
PART FROM END OF THE MADNESS
( Bagian Akhir dari Kegilaan )
***********************************
Selamat membaca ...
Bukan hal yang aneh bagi Poppa, Daddy R, Papi John, Daddy Jeff, Daddy Dewa dan Papa Lucca, mengenai tempat yang disebut sebagai ‘Heaven’ ini.
Tempat terkutuk yang dibilang ‘Syurga’ untuk kalangan tertentu ini, rasanya bertebaran hampir ditiap negara di dunia dan tidak terekspos.
Lima Hot Daddies dalam Keluarga Adjieran Smith yang masih nampak gagah dan tampan diusia mereka dan seolah tak menua itu bukan tidak pernah menyambangi tempat nista macam ‘Heaven’ nya Dilara dan sindikatnya ini.
Beberapa dari tempat yang mirip dan sama nistanya dengan 'Heaven' pernah mereka datangi, tempat dimana para laki – laki ( yang entah apa dalam pikiran mereka ) mencari kesenangan dan kepuasan dari membeli para gadis – gadis muda yang biasanya cantik jelita, mulus bahkan masih perawan, untuk mereka beli dan entah untuk apa lagi selain sebagai sarana pemuas naf*u.
Seperti yang selalunya dikatakan oleh para Hot Daddies berusia sangat matang di Keluarga Adjieran Smith, kalau mereka itu bukan pembasmi kejahatan. Mereka hanya tidak mau ambil pusing atau perduli pada urusan orang lain, di luar keluarga mereka.
Jadi terserahlah.
‘Hidup masing – masing, kubur asing – asing’
Begitu kiranya kalau kata Poppa, Daddy R, Papi John, Daddy Jeff, Daddy Dewa dan Papa Lucca.
Asal jangan mengusik mereka saja, apalagi keluarga dari kelima Hot Daddies berusia sangat matang di Keluarga Adjieran Smith itu.
Hanya sekedar tahu saja, ingin melihat seperti apa tempat – tempat macam ‘Heaven’ nya Dilara dan sindikatnya ini atau hanya memenuhi undangan beberapa orang yang mencoba mengambil hati para Hot Daddies tersebut.
Selain, Poppa, Daddy R, Papi John, Daddy Jeff, Daddy Dewa dan Papa Lucca merasa perlu tahu karena bisa saja suatu hari ada sela yang berguna dengan mengetahui tempat macam ‘Heaven’ dan gerak rantai bisnisnya.
Termasuk juga, memperkenalkan ( terkadang ) eksistensi kelima Hot Daddies berusia matang di Keluarga Adjieran Smith itu.
Dan yah, memang selain uang yang dipunya, kekuasaan dan kekuatan Keluarga Adjieran Smith miliki sekarang, selain karena hasil kerja keras Dad Anthony dan beberapa ayah angkatnya di masa lalu, otak cerdas para Hot Daddies penerusnya terutama dua orang yang disebut sebagai The Black Drakes membuat keluarga yang bernama ‘Adjieran Smith’ ini disegani tidak hanya di dunia bisnis yang sesungguhnya, namun juga diluar hal tersebut.
Hingga nama besar Keluarga Adjieran Smith kantongi, berikut rasa enggan dari mereka yang tahu soal keluarga tersebut terlebih para prianya, yang nampak tak takut mati dan bertangan dingin serta memiliki sisi kejam dalam dirinya.
Tak kenal ampun, jika sudah menyangkut rasa ‘terusik’ yang sudah sampai pada ketidak senangan dan kegeraman.
**
Dan kini ...
“Alright, let’s finish everything! ( Baiklah ayo selesaikan semuanya! )”
“Keluarkan semua yang kiranya adalah korban, dari sini. Jika ada perlawanan dari para ‘tamu’ nanti, sweeping saja sampai mati”
Poppa dan Daddy R berkata pada orang – orang yang ada di dekat mereka sebelum Kafeel membawa mereka masuk ke ‘tempat acara’.
*****
“Apa anak gadis Dilara mau Om langsung keluarkan?” Tanya Kafeel pada Daddy R dan Poppa sesaat sebelum mereka melangkah lebih masuk saat pintu akan dibuka olehnya.
“Boleh saja”
“Baiklah”
*****
Daddy R dan Poppa sudah menegakkan diri dengan wajah yang tegas mereka terpasang otomatis saat satu pintu pembatas lagi dibuka oleh Kafeel. Wajah serta sorot mata datar dan dingin kedua Hot Daddies itulah yang kini mendominasi keduanya.
