THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 353


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


****************************************************************************


LINGKUP KELUARGA


Selamat membaca ....


*************************


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia....


Acara syukuran yang menurut para Sultan dan Sultanah di Dinasti Adjieran Smith sederhana itu telah terselenggara dengan sangat baik. Semua orang termasuk para undangan khusus yang notabene adalah keluarga dan kerabat dekat Dinasti Adjieran Smith itu sendiri pun sebagian besar datang untuk memenuhi undangan mereka.


“Hello Everyone .. nice to meet all of you! ( Halo semua ... senang bertemu dengan kalian semua lagi! )”. Itu Ezra yang sudah menyempatkan diri datang dari London bersama keluarganya. Sampai dengan detik ini, Ezra masih menjadi orang kepercayaan Poppa di London, sementara Omar bertugas sebagai tangan kanan Poppa di Indonesia.


Varen dan beberapa orang yang berada didekatnya menyambut kedatangan Ezra dan istrinya, beserta dua anaknya itu. Yang kemudian istri dan kedua anak Ezra itu langsung diboyong masuk ke dalam ruang tengah Kediaman oleh Andrea dan Gamma.


Nino dan Eve juga menyempatkan untuk datang bersama putri semata wayang mereka yang lumayan akrab dengan Valera, juga Rery dan Adrieanna yang memang berdomisili di London selama ini.


Elena, putri Nino dan Eve langsung saja berhambur kedalam kediaman setelah menyalami Varen dan mereka yang ada saat dia dan orang tuanya tiba. “VALL.. AANN ..”


Suara Elena terdengar cukup kencang dari ruang tamu kediaman. Menyebut nama panggilan Valera dan Adrieanna


dengan semangat, lalu suara pekikan gadis-gadis muda dan bau kencur yang girang pun terdengar kemudian.


***


Acara dimulai saat seorang tokoh keagamaan yang cukup terkenal sudah datang ke Kediaman Utama Keluarga


Adjieran Smith. Semua anggota keluarga kini sudah berbaur duduk di pekarangan depan bersama para tamu dan anak – anak yatim, piatu dan keduanya yang juga sudah diundang untuk datang dan diberikan sedikit santunan juga bingkisan.


Para kerabat yang ingin bergabung mendengarkan sang tokoh keagamaan berceramah dipersilahkan untuk


bergabung di pekarangan. Jika tidak, mereka bisa duduk di bagian dalam kediaman atau di pekarangan belakang.


Utamanya, mereka yang tidak berbaur di pekarangan depan adalah mereka yang tidak begitu paham bahasa


Indonesia, atau pun berbeda keyakinan.


Namun dari beberapa kerabat yang berbeda keyakinan, atau paham dan tidaknya bahasa Indonesia, ada juga yang


tetap bergabung di pekarangan depan, demi menghormati tuan rumah yang punya acara.


***


Rangkaian demi rangkaian acara yang sudah tersusun rapih dengan bantuan sebuah EO yang merupakan EO


kepercayaan Keluarga Adjieran Smith, satu per satu sudah diselesaikan dengan baik dan rapih tentunya.


Dari ceramah, pembacaan doa, termasuk juga pemotongan tumpeng dan diakhiri dengan acara santunan, lalu acara bebas menikmati hidangan yang telah disediakan, sudah dijalankan dengan baik hingga acara syukuran sebagai bentuk rasa syukur keluarga Sultan dan Sultanah atas segala hal baik dalam hidup dan keluarga mereka itupun selesai dan bingkisan-bingkisan sudah diberikan pada semua tamu yang datang tanpa terkecuali.


Hingga semua tamu undangan di luar kerabat, berikut sang tokoh agama kenamaan yang diundang itu berpamitan


pada para tuan rumah dan menyisakan para kerabat dekat saja di kediaman.


***


“So, you guys already made those rats abandoned the ship with no exception?...”


“( Jadi, kalian sudah membuat para tikus itu meninggalkan kapal tanpa terkecuali? ) ....”


“Also blown the ship itself! ( Juga ledakkan kapalnya sekalian! ), Uncle ....” Itu Varen yang menjawab pertanyaan Uncle Nino. Yang lain kemudian mesam-mesam saja termasuk Uncle Nino sendiri.


