THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 178


__ADS_3

♥♥ OH ABANG ♥♥


 


Selamat membaca ...


*************************


 


“Abang ga bakal OL jam segini. Liat jam tuh ..” Ucap Nathan saat ia sudah bangun setelah tadi jatuh karena didorong Andrea.


Andrea manggut – manggut.


“Lo sendiri kan tau kalau jamnya si Abang OL di game.”


Andrea kembali manggut – manggut dan berdiri dari kursi gamingnya Nathan.


“Lagian si Abang sekarang lagi jarang absen di game. Lo tau dia ambil mata kuliah dua jurusan..” Sambung Nathan. “Belum lagi dia sedang merintis usaha bareng beberapa temen kuliahnya.”


“Iya tahu gue!.”


“Nah kalo memang tau udah sana balik ke kamar lo, jangan ganggu gue. Cari kesibukan sendiri. Ngapain kek sana!..” Usir Nathan yang sudah duduk disinggasana gamingnya. “Shu... Shu..” Nathan mengibas ngibaskan tangannya.


“Ck...”


Andrea mencebik tapi akhirnya ia keluar juga dari kamar Nathan.


“Haaah.. seengganya hidup gue tentram sebentar!...” Guman Nathan sembari menyeringai melihat Andrea keluar dari kamarnya. “Tutup Pintunya Woy!....”


****


 


Andrea memutuskan untuk kembali ke kamarnya karena tiba – tiba malas mengganggu Nathan.


“Ah, mending gue Live Streaming.”


Andrea meraih ponselnya, membuka akun beberapa akun sosmed yang dia punya kemudian berselancar, dan terakhir dia melakukan Live Streaming dan mengingat dia ada hutang satu endorsement yang harus dia lakukan di salah satu sosmed yang sedang dia buka saat ini.


“Selesai .. untung ingat bawa itu buku.”


Andrea menghempaskan tubuhnya keatas ranjang.


“Eh iya!.”


Andrea mengingat sesuatu.


“Kata Momma sudah disiapkan.”


Andrea membuka lemari dalam walk in closet di kamar pribadinya. Bibirnya merekah saat menemukan apa yang ia cari.


Cekrek!.


‘On my way to high school at Jakarta. Can’t wait!. ( Aku akan bersekolah di Jakarta. Sudah tak sabar! ).’ #biggirl #higschool #newschool


Tulis Andrea di caption pada foto yang akan dia unggah dimedsosnya, berikut dengan beberapa hashtag. Andrea berpose dengan seragam SMA layaknya SMA di Indonesia. Putih Abu.


Tak butuh waktu lama postingan Andrea mendapatkan cukup banyak like setelah dia memposting satu foto berseragam SMA itu. Tak hanya Like, Komentar pun mulai bermunculan.


Poppa – My baby is become a big girl now. 💓💓Lovely as always. Just like Momma @kajolitaesperansahdelacosta. 😘😍. Love you Momma


Momma – Waaaah Juleha udah gedeee .... love you too Poppa @andrewsmithlakinyafania.😚😚😚


Pasangan bebek itu yang paling pertama memberikan komen di laman sosmed sang putri sulung. Terlebih si Poppa yang memang mengawasi dengan ketat akun sosmed Fania dan Andrea. Bahkan jika ada endorsement yang masuk pun harus dengan ijin Andrew dulu.


Andrea – Hish, malah mesra – mesraan di post orang @kajolitaesperansahdelacosta, @andrewsmithlakinyafania.


Momma – Sirik nih ye...


Follower 1 – Beautiful


Follower 2 – Would you be my girlfriend?


Dan banyak lagi yang lainnya. Andrea hanya senyam – senyum saja membaca komen di foto yang baru ia posting. Para Daddies dan Mommies lainnya juga sudah menyelipkan komentar pada kolom komen yang memang Andrea buka.


Namun senyum Andrea kian merekah saat satu komen lagi nyantol di postingan terbarunya


Varen – Wah cantik sekali Little Star nya Abang.


Andrea – Sayang Abang @AbangVaren


Varen – Sayang Drea @AndreaSmith


Momma - Uweekk


Andrea - Sirik nih Ye


“Abang ....”


Andrea membuka akun milik Varen. Tak seperti dirinya, Varen jarang sekali berselancar di sosmed. Hanya sesekali, itupun kebanyakan postingan Varen bersama Andrea atau keluarganya yang lain. Namun begitu, follower Varen tidak bisa dibilang sedikit juga, dan yah kebanyakan ciwi – ciwi pastinya.


“I miss you .... ( Aku kangen )..”


Andrea memandang lama – lama foto Varen sampai akhirnya Andrea terlelap dengan masih menggunakan seragam putih abu yang tadi ia coba.


***


Andrea terbangun sedikit kaget saat sore hari.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan yang terdengar membuatnya buru – buru beranjak dari ranjangnya. “Apa mba?.” Tanya Andrea pada seorang asisten rumah tangga yang mengetuk pintunya itu, yang nampak sedikit heran melihat Andrea memakai seragam sekolah.