Sama seperti tiap tempat macam ‘Heaven’ ini, suasana bising yang sudah menyambut dua Hot Daddies ini saat pintu pembatas itu terbuka.
Selain ada empat orang pria berbadan besar dengan sikap siap dibalik pintu tersebut, namun langsung sedikit membungkukkan tubuh mereka saat melihat Kafeel dan membiarkan Daddy R dan Poppa serta rombongan mereka untuk masuk karena Kafeel, yang empat orang laki – laki yang dapat dikatakan penjaga keamanan atau bodyguard juga ketahui adalah orang kepercayaan salah satu Bos Besar mereka.
Serupa tak sama. Tempat yang bisa dikatakan sebagai surganya para pria bajngan itu di selimuti oleh suara bisingnya musik dan wanita seksi bertebaran diruangan cukup besar dimana Daddy* R dan Poppa berdiri sekarang.
Disaat Kafeel sedang berbicara dengan seseorang didepan Daddy R dan Poppa, kedua pentolan Hot Daddies The Adjieran Smith itu mengedarkan pandangannya dimana Omar dan anak buahnya juga sedang menyisir keadaan dengan mata mereka.
“Keep your eyes in position Kakak ganteng, jika ga ingin gue adukan pada Ibu Peri kalau suaminya asyik menatap tubuh wanita lain”
“Pffh!!!!...” Daddy R seketika mendengus geli mendengar ucapan Poppa kala beberapa wanita dengan pakaian yang sangat terbuka lalu lalang didepan keduanya sembari memberi pandangan menggoda. “Bukannya lo yang pernah terciduk di RED oleh Little F sedang menonton dan menikmati wanita yang meliukkan tubuhnya di depan mata lo?”
Daddy R mengejek Poppa sembari cengengesan.
__ADS_1
“Dan berakhir lo tidur di sofa selama seminggu, dan tak berkutik meski hanya sekedar bernafas di dekat Little F” Sambung Daddy R.
“Cih!” Poppa berdecih geli. “Itu hanya kesalah pahaman” Tambah Poppa.
Daddy R dan Poppa lalu sama – sama terkekeh kecil.
Daddy R dan Poppa kemudian sama – sama mendengus lagi sembari geleng – geleng melihat keadaan sekeliling mereka.
Selain banyaknya gadis – gadis berpakaian terbuka yang lalu lalang menggoda para tamu, ada juga gadis yang berada dibeberapa sudut yang sedang menari dengan sangat erotis dan pakaian yang tidak menutupi dengan baik aset berharga mereka.
Bahkan ada yang masa bodoh saja bercinta secara terang – terangan di tempat tersebut.
Daddy R dan Poppa tidak merasa aneh memang, hanya saja mereka jijik sekali melihatnya. Kalau bukan karena ada suatu urusan, rasanya enggan sekali mereka datangi tempat – tempat seperti ini bahkan sebelum mereka menemukan masing – masing jantung hatinya.
Paling top mereka hanya akan menghadiri pertemuan dengan teman – teman dalam komunitas mereka di London untuk sekedar berkumpul, bersenda gurau, mengobrol ringan di sebuah Klub eksklusif.
Meski dominasi wanita seksi dan alkohol juga ada disekitar mereka, namun tidak separah tempat macam ‘Heaven’ ini.
Hanya wanita – wanita cantik dan seksi\, serta suguhan penari s*t*p*is yang kadang di sewa oleh para teman – teman mereka yang iseng mencari kesenangan namun tetap menjaga sikap.
Jika kesenangan dengan para wanita dan penari – penari seksi yang menggoda imin akan dilanjutkan pun, rasanya meski teman – teman Daddy R dan Poppa yang beberapa memang adalah seorang Casanova tetap saja masih memiliki martabat untuk tidak bercinta dengan disaksikan banyak orang seperti pemandangan yang Daddy R dan Poppa lirik saat ini.
**
Seorang wanita yang berwajah cantik nan menggoda dengan tubuh sangat molek dan hanya menggunakan pakaian transparan yang tidak mengenakan apa – apa lagi dibaliknya berjalan dan kemudian berhenti di dekat Daddy R dan Poppa.
Wanita yang sungguh menggoda imin itu menelisik sembari menghembuskan asap dari rokok yang terselip di kedua jarinya ke arah Daddy R dan Poppa yang menunggu Kafeel berbicara dengan seseorang lalu nampak berbicara dengan satu orang lagi.
