
SEDIKIT MASALAH
****
Selamat membaca ...****
Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia.....
Para pangeran sedang berkumpul di area kolam renang.
Sehari setelah kembali ke Kediaman Utama selepas menginap beberapa hari di hotel tempat dua J melangsungkan resepsi pernikahan, seluruh anggota keluarga memutuskan untuk beristirahat dirumah sehari ini.
“Is there any news from Jill Silas? ( Apa ada kabar terbaru dari Jill Silas? ).” Tanya Andrew pada Reno.
“Kita belum merespon soal tawaran tua bangka itu. Tapi dari apa yang Nino laporkan dia masih saja bertahan dengan tawarannya itu dan belum terlihat untuk menyelesaikan hutang piutangnya dengan kita.” Jawab Reno santai. “Sepertinya dia menganggap remeh kita.”
Andrew manggut – manggut mendengar jawaban Reno.
“Dia belum tahu eksistensi kita di London sampai mana, guys.”
John bersuara.
“Dia hanya pengusaha receh yang kebetulan mendapat jatah sebuah Perusahaan dari Eun Ha. Itupun karena tua bangka itu pandai menjilat hingga Eun Ha memberikan Exist Company padanya beberapa tahun lalu.”
“Bukan jatah sebenarnya. Berdasarkan informasi, laki – laki itu membuat Eun Ha merasa berhutang budi padanya, karena menyelamatkan nyawa Eun Ha. Dan pasti itu sudah termasuk dalam rencananya”
“Pinjaman yang kita berikan padanya waktu itupun karena kita memandang Eun Ha. Tapi ternyata Eun Ha tidak tahu kalau Jill Silas meminjam uang dengan jumlah sebesar itu pada kita.” Sambung Jeff. “Dan kita sedikit ceroboh saat itu tanpa mencari tahu lebih detail soal Jill Silas dan Exist Company.”
"Ceroboh dan naif sepertinya."
“Kalau menurut sumber terpercaya berdasarkan laporan Nino, sebenarnya Eun Ha masih menyokong dana untuk Exist Company milik tua bangka itu, tapi dia memanfaatkan hubungan baik kita dan Eun Ha untuk meminjam dana pada Smith Company.”
“Apa Eun Ha tidak memberitahukan padanya siapa kita?.”
“Kalau menurut gue sih, Eun Ha tidak sampai berpikir kalau Jill sampai berani berurusan dengan kita.”
“Dia juga bermasalah di Jerman, Ndrew!.” Dewa ikut bersuara.
“Oh ya?.”
“Hmm, dia meminjam sejumlah uang dengan nominal fantastis juga pada Leroy.” Sambung Dewa. “Dan informasi terbaru yang gue dapat adalah, ini!.” Dewa menunjukkan sesuatu dalam ponselnya pada Andrew dan Reno.
“Berani sekali tua bangka itu!.” Ucap Reno.
“But, we must be a little bit careful also ( Tapi kita harus sedikit berhati – hati ). Jill Silas ini sudah menyingkirkan dua orang kepercayaan Eun Ha dengan fitnahnya.”
“I see ( Ya sudah ).” Ucap Andrew. “Gue yang akan turun tangan untuk memberikan dia pelajaran.” Sambungnya. “Jeff, call Leroy ( hubungi Leroy ). Bilang gue mau bertemu. Kita ikuti permainan tua bangka itu.”
“Aye, Boss!.”
“And Jill?.”
“Atur waktu yang sama dengan dengan kedatangan Leroy.”
“Eun Ha? Perlu kita undang untuk datang?.”
“No, a little bit risky ( Tidak, sedikit beresiko ).” Ucap Andrew. “Gue akan pikirkan cara lain untuk membuat Eun Ha bergabung tanpa Jill tahu. Agar dia mengetahui fakta kalau dia sudah dibodohi selama bertahun – tahun oleh pria
bernama Jill Silas itu.”
“Mau atur pertemuan dimana?.”
“London.”
“Katakan pada Leroy kalau ini pertemuan pribadi dia dengan gue dan R.” Ucap Andrew lagi. “Lo tahu apa yang harus lo lakukan, Jeff.”
“Got that! ( Paham! ).”
***
Reno dan Andrew kini tengah duduk berdua di dalam ruang kerja.
“We need to fly over London at the day after tomorrow, at least ( Kita kita harus terbang ke London lusa paling tidak ).” Ucap Andrew.
“Dan jika memang seperti itu, kita tidak akan pergi bersama dengan yang lain ke California.”
__ADS_1
“Ada dua J dan Dewa. Kita menyusul setelah urusan dengan Jill selesai. Tidak akan lama.”
“Okay!.”
***
Fania sedang berada di kamarnya saat Andrew dan Reno selesai dengan urusan mereka di ruang kerja.
“Heart....” Andrew duduk disamping Fania yang sedang membaca sebuah novel dan langsung menutupnya saat Andrew datang.
“Hey D.”
“Aku dan R harus ke London lusa.”
“Ada masalah genting di Perusahaan?.”
“Not really ( Tidak juga ). Hanya aku dan R sedikit perlu turun tangan.”
“Tapi kamu dan Kak Ren tetap berangkat sama – sama aku dan yang lain ke California dari sini, kan?.”
“Ummm, soal itu aku ga bisa janji. Karena sepertinya aku dan R akan tinggal selama dua atau tiga hari di London.”
“Yah, kok gitu?. Darurat banget apa masalahnya?.”
“Tidak begitu sih, tapi sedikit merepotkan.”
“Heeeem.” Fania manggut – manggut.
“Aku dan R pasti menyusul ke California, jangan khawatir, hem?.”
“Oke.”
