THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


*****************************************************************************


Selamat membaca ...


**************************


London, Inggris..


“Do you want to go to the Hospital, Miss? .... ( Apa anda ingin ke Rumah Sakit, Nona.... )” Tanya Juan, si supir sekaligus bodyguard pribadi Ann sejak lima hari belakangan. Setelah Ann bermusuhan dengan Rery lebih tepatnya.


“I just slipped, Juan .... ( Aku hanya terpeleset saja, Juan.... ). Not get a heart attack .... ( Bukan kena serangan jantung .... )”


“I just worried, Miss.... ( Aku hanya khawatir, Nona.... )”


“Thanks Juan, but I’m okay ( Terima kasih Juan, tapi aku baik-baik saja ). Just take me home ( Antar saja aku pulang )”


“Alright, Miss .... ( Baiklah, Nona .... )”



Mansion Pribadi Papa Lucca ...**


“Baby? .... ( Sayang.... )”


Itu Mama Fabi yang baru saja keluar dari kamarnya dan Papa Lucca, saat Ann hendak masuk ke kamarnya.


Ann yang melihat sekaligus mendengar sang Mama memanggilnya, tidak jadi langsung masuk ke kamar melainkan langsung menghampiri Mama Fabi yang juga sudah melangkahkan kakinya untuk mendekat pada Ann.


“Don’t tell me that your mood was made you hooked again .... ( Jangan katakan jika suasana hatimu membuatmu membolos lagi .... )” Tebak Mama Fabi. Namun kemudian Mama Fabi mengernyitkan dahinya.


“I ... ( Aku.... )”


“What happened with you?? .... Seems that you a little bit mess? .... ( Apa yang terjadi padamu??.... Sepertinya kamu terlihat sedikit berantakan? .... )”


Mama Fabi langsung memotong ucapan Ann, karena penampilan Putrinya itu seperti yang Mama Fabi bilang barusan.


“Also you .... ( Juga kamu.... )”


Mama Fabi sedikit mengendus pada Ann.


“Smelling not good! ( Bau! )”


Ann langsung menyambar.


“I know.... ( Aku tahu.... )” Sambung Ann.


“What happened?.... ( Apa yang terjadi? .... )”


“I was slipped and fell at the School restroom, and bumped the restroom trash can so I have some of discusting things get on my body....”


( Aku terpeleset dan jatuh di toilet Sekolah, dan menabrak tempat sampah toilet dan membuat beberapa benda menjijikkan mengenai tubuhku.... )


“Oh Baby.... You need to be more careful next time ( Lain kali kamu harus lebih berhati-hati )” Ucap Mama Fabi sembari mengusap pelan satu sisi kepala Ann.


Ann mengangguk seraya tersenyum.


“Did you hurt? .... ( Apa kamu terluka? .... )”


“No Mama .... ( Tidak Mama.... )” Jawab Ann. “I just need to take a bath ( Aku hanya perlu mandi )”


“Alright then.... ( Baiklah kalau begitu.... )”


Mama Fabi mengangguk dan tersenyum. Ann membalas senyuman sang mama sebelum ia masuk ke kamarnya.


“You want to eat something after taking bath?. ( Apa kamu ingin makan sesuatu setelah mandi? )” Tanya Mama Fabi sebelum Ann benar-benar masuk ke kamarnya.


Ann mengangguk. “You can prepare something that I like, because I feel a little bit hungry .... ( Mama bisa menyiapkan sesuatu yang aku suka, karena aku merasa sedikit lapar .... )”


“Okay ....”


**


Ann sudah berada di kamarnya dalam Mansion pribadi sang Papa yang orangnya sedang tidak ada di rumah saat ini.


Sudah masuk ke dalam kamar mandi juga, yang tersedia dalam kamar pribadi Ann itu.


Ann tidak menyegerakan dirinya untuk mandi.


Hanya menanggalkan seragamnya, menyisakan sepasang penutup sporty yang menempel di tubuhnya.


Ann mematut di depan cermin dalam kamar mandi, sembari melihat bagian perutnya yang sempat ditendang dengan keras, lalu memiringkan tubuhnya untuk dapat melihat punggungnya yang tadi juga sempat diinjak.


Lalu melirik kakinya yang nampak sedikit lebam. “Dasar kurang ajar!” Ann bicara sendiri. Menggerutu kesal, karena ada lebam juga di perutnya.


Masih terasa sedikit nyeri, tapi Ann abaikan. Ann tak terbiasa menangis. Hanya saat bayi saja mungkin Ann menangis. “Sial sekali aku tidak bisa jelas melihat wajah-wajah para gadis sialan itu!”


