Jerat Asmara Sang Mafia

Jerat Asmara Sang Mafia
Painful Love


__ADS_3

Suasana nyaman begitu terasa, di dalam sebuah restoran dengan pemandangan yang langsung tertuju ke laut lepas. Seorang wanita cantik dengan tatanan rambut dan pakaian yang rapi serta berkelas, duduk sendiri pada sebuah meja. Sepasang matanya yang indah dengan bulu mata lentik bagaikan boneka, menatap hamparan laut lepas yang menjadi penghias kota Monte Carlo. Seutas senyuman pun muncul si bibir dengan polesan lipstik berwarna pinkberry.


Christiabel Cantona. Wanita cantik pemilik salah satu butik mewah di ibu kota Monaco. Dia duduk sendiri, menghadapi hidangan yang menjadi menu makan siangnya saat itu. Sudah lama sekali dirinya tidak makan di restoran tersebut, setelah beberapa tahun berlalu. Terakhir kali dia datang ke sana, ketika menemani seorang pria yang hingga kini masih mengisi hatinya.


Angan Cristiabel melayang pada beberapa waktu silam, saat pertama kali dia didatangi oleh seorang pria asing yang telah membuat janji terlebih dahulu dengannya. Wanita yang berprofesi sebagai model itu, memang kerap menerima ajakan kencan dari para milyuner yang berani membayarnya dengan harga tinggi, karena itu tak sembarang pria yang dapat memakai jasanya.


“Nona Cantona, tuan sudah menunggu Anda,” ucap seorang pria berambut pirang. Sepasang matanya yang berwarna hijau, menyiratkan sebuah keramahan tanpa dibuat-buat. Dia merupakan seorang ajudan yang bertugas untuk menjemput Christiabel dari apartemennya.


Christiabel hanya mengangguk kecil. Dia segera mengikuti pria itu, berjalan menuju ke dalam mobil sedan hitam yang akan mengantarkan dirinya. Pikiran wanita tersebut tak henti bekerja. Dia tak tahu seperti apa sosok pria yang telah menyewanya untuk menjadi teman kencan kali ini. “Ah ....” Sebuah keluhan pelan meluncur dari bibir sensual Christiabel. “Seperti biasa, pria tua lagi,” gumamnya pelan. Namun, pada kenyataannya dia tak ingin menolak setiap tawaran yang datang.


Beberapa saat kemudian, lamunan wanita berambut hitam itu seketika buyar, ketika mobil yang membawanya tiba di depan sebuah gedung apartemen mewah. Ajudan tadi segera membukakan pintu mobil untuknya, dan mengantarkan dia ke tempat di mana sang pemesan berada.


“Nona, kuingatkan agar jangan sampai Anda jatuh cinta terhadap tuanku. Jika sampai Anda menyalahi aturan mainnya, maka dia tidak akan memakai jasa Anda lagi,” pesan ajudan itu tiba-tiba, ketika mereka mulai memasuki lobi apartemen.


Wanita cantik bertubuh sintal tersebut segera tertegun untuk beberapa saat. Dia lalu mengulum senyum dengan raut mencibir. “Tenang saja, karena aku bukanlah penyuka pria yang berusia jauh lebih tua dariku, Tuan,” jawabnya kalem dan penuh percaya diri.

__ADS_1


Kini, giliran ajudan itu yang menatap Christiabel dengan keheranan saat mendengar jawaban darinya. Namun, dengan segera pria tersebut membalas senyuman wanita itu dan menuntunnya masuk ke dalam lift. Sesaat kemudian, tibalah Christiabel pada sebuah penthouse yang lebih dari sekadar mewah, sehingga membuat dirinya begitu terpukau. Kembali hadir tanda tanya dalam diri wanita itu, tentang seperti apa si pemilik tempat megah tersebut.


Dengan berbalut ankle strap heels putih 10 cm, wanita cantik tersebut melangkahkan kaki jenjangnya di atas lantai berlapis marmer hitam yang mengkilap. Beberapa langkah di depan dia, telah berdiri seorang pria dengan perawakan tegap mengenakan kemeja formal berwarna hitam. Pria itu berdiri dalam posisi membelakangi dan menghadap jendela kaca, dengan berlatar pemandangan hamparan laut lepas berhiaskan deretan kapal pesiar yang menjadi ciri khas kota Monte Carlo. Sementara kedua tangan si pria berada di dalam saku celana panjang yang dia kenakan.


Pada akhirnya, laju pelan Christiabel berhenti sekitar tiga langkah di belakang pria dengan tatanan rambut yang tersisir rapi ke belakang. “Selamat sore, Tuan D’Angelo,” sapa wanita itu dengan suaranya yang lembut. Resah rasa hati wanita cantik tersebut ketika menunggu pria itu berbalik. Lalu, ketika si pria membalikkan tubuh tegapnya, seketika napas Christiabel seakan tercekat di tenggrokan. Dia tak mampu berkata-kata.