***
London, Inggris
Reno dan Andrew sudah tiba di London. Mereka berdua langsung pergi ke Mansion karena waktu sudah menunjukkan hampir jam sembilan malam ketika mereka sampai di Kota Asap tersebut.
“What time our meeting with Leroy tomorrow? ( Jam berapa pertemuan kita dengan Leroy besok? ).”
“After lunch ( Setelah makan siang ).” Sahut Andrew. “Sebelumnya kita bisa melakukan meeting soal keuangan Perusahaan terlebih dahulu.”
***
Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia
Dua J baru saja turun dan bergabung bersama keluarga mereka di ruang makan. Minus beberapa orang yang belum terlihat.
Sementara istri mereka sudah lebih dulu turun ke ruang makan.
Namun dua J mungkin melewatkan sarapan bersama pagi ini, hanya menyesap kopi dan menyambar sepotong sandwich, karena mereka sedang buru – buru untuk pergi ke Perusahaan. Segala urusan pekerjaan di Jakarta harus mereka selesaikan selama dua hari ini sebelum bertolak ke California, karena Andrew dan Reno sedang
mengurus segala hal tentang pekerjaan dan perusahaan di London.
“Setidaknya kalian sempat kan untuk sarapan yang benar di kantor nanti.” Ucap Mom pada dua putranya itu.
“Ya Mom!.” Sahut dua J.
“Tenang Mom, sudah aku dan Prita siapkan.” Ucap Jihan. “Ini.”
“Apa ini.”
“Bekal lah! Masa Bom?.” Sahut Jihan karena Jeff nampak sedikit heran.
Keluarga mereka yang lain nampak terkekeh. “Iya aku tahu ini kotak bekal. Maksudnya ini untuk aku?.”
“Iya siapa lagi suami aku, coba?.”
“Udah sih bawa aja, Jeff.” Celetuk John sambil terkekeh dengan kotak bekal yang juga sudah ia pegang. “Kembali ke sekolah kita.” John menggoyang – goyangkan kotak bekal ditangannya.
“Seriously?!.” Tanya Jeff dan Jihan mengangguk antusias. “Ga usahlah ya?. Seumur – umur aku ga pernah bawa bekal ke kantor. Bisa jatuh wibawa aku kalau bawa kotak bekal begini. Warna pink pula!.”
Jeff mengernyitkan dahinya. Keluarganya terkekeh lagi.
“Nanti aku akan minta Via menyiapkan sarapan untuk aku di kantor.”
__ADS_1
“Ya udah kalo ga mau bawa.” Jihan mengambil kotak makan dari tangan Jeff dengan wajah yang nampak kurang senang.
“Haish.... ngambek deh.” Jeff menghela nafasnya. “Ya udah sini.”
“Ga usah!.” Jihan ngeloyor ke arah dapur. Jeff mengejarnya. Sementara keluarganya yang lain masih terkekeh.
Berbeda dengan Jeff yang sedikit antipati dengan kotak bekal, kalau John seneng – seneng aja dia diperhatikan sama istri kecilnya seperti itu.
“Ji... jangan ngambek dong. Ya udah sini kotak bekalnya.” Jeff sedang merayu pada Jihan yang nampak merajuk.
“Ga usah kalo terpaksa!. Ga menghargai banget udah aku buatin sarapan cape – cape.”
‘Ish!.’ Jeff menggerutu dalam hati. “Engga Mama Jihan sayang ... Daddy Jeff ga terpaksa...” Ucap Jeff sembari memegang bahu Jihan. “Aku hanya ga terbiasa aja membawa bekal begini. Tapi demi Mama Jihan yang sudah perhatian, sini aku bawa.”
Jeff mengambil kotak bekal dari tangan Jihan.
‘Masa bodohlah nanti gue ditertawakan di kantor gara – gara ini kotak bekal. Daripada dia ngambek, bisa – bisa nanti malam gue ga bisa bercocok tanam.’
“Dimakan loh!.”
“Iya...”
***
Dua J sudah siap untuk berpamitan pada keluarganya setelah drama kotak bekal. “Oh iya, si Kajol, Michelle dan Dewa dan Ara mana?.”
“Michelle dan Dewa sedang menemani Ara ke Dokter.”
“Fania?.”
Dua J bertanya berbarengan.
“Kak Fania kan udah berangkat ke London semalem.” Sahut Prita.
“Apa?!.”
“Iya. Memang kalian ga tau?.”
“Kok mendadak?.” Dua J saling tatap.
“Andrew menyuruhnya ke London?.”
“Kurang tau deh kalo itu. Kak Fania bilang ada sedikit masalah pengiriman spare part untuk garage di London, jadi dia harus kesana.”
“Kamu ga bilang sama aku semalam, Sugar?.”
“Aku pikir kamu tahu.”
“Ya sudah.”
Dua J kemudian berpamitan.
***
Dua J tidak langsung berangkat saat sudah berada didekat mobil mereka masing – masing. “Andrew sama R tahu ga perihal Fania ke London?.”
“I don’t know ( Gue ga tahu ). Tapi terakhir gue komunikasi dengan Andrew, dia ga bilang apa – apa.”
“Dia cerita ga sih sama Fania soal masalah dengan Jill Silas?.” Tanya John.
“Gue pun kurang tahu soal itu.”
“Lebih baik kita pastikan lah. Lo call Andrew, gue call R. Kalau Fania belum tahu dan dia datang ke Perusahaan saat suami dan kakaknya itu bertemu dengan Leroy, atau bahkan bertemu dengan Jill dan tua bangka itu datang dengan membawa dua putrinya, bisa timbul masalah baru nanti.”
“Ya, gue call Andrew sekarang.”
***
To be continue ..
Dukungan yang tak pernah bosan Emak Queen harapkan jangan kelewat yeeee ...
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE ( Jika Berkenan )
Loph Loph