THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 244 – VAREN & ANDREA - SERIES


__ADS_3

♠  BULAN MADU  ♣


***********************


Selamat membaca ..


**********************


Varen dan Andrea sudah dalam masa bulan madu mereka. Berangkat satu minggu selepas acara resepsi pernikahan mereka yang digelar secara besar – besaran itu.


Sementara anggota keluarga mereka yang lain sudah kembali kepada habitatnya masing – masing dan kembali menjalankan aktifitas mereka seperti biasa, sekaligus menyiapkan perhelatan resepsi pernikahan Varen dan Andrea yang kedua di London nanti. Sesuai permintaan Gappa.


Varen sudah menyiapkan bulan madunya dan Andrea sejak setelah hari dimana keduanya menyatukan fisik dalam


ritual suami istri. Varen sendiri yang mempersiapkan semuanya, kejutan untuk Andrea.


Bora – Bora, menjadi destinasi bulan madu pilihan Varen. Tempat bersejarah untuk Poppa dan Momma, dan sepertinya juga Andrea jadi disana. Bora – Bora, tempat bulan madu keduanya Poppa dan Momma. Mungkin saja Varen dan Andrea bisa ketularan juga. Bisa muncul Varen dan Andrea junior selepas dari sana. Tempat yang indah, untuk memadu kasih, dalam regukan asmara. Anjaayyyy ..


Tadinya hanya berencana menghabiskan seminggu di Bora – Bora dan menyusuri tempat – tempat indah lainnya yang berada Perancis sana, tapi ada hadiah perjalanan juga dari Gappa dan Gamma di sebuah pulau pribadi sebagai hadiah untuk Varen dan Andrea berikut dengan pulaunya sekalian. Serta beberapa hadiah perjalanan eksklusif lainnya dari kerabat dekat mereka.


Jadi seminggu itu diganti akan menjadi satu bulan lamanya. Itu bahkan tidak semua hadiah perjalanan mereka gunakan. Sebagian di bagi – bagi ke para anggota keluarga mereka yang lain. Sayang kan kalau tak terpakai?.


Bora – Bora, Maldives hingga Malta, akan menjadi sebagian dari beberapa persinggahan perjalanan bulan madu Varen dan Andrea.


Silahkan saja kalau mau ditambah lagi destinasinya – Begitu kata si Abang ke Drea. Drea tinggal bilang, Abang akan mengiyakan, asal Little Star bahagia, nananina jangan lupa.


Hobi banget nananina sekarang si Abang.


Enak – Kata Abang.


*****


The Emerald Isle, Irlandia


“Abang ..” Andrea mendekati Varen yang sedang menikmati sore di balkon kamar villa tempat mereka menginap di sebuah area bernama Dingle County Kerry. Varen yang sedang duduk dikursi santai disamping outdoor jacuzzi itu langsung membawa Andrea dalam pangkuannya.


“Ada apa, hem?”


“Drea halangan”


“Lalu?” Tanya Varen nampak santai.


“Ga boleh nananina dulu loh!”


Varen terkekeh.


“Kamu nih. Ya Aku mengertilah” Ucap Varen sambil memencet gemas hidung Andrea.


“Tapi Drea hanya bawa panty liner, lupa ga bawa tampon untuk haid. Bisa minta tolong bodyguard – bodyguard itu belikan tampon ga?. Atau kita ke Galway sekalian, mumpung baru sedikit ini keluarnya, masih bisa ditahan dengan panty liner”


“Sudah aku bawakan”


“Hah?”


“Aku sudah siapkan. Ada di dalam laci paling bawah meja rias. Aku lupa bilang”


Varen tersenyum sembari mengelus kepala Andrea.


“Ih, Abang sampai ke tampon Drea saja Abang memikirkan”


“Aku kan ada saat kamu mendapat period pertama kamu. Jadi aku sudah mencari tahu tentang menstruasi wanita dan siklusnya. Dan sejak itu, aku sudah memperhatikan setiap siklus menstruasi kamu, keluhan kamu kalau sedang pms. Aku sudah hafal di luar kepala”


Varen menunjuk sisi kiri kepalanya.


