Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Perhatian Alex


__ADS_3

     Alex


pun segera mengajak Aisyah ke kamarnya. Ia benar-benar tidak membiarkan Aisyah


melakukan apapun, bahkan untuk naik ke atas saja, Alex menggendongnya.


“Mas


…., malu sama nenek!” keluh Aisyah.


“nenek


juga pernah muda, iya kan nek!”


“Iya


sudah sana, nenek nanti jadi iri …!”


 Alex pun menggendong aisyah hingga sampai di


kamarnya, ia mendudukkan aisyah di atas tempat tidur, lalu ia berjongkok di


depannya. Menatap istrinya itu dnegan rasa haru. Ia kembali berdiri dan


membungkuk untuk meraih kening istrinya.


Alex


mencium kening aisyah, dengan air mata yang terlihat menguap di sudat matanya.


“Mas


kenapa menangis?” tanya Aisyah, ia mengusap air mata di sudut mata suaminya


itu.


“Ini


air mata bahagia sayang …! Seharusnya kau tidak perlu menghapusnya!”


Alex


pun kembali berjongkok di depan aisyah dengan tangan yang terus menggenggam


tangan Aisyah dan beberapa kali menciumi tangan itu.


“Kamu


tahu Aisyah ….!”


“Apa?”


“Dulu


saat aku melihat Elan untuk pertama kalinya, aku melihat ia lahir, ia memegang


tanganku dengan tangan kecilnya, ia menangis dalam gendonganku, aku menciumnya


dan aku mulai rakus. Aku takut takut kehilangan dia, walau aku tahu dia bukan


milikku! Aku begitu takut suatu saat nanti aku tidak bisa memiliki yang seprti


Elan dalam hidupku! Dan sekarang kamu akan memberikan yang benar-benar milikku!


Terimakasih sayang …! Aku tidak tahu lagi harus membalasnya dengan apa?”


“Cukup


cintai kami mas, jadikan cinta kami lillahnya …!”


“Insyaallah


…! Aku akan berusaha menjadi lebih baik walaupun nanti akan banyak


mengecewakanmu, tapi aku janji tidak akan pernah kembali ke masa kelam itu


walapun harus aku ganti dengan hidupku!” ucap Alex dengan bersungguh-sungguh.


“Jangan


seperti itu mas, aku nggak mau …!”


‘Aku


hanya becanda sayang …, takut banget kehilangan suamimu ini …!”


“Becandanya


nggak lucu mas … karena mas Alex sudah berkali-kali hampir membuatku menjadi


janda muda mas …!” ucap Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


“Tidak


lagi …!” Alex kembali memeluk istrinya itu dengan begitu posesif.


Setelah


kabar kehamilannya itu, alex benar-benar membatasi semua kegiatan aisyah, ia


bahkan memindahkan kamarnya di bawah agar tidak perlu naik turun tangga. Setiap


pagi setelah sholat shubuh, Alex akan menemani Aisyah untuk jalan santai.


setelah itu menyiapkan susu dan vitamin untuk aisyah.


Bahkan


Alex juga mengundang dokter khusus untuk Aisyah selama Aisyah hamil. Setiap


pagi seperti biasanya, Aisyah selalu merasakan muat dan badannya lemas.


Alex


memilih membawa pekerjaannya di rumah. Ia tidak mau meninggalkan istrinya dalam


keadaan seperti ini.ia akan bekerja di kamar untuk melihat pergerakan aisyah.


ia segera berdiri dan meninggalkan pekerjaannya saat aisyah hendak turun dari


tempat tidur, alex akan segera memapahnya dan menungguinya di depan kamar mandi


sampai aisyah selesai.


“Gimana


sudah nggak pusing?” tanya Alex sambil memapah tubuh aisyah.


“Enggak


mas …, Cuma agak lemes aja, setelah minum susu nanti tubuh Aisyah akan segar


lagi!”


“Mas


alau kayak gini terus, gimana sama kuliah Aisyah?” tanya aisyah saat ia sudah


kembali ke tempat tidur.


harus cuti sampai kamu selesai melahirkan, lagian kan juga tinggal dua tahun


lagi, nggak pa pa kan?”


“Tapi


mas …!” Aisyah begitu keberatan karena ia begitu susahnya untuk bisa kuliah, ia


bahkan harus mencari beasiswa untuk bisa masuk ke kampusnya.


“Nggak


usah bantah! Ini demi kebaikan kamu dan anak kita juga!”


Aisyah


pun akhirnya menyerah, ia tidak mau membantah suaminya. Walaupun aisyah tidak


boleh kemana-mana, Aisyah sama sekali tidak merasa kesepian karena Alex terus


saja menemaninya, jika terpaksa harus pergi hanya satu atau dua jam. Jika bisa


di wakilkan maka ia akan mewakilkan pekerjaannya pada Leon.


Semenjak


hamil Aisyah menjadi begitu  manja terutama


kepada suaminya,karena terbiasa di temani, ia jadi tidak mau di tinggal-tinggal.


Kemanapun asalkan sama sang suami, tidak jarang Aisyah akan ikut alex ke kantor


saat Alex harus terpaksa ke kantor dan tidak bisa di wakilkan.


Aisyah


saat ini sedang duduk di ruangan Alex, Alex barus saja kembali dari meetingnya.


Ia melihat Aisyah sedang asik tidur-tiduran di sofa.


“Capek


banget ya sayang?” tanya Alex yang datang dan mengecup kening istrinya itu.

__ADS_1


“Assalamaualaikum,


mas!”


‘Waalaikum


salam, maaf kadang mas lupa!”


“Nggak


capek mas, anaknya juga seneng banget kalau di ajak nemenin papanya kerja, iya


kan sayang?” ucap Aisyah sambil mengusap perutnya yang sudah mulai ada detak


jantungnya. Kini kandungan Aisyah sudah menginjak usia tiga belas minggu.


“Iya


kah sayang …, suka ya nemenin papa nya kerja? Papa juga suka di temenin!” ucap


Alex sambil mengusap perut Aisyah.


Kruyukkkkk


Alex


segera tersenyum saat mendengarkan perut istrinya itu berbunyi,


“lapar


ya?” tanya Alex dan Aisyah pun mengangguk.


“Mau


makan apa sayang?”


“Mas


aku pengen makan rujak cingur buatan ibu!”


“Nanti


pulang kantor kita mampir di rumah ibu ya, tapi sekarang makan yang ada di


sekitar sini saja ya!” Aisyah pun kembali mengangguk. Alex pun mencarikan


makanan yang bisa di makan untuk makan siang.


Alex


memesankan ayam bumbu balado kesukaan Aisyah.


“Makan


yang banyak ya sayang!” ucap Alex sambil menyuapkan makanan ke mulut Aisyah.


Sore


harinya, Alex benar-benar menepati janjinya. Ia mengajak Aisyah ke rumah bu


Santi hanya untuk makan rujak cingur buatan ibunya.


“Selamat


ya Ay, ibu senang kamu sudah mau jadi ibu! Tapi hati-hati yang sayang,, usia


kandunganmu ini masih sangat rentang apalagi usiamu juga masih terlalu muda!”


“Iya


ibu …!”


“Nak


Alex, tolong jaga Aisyah untuk ibu ya!”


“Pasti


bu!”


 


Bersambung


Jangan lupa buat kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya, kasih vote juga yang banyak ya


follow ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2