
A CALM BUT SCARY ANGER # Amarah yang Tenang namun Menakutkan
****
Selamat membaca....
****
London, England..
Seorang pria tampan nampak berlari dengan tergesa di koridor sebuah Rumah Sakit.
“Kak.”
“Little F!. Benar kan Ara baik – baik saja?!.”
“Iya, Kak.....”
“Dan bayi kami?.”
***
“Andrew, Fania, Nino...”
Judith dan Owen sudah keluar dari kamar operasi.
“How is Ara and her baby? ..... ( Bagaimana Ara dan bayinya? ...).”
Tiga orang keluarga Ara itu menunggu jawaban Judith dan Owen dengan rasa panik dan takut.
“Both of them are fine ( Mereka berdua baik – baik saja ). Lucky the puncture wound is not deep ( Beruntung luka tusukannya tidak terlalu dalam ).”
“Thanks God ( Terima kasih Tuhan ).”
“Alhamdulillah ...” Ucap Fania lega. “Can we see them? ( Boleh kami melihat mereka? ).”
“Nurses are cleaning Ara first, then we will take her to the inpatient care ward ( Perawat sedang membersihkan Ara, setelahnya kita akan membawanya ke ruang rawat inap ).”
“Okay, we will be waiting here, then ( Baiklah kalau begitu kami akan menunggu disini ).”
“Sure ( Tentu ).”
“Thank you Owen, Judith ( Terima kasih Owen, Judith ).” Ucap Nino, Fania dan Andrew.
“You are very welcome ( Sama – sama ).”
Lalu kelima orang itu berbicara serius mengenai musibah yang menimpa Ara, sambil menunggu Ara keluar dari ruang operasi dan Andrew, Fania serta Nino menunggu kabar tentang wanita pelaku penusukan Ara yang sudah diketahui identitasnya, sambil juga menunggu keluarga mereka datang dan Reno tentunya.
***
“Little F!. Benar kan Ara baik – baik saja?!.”
“Iya, Kak.....”
“Dan bayi kami?.”
Fania mengangguk.
“Syukurlah ...”
“Maafin gue ya, Kak ....”
“Wasn’t your fault, Little F ( Bukan salah lo lah, Little F ).” Reno membelai lembut kepala Fania di depan ruang rawat Ara.
“Ya udah, Kak Ara. Baru aja tidur lagi.”
“Lo mau kemana?.”
“R.”
Andrew juga keluar dari ruang rawat Ara.
“Ara sedang tidur. Gue sama Fania mau cari makanan dan minuman di bawah. Lo sudah makan?.”
Reno menjawab Andrew dengan gelengan.
“Ya udah sekalian nanti kami belikan makanan buat lo juga, Kak. Ada Dad sama Mom didalam.”
Reno mengangguk. “Varen ada dimana?.” Tanyanya pada Fania dan Andrew.
“Tadi sudah pulang dengan Nino. Sekarang di Mansion dengan Andrea juga Hera dan Lita.”
__ADS_1
“Ya sudah.”
Kemudian Fania dan Andrew pergi untuk mencari makanan dan minuman untuk mereka berdua dan yang lainnya.
Sambil juga menunggu keluarga dari Indonesia yang sudah diberitahu soal musibah yang menimpa Ara, dan mereka semua akan datang ke London.
*****
Pagi sudah menjelang
Reno dan Andrew serta Ezra sedang berbicara di luar ruang rawat inap Ara. “We got her already, Sir!. I still keep her in our place ( Kita sudah mendapatkannya, Tuan. Aku masih menahannya ditempat kita ).” Ezra melapor pada dua tuan nya itu.
“I thought she still in jail ( Gue pikir dia masih dipenjara ).”
“Ya, I thought so ( Ya, gue pikir juga begitu ).” Sahut Reno.
“Then, what you want me to do with her? ( Lalu, apa yang anda ingin saya lakukan padanya ).”
“We should not give her to the Police. She’s sick, R! ( Kita jangan menyerahkannya ke Polisi. Dia sakit R! ). Mental Disease! ( Sakit Jiwa! ).”
Andrew nampak gusar sementara Reno terdiam, nampak sedang berpikir. Namun tak dipungkiri ada gurat kemarahan juga yang nampak ditahan oleh Reno.
“We should put her in some place where she can’t escape from there! ( Kita seharusnya menempatkan dia di suatu tempat dimana dia dipastikan tidak bisa kabur dari sana! ).”
“Mister Andrew was right, Sir ( Tuan Andrew benar, Tuan ).” Ezra mendukung ucapan Andrew barusan.
“Ya, I believe so ( Ya, gue rasa juga begitu ).” Sahut Reno sambil mengusap – usap dagunya yang ditumbuhi brewok yang tercukur teratur.
“It will end if we just vanished her from this world! ( Ini akan berakhir kalau kita hilangkan saja dia dari dunia ini! ).”
Andrew berkata dengan gusar.