Para pria the Adjieran Smith berkumpul di ruang tamu bersama para pria lain, yakni para kerabat dekat mereka


yang menyempatkan diri datang di acara syukuran mereka itu.


Sementara para wanita berkumpul di halaman belakang dan para abg berikut krucil dari keluarga yang ayah-ayahnya pada datang itu, berkumpul di sudut yang lain.


“Then all of you become The Avengers now, for take part in saving this country????!!!! (Jadi kalian semua jadi Pasukan Avengers, karena ikut andil dalam menyelamatkan negara ini???!!!! )”


Celoteh Uncle Ezra sembari terkekeh kecil.


“Cih!” Para pria Adjieran Smith sama-sama berdecih lalu terkekeh kecil juga kemudian.


“Only ship which fulfill with those rats who ever dare to nudge our ship .. ( Hanya kapal yang berisikan para tikus yang berani menyenggol kapal kami ) ...”


Papa Lucca yang kemudian menyahut.


Yang lain pun manggut-manggut saja.


“But Andrea become okay now? ... ( Tapi Andrea sudah baik sekarang? ) .....”


“Better! ( Jauh lebih baik! )”


**


Tidak hanya Uncle Nino dan Uncle Ezra saja yang datang ke acara syukuran keluarga Adjieran Smith yang saat ini sedang berkumpul di Jakarta semuanya, tanpa terkecuali.


Tetapi kerabat dekat yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya juga menyempatkan diri dan keluarga mereka untuk hadir ke acara syukuran tersebut.


Mereka yang akrab dengan keluarga tersebut dari klub otomotif yang didirikan oleh Poppa dan Daddy R juga nampak, selain memang keluarga yang memiliki kaitan darah langsung dengan keluarga Adjieran Smith yang seperti Uncle Nino dan Ezra berikut keluarga mereka yang jauh-jauh datang dari luar negri.


Dari FC, Uncle Arman dan Uncle Bryan berikut keluarganya saja sih yang datang.


Karena Uncle Vla masih sibuk di Rusia dan baru akan bergabung saat pesiar nanti, termasuk juga Paman Li.


Beberapa pria lain seperti Uncle Rico, Uncle Sean dan Uncle Lingga juga ada saat ini.


Sahabat Varen dan Nathan pun ada juga, Rendy dan keluarga berikut sang calon istri, juga Sony anak Uncle Rico, kakaknya Arya. Sementara Arya sendiri tidak datang, karena ia sedang berkuliah di California, USA.


“Sean...” Panggil Poppa pada Uncle Sean yang langsung menyahut padanya.

__ADS_1


“Ya, Ndrew?”


“Para tikus yang tersisa kapan persidangan mereka akan dilaksanakan?”


“Satu atau dua minggu ini ....”


“Percepat jika memungkinkan, Sean!”


“Okay!”


“Aku ingin tidak ada hal yang tertinggal tentang kasus ini saat kita pesiar nanti”


“Got that! ( Oke paham! )”


***


Pembicaraan masih sekitar kasus yang berhubungan dengan penculikan Andrea dan Kevia yang hampir menjadi


korban sindikat di Rusia untuk menjadikan para gadis-gadis muda menjadi pemuas nafsu para lelaki hidung belang yang hobi mencari kenikmatan diatas ranjang yang bekerja sama dengan beberapa tokoh politik di negri tempat Kediaman Utama milik Keluarga Adjieran Smith bertengger dengan kokoh dan indahnya.


Hanya putranya almarhum Uncle Arya dan keluarganya yang tidak bisa hadir karena satu dan lain hal. Namun kemungkinan akan ikut serta saat liburan di kapal pesiar nanti.


“Oh iya Ngga’! .... Bukannya si Danang itu masih ada di tempat lo?!. Abang ga menghabisi dia bukan?....”


“Memang engga!.... Tapi dia sudah ga ada di tempat gue!”


“Then?. Lo yang habisi dia?”


“Bukan! .... Dia bunuh diri!” Sahut Uncle Lingga yang menjawab pertanyaan dari Daddy Dewa itu.


“Oh ya?!” Daddy Dewa dan lainnya sedikit terkejut.


“Humm. Dia keburu depresi! .... Rasanya tidak perlu gue jelaskan panjang lebar alasannya!....”


