
Setelah acara selesai, satu persatu orang meninggalkan mushola, begitu juga dengan Asna di ibunya.
Asna merasa tidak nyaman terlalu lama berada di antara orang banyak.
Sedangkan Gus Raka memilih menemani mertuanya mengobrol santai dengan beberapa tokoh masyarakat di sekitar rumah Asna.
Kedua adik laki-laki Asna juga sudah tidak ada di sana, besok mereka harus sekolah jadi mungkin harus segera pulang untuk mempersiapkan pelajaran untuk besok.
"Jadi pak Tedi ini dapat menantu anak ustadz? Beruntung sekali, sudah ganteng pinter agama lagi!" puji pak RT yang kebetulan masih ikut nimbrung.
"Alhamdulillah pak RT, Allah itu maha adil!" pak Tedi menganggapi.
"Ini berkat buah kesabaran pak Tedi dan keluarga, semoga orang-orang yang sudah berbuat zalim itu mendapatkan hukuman yang setimpal!"
"Aminnn!" ucapan pak RT langsung di Amini oleh bapak-bapak yang lain.
Inilah bedanya bapak-bapak sama ibu-ibu, setiap kali bertemu bapak-bapak hanya akan menceritakan sesuatu yang bernilai positif, walaupun tidak semuanya tapi memang sebagian besar seperti itu. Mereka akan memilih tidak membicarakan hal-hal yang bisa menyakiti orang lain.
"Sudah malam, kalau begitu saya permisi ya bapak-bapak!" pamit pak Tedi saat melihat lelah di wajah menantunya itu.
"Iya pak, kami juga akan pulang!"
Akhirnya bapak-bapak itu mulai membubarkan diri, menyisakan taakmir mushola yang harus mematikan lampu dan menutup pintu sebelum di tinggalkan dan memastikan mushola aman saat di tinggal.
Jarak antara rumah Asna dan mushola tidak terlalu jauh, mereka pun memilih untuk jalan kaki.
"Pak!" pak Tedi segera menoleh saat mendapat panggilan dari menantunya itu.
"Kalau di ijinkan, besok saya akan membawa Asna ke rumah baru kami!" pak Tedi seketika menghentikan langkahnya mendengar pernyataan Raka yang seperti itu.
"Rumah baru?"
"Iya pak, sebenarnya saya sudah menyiapkan sebuah rumah untuk kami tinggali!"
"Tapi Asna?"
"Dia juga sudah menyetujuinya pak!"
"Apa tidak bisa kalian tinggal satu Minggu lagi?"
"Nanti coba saya tanyakan sama Asna, pak!"
"Bapak bukannya tidak rela, tapi bapak sepertinya belum siap jika tinggal jauh dari Asna, apalagi setelah kejadian itu, bapak trauma!"
"Jangan khawatir pak, insyaallah rumah kami ada di kawasan yang aman!"
Pak Tedi tidak lagi mendebat ucapan Gus Raka, mereka kembali berjalan hingga akhirnya rumah dengan cat kuning itu sekarang sudah mulai terlihat.
Kedatangan mereka langsung di sambut mama Ayu.
"Ma, kenapa di luar? Anak-anak di mana?"
"Anak-anak di dalam pa, mama sengaja nungguin kalian karena tadi mama sudah nyiapin makanan untuk kalian!"
"Ibu repot-repot sekali!" Gus Raka tampak merasa begitu sungkan.
"Sudah jangan sungkan, ayo masuk!"
Pak Tedi mengajak Gus Raka langsung ke ruang makan dan benar di sana sudah tersedia makanan.
"Anak-anak sudah makan ma?"
"Sudah!" mama Ayu mengambilkan makanan untuk suami dan menantunya itu, "Ayo di makan!"
"Asna_?" Gus Raka tampak ragu untuk menanyakan.
Mama Ayu menatap ke arah Gus Raka dengan tatapan sedihnya, "Asna katanya sedang tidak nafsu makan!"
"Boleh nggak Bu, pak? Makanannya saya bawa ke kamar?"
__ADS_1
"Boleh, boleh banget!"
"Saya minta sendoknya satu lagi!"
Mama Ayu pun mengambilkan sendok satu lagi untuk Gus Raka.
"Terimakasih pak, Bu!"
"Jangan panggil pak Bu lagi, panggil papa mama seperti Asna memanggilkan!" ucap mama Ayu sambil mengusap bahu Gus Raka.
"Iya ma!"
Akhirnya Gus Raka pun menuju ke kamar Asna, dia sudah pernah berada di depan kamar Asna waktu itu jadi tidak perlu bertanya lagi di mana posisi kamar Asna.
Hingga akhirnya ia sampai juga di depan kamar Asna, ia pun menggunakan tangan kirinya untuk mengetuk pintu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum Na, boleh nggak mas masuk?"
Tidak ada sahutan dari dalam tapi pintu perlahan mulai terbuka dan Asna berdiri di balik pintu itu, Gus Raka segera tersenyum.
"Mas boleh masuk kan?" tanya Gus Raka lagi dan Asna pun menggeser tubuhnya memberi jalan pada Gus Raka.
Gus Raka pun melewati tubuh Asna begitu saja dan duduk di sofa yang ada di kamar Asna, meletakkan piring yang berisi makanan itu di atas meja,
"Sini dek, mas mau bicara!"
