
Mereka langsung menuju ke hall tempat di laksanakan makan malam. Beberapa orang
menyambut kedatangan mereka, bahkan ada yang memberi selamat pada Alex dan
aisyah atas pernikahannya mereka dan juga atas suksesnya pembangunan restaurant
ini. Perusahan Alex terpilih sebagai pemenang tender, dan ia menjadi ketua tim pembangunan resto itu.
“Alex!”
Alex dan Aisyah menghentikan langkahnya ketika seseorang memanggilnya. Itu Divta
yang memanggilnya.
Alex mengerutkan keningnya saat melihat siapa yang menyapanya, “pak Divta?”
“Kita dipertemukan lagi ya ternyata!” ucap Divta sambil menjabat tangan Alex.
"Pak Divta di sini?"
"Iya ...., karena resto ini adalah salah satu terobosan baru cabang group F di Surabaya!" ucap Divta menjelaskan.
"Pantas ketuanya sulit di hubungi, ternyata orang sehebat anda!" Alex memang tidak menampik jika ia begitu mengidolakan pria mapan di depannya itu. Sepak terjangnya di dunia bisnis tidak bisa di ragukan lagi.
"Bagaimana? Tidak menyesal kan setelah tahu jika saya pemilik resto ini?" tanya Divta, mau bagaimanapun pria di depannya pernah berseteru dengan adiknya.
“Iya, nggak nyangka! Tapi jujur senang bisa bekerja sama dnegan orang seperti pak
Divta!”
“Saya juga senang!” ucap Divta, bukan tanpa alasan hingga group H memilih perusahaan Alex menjadi penanggung jawab pembangunan restonya itu. Perusahaan yang di ketua oleh nenek Widya itu sudah go internasional, hingga banyak perusahaan-perusahaan asing yang mempercayakan pembangunan rumah, perusahan dan tempat-tempat wisata pada perusahaan mereka.
Kemudian Divta menatap wanita yang ada di damping Alex, Ia tidak tahu jika Alex sudah menikah karena saat Alex menikah ia sedang menjalankan proyek di luar negri,
“ dia …?” tanya Divta pada Alex.
“Kenalkan, dia istri saya, Aisyah!” ucap Alex.
"Kalian sudah menikah?" tanya Divta tidak percaya.
"Iya!" ucap Alex singkat.
“salam kenal Aisyah …, saya Divta, Pradivta anugra Putra!” ucap Divta sambil mengulurkan tangannya, tapi Aisyah segera mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
“Salam kenal pak Divta!” ucap Aisyah. Divta tersenyum, ia baru sadar dengan penampilan istri Alex, ia segera menarik kembali tangannya yang menggantung di udara.
“Saya cukup terkejut loh dengan pernikahan kalian!” ucapnya lagi.
Aisyah hanya tersenyum, ia pernah melihat pria itu tapi dimana ia lupa. Alex menyadari
kebingunan Aisyah, ia pun tersenyum pada Aisyah dan kembali melingkarkan
lengannya di pinggang Aisyah.
“Pak Divta ini adalah kakak pak Agra, Diragra Anugra putra, sahabat Rendi!”
Sekarang Aisyah baru ingat siapa pria yang ada di depannya itu.
"Ya sudah, kami masuk dulu ya pak Divta!"
"Oh ya ...., silahkan nikmati jamuan makan malamnya!"
"Terimakasih!"
Alex mengajak Aisyah untuk duduk di meja yang sudah bertuliskan nama Alex di sana.
Sejak acara di mulai, Alex tak hentinya menatap Aisyah yang berada di seberang
__ADS_1
mejanya. Ia diam-diam mengagumi kecantikan wanita itu.
Aisyah merasa salah tingkah karena terus diperhatikan sama suaminya, membuat aisyah
mendekatkan kursinya pada Alex dan sedikit berbisik,
“Mas kenapa merhatiin aku terus?”
Alex tersenyum, semenjak masuk ke ruangan itu Alex memang lebih mudah tersenyum, “Makasih ya!”
Aisyah mengerutkan keningnya, “Makasih? Makasih kenapa?”
“Karena kamu sudah mau menikah denganku!” ucap Alex.
Ha …
Ada semacam perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar di hatinya, senang sekaligus
aneh. Kenapa suaminya itu tiba-tiba mengatakan hal itu? Bahkan ia tidak tahu harus
senang atau marah saat ini. Sejak kapan ia memikirkan hal itu?
Alex tidak lagi menatap Aisyah, ia beralih menatap Divta yang memberikan sambutan.
