Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Leon 1)


__ADS_3

...Dunia tidak melulu soal senyum, karena air mata pun perlu. Karena air mata pun baik untuk mengatur emosi kita, kalau ada yang sedih jangan minta dia untuk tersenyum tapi yakinkan padanya bahwa kita ada untuknya...


...🌺Selamat membaca🌺...


Alex sudah bersiap-siap dengan baju rapi, kali ini bukan memakai kemeja dan jas tapi memakai baju batik yang memperlihatkan kumis tipis ala bapak dua anak.


"Ayo sayang ...., keburu selesai nanti acaranya!" ucap Alex pada istrinya yang sedari tadi sedang sibuk di depan cermin. Entah sudah berapa kali jilbabnya itu dia perbaiki posisinya dan tidak pernah mendapatkan posisi yang tepat.


"Bentar mas, jilbabku masih belum rata!" ucap Aisyah dan masih begitu ragu menancapkan jarum pentul yang sedari tadi ia pegang.


Alex tersenyum dan menghampiri istrinya itu. Ia memegang kedua bahu istrinya.


"Biar aku bantu ya?" ucap Alex dan Aisyah pun tersenyum terlihat dari pantulan cermin yang ada di depannya.


Alex meninggalkan kecupan di puncak kepala Aisyah yang tertutup hijab.


"Memang bisa mas?"


Aisyah tidak percaya suaminya itu bisa, pria dengan tato yang masih melekat di lengannya, mana bisa urusan wanita, pikirnya.


Sudah berkali-kali Alex mencoba menghapus tato di lengannya itu, memang sulit dan tidak bisa langsung hilang, butuh beberapa kali untuk menghilangkannya dan Aisyah tidak bisa maksa suaminya.


"Bisa!" jawab Alex dengan yakinnya. Alex pun memutar tubuh Aisya hingga menghadap padanya.


"Cantik sekali istriku!" pujinya, entah sudah berapa banyak pujian yang sedari pagi ia lontarkan pada istrinya itu.


Aisyah tersenyum dan terbesit di kepalanya untuk menggoda suaminya,


"Yakin nggak ada yang lebih cantik?"


"Ada!"


Mendengar jawaban suaminya, Aisyah menatap tajam. Ia kesal dengan suaminya, padahal bukan itu yang ingin ia dengar tadi.


"Siapa mas?"


Alex tersenyum dan mengusap kepala Aisyah yang tertutup jilbab berwarna coklat Milo,


"Kiandra! Dia bidadari yang sengaja di titipkan Allah untuk kita!"


Aisyah tersenyum mendengar ucapan suaminya. Hampir saja dia marah, ia hampir meragukan kesetiaan suaminya. Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk perpisahan mereka dan sekarang harus kembali memupuk cinta yang dulu sempat tumbuh kemudian pupus karena kejadian buruk itu.


"Lalu Arsy?" tanya Aisyah lagi, mereka punya dua anak. Ada sedikit kekhawatiran saat mengingat waktu yang kurang tepat saat mengandung Arsy.


"Dia malaikat kecil kita yang Allah titipkan untuk menjaga kehormatan kita kelak!"


Bahkan Alex tidak pernah berpikir meragukan cinta Aisyah sedikitpun, baginya Aisyah adalah anugrah terbesar dalam hidupnya yang tidak bisa di gantikan dengan apapun, bahkan seluruh hartanya ia rela tukar untuk tetap bisa bersama sang istri.


"Amiiin!"

__ADS_1


Aisyah sampai tidak menyadari sedari tadi tangan suaminya itu ternyata sibuk memakaikan kancing di jilbabnya.


"Sudah cantik sekarang!" ucap Alex saat sudah berhasil memakaikan kancing itu.


Aisyah kembali menatap pantulan dirinya di cermin, cukup rapi hasil karya suaminya itu.


"Terimakasih mas!"


Aisya segera berdiri, kali ini ia yakin karena suaminya yang selalu memujinya. Tiada hari tanpa memuji sang istri.


Mereka akan menghadiri acara pertunangan Leon, sungguh hari yang indah untuk asisten pribadinya itu.


"Mama sama papa mau ke mana?" tanya Arsy yang sudah bersiap untuk mengikuti langkah mereka.


"Mama sama papa mau keluar dulu ya, Arsy di rumah dulu sama bibi ya!" ucap Alex membujuk putranya. Ia tidak mungkin mengajak putra dan putrinya untuk acara malam hari.


Walaupun sedikit kecewa tapi dasarnya memang Arsy anak yang penurut, anak itu tidak banyak menuntut di banding kakak perempuannya.


...🍂🍂🍂...


