia di sini juga? Jadi saudaranya tinggal di Bali!" gumamnya memperhatikan lelaki yang tanpa sengaja tertangkap jepretan kamera ponselnya sedang mengantri memesan makanan.
Nisa pun kembali menatap ke arah di mana ia melihat foto Gus Raka, tapi sayang sudah tidak ada.
"Lagi nyariin apa?" pertanyaan seseorang menyadarkannya, ia pun segera menoleh ke sumber suara. suaminya ternyata sudah berdiri di samping ia duduk.
"Enggak mas, tadi kayaknya Nisa melihat mas Raka!"
"Raka?" Leon ternyata juga tertarik untuk mencari sosok yang di maksud sang istri, ia ikut mengedarkan pandangannya tapi hasilnya nihil, ia juga tidak menemukan siapapun.
"Tidak ada siapapun!"
Leon pun akhirnya kembali duduk, makanan sudah datang beberapa menit yang lalu saat Nisa sibuk mengambil foto beberapa objek termasuk makanan yang mereka pesan.
"Lihatlah mas, ini mas Raka kan?" Nisa menunjukkan ponselnya dan Leon pun segera mengambil ponsel itu, memeriksa satu per satu hasil jepretan Nisa. Dan benar memang ada Gus Raka di sana.
"Jika Gus Raka di sini, semoga kita bisa bertemu dengannya, sekalian jenguk saudaranya!"
"Iya mas!"
Leon masih sibuk mencsrol hasil foto Nisa, sebenarnya ia ingin menemukan foto sang istri dan mengirimnya ke ponsel miliknya. Terlihat beberapa kali ia tersenyum membuat Nisa penasaran.
"Kenapa sih mas senyum-senyum?"
__ADS_1
Leon mendongakkan kepalanya menatap sang istri, "Kamu imut juga kalau sedang pose kayak gini!"
Leon menunjuk ke arah foto Nisa yang sedang cemberut dengan membawa seekor kucing di kepalanya.
"Imut apanya, itu kak Reza yang iseng mas!"
"Tapi aku suka!" Leon pun akhirnya menemukan beberapa foto yang ia kirim ke ponselnya. Setelah puas melihat-lihat foto Nisa, Leon pun mengembalikan ponsel sang istri.
Tapi ada hal lain yang di lakukan Leon dengan ponsel Nisa. Ia mencari nomor rekening di ATM mobile milik Nisa yang memang tidak sulit bagi Leon untuk melacaknya.
"Lain kali ponselnya di kunci!"
"Ribet mas!"
"Ribet dikit enggak pa pa! Sudah letakkan ponselnya, kita bisa mulai makan sekarang kan?"
"Iya mas!" Nisa pun meletakkan ponselnya di atas meja di samping tangannya, setelah membaca doa mereka pun mulai makan.
Tapi baru saja beberapa suap dan Nisa kembali di kejutkan dengan notifikasi pesan.
"Boleh lihat bentar nggak mas, takutnya penting!" Nisa meminta ijin terlebih dulu pada suaminya.
"Boleh, tapi bentar saja!"
"Iya mas!" Nisa pun hanya menggunakan tangan kirinya untuk mengeset layar ponselnya agar terbuka. Tapi matanya membelalak sempurna saat melihat ada notif transfer sejumlah uang dari rekening atas nama Leon Bryan.
"Mas, ini_?"
"Anggap itu nafkah pertamaku!"
"Tapi mas, ini terlalu banyak! Uang mas kawin aja banyak mas!"
"Itu buat kebutuhan kamu sehari-hari, mau kamu habiskan untuk apa terserah, kalau untuk kebutuhan kita, nanti insyaallah kalau sudah pulang aku buatkan ATM baru!"
Nisa masih tidak percaya dengan yang di katakan sang suami, ia sudah begitu syok melihat banyaknya nol di belakang angka lima yang baru saja masuk ke dalam rekeningnya dan pria yang sudah menikahinya itu masih akan membuatkan ATM satu lagi.
"Mas, ini berlebihan!"
"Nisa_, kamu istriku, sudah sepantasnya sebagian besar uangku kamu yang pegang! Allah sudah janji, jika kita membahagiakan istri kita makan Allah akan menambah risky kita, jadi jangan khawatir!"
"Terimakasih mas!"
"Jangan terharu gitu, makan lagi gih!" Nisa tersenyum dan kembali melanjutkan makannya, walaupun saat ini ia masih tidak fokus dengan banyaknya nol yang baru saja di transfer suaminya. Entah berapa banyak uang yang di miliki sang suami.
Memang kalau di pikir-pikir tidak heran jika Leon memiliki banyak uang, bahkan mungkin di tabungannya saat ini jumlah nol nya melebihi batas. Pria itu sudah bekerja semenjak berada di bangku SMA, ia bahkan tidak pernah cuti dan jarang mengambil hari liburnya. Ia juga tidak menghabiskan uangnya untuk keperluan ya sendiri, terlihat sekali bahkan kemeja yang di kenakan hanya itu-itu saja. Dia benar-benar tidak begitu mempedulikan dirinya sendiri, biasanya Oma Widya yang membelanjakan baju untuknya, tapi semenjak Oma Widya meninggal Leon tidak pernah membeli baju sendiri.
...Rejeki suami rezeki istri, bahagiakan istri, manjakan istri, karena senyum sang istri yang melancarkan Riski seorang suami...
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1