Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Mengkhitbah 2


__ADS_3

Aisyah segera mengenakan kembali hijabnya dan merapikan sedikit, melihat pantulannya


di cermin, setelah memastikan tidak ada yang ganjil, Aisyah pun segera keluar


kamar, bersamaan dengan ibunya yang juga dari dapur.


“Biar Ais aja bu yang buka pintunya,


mungkin itu paket Ais!”


Akhirnya bu Santi pun mengurungkan niatnya untuk ke depan, ia memilih kembali ke dapur.


Aisyah segera menuju ke depan untuk membukakan pintu.


Ia begitu terkejut saat melihat siapa yang datang ke rumahnya, ada Kyai Hamid tapi


bukan dengan Nyai Sarah melainkan nenek Widya.


“Assalamualaikum Aisyah …!” sapa Kyai hamid dengan senyum teduhnya, mungkin senyum teduh yang di miliki oleh gus Fahmi turunan dari Kyai Hamid.


“Waalaikum salam Kyai, nenek! Mari masuk …!” Aisyah benar-benar gugup. Tak biasanya


mereka berkunjung ke rumahnya.


“Ada siapa Sya?’ tanya bu Santi dari belakang, ia juga tertegun saat melihat siapa


yang datang ke rumahnya.


“Mari duduk!” untuk saja di rumah itu ada beberapa kursi plastik selain kursi utama


yang jumlahnya hanya ada tiga, dua kecil dan satu besar cukup untuk dua orang.


Bu Santi segera meminta Aisyah untuk membuatkan minum untuk tamunya, Aisyah pun segera ke dapur untuk membuatkan minum.di dapur ia terus memegangi dadanya yang berdebar begitu hebat.


“ya Allah …., jangan-jangan ini yang gus Fahmi maksud dengan kejutan! Aku nggak


nyangka!”


Walaupun tangannya gemetar, ia membuat teh untuk semua tamu nya. Beberapa kali Aisyah


menghembuskan nafasnya, berharap rasa deg-degannya segera hilang.


Setelah lebih tenang, ia pun segera kembali ke ruang tamu dengan membawa nampan yang


berisi beberapa gelas the hangat.


“Silahkan di minum pak Kyai, nenek!”


“Duduklah …, ada yang ingin pak Kyai bicarakan denganmu, serius!”


Aisyah pun segera duduk di kursi plastik yang berada di ruangan itu. Dengan menunduk


ia mencoba mendengarkan apa yang di katakana oleh pak Kyai.


“Jadi begini bu Santi, maksud kedatangan kami ke sini adalah untuk mengkhitbah putri


bu Santi, Aisyah!” Ucapan Kyai Hamid benar-benar membuat hati Aisyah begitu senang, ia sampai tidak bisa


menyembunyikan rasa bahagianya.


“Bagaimana apa bu Santi menerima khitbah kami?”


Bu Santi menatap Aisyah, Aisyah pun juga hanya bisa menunggu keputusan ibunya.


“Semua keputusan saya serahkan sama aisyah pak Kyai, tapi sebenarnya kami belum memikirkan maslah pernikahan sebelumnya karena Aisyah juga masih terlalu muda, apa lagi kami masih harus mengurus Nino yang masih sakit, iya kan sya?!”

__ADS_1


Memang benar apa yang di katakan oleh ibunya, mereka harus memikirkan masalah Nino, ia tidak mungkin menikah jika Nino belum operasi. Bu Santi pasti akan sangat kesusahan mengurus Nino seorang diri.


“Kalau begitu bagaimana Aisyah?” tanya pak Kyai kemudian pada Aisyah. Aisyah senang karena pak Kyai sendiri yang datang melamarnya untuk gus Fahmi, mungkin.


"Aisyah .....!"


Sebelum Aisyah sempat menjawabnya, nenek Widya yang sedari tadi menunggu giliran untuk


bicara, akhirnya ikut bicara.


“Begini nak Aisyah, kalau nak Aisyah masih sangat berat mengenai pengobatan adik nak


Aisyah, jangan khawatir, saya akan mengurus semuanya, bahkan kami sudah menemukan donor ginjal yang tepat untuk anak bu Santi!”


“benarkah itu bu?” tanya bu Santi begitu haru. Aisyah dan bu Santi saling berpelukan mengucapkan syukur, rasa haru menyelimuti mereka.


“Iya bu, saya bahkan sudah mengatur jadwal operasinya!”


Aisyah senang sekaligus bingung, ia senang karena pak Kyai mengkhitbahnya tapi ia juga


bingung kenapa ada nenek Widya dan beliau juga berbaik hati mengurus semua


pengobatan adiknya padahal mereka baru bertemu dua kali.


