
Setelah pulang dari pesantren, Alex sengaja mengajak Aisyah untuk mampir ke rumah orang tuanya hanya untuk sekedar bersilaturahmi.
"Apa ibu sehat?" tanya Aisyah di dapur, ia membantu ibunya menyiapkan dagangannya. Sedangkan Alex sedang asik mengobrol dengan Nino.
"Ibu sehat nak, apa semua baik-baik saja?" tanya bu Santi. Walau bagaimana hubungan mereka tetap saja ibu bisa merasakan apa yang di rasakan oleh seorang anak.
"Tidak pa pa bu, bukan hal yang serius!"
"Bicara sama ibu jika kamu tidak sanggup lagi menanggungnya!"
"Iya ibu!"
Tida berapa lama Alex menghampiri mereka.
"Ay ..., sudah mau gelap!" ucap Alex.
"Baik mas!"
Aisyah kembali menoleh pada ibunya, "Ay pulang dulu ya bu, jaga diri ibu baik-baik, nggak usah capek-capek!"
"Iya ..., kamu juga!"
...***...
Setelah mengetahui jika suaminya ternyata selama ini kecanduan obat terlarang, membuat Aisyah semakin protektif terhadap suaminya.
Ia tidak tahu apa alasan hingga suaminya menggunakan obat-obatan itu, mungkin bukan karena sengaja Alex mengkonsumsinya.
Mungkin karena depresinya yang membuatnya sudah tidak sanggup lagi menahan beban, hingga ia menggunakan obat itu agar bisa tidur di malam hari.
Sebenarnya Alex sudah dua tahun terakhir ini tidak menggunakannya lagi, makanya dia sering terbangun
di malam hari karena mimpi buruk itu.
Banyak hal yang sebenarnya ingin Alex ceritakan pada istrinya, tapi ia bingung harus memulainya dari mana.
“Ay…!”
“Emmmm…?”
"Kamu tidak ingin tahu tentang masa lalu ku?" tanya Alex.
Mereka sedang berada dalam mobil, Alex pun meminggirkan mobilnya, sebentar lagi sholat magrib.
"Tidak mas, cukup jadi mas Alex yang sekarang! Jika masa lalu mas Alex membuatku sakit, aku akan memilih tidak usah tahu!"
“Maaf ya karena aku bukan suami yang baik untukmu!”
“Mas …, kamu adalah identitas ku! Kamu adalah yang terbaik yang Allah kirim untukku, di dunia ini tidak ada yang sempurna, begitupun dengan Aisyah! jika sekarang Aisyah terlihat baik, mungkin karena Allah masih menutupi keburukan Aisyah dari siapapun!”
“Aku beruntung sekali punya istri sepertimu!”
“Kita sama-sama beruntung mas, aku juga beruntung karena mendapatkan mu sebagai suamiku, setidaknya
sekarang aku tahu jika kehidupanku jauh lebih baik dari pada kehidupan mas Alex. Aku tidak akan mengeluh lagi sama Allah!”
Tak berapa lama terdengar suara azan magrib,
"Sudah azan, kita sholat magrib di masjid itu ya!" ucap Alex sambil menunjuk masjid yang berada di samping tempatnya memarkirkan mobilnya.
"Iya ....!"
Mereka pun akhirnya turun dan melaksanakan sholat magrib di sana sambil menunggu waktu isya' sekalian. Mereka mendengarkan ceramah singkat dari kyai yang ada di masjid itu.
Setelah selesai sholat isya' mereka pun kembali melanjutkan perjalanan pulang.
__ADS_1
...***...
Aisyah sudah keluar dari kamar mandi, ia barus saja mengganti bajunya dan mencuci muka.
Alex sedang asik dengan berkas-berkas nya, ia sekarang lebih sering menghabiskan waktunya di rumah, mengerjakan semua pekerjaannya di rumah. Dan Leon yang akan membawakan kembali semua berkas itu ke kantor.
"Mas belum selesai?" tanya Aisyah yang sedang sibuk memakai skin care nya.
"Sebentar lagi, tidurlah dulu!" ucap Alex sambil menoleh pada Aisyah.
"Aku tungguin mas Alex aja deh!" ucap Aisyah dan ikut duduk di samping Alex.
Alex pun kembali melanjutkan pekerjaannya, Aisyah terus mengajaknya berbicara.
tapi lama kelamaan suara itu semakin menghilangkan, saat Alex menoleh ke sampingnya ia melihat Aisyah sudah tertidur di sampingnya.
Alex pun segera merapikan semua berkas-berkas nya dan beralih menatap istrinya itu.
Cup
Alex mengecup bibir Aisyah membuat Aisyah kembali terbangun.
"Mas ....!" gumam Aisyah.