“We can’t do that, Ndrew. We’ve been promised ( Kita ga boleh melakukan itu, Ndrew. Kita sudah berjanji ). Untuk menyelesaikan masalah tanpa harus menghilangkan nyawa sebisa mungkin.”
“Ya gue tahu itu R, Tapi wanita itu sakit jiwa!. A person with a mental disease is more dangerous than a criminal ( Orang yang sakit jiwa itu lebih berbahaya dari pada seorang penjahat ).” “
“I’m gonna think what should we do to that woman. For now, just hold her in our place and make sure that she has no chance to get away ( Gue akan memikirkan apa yang harus kita lakukan pada wanita itu. Untuk sekarang, tahan saja dia dulu ditempat kita dan pastikan dia tidak memiliki celah untuk kabur ).” Ucap Reno .'Ada harga yang harus wanita itu bayar karena sudah membahayakan nyawa Ara dan calon bayi kami.' Batinnya.
Ezra mengangguk patuh. “Alright, Sir ( Baiklah, Tuan ).”
“Just hold her forever at there. Our dungeon is the right place for that woman, than jail or mental hospital int his world! ( Tahan saja dia selamanya disana. Penjara bawah tanah di kastil kita adalah tempat yang paling tepat untuk wanita itu, daripada seluruh penjara dan rumah sakit jiwa di dunia ini ).”
***
“Open the door ( Buka pintunya ).” Reno menyuruh salah satu pria berjas untuk membuka sebuah pintu kayu tersebut.
“Yes, Sir ( Ya, Tuan ).”
“Well, well, look who’s here? ( Wah, Wah, lihat siapa yang datang? ).” Suara seorang wanita menyapa kedatangan Reno.
Reno hanya tersenyum miring pada wanita yang sedang berada dihadapannya.
“Is your filthy damned wife dead? ( Apa istri dekil terkutuk mu sudah mati? ).” Wanita itu berbicara lagi dan Reno hanya tetap berdiri memandanginya.
“Release her ( Lepaskan dia ).” Ucap Reno pada pria yang bersamanya, tanpa membuang pandangan dari wanita
tersebut.
“Are you sure, Sir? ( Apa anda yakin, Tuan? ).”
“Just release her ( Lepaskan saja dia ). I want to see her face, clearly ( Gue mau lihat wajahnya dengan jelas ).”
Reno berkata dengan datar pada orangnya dan wanita itu tersenyum sinis.
“A face from a person who dare to try hurting my wife and put her also our baby in danger ( Wajah dari seseorang yang berani untuk mencoba menyakiti istri gue dan membuatnya serta anak kami dalam bahaya ).”
“Are you going to kill me, huh? ( Apa kau akan membunuhku, heh? ).”
“*And let you happy meet your a*hole brother at hell? ( Dan membuatmu merasa bahagia karena dipertemukan
dengan kakak sialanmu itu di neraka? ).” Ucap Reno datar. “Miss Mira Singh? ( Nona Mira Singh? ).”
“Watch the way you talk about my brother! ( Jaga bicaramu saat berbicara tentang kakakku! ).” Seru Mira dengan wajah yang mulai nampak terlihat marah.
“I don’t have to ( Gue rasa itu ga perlu ).”
Reno tersenyum miring pada wanita yang bernama Mira, yang sudah dilepaskan dari ikatan besi yang memborgol
tangannya namun dipegangi oleh dua orang Reno.
“Your brother is such a Pathetic coward ( Kakakmu adalah pengecut yang menyedihkan ).”
__ADS_1
Reno mendekati wanita bernama Mira itu. Ia berdiri dengan santai dihadapan Mira, namun menatapnya tajam.
“I said, watch the way you talk about my brother! ( Aku bilang, jaga bicaramu tentang kakakku! ).” Wanita bernama itu berteriak pada Reno. “I can do the same thing like I did to your wife, to you! ( Aku bisa melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan pada istrimu, padamu! ).”
Mira meronta dari pegangan dua orang pria yang merupakan anak buah Reno. Lagi – lagi Reno tersenyum miring. “You can try .... ( Lo boleh coba ) ...” Ucap Reno.
“Told them to let go off my hand, then I can send you to your wife at hell! ( Bilang sama orang – orangmu ini untuk melepaskanku, lalu aku bisa mengirimmu pada istrimu di neraka! ).” Mira berkata sinis sambil tersenyum.
Reno pun terkekeh sinis pada Mira. “Let her go ( Lepaskan dia ).”
“But, Sir ( Tapi, Tuan ).”
“It’s okay ( Ga apa – apa ). Ucap Reno pada orangnya itu. “Let’s see what you can do, Miss Mira ( Kita lihat apa yang bisa lo lakukan, Nona Mira ).” Sambungnya lagi sambil menatap wanita didepannya itu.
“You!..... ( Kau! ).”
SRET!. Reno langsung menahan tangan Mira saat wanita itu hendak memukulnya. Tersenyum miring dan terkekeh
sinis.
