
# P A T A H #
***************
Selamat membaca....
************************
“Ya Omar?”
“Tuan! ..”
“Ada apa Omar?”
“Tuan Muda Nathan kecelakaan Tuan!”
“APA?!”
“.........”
“Di – dimana?..”
“Sentul Tuan ..”
“Kon – Kondisi .. Na – than??..”
“Saya sedang menunggu kabar, tapi saya langsung menelpon Tuan dulu..”
“.........”
“Belum dapat kepastian soal Tuan Muda. Tapi..”
“Ta – Tapi apa Omar?? ..”
“Katanya mobil Tuan Muda Nathan terbakar”
“Oh Tuhan.. Nathaan!!! ..”
“JEFF!!!”
Para pria memekik bersamaan saat melihat Daddy Jeff akan merosot dari berdirinya dengan ponselnya yang
lolos dari genggaman tangan Daddy Jeff yang untungnya dengan sigap dapat ditangkap oleh Daddy R yang memang berada paling dekat dengan Daddy Jeff.
Tubuh Daddy Jeff juga sudah keburu terpegang oleh Papi John dan Daddy Dewa, hingga lutut Daddy Jeff tidak sampai membentur karpet yang menutupi lantai dibawah kakinya.
Papi John dan Daddy Dewa sudah memapah Daddy Jeff ke sofa, sementara Daddy R yang mengambil alih ponsel
Daddy Jeff yang lolos dari tangan laki – laki itu tadi.
“Bang ambilkan air!”
Varen mengangguk dan berjalan menuju kulkas kecil dalam ruangan mereka berada sekarang. Lalu
mengambilkan sebotol air mineral yang langsung diberikannya pada Poppa setelah ia bukakan segelnya. Dan Poppa langsung menyodorkan nya pada Daddy Jeff
“Minum dulu!”
“Kau hubungi ke ponselku saja Omar jika sudah dapat info terbaru. Aku akan bergegas sekarang” Suara Daddy R yang berbicara dengan Omar yang masih terhubung di ponsel Daddy Jeff.
“What’s wrong Jeff?!.... ( Ada apa Jeff?! )”
“Na – than.... got an accident .... ( Kecelakaan ) .... Hi – His.... car .... was burned .... ( Mo – mobilnya .... terbakar .... ) ”
“Oh God ..... ( Oh Tuhan .... )” Gappa dan para Dads selain Daddy R langsung menutup mulut mereka dengan
wajah yang nampak syok.
“Omar bilang apa R?!”
“Nathan kecelakaan di jalan tol sentul. Tapi Omar belum mendapat kabar pasti soal kondisinya!” Sahut Daddy R cepat. “Bang! Ikut Dad!”
Varen mengangguk cepat dan hendak bergegas pergi bersama Daddy R.
“Gue ikut!” Daddy Jeff langsung juga berdiri.
“NATHAAANNNN!!..”
Teriakan yang memilukan terdengar sampai ke ruangan tempat para pria sedang berkumpul, tepat saat mereka semua hendak bergegas dari ruangan tempat mereka berada sekarang.
“JI!! ....”
Daddy Jeff melesat karena mengenali yang berteriak itu adalah Mama Jihan. Yang lain juga dengan cepat mengikuti.
__ADS_1
****
“Nathaaaann Jeff!!! .. Nathaaaann!!..”
Mama Bear hilang kesadaran.
Setelah tadi dirinya melihat di laman medsos dalam ponsel Mika itu memperlihatkan sebuah mobil yang sebagian
sudah terbakar, bahkan api masih nampak berkobar di sebuah foto tersebut.
Poppa dan Daddy R langsung menyambar ponsel Mika, dan iya mereka mengenali juga mobil yang difoto nampak
sedang terbakar itu, yang diambil oleh salah seorang yang nampak mengambil foto tersebut dari dalam mobilnya
‘Kecelakaan parah di jalanan deket sentul international sircuit’
Poppa dan Daddy R lemas seketika, begitu juga yang lainnya. Plat nomor mobil yang dapat mereka besar dan dekatkan gambarnya dapat mereka baca dengan jelas, karena dalam foto hanya bagian atas mobil yang terbakar. Dan iya, memang benar. Kalau itu..
Mobilnya Nathan..
Nathan mereka yang kecilnya paling iseng pada Andrea, remajanya genit pada perempuan, petakilan yang kemudian menguraikan fakta kalau dia pernah menghamili perempuan sampai membuat gadis yang dihamilinya itu keguguran dengan tangannya sendiri.
Yang sudah mengumumkan penyesalannya yang teramat sangat berikut dengan menunjukkan kesungguhannya untuk memperbaiki diri, bersama harap yang besar untuk mendapat maaf serta kesempatan dari gadis yang pernah disakitinya setelah selama kurang lebih empat tahun Nathan akhirnya bisa bertemu dengan sang gadis yang bernama Kevia.
