
Selamat membaca .....
đ´đ´đ´đ´đ´
DONALD BEBEK PUNYA KELAKUAN
Langit London sudah mulai menggelap. Begitupun hati si Donald Bebek yang juga agak burem.
âAku pikir kita akan ke Mansion, D?.â
Fania bertanya pada Andrew yang sejak keluar dari kafe dengan gusar tadi, karena anak kecil yang bernama
Sarah yang ngotot memanggil Fania dengan sebutan Mommy ditambah anak kecil itupun ngotot dan terus â terusan merengek.
Namun Andrew tak menjawab pertanyaan Fania barusan. Ia menyuruh supir untuk mengantarkan dirinya, Fania,
berikut Andrea dan Hera kembali ke kediaman pribadi mereka.
Fania hanya menghela nafasnya. Di kafe tadi, ia sempat melotot pada Andrew karena ia membela Sarah
yang menangis setelah dibentak Andrew. Dan suaminya itu juga sempat bersitegang dengan Cornell yang tak terima karena putrinya di bentak Andrew. Jadilah si Kajol pusing sendiri.
âGimana ngadepin nya ini?.â
**
Tidak ada ada kata â kata yang keluar dari mulut Andrew sejak mereka sampai ke kediaman pribadi mereka,
apalagi senyuman. Wajah tak senang Andrew juga tak sedikitpun memudar.
Fania meminta Hera untuk membawa Andrea ke kamar putrinya itu dan agar Hera menemaninya. Karena Fania
sudah mencium bau â bau pertengkaran yang mungkin saja terjadi antara dia dan Andrew. Jangan sampai mereka bertengkar di depan putri semata wayangnya itu.
Hingga sampai Fania selesai mengurusi Andrea dan putrinya itu sudah tertidur dikamarnya ditemani oleh sang
pengasuh, dan Fania juga sudah selesai membersihkan dirinya dan berganti baju, Andrew masih acuh padanya.
âD, aku siapin makan malam dulu.â
Fania berbicara namun lagi â lagi Andrew tak menjawabnya. Menoleh pun tidak.
Andrew duduk di balkon kamarnya dan Fania sambil menyesap rokoknya. Fania membiarkan saja suaminya yang nampak sedang merajuk itu.
Membiarkan Andrew untuk sendiri untuk mungkin menetralkan emosinya.
***
Mansion Adjieran Smith, London
âBukannya Naomy dan Andrew mau menginap disini?.â Tanya Dewa pada Reno.
âGa jadi.â Jawab Reno.
âKenapa?â
âAda masalah di Kafeâ
âAda masalah apa, Hon.â Tanya Ara.
âIya ada masalah apa, R?. Tadi gue tinggal baik â baik aja perasaan. Kalau ada masalah kok si Naomy ga
info ke gue?.â
âBukan masalah pada Kafe. Tapi ada insiden yang melibatkan Andrewâ Ucap Reno.
âWhat happened ( Ada apa? ).â Tanya Dad.
Reno menjelaskan pada semua orang yang didekatnya tentang kejadian antara Andrew dengan salah seorang pria
beserta putrinya. Informasi yang ia dapat dari Walker sore tadi.
âYah resiko punya istri cantik dan ramah seperti Fania.â Celetuk Mom. âLagian cemburu sih sama anak kecil. Heran.â
âMasalahnya itu anak kecil ngotot bilang Fania itu ibunya, merengek juga sama ayahnya ga mau melepaskan si Faniaâ Ucap Reno. "Yah itu yang dibilang si Donald Bebek waktu R tanya sama dia, konfirmasi infonya Walker" Sambungnya. "Dan seperti yang kalian tahu kan bagaimana si Donald Bebek punya kelakuan kalau sisi over posesif nya kambuh?"
âTapi aku ga kebayang juga sih, mukanya Kak Andrew kalau ada anak kecil yang minta Kak Fania jadi ibunya pas dia ada disana. Nah dia over posesif gitu sama Kak Fania.â
Reno manggut â manggut mendengar ucapan Michelle barusan. âEntah apa yang akan dilakukan si Donald
__ADS_1
Bebek untuk mencegah Fania ga usah datang lagi ke kafe.â Batin Reno bermonolog.
