
Hari ini untuk pertama kalinya Gus Raka tinggal di rumah Nisa, walaupun begitu mereka akan bertemu di saat-saat tertentu, terutama saat makan.
Leon selalu membuatkan sarapan untuk Nisa, bahkan sebelum Nisa bangun, membuatkan susu ibu hamil dan beberapa keperluan Nisa.
Seperti sudah sangat mengenal seluk beluk rumah itu, Gus Raka tidak kerepotan untuk mencari sesuatu.
Nisa enggak untuk bersama saat makan, ia lebih sering membawa makanannya ke kamar atau dia akan makan setelah Gus Raka selesai makan.
Sore ini Nisa terlihat duduk di ruang tv menikmati acara kesukaannya, sesekali ia memijat kakinya yang terasa ngilu karena ukuran perutnya yang semakin hari semakin besar.
Gus Raka yang sedang berjalan ke dapur untuk membuat kopi, memilih untuk menghentikan langkahnya, ada rasa sedih saat melihat Nisa dalam keadaan seperti itu, ingin ia memijat kaki Nisa agar sakitnya sedikit reda tapi itu tidak mungkin.
Gus Raka pun mengurungkan niatnya untuk ke dapur, ia memilih kembali berbalik dan menuju rumah belakang. Rumah yang di huni para asisten rumah tangga, terlihat beberapa yang sudah menyelesaikan pekerjaannya sedang santai sambil menonton tv di sebuah gazebo.
"Maaf menggangu istirahatnya!"
Mendengar Gus Raka bicara, par asisten rumah tangga itu segera bangun dari duduknya dan pastinya salah tingkah.
"Tidak mas Raka, ada yang bisa kami bantu?"
"Aku tadi lihat, Nisa sedang memijat kakinya, sepertinya kakinya kelu, saya minta tolong pijatkan kakinya ya, dan ada gaji khusus untuk ini!"
"Baik mas Raka, biar saya saja!" seorang wanita paruh baya, sepertinya dia sudah sangat berpengalaman.
Wanita itu segera meninggalkan teman-temannya,
"Tunggu!"
Panggilan dari Gus Raka menghentikan langkanya dan kembali berbalik,
"Iya mas?"
"Tolong jangan katakan pada Nisa kalau saya yang minta!"
"Baik mas Raka!"
Bibi itu kembali melanjutkan langkahnya setelah memastikan jika Gus Raka tidak bicara kembali.
***
Selain menjaga Nisa, saat Nisa bekerja. Gus Raka pun juga menyibukkan diri dengan pekerjaannya, ia masih datang ke toko tapi dia tidak pernah datang ke kampus untuk mengajar.
__ADS_1
Hari ini ia sengaja datang ke kampus, tapi bukan untuk mengajar. Ia sengaja datang untuk mengundurkan diri.
"Apa pak Raka yakin ingin mengundurkan diri? Tenaga pak Raka sangat di butuhkan di universitas ini!" ucap pria yang sepertinya memiliki kedudukan di atas Gus Raka.
"Iya pak Juan, saya yakin. Saya merasa kalau saat ini saya tidak pantas untuk menjalani profesi saya ini, ada banyak dosen yang lebih pantas dari saya, untuk itu saya mobil maaf untuk semua kesalahan yang mungkin pernah saya lakukan baik sengaja atau tidak saya sengaja!"
"Sungguh kami merasa sangat kehilangan pak Raka, tapi mau bagaimana lagi kalau memang tekat pak Raka sudah bilang, saya tidak bisa menghalanginya lagi!"
"Terimakasih atas pengertiannya pak!"
Gus Raka mengakhiri percakapan mereka dan mohon undur diri tidak lupa ia juga menyempatkan untuk berpamitan pada seluruh rekan kerjanya walaupun Gus Raka tidak terlalu kenal dengan mereka, tapi Gus Raka ingin meninggalkan kesan yang baik di hari terakhirnya.