“Buru – buru sekali?” Wanita itu meletakkan satu tangannya yang seolah menahan Daddy R yang hendak melangkah maju menghampiri Kafeel. “Malam ini aku masih belum menerima tawaran, mungkin anda mau jadi yang pertama? Berdua sekaligus pun, boleh”
Wanita itu berkata dengan sikap yang sangat menggoda melemparkan tatapan yang amat sangat menggoda pada Daddy R dan Poppa.
Tapi tentu saja Daddy R tidak mungkin tergoda apalagi berdesir meski sedikit\, pada godaan wanita yang seolah memiliki sengatan listrik bagi pria hidung belang dan b*ji*gan.
Daddy R mengabaikan godaan wanita tersebut. “Jauhkan tanganmu dariku jika kau masih ingin memilikinya” Ucap Daddy R datar dan dingin tanpa sedikit pun melirik pada wanita tersebut.
“Wanita seperti kau tidak akan membuat kami tertarik. Jadi singkirkan tanganmu darinya dan enyahlah jika kau masih ingin hidup dengan anggota tubuh yang masih lengkap. Karena saudaraku ini hobi sekali memotong tangan orang” Ucap Poppa kemudian melangkah tanpa sedikit pun menoleh pada wanita yang mencoba menggoda itu.
****
Suara musik sudah dikecilkan, namun masih sayup – sayup terdengar, dan suasana yang tadi ricuh dengan musik dan suara obrolan serta tawa, termasuk kegilaan kini mulai perlahan hening.
Orang – orang yang berada disana kemudian merapihkan penampilan mereka dan mata berikut perhatian semuanya kini sudah fokus pada panggung yang tadi ditunjuk Kafeel. “Om Andrew benar – benar akan melelang anak gadis perempuan itu?” Tanya Kafeel dengan berbisik di dekat Daddy R dan Poppa.
“Tidak ada yang dapat merubah keputusanku, kecuali diriku sendiri dan istriku”
“.........”
“Lagipula aku ingin p*l*c*r tua itu tersiksa melihat bagaimana anak gadis kesayangannya berakhir karena kelakuannya. Ditambah dia ingin menjual dua putri kami di tempat seperti ini. Membayangkan Via terlebih lagi Drea seperti keadaan gadis itu sekarang saja aku sudah sangat murka”
Poppa menunjuk seorang gadis yang sudah berada di atas panggung dan berpakaian dengan tidak layak disebut sebagai pakaian.
“Dan aku terlalu geram membayangkan, jika dua putri kami itu yang berdiri disana andai kami terlambat menyelamatkan mereka”
“Tapi jika aku melihat Andrea, aku tidak akan berpikir panjang untuk menyelamatkannya sebelum kalian datang Om”
Kafeel berkata dengan tulus pada Poppa dan Daddy R.
“Baiklah. Aku akan mempersiapkan anak gadis dari perempuan itu Om” Ucap Kafeel.
“Dimana kau memberikan kami tempat?” Tanya Daddy R. “Aku tidak ingin duduk berdekatan dengan a*j*ng - a*j*ng ini” Tambah Daddy R. Kafeel tersenyum dan mengangguk dan ia menunjukkan satu orang yang akan membawa Daddy R dan Poppa ke tempat duduk yang sudah ia siapkan sebelumnya.
“Iya Om” Jawab Kafeel.
“Buat p*l*c*r tua itu menyaksikan saat anak gadisnya berada di atas panggung dan ditawar para ‘tamu kehormatan’ nya sendiri.
**
“Baiklah karena tidak ada penawaran dari VVIP, gadis ini kami buka dengan harga sepuluh juta”
Seorang pria yang berada disisi panggung berbicara di sebuah mikrofon disisi pojok panggung sembari menjelaskan detail gadis yang nampak kebingungan termasuk juga seperti dalam pengaruh obat – obatan yang membuatnya tak sadar kalau ia sedang di lelang untuk dijadikan pemuas naf*u dan entah untuk hal apa lagi yang menjadi kepentingan para pria hidung belang dan ba**ngan yang ada di tempat bernama ‘Heaven’ itu saat ini.
Beberapa suara yang menaikkan harga terdengar kemudian, sembari Daddy R dan Poppa melanjutkan langkah mereka.
__ADS_1
Kemudian terdengar suara lonceng berikut tiga suara ketukan dan pria pembawa acara itu berkata lagi. “Empat puluh juta untuk Nessa! Kini secara resmi menjadi milik Tuan Bashan!”