***
âD.â Fania tak tahan dicuekin oleh Andrew. Pada saat makan malam pun suaminya itu tetap diam, tetap acuh, jangankan bicara, melirik dirinya pun engga.
âIâll be on my office. Donât disturb me ( Aku akan ke ruang kerja aku. Jangan ganggu ).â Andrew langsung melangkah menuju ruang kerjanya.
âD ....â
Fania mengejarnya.
âCan you just give me some space. Mom-my? ( Apa bisa kamu memberikan aku ruang, Mom â my? ).â Andrew
menghentikan langkahnya sejenak dan berkata pada Fania, namun tak menoleh.
***
âMarah beneran sih ini dia.â Fania menggumam sendiri dikamarnya dan Andrew. Pasalnya sudah dua jam dari sejak pria suaminya itu âmengurungâ diri diruang kerja pribadinya, Andrew juga belum muncul kedalam kamar.
Pada akhirnya Fania pun terlelap karena Andrew tak kunjung masuk kamar, dan hari ini ia merasakan badannya lumayan lelah.
***
Fania mengerjap â ngerjapkan matanya. Langit nampak masih gelap, dan ia melirik jam digital diatas nakas. Namun bagian perutnya terasa sedikit sesak. Ia melirik kebawah. Sebuah tangan kekar sedang melingkar disana.
âSyukur deh kalau dia udah ga marah lagi.â
Fania hendak beringsut untuk bergegas kekamar mandi dan berwudhu. Namun tangan kekar itu menahannya. Fania membalikkan tubuhnya.
âKamu udah bangun, Dâ
Fania tersenyum dan membelai lembut pipi Andrew yang masih terpejam itu. Namun Andrew tak menjawab.
âSubuh dulu yuk, D.â
Belum ada sahutan.
âD..â Panggil Fania.
âNanti aku menyusul.â Andrew mengubah posisi tidurnya jadi terlentang.
âYa udah aku duluan ya, Dâ Ucap Fania.
*
Tok .. Tok .. Tok ..*
âMaâam, there's someone come and bring a lot of clothes, and he said Mister Andrew was ordered it ( Nyonya, ada
seseorang dibawah dan membawa banyak pakaian, dan dia bilang kalau itu pesanan Tuan Andrew ).â Salah satu asisten rumah tangga Fania terlihat didepan pintu kamarnya saat ia sudah membuka pintu tersebut.
âBring those here ( Bawa itu semua kesini ).â
Andrew langsung menyahut sebelum Fania yang menjawab asisten rumah tangga mereka itu.
Fania menganggukkan kepalanya pada si asisten rumah tangganya itu yang langsung bergegas untuk melakukan apa yang Andrew suruh. âIyain aja dah dulu.â
**
âBaju cewek semua?.â Fania keheranan setelah asisten rumah tangganya bersama orang suruhan Andrew membawakan pakaian yang dibilang adalah pesanan Andrew kedalam kamar mereka.
Pasalnya Fania berpikir kalau Andrew memesan jas kerja baru atau semacamnya.
âD, ini baju untuk siapa?. Banyak banget. Baju cewek semua?.â Tanya Fania.
âUntuk kamulah! Siapa lagi.â Jawab Andrew sekenanya.
âBuat aku?â Fania keheranan. âTapi ini setelan kerja semua?â
âIt is ( Memang! ).â
âKamu mau aku ke kafe pake baju ini gitu?.â Fania melihat â lihat pakaian tersebut satu persatu. âFormal amat. Lagian aku juga ga setiap hari ke kafe, D.â
âAda aku bilang suruh pakai itu ke kafe?â
âNah terus baju kerja sebanyak ini?.â
âMulai sekarang kamu kerja sama aku.â Andrew sudah berdiri didepan Fania.