Ternyata kabar Gus Raka mengundurkan diri dari kampus langsung terdengar oleh pak kyai. akhirnya pak Kyai pun meminta Gus Raka untuk menemuinya di pesantren.
"Ada apa Abi memanggil Raka?" tanya Gus Raka yang sudah didik bersama abinya di meja makan untuk menikmati makan siangnya.
"Abi dengar dari pak Juan, kamu mengundurkan diri, apa itu benar?" walaupun tenang, ada gurat kecewa dari pria yang telah membesarkan Gus Raka itu. Pasalnya pak kyai tahu bagaimana perjuangan Gus Raka selama ini untuk bisa masuk sebagai pengajar di universitas itu.
"Maaf Abi, jika saya sudah membuat Abi kecewa! Tapi ada seseorang yang mengatakan padaku, jika saya tidak mampu untuk mengemban amanat itu, lebih baik jangan di paksakan karena sesuatu yang di paksakan itu hasilnya tidak akan baik!"
Mendengarkan pendapat putra angkatnya itu, pak kyai tidak bisa membantah lagi. Tapi yang membuatnya beratnya kenapa baru sekarang, bagaimana dengannya selama empat tahun itu.
"Dan lagi Abi, saya minta satu lagi!"
"Apa?"
"Saya mengundurkan diri untuk mengajar di pesantren!"
"Raka!" terlihat sekali kalau saat ini pak kyai begitu terkejut.
"Maaf Abi, Raka pasti sangat mengecewakan Abi, tapi hanya ini yang bisa Raka lakukan, Raka janji akan menghubungi seseorang yang bisa membantu Abi mengajar di pesantren, tapi bukan Raka!"
"Setelah pulang kok Abi rasa kami jadi aneh begini sih, sebenarnya ada apa?"
"Maaf Abi, Raka tidak bisa mengatakan sekarang, tapi Raka janji nanti bila waktunya tiba, Raka akan mengatakan semuanya pada Abi, semoga Abi bisa sabar menunggu hingga waktu itu tiba!"
"Baiklah, Abi akan menunggunya!"
"Terimakasih atas pengertian Abi!"
Percakapan mereka yang panjang lebar itu harus terhenti karena kedatangan Bu nyai.
__ADS_1
Setelah mengucapkan salam, wanita yang tampak begitu bahagia melihat putranya datang itu pun ikut duduk bersama putra dan suaminya.
"Umi seneng kamu masih mau ke sini, nanti menginap di sini saja ya?!"
"Maaf umi, Raka tidak bisa! Raka tidak mungkin membuatkan nisa tinggal di sana sendiri!"
"Kan ada banyak asisten rumah tangga, penjaga juga banyak!"
"Raka tidak tahu salah satu dari mereka ada yang berkhianat umi, Raka harus bisa menemukannya dulu!"
"Ya sudah nggak pa pa, tapi makanlah dulu sebelum pergi, umi sengaja masak banyak tadi denger kamu akan datang, umi kira bawa Nisa juga ke sini”
Gus Raka pun menepati janjinya pada sang umi, ia segera menyantap makanannya enak segera pergi.
Hanya ada satu pekerjaan yang tidak di lepaskan oleh Gus Raka, yaitu toko.
Ada banyak hal yang membuat Alex mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Gus Raka.
***
Sore ini setelah selesai dengan urusannya, Gus Raka pun segera kembali ke rumah. Leon dan Nisa. Kedatangannya langsung di sambut oleh Alex.
"Mas Alex, anda datang!?" Gus Raka sepertinya sangat terkejut dengan kedatangan Alex.
Alex sedikit curiga dengan keterkejutan Gus Raka, pria itu tampak salah tingkah. Seperti ada yang sedang ia sembunyikan. Dan itu yang harus Alex cari tahu.
"Maaf, saya datang tanpa memberikan kabar lebih dulu!"
Gus Raka menormalkan kembali mimik wajahnya, ia segera tersenyum ramah seperti biasanya.
"Tidak pa pa ? Mari silahkan masuk, pasti Nisa sangat senang melihat mas Alex datang."
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1