__ADS_1


“Non Drea lagi tidur?.” Tanya si Emba karena Andrea terlihat sedikit kusut dan menguap.


“Iya.”


“Yah, maaf Non, saya ganggu ya?.”


“Engga kok Mba Adis, aku juga baru aja bangun.” Ucap Andrea. “Kenapa Mba?.” Tanya Andrea.


“Itu Non, Nyonya Jihan dan Nyonya Prita cari Non Drea.” Jawab Mba Adis.


“Oh, ya udah bentar aku turun ya. Bilangin aja aku baru bangun terus mau mandi dulu, nanti baru aku menghampiri Mama dan Mami ..” Ucap Andrea lagi dan Mba Adis mengangguk paham, lalu permisi dari hadapan Andrea.


**


“Mama Bear! Mami!.”


Andrea langsung menemui dua Mommiesnya yang kata Mba Adis mencarinya tadi.


“Kamu habis boci?.” Tanya Mami Prita.


“Boci?.”


“Bobo Ciang!.”


“Ooh .. Boci itu kalau disini bahasa gaulnya itu Tidur siang, diplesetkan gitu ya?.”


Mama Jihan dan Mami Prita terkekeh. “Gimana sih mau sekolah disini, masa Boci aja ga tau?.” Celetuk Mami Prita. “Si Tan – Tan ga ngajarin emangnya bahasa gaul disini?.”


“Ajar sih, tapi aku belum begitu hafal dan paham bahasa yang dipakai disini.”


“Ya udah pelan – pelan belajar itu bahasa yang banyak digunakan teman sebaya kamu. Ga terlalu penting juga, yang penting sekolah dan belajar yang serius.”


“Iya Mama Bear ...” Sahut Andrea.


“Tadi Abang telpon Mami, tanya kamu kemana karena Abang coba menghubungi kamu dan kirim pesan ga diangkat dan lama kamu belum balas.” Ucap Prita.


“Aku belum cek ponsel lagi sejak bangun tidur tadi.”


“Oh ....”


“Memang Abang bilang apa?.” Tanya Andrea.


“Abang titip pesan, mungkin nanti malam Abang ga bisa hubungi kamu, karena jadwalnya padat dan kemungkinan pulang agak larut, jadi ga mungkin hubungi kamu karena perbedaan waktu.”


“Terus Abang ga bilang mau kemana Mi?.”


“Engga. Cuma gitu aja pesannya.” Sahut Mami Prita.


“Oh..”


**


Malam pun datang


“Abang kemana sih? ..” Gumam Andrea melirik jam, melirik ponsel.


Andrea akhirnya mencoba tidur. Tapi matanya tak mau dibawa untuk terlelap.


Alhasil Andrea hanya bergerak gelisah diatas ranjangnya, lalu menonton TV pada akhirnya mencari tontonan untuk mengusir bosan dan insomnianya.


‘Killing Time ( Membunuh waktu ).’


Andrea menulis status di akun chatnya lalu meletakkan ponselnya diatas meja dan menonton TV setelah menjepret gambar dari acara yang sedang ia tonton.


Ting!


Nada notifikasi ponsel berbunyi tapi dia abaikan, udah pewe selonjoran di sofa.


Ting!


Nada notifikasi pun berbunyi lagi. Andrea masih mager.


🎶Ey, ya no sigas más disimulando🎶


Pada akhirnya nada dering ponsel Andrea pun berbunyi dan ia pun mengambil malas ponselnya. Melihat nama pemanggil dan menekan tombol hijau.


 “Assalamu’alaikum.” Suara sapaan orang yang ditunggu kabarnya oleh Andrea pun terdengar


“Wa’alaikumsalam!.” Jawab Andrea ketus.


“Kamu kok belum tidur, Little Star?.”


“Ini baru mau tidur. Dahh .....”


Andrea mematikan ponselnya dengan cepat berdecak.


🎶Ey, ya no sigas más disimulando🎶


Ponsel Andrea berdering lagi. Kini panggilan telpon berganti ke panggilan video. Andrea tak langsung menjawabnya. Ia sibuk membenahi dirinya mencari pose yang tepat kala akan menjawab panggilan Video yang tertulis ‘Abangnya Drea’ dilayar ponsel. Ganjen.


Tapi panggilan video dari Varen berhenti kala Andrea sudah mendapatkan pose yang dirasa cukup imut untuk menjawab panggilan video dari si abang itu. “Hish!.”


‘Little Star marah sama Abang?.’


Sebuah pesan masuk di aplikasi chat Andrea.


‘Udah tidur orangnya.’


Tulis Andrea dalam jawaban pesannya. Tak lama panggilan video pun muncul lagi. Andrea menyunggingkan senyum. Sebentar saja, lalu memasang wajah merungut saat menggeser tombol untuk menerima.