__ADS_1
âHah?.â
âMulai hari ini, kamu, akan ke Perusahaan dan bekerja disana, bersama aku, Momma!.â
âHah?!.â
âKafe bisa kamu pantau tanpa harus datang bukan?. Karena mulai sekarang kamu akan mendampingi aku di Perusahaan. Aku ga mau kejadian ada anak dari seorang Duda yang meminta kamu jadi Mom â my nya!. Ga sudi!.â
**
Fania hanya diam sepanjang jalan menuju Perusahaan Pusat keluarganya yang dikelola Andrew dan Reno. Sedang
melapangkan hatinya atas doktrin Andrew padanya untuk bekerja di Perusahaan. Tak punya daya untuk menolak, menghindari marahnya si Donald Bebek kalau sampai ia menolak apa yang Andrew katakan. Terlebih lagi ini efek insiden dengan Cornell dan putrinya Sarah yang ngotot mengatakan kalau Fania adalah ibunya.
Sementara Andrew merasa puas hati karena Fania tak membantah ucapannya untuk ikut bekerja bersamanya.
âAyo.â Ucap Andrew mengulurkan tangannya pada Fania saat mereka sudah sampai di lobi Perusahaan.
âD, apa ini perlu?â
âKamu mau pulang atau ke Cafe?â Andrew menghentikan langkahnya dan menatap Fania.
âI..tu.. maksud aku, posisi aku ini sebagai apa di Perusahaan?. Kan mendadak gini, D?.â
âItu biar aku yang mengurusnya. Kamu hanya perlu patuhâ Ucap Andrew.
âIya, iya, ini aku kurang patuh apa coba?â Sahut Fania.
âBagus. Setidaknya kamu masih menghargai aku, dengan tidak membantah perkataan aku. Anak siapa dia, berani â beraninya manggil kamu, Mommy?. Kamu itu Mommanya Andrea dan Varen serta Mika. Ga ada anak orang lain yang berhak panggil kamu Mommy or whatever it is ( atau apapun itu ) diluar Keluarga Smith!.â
Andrew dengan cerocosan nya.
âKamu tinggal pilih mau kerja disini atau aku acak â acak kafe kamu sekalianâ
âCk!â Fania berdecak dalam hati. Sebal, tapi tak berdaya.
âKenapa mau protes?â
âAku ga ngomong apa â apa juga.â
âBaguslahâ Ucap Andrew. âSilahkan kalau mau protes, tapi akan aku pastikan kafe dan garasi kamu aku tutup untuk selamanyaâ
âSesungguhnya Allah bersama orang â orang yang sabar, Fania. Hadehhâ
Fania mengelus dadanya.
***
âJadi aku ngapain ini?.â
Fania kini sudah berada dalam ruangan pribadi Andrew.
âTunggu aku disanaâ Andrew menunjuk kamar pribadi yang ada dalam ruangannya itu.
âHah?. Ngapain?.â Fania keheranan.
âPekerjaan kamu akan dimulai diatas ranjang didalam sanaâ
âApa?....â
âApa kamu punya gangguan pendengaran?â
âApa hubungannya ranjang sama kamu suruh aku kerja disini sih?.â
âKamu asisten pribadi aku yang sangat pribadi, jadi pekerjaan kamu dimulai dengan menyenangkan Bos kamu iniâ Ucap Andrew dengan santainya. âJadi tunggu aku disana dan pastikan apa yang kamu pakai sekarang sudah kamu lepasâ
âDemi apa ini si Donald Bebekâ Fania melongo. âDonald Bebeeek mesuumm Dasaarr ...!â Batin si Kajol geregetan . 'Kalo ujung - ujungnya gue disuruh tel*nj*ng juga\, ngapain segala suruh gue pake baju kerja!. Beda tempat doang!. Pengen gue kerok kepalanya itu si Donald Bebek rasanya'
Pada akhirnya Fania hanya bisa pasrah.
'Sabar ..... sabar .... daripada kafe gue diacak - acak ama si botak!.'
***
To be continue....
Ritual jangan lupa ye,  reader emak yang blaem â blaem ....
LIKE
__ADS_1
VOTE
KOMEN