
Kini Aisyah sudah meninggalkan kantor polisi bersama Leon. Sepanjang perjalanan Aisyah hanya bisa terdiam menatap jalanan.
Leon terlihat bingung harus apa, sebenarnya ada yang harus Aisyah lakukan di kantor dan ini mengenai penandatangan beberapa berkas yang memang sudah di limpahkan pada Aisyah.
"Nona!"
Aisyah segera mengusap air matanya dan menatap ke depan.
"Iya?"
"Apa tidak pa pa jika kita mampir ke kantor dulu?" tanya Leon yang merasa tidak enak.
"Apa ada yang harus saya kerjakan?" tanya Aisyah.
"Iya nona!"
"Baiklah ...., kita ke kantor!"
Mobil pun mulai melaju memecah ramainya jalanan kota Surabaya. Beberapa kali mobil harus terhenti karena lampu lalu lintas yang menyala merah.
Sesekali kaca mobil di ketuk oleh pedagang asongan yang menawarkan dagangannya dan kadang pengamen jalanan yang sedang mangkal di lampu merah.
Setelah perjalanan selama setengah jam akhirnya mobil be henti di depan gedung kantor besar dengan plang besar di depannya bertuliskan 'Revier Company'. Perusahan keluarga yang di kelola turun temurun oleh keluarga Alex mulai dari kakek buyut Alex.
"Silahkan nona!" ucap Leon sambil membukakan pintu mobil untuk Aisyah.
"Terimakasih!"
Kedatangan mereka langsung di sambut oleh para pemegang saham, mereka sudah mendengar beritanya. Mereka khawatir jika perusahaan tidak akan ada yang meneruskannya.
Untungnya Aisyah dan Leon berhasil menangani semuanya dengan baik, Aisyah juga memberi wewenang bagi Leon dalam mengambil beberapa keputusan selama Alex berada di penjara.
Aisyah hanya akan memberikan persetujuan atau tidak.
...****...
Satu minggu sudah Alex berada di balik jeruji besi, Aisyah sudah mulai terbiasa dengan keadaan ini. Keadaan tanpa suaminya di sisinya, tapi yang membuatnya tidak biasa adalah saat mulut tetangga telah bicara.
__ADS_1
Mau sebaik apapun seseorang, tapi jika satu titik saja keburu kan nya makan yang akan terlihat adalah keburukannya.
Ajun meminta bantuan Rendi untuk mencarikan pengacara terbaik. Minggu depan sidang pertama untuk kasus Alex. Seharusnya Rendi bisa menjadi salah satu saksi atas beberapa kasus yang sedang menimpa Alex, tapi Rendi memilih untuk tidak mau ikut campur, ia hanya bisa memberi bantuan berupa pengacara.
"Apa pak Rendi tidak ingin membantu kasus yang menimpa pak Alex?" tanya Ajun dalam sambungan telponnya.
"Saya cukup menyesal dengan semua ini, tapi hanya itu yang bisa saya berikan, katakan pada asisten Alex jika saya tidak bisa menjadi saksi, tapi saya akan mengirim orang untuk menjadi salah satu saksi!"
"Baik pak!"
Terlihat Ajun sudah mulai menyakukan ponselnya kembali. Ia tahu jika akhirnya seperti ini, sekarang Rendi sudah mulai bekerja di pemerintahan, jika sampai ia ikut campur dalam masalah Alex pasti akan sangat merugikan bagi karir anak buahnya yang sudah banyak yang mulai di rekrut sebagai pasukan keamanan pemerintahan.
...*****...
Hari ini sudah jatuh waktu sidang, Aisyah harus tabah menghadapi keputusan hakim bagaimana pun nantinya.
"Apa nona akan ikut dalam persidangan?" tanya Leon.
"Iya ....!"
Aisyah tidak membawa serta baby Kia, ia sengaja menitipkannya pada ibunya. Papa dan mama Dini sudah kembali ke jakarta karena ada pekerjaan jadi tidak bisa menemaninya di persidangan.
Yang paling memberatkan bagi Alex adalah kasus penyelundupan beberapa barang ilegal ke luar negri saat itu. Dan itu pun juga atas campur tangan Tito dan anak buahnya.