“This is what you get because attacking Maria! (Ini balasanmu karena menyerang Maria!)”


“Jadi gadis yang ku serang itu bernama Maria..”


Ann kembali menggumam.


“Apa para gadis sialan itu sahabatnya? Atau fansnya di Sekolah?”


Ann masih bergumam sembari memandangi wajahnya pada cermin.

__ADS_1


“Atau si Maria itu yang menyuruh teman-temannya untuk menyerangku tadi?....”


Ada seringai yang kemudian muncul di wajah cantik Ann.


“Jika memang dia dalangnya, aku akan membuat gadis bernama Maria itu pelajaran yang tidak akan dia lupa untuk seumur hidupnya”


Seringai di bibir Ann berubah menjadi senyuman.


“Dan untuk kalian, gadis-gadis brengsek... Aku memang tidak melihat jelas wajah kalian, tapi aku akan segera menemukan kalian”


Bukan senyuman manis tetapi.


“Setelahnya, tentu saja aku mengajak kalian bermain....”


Melainkan senyum yang lebih mirip macam senyum seorang psikopat.


***


Esok hari....


Ann tidak bersekolah hari ini.


Bukan karena takut akan dirundung lagi.


Tapi Ann sedang menyusun rapih rencana balas dendamnya pada mereka yang merundungnya kemarin.


“One, two, three, four! Gotcha you all!. ( Satu, dua, tiga, empat! Dapat kalian semua! )”


Ann berada di depan laptopnya dengan wajah yang nampak sumringah.


“Dan, kau, Maria, jika mereka adalah suruhan mu, maka kau yang akan bermain paling akhir denganku..”


Ann kemudian menggerakkan pena jurnal elektroniknya. Memindahkan apa yang ia temukan dalam laptopnya, ke jurnal elektronik tersebut. Sebuah jurnal canggih modifikasi yang merupakan sebuah gadget ciptaan Abang Varen, yang tentunya tidak dijual di pasaran.


Dimana didalam jurnal elektronik tersebut terdapat beberapa program canggih yang terpasang, versi ciptaan si Abang yang jenius itu. Yang beberapa diantaranya, kini Ann rasa berguna untuk dirinya.


“Ups! I almost missed one!... ( Hampir saja aku kelewatan satu orang! )...”


Ann tersenyum miring sembari fokus menatap laptopnya dan sebuah video dari beberapa video yang sudah bisa Ann ambil dari CCTV sekolah, yah tentunya dengan cara membajaknya.


“The watcher girl... ( Si gadis pengawas ) ...”


Ann manggut-manggut sembari mensedekapkan tangannya, dengan permen karet yang sedang ia kunyah-kunyah di mulutnya.


“They’re great, however ... Can erase the CCTV recorder in that corner.... ( Mereka hebat juga sih .. Dapat menghapus rekaman CCTV disudut itu )..”


Ann tersenyum miring.


“But not that great! ( Tapi tidak sehebat itu! )”


***


“Apa kalian sudah mengerti?” ( Abang Varen ).


( Delapan orang adik sedang bersama si Abang, dan menjawab pertanyaan si Abang dengan manggut-manggut secara bersamaan ).


“Kita benar-benar tetap dapat mengetahui rekaman yang mungkin sudah dihapus dengan program ini?” ( Mika yang bertanya ).


“Selama CCTV menyala, ya bisa! Meskipun sudah dilakukan penghapusan total oleh yang bersangkutan. Dengan program ini kalian bisa mendapatkan semua file yang sudah dihapus itu, bahkan kalian dapat memperbanyaknya” ( Abang Varen ).


“Tidak terlacak?” ( Varo ).


“Tidak akan ada yang bisa” ( Abang Varen ).


“Great! ( Keren! )” ( Rery ).


“Ingat untuk tidak membagi tahu pada orang lain tentang hal ini diluaran. Jika ingin membantu seseorang, lakukan sendiri, di tempat aman. Di rumah kita sendiri itu lebih baik. Aku rasa kalian paham maksudku” ( Abang Varen )


“Siap Abang!” ( Para adik yang menyahut barengan ).


“Tapi ingat satu hal lagi, jika kalian menyalah gunakan ilmu yang kuberikan untuk kalian ini, aku sendiri yang akan menghukum kalian. Apa kalian paham?”


***


“Ann paham abang”


Lalu meniup permen karet yang sedang ia kunyah hingga menggelembung kecil dan pecah.


“Ann tidak menyalah gunakan loh ya ini, Knowledge ( Ilmu ) dari abang. Salah satu adik abang yang menggemaskan ini sudah menjadi korban bully kan?..”