“Lalu jasadnya?!” Tanya Uncle Arman.


“Masih gue kuburkan dengan layak bersama dengan jasad istrinya....”


Uncle Lingga melirik Varen. Memberikan penjelasan lewat tatapannya pada si Abang jika ada yang ingin bertanya perihal apa yang terjadi pada istri dari pria yang sedang mereka bahas itu.


“Lalu keluarganya yang tersisa?! .... Dia masih punya anak dan menantu yang tinggal outside this country kan?”


“Huuuum....”


“Mereka ga tanya tentang apa yang terjadi pada Danang dan istrinya? Termasuk pada dua anak gadis mereka?. Ada dua cucunya si Danang waktu lo suruh orang kita angkut keluarganya dari tempat tinggal mereka kan Drew?”


“Hummm....” Poppa mengangguk saja menanggapi cerocosan pertanyaan dari Daddy Dewa.


“But wait, cucunya si Danang yang di angkut anak buah kita dari rumahnya lo bagaimanakan jadinya ‘Ngga?....”


Suara Papi John terdengar.


“Gue kembalikan ke orang tuanya....”


“That would be okay ( Ga apa-apa ) kan, Bang? ....”


“Don’t care ( Tak perduli )”


Varen menjawab enteng.


“Apa tidak akan menimbulkan masalah baru?. Kedua anak itu lihat apa yang terjadi pada kakek dan neneknya?”


“Lihat! .... Tapi tidak perlu ada yang dikhawatirkan”


“Pastikan itu!” Timpal Daddy Jeff.


“Gue sama Rico sudah memastikan”


“Ck .... santailah! Macam ini baru pertama kali aja gue orang lakukan!”


Uncle Rico menimpali ucapan Uncle Lingga.


“Baguslah! Karena kami orang sudah benar-benar ingin bersantai!”


Daddy R menambahkan.


“Talk about unwind ( Bicara soal bersantai ) ... Kalian akan benar-benar mengajak kami semua?!...”


“Heeemm ... kecuali author”


Emak : 😢 - Tega Kamu Mas! 😄


***


Lain para pria lain juga pembahasan di obrolan para wanita. Yang tidak jauh-jauh pembicaraan soal dapur, juga ranjang yang seringkali diselipkan dan bahasan tentang pesiar mereka yang akan datang itu.


“So what the destination for the cruise? ... ( Jadi kemana tujuan pesiar nanti? ... )” Tanya salah seorang wanita kerabat Dad yang bisa dikatakan kerabat dari keluarga Papi John yang kakeknya adalah sahabat dari kakek Putra.


“Kita pakai kalian punya kapal atau mau menggunakan kapal pesiar lain?” Tanya salah satu kerabat wanita yang lain.


“Kids actually ask to join cruise at Symphony of the Seas ( Anak-anak sih mintanya pesiar di Symphony of the Seas ), tapi Andrew dan para pria menolaknya... They said, too crowded! .... ( Mereka bilang, terlalu ramai! )....”


“Hu’um, mereka inginnya hanya memang keluarga kita saja yang berada dalam kapal”


“Jadi pakai kapal milik keluarga kalian?”


“Yes! .... ga apa-apa ya?....”


Mama Jihan berucap.


“How can not okay? ( Kenapa tidak? )” Sahut Eve.


Istri Nino yang dulunya adalah sekertaris kepercayaan Poppa hingga saat ini yang tidak diperbolehkan oleh Poppa untuk mengundurkan diri.

__ADS_1


“This fam cruise ship also more than enough for all of us! ( Kapal pesiar milik keluarga ini juga lebih dari cukup untuk kita semua )” Tambah Eve. “Beside we are not only spending time on it, right? .... ( Lagipula kita tidak hanya akan menghabiskan waktu diatas kapal, kan?.... )”


Mama Jihan dan lainnya manggut-manggut.


“Lalu tujuan kita?” Tanya istri Rico.


“Fjord, Norweg then Switzerland to Netherland”


Mama Fabi yang menjawab.


"Sekaligus menjemput Mor dan Far serta keluarga di Norweg"


“Ga mampir ke India?” Celetuk Andrea.


“Jauh muternya Juleha ...” Sahut Momma. “Mau ngapain emang ke India?”