“Makasih ya Abang” Andrea memeluk Varen karena tak sangka kalau si Abang kesayangan sampai sedetail itu


memperhatikannya.

__ADS_1


Varen merengkuh Andrea. “Tujuh belas tahun, Little Star ...” Ucapnya. “Hanya ada kamu dimata aku”


“....”


“Semua tentang Drea, tidak ada satupun yang Abang lewatkan”


“Thank you and I love you. So much!”


“I love you more”


Satu kecupan mendarat di kening Andrea.


“Ya sudah sana, pakai dulu tamponnya”


“Iya”


***


Sabang, kota paling barat yang berada di Indonesia, menjadi destinasi terakhir pilihan Varen dan Andrea untuk mengakhiri masa bulan madu mereka.


Satu bulan lebih Varen dan Andrea menikmati bulan madu mereka. Dan untuk itu, perhelatan besar resepsi pernikahan kedua mereka yang direncanakan untuk diselenggarakan di London pun dimundurkan dari jadwal semula.


Media sosial milik Varen dan Andrea dipenuhi foto – foto kemesraan dan kebahagiaan keduanya, selain foto – foto pernikahan dari sejak acara Ijab Kabul hingga resepsi. Foto – foto Ijab Kabul Varen dan Andrea memang baru dipublikasikan oleh mereka berdua dan keluarganya setelah acara resepsi.


Sebagai Selebgram, tentunya laman medsos Andrea dipenuhi komentar para pengikutnya. Haters, juga Andrea


punya, yang bilang kalau si Juleha hamidun makanya nikah buru – buru.


Andrea sih tak pernah memperdulikan komentar negatif dilaman media sosialnya. Tak perlu dia, para followers setianya yang akan keburu mencecar si para pemberi komen negatif dan tak mengenakkan.


Belum lagi jajaran orang – orang yang berkuasa di keluarganya yang sudah pasti sangat tak senang oleh komen – komen negatif yang nyinyir tanpa tahu apa – apa. Paling cepat, akun mereka hilang tanpa bekas, tak hanya di satu media sosial jika yang bersangkutan punya beberapa. Hilang semua pokoknya.


Tambah lagi si Abang, nan posesif dan over protective yang kini sudah menjadi suaminya. Kalau penghapusan media sosial tetap tak membuat para haters Andrea jera, maka dibuatnya orang – orang tersebut tak bisa lagi membuat akun media sosial apapun.


Kalau masih tambeng juga, gulung orangnya sekalian – kalo kata si Abang. Jangan sampai ada hal yang membuat Andrea tak nyaman, urusan sama Abang. Meski Andrea bilang tak  memperdulikan omongan orang dan para haters nya itu. Tapi untuk Varen tidak begitu.


Untungnya sih ga ada yang makinan cari gara – gara.


***


Pulau Klah, Sabang


Varen dan Andrea menikmati waktu mereka di sebuah pulau kecil yang tidak dihuni secara permanen. Keduanya


hendak menaiki speed boat pribadi yang nampak sangat menonjol diantara perahu – perahu yang tersedia untuk pergi ke Pulau Klah.


“Kok Abang kepikiran sih ajak Drea kesini?. Abang tahu aja tempat bagus seperti di Sabang ini”


“Tempat ini masih belum terlalu populer. Jadi tidak terlalu ramai. Aku cukup menyukai Indonesia, banyak yang bisa digali di negara ini. Abang juga berencana membangun resort disini, buat investasi kita”


“Iya betul tuh Bang. Selain itu kan kita bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk orang – orang disini khususnya”


“Yap! Aku juga berpikir seperti itu”


“Kita sehati dong ya?”


“Memang sudah sehati selama tujuh belas tahun kan?. Akan terus begitu hingga seterusnya sampai kita menua bersama”


“Aamiin”


*


Pulau Weh Resort*


 


Hari sudah mulai beranjak senja, Varen dan Andrea sudah kembali ke Resort tempat mereka menginap. Tidak terlalu mewah dan tidak privasi, karena pariwisata di daerah tersebut juga masih ditingkatkan.