Tok tok tok


Di tengah kebingungannya, tiba-tiba pintu kembali di ketuk. Dari luar, karena


pintu tidak tertutup jadi langsung terlihat siapa yang sedang mengetuk pintu.


“permisi!”


Semua mata menatap kedatangan orang itu.


“Silahkan masuk!” perintah bu Santi, Alex pun masuk dan menyapa semua orang yang ada di


sana. Kali ini Alex juga tersenyum pada Aisyah.


Setelah Alex duduk, Kyai Hamid segera memperkenalkan diri pada bu Santi dan Aisyah.


“Ini adalah nak Alex, nama lengkapnya Kevin alexander, cucu dari bu Widya satu-satunya, nak alex inilah yang mengkhitbah Aisyah!”:


Mendengarkan penjelasan dari Kyai Hamid, wajah aisyah berubah menjadi pucat pasi, kakinya seketika lemas seperti tidak bertulang.


"Aisyah!" teriak bu Santi saat melihat tubuh Aisyah yang tiba-tiba terduduk lemas, bu Santi langsung menyangga tubuhnya.


"Nak ...., kamu tidak pa pa kan?" tanya nenek Widya yang tidak kalah khawatir nya.


"Aisyah tidak pa pa bu, nek!" walaupun ia seperti tersambar petir di siang bolong, ia mencoba menenangkan hatinya sendiri.


Ia begitu tidak menyangka jika yang


mengkhitbahnya adalah Alex, pria arrogant itu. padahal ia sudah sangat berharap


gus fahmi lah yang mengkhitbahnya, bukan pria yang sekarang ada di depannya itu.


“Bagaimana apa nak Aisyah menerimanya?” tanya pak Kyai Hamid pada Aisyah.


“Saya sangat berharap nak Aisyah bersedia menjadi menantu saya, iya kan Alex?” ucap


nenek Widya tak mau kalah. Alex yang sedari tadi memperhatikan Aisyah akhirnya


mengangguk.


“Iya ,…, saya sangat berharap. Aisyah menerima lamaran saya!” ucap Alex begitu

__ADS_1


meyakinkan.


Sebelumnya Alex tidak tahu jika Aisyah lah gadis yang akan di jodohkan dengannya, ia


mengira hanya gadis polos yang biasa mengaji di pesantren.


Saat sampai di depan rumah Aisyah, ia baru saja jika gadis yang akan di jodohkan


dengannya adalah Aisyah, sebuah keuntungan baginya karena Aisyah juga dekat


dengan baby El, akan sangat mudah mendapatkan ijin dari Rendi untuk bisa


bertemu dnegan baby El jika ia menikah dnegan gadis itu.


Rencana nenek sungguh luar biasa …,


batin Alex, ia tersenyum puas. Jika Aisyah sampai menolaknya ia kan berusaha


membuatnya untuk menerimanya.


Aisyah hanya bisa diam, ia tidak tahu harus melakukan apa ia juga tak tahu harus


bicara apa, yang ada di pikirannya sekarang adalah Gus Fahmi.


Apa ini yang di maksud gus Fahmi? Apa


gus Fahmi tahu soal ini? Kenapa gus fahmi lakuin ini? Ya Allah …, takdir


seperti apa yang akan engkau hadapkan padaku …


Walau bagaimanapun aisyah harus menjawabnya, sekarang atau nanti, yang pasti ia harus tetap menjawabnya.


“Maaf kan putri saya, mungkin ia masih merasa berat untuk meninggalkan adiknya, iya


kan nak?” tanya Bu santi.


“kalau masalah itu, bu Santi tidak usah khawatir, empat hari lagi adalah jadwal


operasi untuk Nino dan ini daftarnya, bu Santi tinggal menandatanganinya!” ucap


nenek Widya sambil menyodorkan sebuah map kepada bu Santi, bu Santi pun segera


melihatnya dan benar saja itu persetujuan operasi donor ginjal untuk Nino.


“Bu Santi tinggal menandatanganinya, atau mungkin Aisyah yang akan menandatanganinya, semua keputusan saya serahkan kepada bu Santi dan nak Aisyah!”


Walaupun tak terlihat memaksa tapi sebuah map itu sudah menjadi paksaan tersendiri,


Aisyah tidak mungkin langsung menolaknya, melihat ibunya yang antusias dan


keadaan adiknya, ia benar-benar tak berdaya.


“jawablah nak!” perintah bu Santi, sekarang pak Kyai hanya bisa diam menatap anak


didiknya itu, ia sudah berjanji tidak akan ikut campur salain hanya mengantar


dan mengungkapkan maksud kedatangan nenek Widya.


“Maaf, bisakah memberikan saya waktu tiga hari untuk mengambil keputusan?”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Maaf ya untuk dua hari ke depan dokter tampan itu suamiku belum bisa up dulu, mohon maklum

__ADS_1


__ADS_2