“Hai cewe ....”


Wajah Varen terpampang, berikut senyuman dan candaannya menggoda Andrea yang sedang memasang wajahnya yang pura – pura bersungut itu dan melirik sebal pada Varen yang sedang menatapnya saat ini.

__ADS_1


“Masih ingat sama Drea?.”


“Gitu sih, bicaranya ...” Ucap Varen yang nampak sedikit lelah itu.


Andrea memperhatikan si Abang yang nampak lelah, dan sepertinya sudah sampai di Apartemennya saat ini. Masih sore di tempat si Abang, namun Varen sudah terlihat lelah.


“Habis ponsel segala dimatikan.”


“Tadi memang Abang matikan karena sedang bertemu dengan calon Investor untuk usaha yang baru Abang rintis. Kan Drea juga tahu kalau Abang sedang membangun bisnis Abang dengan usaha Abang sendiri.”


Andrea belum menjawab. Masih memperhatikan Varen yang baru saja mengambil minum di kulkas apartemennya lalu merebahkan tubuhnya di sofa.


“Abang lupa menyalakan lagi. Karena tadi cukup sibuk juga berdiskusi dengan teman – teman Abang yang join dalam usaha Abang itu.”


“Huum ....”


Andrea menjawab dengan hum – man – nya saja, matanya tetap memperhatikan wajah Varen yang sepertinya meletakkan ponsel diatas meja dan menyangkutkan di sanggahan ponsel dan si Abang menenggak air mineral yang tadi dia ambil dari dalam kulkas.


‘Abang ganteng banget ih.... Setiap hari semakin ganteng.’ Batin Andrea.


“Drea sudah makan?.” Tanya Varen.


Andrea tidak menyahut.


“Drea ....”


“Eh, apa Bang?.” Andrea terkesiap.


“Kenapa sih?. Marah sama Abang?.” Tanya Varen.


“Kesal.” Sahut Andrea menutupi kenyataan kalau dia barusan memperhatikan Varen lamat – lamat.


Varen terkekeh kecil.


“Kesal aja imut, apalagi kalau senyum pasti lebih imut.”


Ah, anak asuh Nyi Blorong pun sedikit bersemu. “Apaan sih ....” Sahut Andrea sok imut.


“Drea itu lebih cantik kalau senyum daripada cemberut begitu.”


“Memang aku cantik mau gimana juga.”


Varen terkekeh lagi. “Iya.. Iya... Little Starnya Abang memang selalu cantik.” Puji Varen.


“Itu tahu! ....”


“Senyum dong makanya....”


“Habis Abang sih, buat Drea khawatir.”


“Maaf ya....”


“Iyaa...”


“Ga ikhlas gitu?.”


“Iya Abang Varen yang ganteng .... udah Drea maafin.”


“Gitu dong.”


“Gitu, gitu, jangan diulangi lagi Abang.... Drea jadi susah tidur. Abang nih ....”


“Iya maaf, Abang akan usahakan untuk tidak mengulanginya lagi. Tapi kalau Abang sedikit sibuk dan Abang menginformasikan ke Drea, Drea bisa mengerti ya?.”


“Iya....”


Varen masih mengurai senyumnya pada Andrea.


“Makasih ya. Sudah besar beneran Little Starnya Abang berarti. Sudah makin dewasa.... dan makin cantik.”


‘Oh Abaaang ..... I’m melted ( Meleleh aku tuh ).’ Batin Andrea tersipu campur ganjen.


“Ya sudah Drea istirahat ya?. Abang juga mau bersih – bersih badan dulu. Sudah lengket.”


“Iya Abang ....”


“Ya sudah ya, Abang matikan panggilannya. Drea langsung tidur, jangan bergadang. Jangan mentang - mentang masih liburan, jadi sering bergadang. Okay?.”


“Iya.... Selamat istirahat juga buat Abang....”


“Sayang Drea. Nitey nite, have a night sleep and dream ( Selamat malam, selamat tidur dan mimpi indah ).”


“Sayang Abang. Too ( juga ).” Sahut Andrea dan lagi – lagi Varen terkekeh kecil.


“Hemat banget ucapannya.” Ucap Varen. “Ya sudah, talk to you later, hem? ( Nanti Abang hubungi lagi, hem? ). Tapi Drea tidur dulu.” Andrea pun mengangguk.


“Bye .... ( Dah ...)..” Sahut Andrea.


“Bye Little Star. Hug and kiss ( Peluk Cium ). Nitey Nite once again ( Selamat malam sekali lagi ). Mau Abang nyanyikan Lullaby?.”


"Engga ah!. Orang Drea sudah besar."


Varen pun langsung terkekeh.


"Ya sudah ya?." Ucap Varen dan Andrea mengangguk.


Kemudian mematikan panggilan videonya dengan Andrea.


‘Oh Abang .... Drea Rindu....’


ABG jaman now yang kecil – kecil udeh in lop.


**

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2