Ann bicara sendiri sembari mengunyah-ngunyah lagi permen karet dalam mulutnya, seraya senyum-senyum.


“Diantara kalian ber enam ..”


Ann memajukan lagi tubuhnya dan menatap beberapa foto gadis yang sudah ia simpan


“Siapa ya yang memiliki kemampuan atau akses pada CCTV sekolah?.. Heemm.. Atau ada orang lain lagi yang membantu kalian? ..”


Ann menopangkan satu tangan pada dagunya dan yang satu lagi diletakkan di atas meja, dengan telunjuk Ann yang mengetuk-ngetuk pelan meja tersebut.


“Itu nanti saja aku urus lah!”


Ann kemudian tersenyum-senyum.


“Jika memang ada orang lain lagi yang membantu kalian, tentu saja aku akan mengajaknya ‘bermain’ juga ..”


Senyuman Ann perlahan kembali menjadi seringai.

__ADS_1


“Untuk sekarang..” Ann kembali memandangi foto-foto dalam laptopnya. “Eenie meenie miney mo ..”


Ann melakukan pantun berhitung yang biasa digunakan dalam permainan anak-anak untuk memilih sesuatu.


Kalo di Indonesia itu, macem Cap Cip Cup Belalang Kuncup ape Kembang Kuncup?. Au dah. Yah, kira-kira begitu dah pokoknya.


“The watcher girl... ( Si gadis pengawas ) ...”


Ann menaikkan seringainya.


“Kalau begitu, kau yang pertama untuk ku ajak ‘bermain’ ....”


Apakah Ann mau bermain Squid Game? atau mau main bareng sama itu, si Squidward tetangganya Spongebob? ....😂


***


“Iya Val?”


“Nah! Bisa terima telepon sekarang, berarti kamu di rumah?”


Ann mendapat panggilan telepon dari Valera.


“Yup!” Sahut Ann.


“Kesini dong Ann! Rery kan sudah berangkat sekolah!”


“Oke Kakak Vaall!!!..”


***


Tak lama kemudian ..


“Ann ....”


“Yes Mama ...”


“Juan is ready ( Juan sudah siap untuk mengantarmu ke Mansion Utama )”


Ann melayangkan senyuman, sembari mengangkat jempolnya pada Mama Fabis.


“Ah by the way Ann ( ngomong-ngomong Ann ) ..”


“Yes Mama ...”


“Tonight Me and Papa will go for a dinner invitation ( Malam ini aku dan Papamu akan pergi untuk menghadiri undangan makan malam )..”


‘Great! ( Bagus sekali )...’


“And your Papa told you to go with us also ( Dan Papamu mengatakan jika kamu harus juga ikut ) ..”


‘Ah damned. ( sial )’


“So don’t be long at the Main Mansion, would you? .. ( Jadi jangan terlalu lama di Mansion Utama, ya? ) ..”


“But why I should I have to go to ( Tapi kenapa aku harus ikut juga ), Mama?” Ann merungut.


“One of your Papa colleague, invite for a dinner in his house with his family, so to respect him then you have to go with us also..”


( Salah satu kolega papamu, mengundang makan malam di rumahnya bersama keluarganya. Jadi, untuk menghormatinya kamu juga harus ikut bersama kami )


Ann mendengus.


“Ann ...”


“Okay, I will go with you and Papa.... ( Iya sudah, aku akan ikut dengan Mama dan Papa )....”


Mama Fabi tersenyum puas.


“Good girl ( Anak manis )..”


‘Haish! Aku harus menunda rencanaku jika begini!.. Sial sekali!’ Ann menggerutu dalam hati. ‘Oh Ann, stok rencanamu kan bukan hanya A, B dan C! Kamu kan punya stok rencana sampai Z!’


Ann tersenyum-senyum sendiri.


‘Ah aku rasanya ingin memeluk diriku sendiri yang terlalu pintar ini!’


Ann juga rasanya gemas pada dirinya sendiri.


“Ann? ...”


“Hem?...”


Ann terkesiap dengan panggilan dari Mama Fabi.


“Are you ... okay??... ( Apa kamu .... baik-baik saja?? )...”


Mama Fabi bertanya karena putri semata wayangnya tahu-tahu senyum sendiri dan nampak gemas sendiri, bahkan menyilangkan tangannya dan memegang kedua lengannya seperti sedang memeluk sesuatu.


‘Oh God, is my baby is starting stress??.. ( Oh Tuhan, apakah anakku sudah mulai stres? ) ..’


***


🍹 BONUS CHAPTER 13 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 14 ye


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari


Loph Loph Sekebon Raya


__ADS_2