Pria itu bukanlah sosok tua seperti yang ada dalam bayangannya. Dia justru sangat tampan dengan bola mata berwarna biru. Garis wajahnya begitu tegas dan mencerminkan sisi maskulin khas seorang pria sejati. “Selamat sore, Nona Cantona,” sapa pria yang tak lain adalah Adriano D’Angelo dengan suara berat dan dalam. “Terima kasih sudah memenuhi undanganku,” ucapnya dengan nada bicara yang terdengar penuh wibawa.


“Oh ya, sama-sama,” Christiabel terlihat salah tingkah. Jantungnya berdegub dengan kencang. Baru kali ini, dia merasa gugup saat menerima ajakan kencan dari seorang pria. “Panggil saja aku Belle,” ucapnya kemudian mencoba tetap terlihat tenang. Christiabel tersenyum untuk mengurangi rasa gugup dalam dirinya.


Adriano, duduk sambil menyilangkan kaki. Begitu juga dengan Christiabel yang berada tepat di sebelah pria itu. Pakaian ketat yang dia kenakan pun seketika terangkat, hingga mengekspos sebagian paha mulusnya. Adriano memperhatikan hal itu untuk beberapa saat, sebelum dia mengalihkan tatapan kepada wanita cantik yang juga tengah memandang dirinya.


Sesaat kemudian, pria bermata biru itu lalu mendekatkan wajahnya, hingga tak ada jarak lagi di antara mereka berdua. Sebuah pembuka pertemuan yang manis pada sore yang cerah. Semuanya berlangsung hingga beberapa saat. Setelah itu, Christiabel membuka mata dengan diiringi sebuah helaan napas dalam-dalam. Itu adalah ciuman pertama antara dia dengan si milyarder tampan Adriano D’Angelo.


Siapa sangka, ternyata Adriano merasa sangat puas dengan dirinya. Pertemuan demi pertemuan pun kerap terjadi di antara mereka berdua, hingga akhirnya dari sana menghadirkan sebuah getaran perasaan lebih di hati seorang Christiabel Cantona.

__ADS_1


Akan tetapi, dia tak akan pernah melupakan pesan dari ajudan Adriano, bahwa dirinya dilarang jatuh cinta pada sosok tampan tersebut. Jika dirinya memaksakan perasaan itu, maka Adriano tidak akan bersedia memakai jasanya lagi. Pada akhirnya, wanita itu lebih memilih menyimpan rasa suka yang ada, agar dia terus dapat bertemu dengan pria bermata biru yang telah memikat hatinya.


Namun, sayang sekali. Semakin dirinya memendam dan menyembunyikan rasa tertarik itu terhadap Adriano, wanita cantik tersebut justru merasakan sesuatu yang jauh lebih dalam. Dia sadar bahwa itu bukan hanya sekadar kekaguman semata, tapi telah berubah menjadi cinta. Apalagi, setelah Christiabel menjalin kebersamaan dengan Adriano, dirinya mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.


Christiabel berhenti menjadi seorang model. Dia lebih memilih untuk menekuni bakatnya dalam mendesain pakaian. Atas bantuan Adriano pula, sebuah butik mewah pun berdiri sesuai dengan impiannya selama ini. Christiabel juga tak lagi bersedia menemani kencan para pria hidung belang berkantong tebal, karena baginya menjadi teman kencan seorang Adriano D'Angelo sudah jauh lebih dari cukup.


Namun, tak berselang lama Adriano pun menghilang tanpa kabar sama sekali. Kini, pria itu kembali dengan membawa seorang wanita lain yang dirinya sebut sebagai istri.


Ada kegetiran yang hadir dalam hati Christiabel. Cintanya belum sempat berbalas, meskipun selama ini dia pernah merasakan kehangatan seorang Adriano D’Angelo.


Semua lamunan wanita cantik bermata indah itu berakhir, saat dirinya teringat pertemuan pertama dengan Mia. Christiabel tak pernah menyangka bahwa Adriano bisa mengambil keputusan untuk menikah.


Diraihnya ponsel yang dia letakkan di dekat piring berisi menu makan siang yang belum sempat disantap.


Apa kabar, Adriano? Maaf jika aku menghubungimu lagi. Aku hanya ingin mengatakan, bahwa diriku sangat merindukanmu dan juga kebersamaan kita beberapa waktu silam. Sulit untuk melupakan semua itu.

__ADS_1


Sebuah pesan singkat Christiabel kirimkan, sebagai pengobat semua kegelisahan dalam hatinya. Dia sadar bahwa Adriano kini berada semakin jauh dari jangkauan. Christiabel pun tak berani untuk bermain api. Namun, tetap saja karena ada satu hal yang terus Christiabel sesali hingga detik ini, yaitu bahwa Adriano tidak pernah mengetahui bagaimana sesungguhnya perasaan yang dia miliki untuk pria rupawan tersebut. Cinta yang menyakitkan.


__ADS_2