Kedatangan mereka langsung di sambut bahagia oleh Leon, bagi Leon hanya Alex dan keluarganyalah keluarga terdekatnya. Kedatangan Alex adalah yang paling di tunggu.


"Terimakasih karena kak Alex mau datang!"


Masih terasa kaku dengan panggilan baru itu, tapi Alex akan marah jika Leon memanggilnya seperti panggilannya dulu.


"Kami pasti datang! Apa sudah mulai acaranya?"


"Baiklah, kita harus segera memulainya karena sudah malam!"


"Baik tuan!"


Leon mengajak Alex dan Aisyah ke dalam menghampiri beberapa tamu dan terutama calon tunangan Leon.


Gadis berjilbab, dengan penampilan yang hampir sama dengan Aisyah, seorang perawat di salah satu rumah sakit.


Flashback on


Kisah cinta Leon dan gadis bernama Nisa ini di mulai.


Gadis dengan pakaian khas perawat sedang berlari cepat meninggalkan taksi yang sedang dia tumpangi, menghampiri seorang pria yang berlumuran darah sedang berusaha untuk keluar dari balik mobil yang sedang terbalik. Sepertinya kecelakaan hebat baru saja terjadi.


Jilbab yang terlihat basah, pada ujungnya meneteskan air. Hujan yang lebih bukan masalah baginya karena di depannya dengan ada nyawa yang benar-benar butuh pertolongan.


"Toloooong .....!"


Gadis itu bingung harus melakukan apa sekarang, ia melihat sopir taksi sedang menghubungi seseorang. Sepertinya polisi atau ambulan atas permintaan gadis itu.


"Mas, aku nolongnya gimana?"

__ADS_1


"Tolong tarik tangan saya!" ucap pria itu sambil terus mengulurkan tangannya agar wanita yang sedang berdiri di atasnya itu segera menarik tangannya sebelum mobil meledak.


Gadis itu terlihat berpikir,


Menarik itu artinya memengan tangannya ....


Pikirannya sedang berdebat antara hukum agama dan juga tugasnya sebagai seorang perawat.


Allah pasti memaafkan aku ....


Gadis itu segera menautkan tangannya dengan tangan pria itu, dengan begitu erat dan menariknya hingga tubuh pria itu benar-benar bisa keluar dari dalam mobil.


Mereka berdiri begitu dekat hingga membuat gadis itu hendak mundur dan melepaskan tautan tangannya, tapi ...


Srekkk


Pria itu bukannya melepas tangan gadis itu tapi malah menarik ya dengan begitu erat dan memeluk gadis itu, membuatnya Nisa terkejut. Hampir saja Nisa protes dan memarahi pria itu.


Belum selesai keterkejutannya, seakan waktu berjalan begitu cepat hingga tubuh mereka berguling-guling di atas rumput menjauh dari mobil, cukup jauh dan ....


Dorrrr


Sebuah ledakan hebat terdengar dari mobil yang terbalik tadi, dan benar saja mobil itu sudah meledak dan api membesar.


Mata Nisa masih tidak percaya menyaksikan kejadian yang benar-benar tidak pernah terpikirkan dalam mimpinya sekalipun.


Gadis berusia dua puluh satu tahun, yang baru magang di rumah sakit swasta sebagai salah satu perawat di sana. Pembawaannya yang selalu ceria membuatnya memiliki banyak teman.


Dia mulai memakai jilbabnya semenjak duduk di bangku SMA, saat itu ia mulai tertarik untuk mengikuti jejak kakak perempuannya yang sudah lama tinggal di pesantren bersama suaminya.


Sebenarnya kedua orang tuanya tidak pernah menuntut apapun dari gadis itu, dia hanya perlu belajar dan jadi anak yang baik.


Karena putri bungsu di keluarganya dari empat bersaudara, Nisa jadi akan paling manja apalagi ada dua kakak laki-laki yang selalu memanjakannya.


Kakak perempuannya adalah kakak Bungku yang langsung di lamar oleh anak kyai saat masih menimba ilmu di pesantren, sedangkan kedua kakak laki-lakinya memilih profesi menjadi dokter.


Sebenarnya Nisa juga ingin menjadi dokter, tapi karena kedua kakaknya sudah menjadi dokter, dia jadi punya pemikiran lain untuk menjadi perawat saja.


Hari-hari Nisa tidak jauh-jauh dari kedua kakaknya karena mereka bekerja di rumah sakit yang sama.


...Dunia tidak butuh keluh kesahnya, jadi dangan berkeluh pada dunia, cukup lakukan yang terbaik dan lakukan lagi agar mencapai hasil yang terbaik juga...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @ tri.ani5249

__ADS_1


Happy reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2