Setalah Divta memberikan sambutan mengenai konsep restaurant yang telah mereka
resmikan, acara di lanjutkan dengan makan malam dan ramah tamah. Alunan live
music seniman daerah mengantar para tamu untuk menikmati makan malam.
Alex dan Aisyah menikmati makan malam sambil duduk di tempatnya, Aisyah sudah mengambilkan makan untuk Alex.
"Ini mas, punya mu!" ucap Aisyah sambil meletakkan piring Alex di depannya. Aisyah pun kembali ke tempat mengambil makanan dan mengambil untuknya.
Setelah itu ia duduk di depan Alex dan menggeser duduknya agar lebih enak makannya sambil menikmati musik.
Aisyah hanya menggelengkan kepalanya.
Alex menatap Aisyah, “Kamu nggak bahagian dengan pernikahan kita?”
Huk huk huk
Pertanyaan Alex berhasil membuat Aisyah tersedak, Alex pun segera memberi gelas air minum pada Aisyah. dengan cepat Aisyah
meneguknya.
“Kenapa mas Alex tanya seperti itu?”
“Ya pengen tanya aja!”
“Aku nggak mau ya bahas ini mas ..., apalagi di tempat umum seperti ini, ini urusan pribadi
kita mas, bisa kita bahas nanti di rumah!” protes Aisyah sambil menatap suaminya begitu kesal.
Alex tidak menjawab, mereka hanya saling berpandangan.
“Mau sampek kapan kamu melototi suamimu seperti itu?” tanya Alex kemudian membuat
Aisyah mengalihkan tatapannya.
“Maaf …!”
Ting
Tiba-tiba notif pesan masuk ke ponsel Alex, Alex yang sudah menghabiskan makannya segera meminum minumannya dan membuka pesan itu, tiba-tiba saja wajahnya berubah tegang.
"Ada apa mas?" tanya Aisyah.
__ADS_1
“Bukan hal yang penting …, sudah malam! Kita pulang aja!” ucap Alex dan memilih untuk berdiri, ia menghampiri Divta dan pamit untuk pulang lebih dulu.
Langkah Aisyah yang lebih pendek dari pada langkah Alex sedikit mengejar Alex yang
berjalan lebih dulu. Ia sedikit berlari kecil untuk mensejajari langkah Alex.
“Mas Alex marah ya sama Aisyah?” tanya Aisyah yang kini langkahnya sudah mensejajari
Alex.
Alex memilih mengacuhkan Aisyah, ia terus saja berjalan keluar gedung menuju ke
tempat parkir di mana Leon memarkirkan mobilnya.
“Tuan!”
melihat Alex datang, Leon bersiap membukakan pintu mobilnya.
“Pulanglah dulu sama Aisyah, aku ada urusan sebentar!” ucap Alex, ia berlalu begitu saja
meninggalkan Leon dan Aisyah.
“Mas …., mas Alex …!” panggil Aisyah tapi Alex tidak menggubris panggilan Aisyah.
“Tunggu bentar ya mas Leon, aku kejar mas Alex dulu!” ucap Aisyah, ia kembali mengejar
Alex yang sudah berjalan menjauh, sepertinya Alex akan menyeberang jalan.
“Mas …, mas Alex mau ke mana?” teriak Aisyah, tapi mungkin memang jarak Alex dan
Aisyah sudah lumayan jauh, suara Aisyah tidak terdengar oleh Alex.
Saat ini mereka sudah berada di persimpangan jalan, Alex sudah menyeberang dan
berdiri di seberang jalan. Seperti sedang menunggu seseorang.
Alex yang melihat Aisyah yang berdiri di seberang jalan, mengerutkan keningnya.
Ternyata ia tidak sadar jika Aisyah mengikutinya.
“Ay …, ngapain?” teriak Alex.
“Tunggu di situ mas, biar aku nyusul!” ucap Aisyah tapi sepertinya Alex tidak
mendengarkan ucapannya Aisyah karena begitu ramainya jalan raya saat itu.
“Apa?”
“Tunggu di situ!” dengan ragu-ragu Aisyah segera menyeberang jalan.
Tiiinnn tiiiiiiinnnnnn!!!!!!
“Awas Ay …!” teriak Alex dan langsung berlari menghampiri Aisyah saat melihat Mobil
dengan kecepatan tinggi melintas dan …
Brakkkkk
Aisyah jatuh terguling di aspal begitu terkejut saat melihat tubuh Alex yang terpental
jauh ke rerumputan karena terserempet mobil yang hampir menabrak tubuh Aisyah.
“Mas Alex …..!!!!!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