"Kita tidur ya ...!" ucap Alex dan menyusupkan tangannya di bawah tubuh Aisyah dan mengangkatnya membawanya ke tempat tidur.
Alex segera menutup tubuh Aisyah dengan selimut, ia mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur.
Alex segera tidur di samping Aisyah dan memeluknya dengan begitu erat.
...***...
Setiap pagi Aisyah jadi punya kegiatan baru, ia menemani suaminya untuki olah raga. Olah raga adalah terapi yang paling baik untuk melepaskan diri dari pengaruh obat-obatan terlarang itu.
"Mas aku capek!" ucap Aisyah sambil mengusap keringatnya.
"Baiklah ...., yang semangat ya mas ...!"
Aisyah segera mandi dan menuju ke dapur untuk memasak sarapan. Ia terbiasa memasak untuk keluarganya.
Hingga akhirnya Aisyah hampir menyelesaikan pekerjaan, tapi tiba-tiba di kejutkan oleh seseorang yang memeluknya dari belakang.
“mas Alex!” pekik Aisyah
Ia begitu terkejut saat tiba-tiba Alex melingkarkan lengannya di perutnya.
"mas …, malu dilihat nenek nanti!” protes Aisyah, ia benar-benar di buat malu dengan tingkah suaminya itu apa lagi saat suaminya itu mengecup pipinya.
“Nggak pa pa …, nenek tidak akan keberatan!” ucap Alex dengan entengnya.
“Mas …, aku nnggak bisa gerak kalau mas Alex kayak gini!” keluh Aisyah lagi, ia masih punya sayur yang ada di atas kompor yang masih belum matang.
"Aku jadi cemburu nih sama sayuran itu!” ucap Alex dengan memasang wajah cemberutnya.
“Kenapa?"
“Karena kamu lihatnya kayak gitu banget, tapi nggak mau lihat wajah suamimu ini ...!”
“mas Alex ini ya …! Sudah ya mas …, lebih baik mas Alex sekarang tunggu dan duduk di sana lihat aku masak!” ucap Aisyah sambil menunjuk kursi kosong yang berada tidak jauh dari mereka.
"Baiklah ....!" ucap Alex dan dia pun duduk di bangku itu, Alex terus memperhatikan istrinya itu.
"Kamu gemukan ya?" tanyanya tiba-tiba.
"Hahhh?" Aisyah terkejut, ia tidak merasa gemuk.
__ADS_1
“Tapi entah kenapa sekarang istriku ini semakin seksi aja!” ucap Alex dengan senyum menggodanya.
“Mas jangan mulai ya …!” ucap Aisyah dengan wajah tersipunya.
Alex kembali berdiri dan menghampiri istrinya itu kemudian berbisik pada istrinya, "aku pengen sayang …!”
Hal itu membuat Aisyah terbelalak, ia tidak menyangka jika suaminya akan semesum itu sekarang.
“Mas …!" protesnya.
"Aku serius!" ucap Alex dengan wajah yang di buat semelas mungkin.
"Tapi masih pagi mas ...!”
“Baiklah …!” ucap Alex pasrah.
Alex pun memilih meninggalkan Aisyah, ia sekarang jadi lebih manja dari biasanya. Alex memilih segera mandi. Tapi tidak juga mengambil bajunya, karena Aisyah belum menyiapkan bajunya pagi ini membuatnya tersenyum jahil.
"Ay … ..!” teriak Alex dari dalam kamar. Aisyah yang sudah menyelesaikan masaknya
segera mencuci tangannya.
“Bentar.ya nek, mas Alex manggil itu!”
“Iya …, sudah sana ladeni aja bayi besar mu itu!”
Aisyah pun segera naik dan menuju ke kamarnya.
Ceklek
Aisyah membuka pintu kamarnya, ia tidak menemukan siapapun.
Ceklek
Tiba-tiba pintu kembali tertutup, membuat Aisyah terkejut. Aisyah pun kembali menoleh ke belakang.
“Ada apa mas …?”
Suaminya itu sudah berdiri di depan pintu dengan pintu yang sudah tertutup kembali.
"Ada apa mas?” tanya Aisyah lagi.
“Aku tidak menemukan bajuku!” ucap Alex sambil terus mendekat pada Aisyah membuat Aisyah memundurkan langkahnya.
"Ya udah biar aku ambilin!”
"Nggak usah, aki lebih suka seperti ini!”
"Hahh?"
Alex semakin mendekat ke Aisyah, bahkan tangannya sudah mulai meraih pinggang Aisyah.
“Mas …, kenapa harus dekat-dekat kayak gini!”
Tanpa terasa kini tubuhnya sudah di giring ke tempat tidur hingga kakinya sudah mentok di sana.
“Sebelum sarapan, kita harus olah raga lagi sayang …!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