Asna merasa asing dengan panggilan baru yang di sematkan oleh Gus Raka itu, ia sampai menunjuk dirinya sendiri,
"Aku?"
"Iya dek, sini!"
"Sejak kapan kamu panggil aku dek?" protes Asna sambil berjalan mendekati Gus Raka.
"Di tutup dulu dek pintunya!" Asna pun kembali menoleh ke pintu dan benar saja pintunya masih terbuka lebar, Asna dengan kesal menjejakkan sebelah kakinya ke lantai dengan keras dan berjalan kembali menutup pintu.
"Sini!" Gus Raka melambaikan tangannya sambil tersenyum seperti biasanya hingga menunjukkan lesung pipinya.
Lagi-lagi Asna hanya bisa pasrah dan berjalan mendekat ke arah Gus Raka,
"Ada apa?"
"Mas_!" Gus Raka sengaja melanjutkan ucapan Asna agar Asna terbiasa memanggilnya mas.
"Bodo amet!"
"Duduk dek!" Gus Raka menepuk tempat kosong di samping nya, tapi Asna malah memilih duduk di depan Gus Raka dengan terhalang meja di antara mereka.
"Apa?" tanya Asna dengan begitu jutek.
"Jangan jutek-jutek dek, nanti manisnya ilang loh!"
Ribet banget sih ..., dek dek, emang aku adeknya apa? Asna hanya bisa mengomel dalam hati.
"Sebenarnya mas nggak biasa makan kalau nggak ada temennya, dek Asna mau nemenin nggak?"
"Nggak!"
"Tapi mas sungguh lapar, bagaimana dong ini?"
"Kenapa nggak makan sama papa saja?"
"Nggak enak dek, papa kan di suami mama, trus aku mau jadi obat nyamuk di sana!? Mau ya dek temenin aku!"
Banyak banget akalnya nih orang ...., Asna hanya memicingkan matanya, tapi tangannya mulai meraih salah satu sendok.
"Ayok!"
__ADS_1
Gus Raka tersenyum dan mengambil sendok yang satunya, ia memilih turun dari sofa dan duduk di lantai seperti yang di lakukan Asna saat ini.
Akhirnya makanan di piring itu berpindah semua ke perut Asna dan Gus Raka.
"Biar aku aja yang bawa ke bawah!" Asna segera mengangkat piring itu dan membawanya pergi.
"Dek!" panggil Gus Raka lagi saat Asna sudah sampai di ambang pintu.
"Apa lagi?"
"Aku haus, bisa bawakan minum untukku!"
Asna menyebirkan bibirnya dan berlalu dari kamar. Gus Raka pun segera mencari tas yang ia bawa dari rumahnya dan mengambil kaos dan celana pendeknya agar lebih nyaman saat tidur.
Sambil menunggu Asna, ia pun mengganti baju di kamar mandi.
Tepat saat Asna kembali, Gus Raka pun keluar dari kamar mandi.
"Mas, kamu pakek apa?" Asna kembali membalik badannya.
"Maaf, sebenarnya aku nggak begitu nyaman tidur dengan celana panjang, begini saja, aku pakek sarung saja!"
"Terserah, tapi jangan pakek begituan di depan aku!"
Gus Raka pun segera mencari sarungnya dan melilitkan ke tubuhnya.
"Sudah!"
Asna pun kembali berbalik dan mendapati Gus Raka dengan atas kaos dan bawahnya sarung yanga ia lilitkan dengan begitu rapi. Tampak sekali kalau Gus Raka sudah terbiasa mengenakan sarung.
"Ini minumnya!" Asna menyerahkan satu gelas besar air putih.
"Terimakasih ya, dek!"
Asna hanya tersenyum hambar lalu berlalu begitu saja, ia mengambil buku dan mulai membacanya sambil duduk di sofa, menyalakan tv walaupun tidak ia lihat.
Gus Raka segera menyusulnya dan duduk di sofa berbentuk bulat di samping Asna,
"Na, bapak pengen kita tinggal di sini dulu barang satu Minggu!"
"Maksudnya kita akan satu Minggu tinggal dalam satu kamar?" Gus Raka pun menganggukkan kepalanya.
"Nggak mau!"
"Nggak pa pa kan satu kamar, aku akan tidur di sofa kamu di tempat tidur!"
"Memang aku bisa percaya?"
"Insyaallah aku bisa di percaya!"
"Nanti aku pikirkan, aku ngantuk mau tidur!" Asna pun menutup kembali bukunya yang belum sempat ia baca dan berjalan menuju ke tempat tidur, ia mengambil satu bantal dan selimut dan membawanya menghampiri Gus Raka.
"Mas tidur di sofa kan?"
"Iya!"
"Ini selimut dan bantalnya, awas jangan dekati aku saat aku sudah tertidur!"
"Jangan khawatir, tidurlah!"
Asna pun kembali ke tempat tidur dan mematikan lampu kamarnya. Ia segera merebahkan tubuhnya dan menutup sekujur tubuhnya dengan selimut.
Gus Raka pun menepuk bantal itu beberapa kali dan menata posisi paling nyaman untuk tidur karena sofa itu cukup kecil jadi sudah bisa di pastikan jika tubuhnya akan menekuk.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...