“Ya siapa tahu Momma mau cipika cipiki lagi sama AA  Akhrukh!” Celetuk Andrea.


Yang lain cekikikan.


Momma ikut cekikikan juga.


“Mau beli sari Juleha?”


“Oh iya benar juga tuh! Keluarga Pattar bukannya mau menikahkan putra mereka?”


“Ah iya!”


“Ya udah kita nanti mampir ke India selepas pesiar gimana?”


Mommy Ara nampak antusias.


“Kita cari sari yang bagus-bagus”


“Kalian saja..... kalau jadi ke India aku mau ke Taj Mahal aja ..”


Andrea sedikit merungut.


“Sari yang aku punya semuanya dirobek Abang! Ribet katanya! Susah dibuka! Keburu turn off! Bikin ga mood nananina katanya!”


Tawa bercampur gelakan pun pecah seketika. Pasalnya para ibu-ibu hebring itu paham maksud omongan si Juleha.


**


“....”


Obrolan para pria dan wanita di bagian kediaman yang terpisah dibalut dengan canda dan tawa itu kemudian


terjeda kala mereka seperti mendengar suara ricuh dari ruang santai kediaman. Namun tak lama diabaikan, karena dalam pikiran mereka hanya ricuh bocah-bocah yang berebutan mainan, atau para anak yang sedang beranjak gede ke usia belasan yang heboh bermain game online atau sibuk dengan medsos mereka.


Namun ....


“STOOOOPPP!! .....”


Suara pekikan agak panjang milik Valera terdengar.


Membuat para pria dan wanita akhirnya berdiri dari duduk mereka dan hendak beranjak ke sumber suara.


“ANN! MELLY! ENOUGHHHH!!! ..” Suara pekikan terdengar lagi. Suara Rery yang kini terdengar. Membuat para


orang dewasa akhirnya bergegas menghampiri.


Mata para orang dewasa itupun membulat sempurna melihat keadaan di ruang santai yang sudah amburadul


dengan bantal sofa yang acak-acakan, lalu kue-kue kecil berserakan di karpet, di sofa dan di wajah dua anak perempuan yang sedang memegang satu piring berisikan kue dimasing-masing tangan mereka.


Sisanya ada yang sudah melindungi diri dengan menutup setengah wajahnya dengan bantal, dan menyingkir


jauh-jauh dari dua bocah perempuan yang sedang perang lempar kue itu dengan Rery yang menengahi mereka, ikut berlepotan krim kue juga mukanya si Rery yang tak berdaya


Sementara Valera sedang berusaha menarik Adrieanna yang nampak masih sekuat tenaga melempari bocah


perempuan lawannya, anak bontotnya Uncle Ezra yang juga sedang berusaha dihentikan oleh Elena, putri semata wayangnya Uncle Nino.


Para orang dewasa yang sudah berhambur ke ruang santai pun spontan melongo seketika. “OH MAY GAATT!” Seru Mami Prita saat melihat keadaan ruang santai. Sementara dua pasang orang tua itu saling mengamankan anak mereka dan memisahkan untuk menghentikan perseteruan itu.


“Demi kuntilanak kebon di pohon matoa. Ini ada apa???!! ..” Timpal Momma sambil berkacak pinggang dan geleng-geleng. Sisanya cekikikan. Namun dua bocah perempuan yang tadi berseteru dan sudah dipisahkan dengan kedua orang tuanya yang geleng-geleng itu nampak masih meronta untuk kembali ‘berperang’.


“Stoopp!!..”


Poppa melerai dengan suara ngebas miliknya itu dan berdiri di tengah dua bocah perempuan yang berseteru itu.


“What this is all about?! ( Tentang apa ini?! )”


Dua bocah yang semangat untuk berseteru nya belum nampak redup itu akhirnya diam setelah Poppa menatap


satu-satu mereka.


Poppa sih tidak memberikan tatapan tajam pada keduanya, namun rata-rata bocah yang kenal Poppa akan langsung diam jika Poppa bilang kalau mereka harus diam.


“Ann? Mel?.....”


“Mereka memperebutkan Rery!”


“Whaaaattt???!!!!!!”


Paduan suara para orang dewasa pun terdengar.


***


To be continue ..


Road to an End

__ADS_1


Stay Healthy and Be Happy


__ADS_2