Baru beberapa jam lalu Nathan pergi dengan semangatnya yang berkobar untuk bicara dan meminta maaf dengan benar secara tulus pada Kevia sekaligus mencoba memenangkan kembali hati gadis itu. Namun kabar buruk sampai di Kediaman, menghantam jantung para anggota keluarga dengan berjuta kekhawatiran.
**
“Ji ....”
Daddy Jeff dua kali lipat khawatir sekarang. Belum selesai soal Nathan yang masih ia tunggu kabar tentang
kondisi sang putra setelah kecelakaan dengan hati berdebar dan badan yang gemetar, kini dihadapkan dengan istrinya yang hilang kesadaran.
Yang Daddy Jeff sudah pastikan, kalau ini terkait dengan kecelakaan yang menimpa Nathan.
“DES AMBILKAN MINYAK KAYU PUTIH SAMA AIR MINUM!”
Momma langsung berseru kencang pada salah satu asisten rumah tangga yang kemudian berkumpul saat
mendengar teriakan Mama Jihan.
Wajah – wajah panik, cemas dan sedih kini mewarnai Kediaman.
hingga Desti membawakan apa yang tadi Momma minta.
“Lo lebih baik disini saja menemani Jihan. Tenangkan dia saat sadar nanti. Biar gue sama Abang yang ke
lokasi, sambil menunggu kabar dari Omar!”
Daddy R yang memang sigap itu langsung melakukan pengaturan.
Daddy Jeff sempat menoleh, pandangannya ke Daddy R nampak menggambarkan sebuah dilema.
"Lo temani Jihan, biar Nathan, gue dan Abang yang mencari kabar"
Daddy Jeff pun mengangguk pada akhirnya atas ucapan Daddy R barusan.
“Siapkan mobil Bang!” Ucap Daddy R pada putra kandungnya itu, yang dengan cepat mengangguk dan melesat
menuju garasi.
“Aku ambilkan kamu jaket, Hon!” Ucap Mommy Ara yang melesat ke lantai dua kemudian.
“Aku juga akan ambilkan jaket Abang!” Andrea mengikuti langkah cepat Mommy Ara.
“Ambilkan jaket aku juga Heart!” Poppa berbicara pada Momma yang kemudian bergerak cepat mengambilkan apa yang Poppa minta. “Gue ikut lo R!. Lo jalan sama Abang, biar gue bawa mobil sendiri. John hubungi lagi Omar!”
Papi John pun mengangguk cepat dan langsung meraih ponselnya dalam saku untuk menghubungi orang
kepercayaan Andrew di Indonesia itu.
“Wa hubungi Ammar! Minta dia mencari tahu setiap Rumah Sakit yang berada di dekat tempat kejadian!” Poppa
beralih dengan cepat pada Daddy Dewa, sementara sisanya sedang mengelilingi Mama Jihan yang sudah mengerjap sadar.
Daddy Dewa pun sama seperti Papi John melakukan apa yang Poppa minta ia untuk lakukan.
Tangisan Mama Jihan kembali terdengar, Daddy Jeff dan lainnya menenangkan.
“Aku jalan dulu, kita saling memberi kabar!” Ucap Daddy R dengan cepat, setelah Mommy Ara membawakan jaket
yang langsung Daddy R kenakan diikuti Andrea yang juga sudah menenteng jaket Abang.
__ADS_1
“Aku ikut juga Dad!” Ucap Andrea yang langsung diangguki Daddy R lalu dengan cepat mereka berjalan bersama, bahkan Andrea tak ingat untuk berpamitan pada mereka yang tinggal di Kediaman.
**
“Wajar ya Vi, kamu benci sama aku sampai sebegitu.. sampai mengajukan syarat ga masuk akal seperti itu”
Itu Nathan yang menggumam sendiri sedari tadi, sembari membawa laju mobilnya dengan kecepatan diatas rata
– rata saat jalanan didepannya nampak lengang.
Hati Nathan patah, sepatah – patahnya karena penolakan yang hakiki dari Kevia.
Nathan menghela nafasnya. Menyetel musik pada unit audio didalam mobilnya dan Nathan pun larut dalam lamunan.
Nathan mengingat betapa jahatnya dia kala itu, yang memberikan pil agar janin didalam rahim Kevia gugur dan
hingga akhirnya sukses menghilangkan janin yang seharusnya tumbuh sebagai anaknya dan Kevia saat ini. Sayangnya saat itu Nathan yang panik atas kecemasan soal usia belia dan masa depan, tak berpikir panjang.
Dimana hati Nathan selalu terasa dirakit dengan tajam, kala setelahnya Kevia pergi.