Kemudian seorang bertubuh kekar langsung membawanya turun dari panggung dan gadis itu dibawa pergi ke hadapan orang yang membelinya dan orang tersebut langsung berdiri dengan tempatnya untuk beranjak keluar dari tempat tersebut.
“Tahan pria yang akan keluar sebentar lagi dari sini, kemudian amankan gadisnya”
“Baik Tuan” Sahutan dari alat komunikasi terdengar di telinga Poppa dan semua yang terhubung dalam satu saluran tersebut.
“Jika ia mau bekerjasama, maka lepaskan laki – laki itu dan orang – orangnya” Ucap Poppa lagi. “Jika tidak maka habisi saja”
“Baik Tuan” Kembali sahutan patuh pun terdengar dari alat komunikasi yang terhubung dengan telinga para Hot Daddies 'The Adjieran Smith' kecuali Papa Lucca.
**
“Poppa sang pembasmi kejahatan, huh?”
Suara Daddy Dewa terdengar meledek dari balik saluran telekomunikasi mereka, saat seorang pelayan menyuguhkan dua gelas kristal berisikan cairan berwarna merah untuk Daddy R dan Poppa.
“Iri bilang Bos!”
Suara Daddy Dewa yang cekikikan langsung saja terdengar kemudian setelah Poppa asal nyeletuk secara spontan.
“Ketemu dengan ‘teman’ nya si setan alas?” Tanya Poppa yang sudah duduk di tempat yang tadi ditunjukkan Kafeel bersama Daddy R juga yang ikut duduk.
“Yup. Gue sedang menunggu jika keadaan menjadi lebih ‘gembira’”
***
“Apa itu Mayer?” Tanya Daddy R saat ia tengah memperhatikan sekeliling kala sang pembawa acara sedang cuap – cuap dan acara pelelangan gadis sedang diseling dengan lelang sebuah lukisan langka yang akan dilanjutkan dengan pelelangan gadis perawan setelahnya.
Poppa menoleh ke arah yang Daddy R tunjukkan dengan gerakan kepalanya. “Ya that’s the Boca a*s*o*e”
Daddy R manggut – manggut dan menyisir lagi pandangannya.
“Sepertinya dia tidak menyadari kalau kita berada disini”
“Dia terlalu fokus dengan para gadis yang ingin ia jadikan budak se*s gilanya!”
“Tapi coba kau lihat siapa yang bersamanya” Ucap Daddy R. “Jika Mayer kini memang 'dekat' dengan si Cromb berikut kelompok gangster biadabnya dan mereka berhubungan baik dengan p*l*c*r tua itu\, maka dipastikan akan ada pertunjukan kembang api kecil – kecilan disini”
“Kalian dengar Bos R bilang barusan?” Ucap Poppa dalam duduknya, namun masih santai saja sikap si Poppa.
“Dengar Tuan!” Sahutan cepat pun terdengar.
“Maka bersiaplah”
****
Daddy R dan Poppa saling tatap, sementara Omar dan beberapa orang mereka nampak berwajah serius ketika tak lama mereka mendengar sedikit suara yang agak ricuh dari tempat Daddy Dewa berada.
“Sebaiknya kalian sedikit menegakkan tubuh, karena kami mulai sedikit ‘sibuk’ disini” Suara Daddy Dewa terdengar lagi, berikut sedikit kericuhan dan suara seperti seseorang yang sedang baku hantam terdengar samar – samar oleh Daddy R dan Poppa disaluran telekomunikasi mereka.
DEZIING!
DEZIING!
DEZIING!
Suara letusan senjata juga terdengar kemudian.
****
To be continue...
Dear all, mohon maaf ya up mungkin akan tidak teratur selama tujuh hari ke depan.
Berhubung emak dan keluarga sedang berduka atas kepergian Papa tercinta, jadi up episode mungkin akan sangat tidak teratur untuk sementara.
Episode ini sudah siap sebelumnya dan rencananya mau di keep supaya bisa keluarin dua episode. Namun berhubung ada musibah yang tidak terduga, jadi batal mau up dua episode sekaligus.
Jadi ini dulu aja ya, emak Cuma bisa up yang sudah ready ini sebelumnya. Semoga suka.
Harap maklum, dan terima kasih sekali lagi buat kalian yang masih tetap setia dengan novel ini.
__ADS_1
Salam sayang,
Emaknya Queen