Alex sudah merencanakan begitu matang, hingga ia tidak melibatkan Leon dalam kejahatan apapun walaupun mereka sudah tumbuh bersama sejak kecil, ia sudah sangat percaya pada Leon melebih dirinya sendiri. Karena menurutnya Leon adalah orang yang paling bisa di percaya olehnya.
Jika ada kejadian seperti ini makan nama Leon tidak akan pernah terseret agar Leon bisa menjaga keluarganya.
"Bagaimana mas?" tanya Aisyah pada Ajun, ia tahu jika mungkin Rendi bisa membantu suaminya.
"Pak Rendi tidak bisa berbuat banyak!"
"Aku tahu, terimakasih ya mas atas bantuan mas Ajun!"
Mobil pun akhirnya berhenti di depan pengadilan, Aisyah ingin sekali menemui suaminya sebelum persidangan tapi ternyata polisi tidak mengijinkannya. Ia boleh bertemu dengan suaminya saat setelah persidangan, itu pun tidak boleh terlalu lama.
Aisyah, Dini dan Ajun sudah duduk di kursi yang ada di ruang persidangan itu bersama para wartawan dan bebe apa saksi dan pengacara.
__ADS_1
Bapak hakim, jaksa sudah bersiap di depan, para pengacara terlihat sibuk menyiapkan semua berkasnya, Leon ikut bersama para pengacara yang sengaja ia bawa dan di bawa oleh Ajun, dua pengacara itu di siapkan khusus untuk membela Alex. Di sisi lain juga ada pengacara dari pemerintahan dan pengacara dari pihak Tito.
Setelah semuanya duduk dan hakim mulai membacakan segala tuntutan tuntutan nya atas Alex. Seorang pria dengan baju atasan kemeja putih dan celana hitam datang dengan di kawal oleh beberapa polisi,
Aisyah sudah memperhatikannya semenjak keluar dari ruangan itu, matanya tidak mampu beralih menatap suaminya itu dengan air yang mulai mengembeng di pelupuk mata.
Alex juga mencari keberadaan wanita yang begitu ia rindukan itu, ingin rasanya memeluknya saat ia sudah menemukannya tapi apa daya tangannya tak mampu meraih, mereka hanya bisa bicara dari tatapan mata mereka.
Langkah Alex melambat saat ia hampir mendekati kursi di mana Aisyah duduk, bibir Aisyah sudah mulai bergetar, ia sengaja menggigit bibir bawahnya agar tidak sampai menangis.
Tapi Alex menggelengkan kepalanya, Jangan menangis sayangku ...., biarkan aku berjuang ...
Alex pun menarik garis bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman. Tersenyum lah sayang demi aku ...., jangan biarkan rasa bersalahku semakin besar ....
Walaupun begitu berat, Aisyah pun melakukan hal yang sama, ia melengkungkan senyumnya walaupun air matanya tanpa permisi mengalir di kedua pipinya.
"Mari pak!" terdengar suara polisi yang meminta Alex untuk kembali berjalan.
Alex pun melambaikan tangannya sebentar lalu berlalu meninggalkan Aisyah dan duduk di kursi yang sendiri itu, kursi pesakitan di mana dia yang akan menjadi pusat perhatian.
Beberapa wartawan mulai meliputnya, seorang pengusaha kaya yang terlibat kasus meninggalnya seorang gadis dan penyelundupan barang-barang ilegal, dan dari penyelidikan terbukti jika Alex pernah memakai barang-barang terlarang.
Atas kasusnya mengenai hilangnya nyawa seorang yang bernama Hanna, Alex terbukti tidak bersalah dengan adanya saksi kunci dan beberapa bukti yang di bawa oleh pengacara Rendi, dan untuk penyelundupan barang-barang ilegal, Alex terbukti bersalah.
Tapi pengacara Alex masih mengajukan banding untuk meringankan hukuman atas Alex dengan membayar denda dan dengan pertimbangan jika sekarang sudah berhenti dari bisnis haram itu.
Untuk mengajukan banding, makan persidangan masih harus di lanjut minggu depan.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