Tak ada yang tahu atau menyadari kalau setelah Kevia pergi, Nathan terlalu sering termenung sendu. Sering menangis menyesali dosa, tak perduli meski dirinya laki – laki.
Tangisan yang hanya didengarnya sendiri, saat ia merasa belum siap untuk mengakui ‘dosa’ nya pada Kevia dihadapan keluarga. Nathan menjalani harinya, hidupnya sebagai anak juga sebagai seorang Tuan Muda.
Bersikap biasa dihadapan semua, karena kisahnya dengan Kevia yang di koar kan sebagai pasangan ter – hitz kala itu seolah tenggelam sejak Kevia tak pernah lagi muncul di sekolah. Kisah dan perhatian satu sekolah akan pasangan ter - hitz pun raib.
Nathan pun terlihat biasa saja – Karena itu memang sengajanya Nathan lakukan untuk menutupi perbuatannya
hingga tak lama Nathan lulus dari SMA lalu kuliah.
Nathan kacau sebenarnya, ia hancur juga. Namun semua itu ia tutupi di depan semua orang termasuk orang tua
dan keluarga. Guyon dan tawanya yang seolah tak pernah lepas dari diri Nathan sebagai gambaran dirinya yang petakilan itu sesungguhnya palsu.
Bahkan di kampus pun, ia tetap dikenal sebagai Pangeran idola seperti saat sekolah. Banyak gadis yang seliweran didepan matanya, yang kadang Nathan layan, hingga membuat teman – temannya berpikir kalau Kevia sudah menjadi mantan buat Nathan.
Tapi tidak, seolah bak hukuman atas penyesalan yang tanpa usaha perbaikan, Kevia sukses memenuhi kepalanya. Nama Kevia dan semua tentangnya seolah terpatri abadi di hati Nathan. Yang fotonya selalu Nathan pandangi sebelum ia terlelap kemudian.
Penyesalan panjangnya Nathan, sepanjang penantiannya atas seorang Kevia yang baru saja bertemu kembali hari ini, dan beberapa jam kemudian Nathan menyambar kesempatan untuk mengejar Kevia, karena merasa tak puas berinteraksi dengan Kevia.
Semua yang Nathan simpan selama empat tahun, ingin Nathan ungkapkan. Cinta dan penyesalan, yang dengan
kekeh Kevia jawab dengan penolakan. Terakhir, penolakan mutlak yang tak bisa lagi disanggah Nathan.
Kevia meminta Nathan mengembalikan janin yang telah ia sengaja gugurkan, sebagai syarat kelanjutan hubungan. Yang tak sanggup Nathan iyakan, berujung dengan beratnya kerelaan kalau akhirnya Kevia harus ia lepaskan.
“Via, Via, lama – lama aku gila karena kamu ini sih!”
Nathan masih menggumam sendiri, sembari menyunggingkan senyum, namun senyum kepahitan.
‘Andai ya Vi, aku ga bodoh dan egois membunuh calon anak kita waktu itu, pasti sekarang kita udah bahagia’
Nathan membatin miris.
“TUHAN KUCINTA DIA, KUINGIN BERSAMANYAAAAA!!....”
Seolah sedang meluapkan semua yang ada didalam hatinya tentang Kevia, Nathan berteriak sembari mengikuti lagu yang sedang terputar di perangkat audio dalam mobilnya. Sambil melirik kanan kiri dan depan jalanan dari balik kemudinya.
‘Eh, ini gue mau kemana coba?’
Nathan makin memperhatikan jalanan yang ia lalui, juga mengurangi kecepatan mobilnya.
‘Haish! Untung gue sadar, kalau engga sampai Bogor ini gue bisa – bisa’
Nathan kemudian menyalakan sen mobilnya untuk berpindah jalur. Namun sayangnya....
BRUAAGG!!!
Nathan tak lagi melirik spion hingga tak melihat ada mobil yang melaju dengan cepatnya dari arah belakang ketika Nathan hendak berpindah jalur. Sangat kencang dan tiba – tiba mobil Nathan dihantam dengan kerasnya dari belakang, hingga Nathan tak bisa menguasai mobilnya, yang kemudian terpental hingga membentur pembatas besi jalanan dengan sangat keras dan kuat.
“Sh---...”
Nathan memegang dengan kuat kemudinya. Dan tubuhnya terguncang hebat saat mobil Nathan menghantam pembatas jalan dengan begitu keras dan kencangnya.
Sadar tak mampu berbuat apa – apa, Nathan memejamkan matanya. Kala setelah menabrak pembatas jalan, mobil
Nathan tak langsung berhenti, namun berguling kemudian sampai dua kali.
Nathan pasrah, jika memang maut sudah ingin memeluknya.
**
To be continue ..
__ADS_1