__ADS_1


Varen dan Andrea tak mempermasalahkannya. Toh daerah tersebut tak ramai juga, terbukti dari banyaknya resort yang kosong.


Tiga deret Resort bahkan di pakai Varen dan Andrea serta beberapa orang yang mengawal mereka. Jaga jarak tentunya. Bapak Varen ga boleh diganggu kalau lagi sama Ibu Andrea.


“Mau makan di Restoran atau mau orde dan makan di dalam Resort saja, hem?” Tanya Varen pada Andrea kala


mereka menyusuri jalan ber paving blocked menuju kamar Resort mereka sambil saling merangkul pinggang. “Jangan terserah aku” Sambar Varen sebelum Andrea menjawab.


“Restoran aja yuk!”


“Ya sudah”


*


Bruk*


Seseorang menabrak tubuh Andrea dari depannya saat dia dan Varen hendak memasuki restoran. Varen dengan sigap memegang tubuh Andrea meski istrinya itu tidak sampai terhuyung. Hanya memegangi bahu kanannya saja secara spontan.


“Kamu tidak apa – apa, Little Star?” Tanya Varen yang ikut mengusap bahu kanan Andrea bagian depan.


“Eh maaf! Maaf!” Seorang wanita langsung meminta maaf pada Andrea dengan segera setelah menabraknya.


“Apa kau tidak bisa melihat? Atau kau sedang dikejar debt collector?!” Varen menatapnya tak suka.


Sementara dua bodyguard Varen dan Andrea langsung setengah berlari dan mendekat pada Varen dan Andrea. Varen mengangkat tangannya ke arah dua body guard tersebut sebelum mereka bersuara.


“Sudahlah Abang, Drea ga apa – apa kok”


“Maaf .. sekali lagi saya minta maaf” Ucap wanita itu lagi.


“Lain kali kau menabrak istriku. Akan kubuat buta matamu!”


“Abang .. sudah..” Andrea mengelus pelan dada Varen yang menatap tajam pada wanita tersebut.


“Sudah minggir”


Varen menyuruh wanita itu menyingkirkan tubuhnya dari depan pintu masuk Restoran yang ingin Varen dan Andrea masuki.


Beberapa orang dari pihak Resort yang tahu kalau Varen dan Andrea bukan orang sembarangan, sudah hendak menyambangi Varen dan Andrea namun dihentikan oleh bodyguard keduanya.


Meski tidak tahu detail siapa Tuan dan Nyonya yang katanya sedang berbulan madu itu, tetapi mereka sudah bisa menebak, bahwa sepasang suami istri itu pastilah bukan sekedar orang kaya biasa, karena mereka satu – satunya tamu, dari beberapa tamu yang ada, yang selalu di kawal body guard sejak mereka datang.


“Eh, Tunggu..”


Varen dan Andrea spontan menoleh bersama saat wanita yang menabrak Andrea tadi sepertinya memanggil mereka seraya menahan keduanya yang hendak masuk ke dalam Restoran, setelah dua orang staf Resto sudah membukakan pintu Restoran lebar – lebar.


“Kamu.. Alvarend ... kan? ..”


Varen tak menjawabnya. Hanya memperhatikan wanita didepannya itu yang nampak mengenali dirinya.


“Hai! ....”


Wanita itu tersenyum ramah pada Varen, kemudian melirik Andrea dan tersenyum juga padanya sembari mengulurkan tangan yang tidak disambut Varen.


“Abang..” Andrea berucap pada Varen yang mengabaikan wanita itu karena Varen nampak malas menanggapi.


“Abaikan saja dia” Ucap Varen pada Andrea.


“Benar kan, kamu Alvarend? ... Alvarend Alexander!”


Varen menghentikan langkahnya. Berbalik, lalu menatap tajam pada wanita yang menyebut nama keluarga yang Varen tahu kalau Daddy R sudah membuang nama belakang itu dari namanya sejak lama.


“Putranya Reno Alexander?”


*


To be continue..*

__ADS_1


__ADS_2