Reno kemudian menghempaskan tangan Mira dengan kasar, hingga tubuh wanita itu terhuyung kebelakang.
“Just same as your Pathetic filthy coward brother ( Sama saja seperti kakak pengecut mu yang kotor dan menyedihkan ) ... weak! ( lemah! ).”
Reno memasukkan kedua tangannya disaku celana.
“You ..! ( Kau ....! ).” Mira yang sudah menegakkan kembali tubuhnya memandangi Reno dengan sangat tajam.
“You should be here, when I torture him, and hear him screamed.. begged for his life! ( Kau seharusnya ada disini, saat aku menyiksanya, dan mendengar teriakannya ... memohon agar dibiarkan hidup! ).” Reno terkekeh sinis lagi. “How I enjoyed that moment ... torturing you brother.. ( Betapa aku menikmatinya.. menyiksa kakakmu.. ) Until
he's dead! ( Sampai dia mati! ).”
“YOU B*ST*RD! ( KAU B*J*NG*N! ).” Mira berteriak kencang dan hendak menyerang Reno\, namun ditahan oleh orangnya Reno yang berdiri dekat dengannya. “LET ME GO! ( LEPASKAN AKU! ).”
“Your brother also said the same thing ( Kakakmu juga berkata yang sama ).”
Reno berjalan santai ke arah belakang Mira. Terkekeh sinis sambil menyeringai.
“But most of all he was begging, cause I torture him very slowly .. ( Tapi seringnya dia memohon, karena gue menyiksanya secara perlahan ).” Reno berkata ditelinga Mira. “Especially when I cut every inch of his skin ( Terlebih lagi saat aku menyayat setiap inci kulitnya )
“STOP IT! ( HENTIKAN! ).” Ucap Mira yang air matanya mulai turun.
“A price that he should pay, for threatened my Ara, My very beloved Kyara ( Harga yang harus ia bayar, karena mengancam dan menyakiti Ara gue, Kyara gue tercinta ).” Reno terus berkata.
“So you will do the same thing to me? ( Jadi kau akan melakukan hal yang sama padaku? ).”
“Kill you? ( Membunuhmu? ). And make you feel happy to meet you brother at hell? ( Dan membuatmu merasa
bahagia bertemu dengan kakakmu di neraka? ). Well, I’m not giving you that happiness for you ( Sayangnya gue tidak akan memberikan kebahagiaan itu padamu ).”
Reno sudah kembali berdiri dihadapan Mira.
“You deserved much better! ( Kau layak dapat lebih dari itu! ). For making my wife and my baby’s life in danger ( Karena sudah membuat nyawa istri dan calon bayi gue dalam bahaya ).” Ucap Reno. “But, thanks God, they’re save ( Tapi syukurlah mereka baik – baik saja ). But still, I can’t accept what you did to them! ( Tapi tetap saja gue tidak bisa terima dengan apa yang telah kau lakukan pada mereka! ).”
Mira nampak terkejut mendengar kalau Reno bilang bahwa istrinya itu baik – baik saja.
“I never hurt a woman, but you, are an exception ( Gue tidak pernah menyakiti wanita, tapi lo, adalah pengecualian ). This is your second time for do my Kyara in a harm ( Ini kali kedua kau membahayakan Kyara gue ). I can't hold myself no more ( Aku sudah tidak bisa menahan diri ).”
“Are you going to lock me up here? ( Apa kau akan mengurungku disini? ).”
“This is the right place for you ( Ini tempat yang tepat untukmu ).”
“Then I will find the way to get away from here and then I’m going to kill your wife once again, and that time I will make sure that she’s totally dead! ( Aku akan menemukan cara untuk keluar dari sini dan aku akan kembali mencoba membunuh istrimu lagi dan aku akan memastikan dia benar – benar mati lain kali! ).”
Dada Reno bergemuruh marah mendengar ucapan Mira.
“There won’t be next time! ( Tidak akan ada lain kali! ).” Ucap Reno dengan tatapan yang menakutkan. “You might be had a chance to get away from here ( Kau mungkin bisa saja punya kesempatan untuk kabur dari sini ).. if still have those hands ( jika masih punya tangan )..”
Reno membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauhi Mira serta keluar dari ruangan tempat ia berada sekarang.
“I have no mercy to every people who try to threatened my family, my wife, my child.. ( Gue ga punya belas kasihan pada setiap orang yang mengancam keselamatan keluarga gue, istri gue, anak gue..... ). They have to pay in expensive price for it ( Mereka harus membayar mahal untuk itu ). Include you... ( Termasuk elo ) .. Even you're a woman ( Meskipun kau seorang wanita ).”
Reno berkata sambil memunggungi Mira.
“I won’t kill you ( Aku tidak akan membunuhmu ). You’ll be served here ( Kau akan dilayani disini ).”
Reno berkata lagi dan mulai berjalan.
“Cut her hands! ( Potong tangannya! ).”
***
__ADS_1
To be continue ...
Kakak ganteng nyeremin juga ye...